Bencana Banjir Bandang di Puncak: Korban Jiwa, Infrastruktur Lumpuh, dan Respons Cepat Pemerintah

BOGOR.radarinformasi.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sejak Sabtu (1/3/2025) sore hingga Minggu dini hari menyebabkan banjir bandang yang menghancurkan infrastruktur serta menelan korban jiwa. Luapan sungai yang tak mampu menampung debit air merendam permukiman warga, merusak jembatan penghubung, serta mengganggu aktivitas masyarakat. Senin (3/3)

Banjir yang terjadi di Kecamatan Cisarua ini berdampak serius, terutama di Desa Jogjogan dan Desa Citeko. Jalan Hankam, yang menjadi jalur utama penghubung, lumpuh total akibat jembatan yang ambruk diterjang derasnya arus banjir. Puluhan rumah di sekitar aliran sungai mengalami kerusakan ringan hingga berat, sementara sejumlah kendaraan milik warga dilaporkan hanyut terbawa arus.

Korban Jiwa Ditemukan Puluhan Kilometer dari Lokasi Kejadian

Salah satu dampak paling tragis dari banjir ini adalah jatuhnya korban jiwa. Seorang warga bernama Asep Mulyana (45), asal Kampung Pesanggrahan, Desa Citeko, terseret arus deras saat mencoba menyelamatkan barang-barangnya dari dalam rumah yang mulai terendam air.

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan telah dikerahkan sejak Sabtu malam untuk mencari korban. Namun, pencarian sempat terkendala oleh cuaca ekstrem serta derasnya arus sungai yang menyulitkan penyisiran. Setelah dua hari pencarian, jasad Asep Mulyana akhirnya ditemukan pada Senin (3/3/2025) pukul 10.15 WIB di Bendung Ciawi, yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi awal ia terseret.

Komandan Kompi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta menerjunkan tim selam di beberapa titik potensial. “Tim gabungan langsung bergerak sejak Sabtu malam untuk melakukan evakuasi warga terdampak dan pencarian korban. Alhamdulillah, jasad korban berhasil ditemukan di Bendung Ciawi pada Senin pagi,” ujarnya.

Kerusakan Infrastruktur dan Ancaman Banjir Susulan

Selain menelan korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Salah satu jembatan utama yang menghubungkan Desa Jogjogan dan Desa Cilember ambruk, memutus akses transportasi warga. Beberapa fasilitas umum, seperti sekolah dan masjid, juga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menegaskan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi penyebab utama luapan air sungai yang berdampak pada permukiman warga. “Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Rudy Susmanto, dan beliau langsung melakukan pemantauan. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi,” kata Ade Ruhandi dalam keterangannya.

Dampak dari banjir ini turut menjadi perhatian anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurunnisa Setiawan. Ia meminta Pemkab Bogor segera mengambil langkah cepat untuk membangun jembatan sementara di Desa Jogjogan dan Cilember guna memastikan mobilitas warga tidak terganggu, terutama bagi anak-anak yang bersekolah. “Jika tidak segera ditangani, masyarakat akan semakin terisolasi. Harus ada solusi cepat, minimal jembatan darurat dalam waktu dekat,” tegasnya.

Respons Pemerintah dan Upaya Pemulihan

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Danrem 061 Suryakencana, Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, langsung meninjau lokasi terdampak untuk memastikan langkah penanganan bencana berjalan optimal. Rudy menyatakan bahwa Pemkab Bogor akan mempercepat regulasi guna mendukung proses rehabilitasi pasca-banjir.

“Kami akan segera menangani dampak banjir ini, termasuk pembangunan kembali jembatan yang terputus. Proses ini ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri agar mobilitas warga kembali normal,” ungkap Rudy. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak, termasuk makanan siap saji, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya.

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan upaya pemulihan di wilayah terdampak. Sementara itu, warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah terkait potensi bencana susulan.

Reporter: Rizal

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Hanyut dalam Bencana Banjir di Puncak

BOGOR.radarinformasi.com – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polres Bogor, TNI, dan berbagai stakeholder terkait berhasil menemukan korban hanyut akibat bencana banjir di Kampung Citeko, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Senin (3/3)

Upaya pencarian dilakukan pada Senin, 3 Maret 2025, pukul 07.00 WIB, setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Cisarua sejak Selasa, 2 Maret 2025, menyebabkan banjir dan luapan air di sejumlah titik. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Asep Mulyana (55), warga Kampung Citeko, dilaporkan hanyut terbawa arus saat berada di rumahnya yang terletak di tepi sungai. Sementara anggota keluarga lainnya berhasil selamat, Asep Mulyana terseret arus deras.

Tim gabungan yang terdiri dari Brimob, BPBD, Damkar, dan relawan kemudian melakukan pencarian intensif. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Bendungan Ciawi, Kecamatan Megamendung. Saat ditemukan, jasad korban tertutup lumpur akibat derasnya arus banjir.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Kampung Citeko, Desa Citeko, untuk dimakamkan. Operasi pencarian resmi ditutup pada pukul 11.00 WIB setelah dipastikan tidak ada korban lain yang masih hilang.

