Semarak HUT RI ke-81, Lomba Karnaval Teluk Pinang Padukan Tradisi dan Kreasi Futuristik

BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menggelar lomba Karnaval yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat dari berbagai RW. Setiap RW menampilkan kreativitas masing-masing secara bergiliran sesuai nomor urut yang telah ditetapkan panitia. Senin (17/7/2026)

Beragam konsep ditampilkan dalam karnaval tersebut, mulai dari penampilan bernuansa tradisional yang mengangkat budaya lokal hingga kreasi modern dan futuristik. Kostum, properti, serta berbagai konsep unik disiapkan masing-masing RW untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan.

Kepala Desa Teluk Pinang, Ahmad Rifai, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini bertepatan dengan acara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Desa Teluk Pinang mengadakan acara lomba karnaval yang disambut dengan sangat antusias oleh warga,” ujar Ahmad Rifai.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Rifai juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat. Persiapan karnaval di masing-masing RW bahkan telah dilakukan sejak awal Juli agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih terstruktur dan memiliki konsep yang matang.

“Semua elemen masyarakat kita libatkan. Bahkan semuanya dikoordinasikan oleh paguyuban RT yang bekerja sama dengan ibu-ibu kader. Untuk persiapan karnaval masing-masing RW sudah dimulai dari awal Juli, supaya lebih terstruktur dan terkonsep,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya.

“Harapan saya ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi acaranya dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan Desa Teluk Pinang.

Kegiatan Lomba Karnaval turut dihadiri sejumlah perwakilan dari Kecamatan Ciawi, Pendamping Desa Ciawi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Teluk Pinang, Kepala Desa Teluk Pinang, serta masyarakat.

Kemeriahan terlihat ketika rombongan dari setiap RW tampil secara bergiliran sesuai nomor urut. Masing-masing peserta berupaya menampilkan konsep terbaik dengan memadukan unsur budaya, kreativitas, dan semangat kemerdekaan.

Perpaduan antara tradisi dan kreasi modern tersebut menjadi warna tersendiri dalam perayaan HUT RI ke-81 di Desa Teluk Pinang. Karnaval pun tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi menjadi wadah bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kreativitas masyarakat dari setiap RW.

Red

Tradisi Mapag Sri di Desa Tawangsari, Wujud Syukur Panen dan Pelestarian Budaya Indramayu

INDRAMAYU – radarinformasi.com – Suasana Desa Tawangsari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, dipenuhi nuansa budaya dan kebersamaan saat ratusan warga mengikuti tradisi Mapag Sri. Tradisi turun-temurun tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi sekaligus upaya melestarikan warisan budaya masyarakat agraris Indramayu. Rabu (1/7/2026)

Mapag Sri, yang secara harfiah berarti “menjemput Dewi Sri” sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran, menjadi salah satu tradisi yang masih terus dijaga masyarakat. Puncak acara ditandai dengan kirab hasil bumi, tumpeng robyong, serta pagelaran wayang kulit dengan lakon Dewi Sri.

Kuwu Desa Tawangsari, Eva Rosyani, mengatakan tradisi ini bukan sekadar perayaan panen, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya bagi generasi penerus.

“Mapag Sri ini bukan sekadar pesta panen. Ini doa kita kepada Allah SWT agar panen tahun depan lebih baik lagi. Sekaligus mengingatkan anak cucu agar tetap mengenal dan mencintai adat istiadat masyarakat Indramayu,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab gunungan hasil bumi dari area persawahan menuju Balai Desa. Warga membawa berbagai hasil pertanian seperti padi, ketan, buah-buahan, dan sayuran yang diiringi kesenian tarling serta kentrung. Setelah doa bersama, hasil bumi tersebut dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Ketua Panitia Mapag Sri, Tarkim, yang juga menjabat sebagai Raksa Desa, menjelaskan bahwa generasi muda dilibatkan secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

“Anak-anak mulai dari tingkat SD hingga Karang Taruna kami libatkan sebagai penari, penabuh kendang, maupun pembawa gunungan. Harapannya, tradisi ini tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Salah seorang warga, Rohaya (55), mengaku sengaja pulang dari Jakarta untuk mengikuti tradisi yang telah menjadi bagian dari kenangan masa kecilnya.

“Saya rindu suasana kampung. Dulu waktu kecil sering diajak orang tua mengikuti Mapag Sri. Sekarang cucu saya juga bisa ikut merasakan tradisi ini,” tuturnya.

Budayawan Indramayu, Darpan, turut mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Tawangsari dalam menjaga tradisi lokal. Menurutnya, Mapag Sri merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan patut terus dilestarikan.

“Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, masih ada desa yang tetap menjaga tradisi seperti ini. Tawangsari layak menjadi contoh desa yang berhasil melestarikan budaya lokal,” ujarnya.

Pemerintah Desa Tawangsari berkomitmen menjadikan Mapag Sri sebagai agenda budaya tahunan sekaligus mendorongnya menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Indramayu.

“Kami berharap ke depan Mapag Sri semakin dikenal luas. Rencananya tahun depan kami akan berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar tradisi ini dapat menjadi ikon wisata budaya Indramayu,” pungkas Eva Rosyani.

Reporter : Andika

Karnaval SCTV Semarakkan HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Indramayu 2025, Wabup: Momentum Bahagia Ini Dorong UMKM dan Budaya Lokal

INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama SCTV menyelenggarakan Karnaval SCTV pada Sabtu dan Minggu, 3 Agustus 2025, bertempat di Sport Center Indramayu, Jalan Olahraga dan Jalan DI Panjaitan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi Indramayu 2025.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, dalam wawancaranya kepada awak media menyampaikan bahwa karnaval ini bukan hanya menjadi hiburan semata, melainkan momentum bahagia untuk masyarakat sekaligus sebagai ajang untuk mengangkat potensi ekonomi lokal, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Dominonya akan ke UMKM kita. Kita munculkan melalui acara ini, termasuk budaya lokal yang menjadi kekayaan kita,” ujar Syaefudin.

Sejumlah artis sinetron SCTV turut hadir memeriahkan acara, memberikan hiburan langsung kepada warga dan menjadi daya tarik tersendiri dalam gelaran tersebut. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni pagi pukul 07.00–10.00 WIB dan siang pukul 14.00–17.00 WIB.

Aminudin, produser eksekutif SCTV, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin bulanan yang dilakukan di berbagai daerah dan bekerja sama dengan pemerintah setempat. Untuk Indramayu, awalnya kegiatan dijadwalkan pada Oktober, namun atas permintaan Bupati, pelaksanaannya dimajukan.

“Kerja sama kami dengan Pemda Indramayu, terutama Disparra dan Disdik sangat solid. Semua OPD turut berperan dalam menyukseskan acara ini,” jelas Aminudin.

Tujuan utama Karnaval SCTV selain memberikan hiburan adalah untuk menyosialisasikan program-program SCTV serta mengekspos keunggulan lokal, termasuk kekayaan kuliner dan budaya khas Indramayu.

Acara ini disambut antusias oleh masyarakat yang hadir. Selain menikmati hiburan, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat potensi daerah yang selama ini mungkin belum banyak terekspose secara nasional.

Reporter  : Andika