Pasca kejadian, petugas fokus pada penanganan korban terdampak banjir, termasuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang mengalami trauma serta mendirikan posko darurat untuk membantu pemulihan pasca-bencana. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Sukaraja dan Instansi Terkait Tinjau Lokasi Longsor di Desa Cimandala

BOGOR.radarinformasi.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (5/10/2024), mengakibatkan tanah longsor di Desa Cimandala. Longsor tersebut meruntuhkan bagian dapur rumah milik warga yang terletak di dekat aliran Kali Ciluer. Minggu (6/10)

Peristiwa ini terjadi pada sekitar pukul 17.10 WIB dan menimpa rumah milik Supriyatna, yang dihuni oleh keluarganya dengan empat anggota. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meskipun kerusakan materiil cukup signifikan.

Setelah menerima laporan dari Ketua RT setempat, aparat gabungan dari Polsek Sukaraja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, dan pemerintah Desa Cimandala segera mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan serta memastikan keselamatan warga. Keluarga terdampak diarahkan untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, mengingat lokasi rumah yang berada di tepi sungai.

Petugas yang terlibat dalam penanganan di lokasi meliputi anggota patroli Polsek Sukaraja, Babinkamtibmas Desa Cimandala, staf desa, serta tim BPBD Kabupaten Bogor. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dinyatakan aman, namun warga diimbau tetap waspada mengingat cuaca buruk diprediksi masih akan berlanjut.

Kejadian ini menambah daftar bencana alam di wilayah Bogor, yang kerap mengalami tanah longsor akibat curah hujan tinggi dan kondisi geografis yang rawan bencana.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Cibinong Bersama Instansi Terkait Olah TKP dan Lakukan Pencarian Orang Tenggelam di Setu Citatah

BOGOR.radarinformasi.com – Selasa, 6 Agustus 2024, pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB, terjadi insiden orang tenggelam di Setu Citatah, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Korban diketahui bernama Sotenius Gulo (39), seorang pria asal Nias Barat yang bekerja serabutan di daerah tersebut. Selasa (6/8)

Kejadian bermula ketika Sotenius bertemu dengan seorang saksi, Albert, di Terminal Cibinong pada pukul 06.00 WIB. Sotenius mempertanyakan mengenai uang titipan sebesar Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) yang seharusnya diberikan kepadanya, namun Albert membantah pernah menerima uang tersebut. Cekcok mulut terjadi di antara keduanya hingga Albert membelikan minuman keras jenis ciu dan mengajak Sotenius mengobrol di pinggir Setu Citatah.

Setelah mengonsumsi minuman keras, Sotenius mengklaim melihat temannya, Herman, di seberang Setu dan mengajak Albert menyeberang dengan berenang. Sotenius melepaskan pakaian dan barang bawaannya di pinggir setu dan mulai berenang. Sementara itu, Albert yang masih melepas bajunya, melihat Sotenius mulai tenggelam di tengah Setu. Albert berusaha menolong dengan berenang ke arah Sotenius namun tidak berhasil menarik tubuhnya ke tepian. Albert kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan tubuh Sotenius hilang di permukaan air.

Saat ini, Tim BPBD Kabupaten Bogor sedang melakukan pencarian terhadap korban. Kepolisian Sektor Cibinong telah mendatangi lokasi TKP tempat kejadian, memintai keterangan para saksi, mengamankan barang bukti, dan melaporkan perkembangan kepada pimpinan.

“Kami terus berupaya untuk menemukan korban dengan berkoordinasi bersama BPBD dan warga setempat. Kami berharap korban segera ditemukan dan peristiwa ini bisa diusut dengan tuntas,” ujar Kapolsek Cibinong Kompol Waluyo.

Sampai berita ini diturunkan, proses pencarian masih dilakukan oleh timsar dan dibantu warga sekitar

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kapolsek Parung bersama TRC BPBD Kab.Bogor Evakuasi Warga yang Tertimpa Musibah Bencana Angin Kencang

Kapolsek Parung bersama TRC BPBD Kab.Bogor Evakuasi Warga yang Tertimpa Musibah Bencana Angin Kencang

BOGOR.radarinformasi.com – Polres Bogor. Pada hari Kamis 18 Maret 2021 sekitar pukul.17.15 di Kp.Lebakwangi Rt.01,02, 03, 04/02  dan  Rt.01.04/01 Rt 05/06 telah terjadi bencana alam Angin Kencang yang mengakibatkan bangunan rumah warga Ruko dan Bangunan Rumah Ibadah mengalami kerusakan, Jum’at (19/2/2021).

Mendengar informasi kejadian tersebut Kapolsek bersama TRC BPBD Kab.Bogor langsung mendatangi lokasi dan evakuasi  warga korban bencana.

Adapun jumlah rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 16 Rumah, Fasilitas umum yaitu Kabel Listrik tertimpa Pohon, Mushola Raudatul Islamiah dan akses jalan menuju Pemaharsari.

Untuk korban bencana pemilik bangunan dan kerugian sampai saat ini masih tahap pendataan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa”, ungkap Kapolsek Parung Kompol Puji Astono S.H.”

Sumber     : Humas Polres Bogor

Red