Baru Diguyur Hujan Sekali, Kios Pasar Baru Indramayu Kebanjiran, Pemda Diminta Bertindak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sejumlah pedagang di Pasar Baru Indramayu mengeluhkan kondisi kios yang tergenang air meski hujan baru turun satu kali dengan intensitas sedang, Genangan air masuk ke dalam kios dan merusak barang dagangan, sehingga aktivitas jual beli terganggu, Minggu (22/2/2026).

Pedagang menilai kondisi bangunan pasar sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan serius. Mereka mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh atau mempertimbangkan relokasi pasar ke lokasi yang lebih representatif.

Air disebut masuk melalui atap yang bocor dan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal. Selain itu, posisi lantai kios yang lebih rendah dari area luar pasar turut memperparah genangan saat hujan turun.

Mey (53), salah satu pedagang, mengaku mengalami kerugian akibat kejadian tersebut. “Baru sekali hujan saja sudah banjir. Kalau musim hujan panjang, barang dagangan bisa rusak semua,” keluhnya.

Hal serupa disampaikan Jn (47). Ia menilai kondisi pasar saat ini sudah tidak memadai. “Atapnya bocor dan baru sekali hujan langsung banjir ke kios-kios. Harus segera dipindahkan atau diperbaiki total,” ujarnya.

Sejumlah pedagang juga mempertanyakan kualitas konstruksi dan sistem drainase pasar. Saluran air diduga tersumbat dan tidak mampu menampung debit air hujan, sementara beberapa bagian atap dilaporkan mengalami kebocoran.

Kondisi ini memicu tuntutan evaluasi menyeluruh dari dinas terkait. Para pedagang berharap ada langkah konkret agar persoalan banjir tidak terus berulang dan kenyamanan serta keamanan aktivitas perdagangan dapat kembali terjamin.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Sungai Cimanuk Meluap, Tiga Kecamatan di Indramayu Terdampak Banjir, BPBD Dirikan Dapur Umum

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tingginya intensitas hujan di wilayah hulu yang disertai peningkatan debit air Sungai Cimanuk mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Indramayu hingga pukul 23.00 WIB, tercatat 2.411 jiwa terdampak, dengan ratusan rumah terendam air setinggi 30 hingga 60 sentimeter,” pada Sabtu dini hari (24/1/2026).

Banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Cimanuk serta limpasan air di beberapa titik akibat penurunan elevasi sungai secara struktural. Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya sejumlah saluran pembuang, sehingga air menggenangi permukiman warga.

Dampak banjir meluas ke tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kertasemaya yang meliputi Desa Tulungagung, Desa Kertasemaya, dan Desa Kliwed; Kecamatan Jatibarang di wilayah Desa Sukalila; serta Kecamatan Lohbener yang berdampak pada warga Desa Rambatan Kulon.

Secara keseluruhan, banjir merendam 604 unit rumah dan 7 fasilitas umum. Sebanyak 48 warga terpaksa mengungsi, terdiri dari 34 orang dari Desa Kertasemaya dan 14 orang dari Desa Sukalila. Para pengungsi sementara menempati rumah kerabat serta tempat ibadah di sekitar lokasi terdampak.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Indramayu bersama tim gabungan mendirikan tenda posko, tenda pengungsian di Blok Rengaspayung, serta dapur umum mini guna memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak. 

Sementara itu, Dinas PUPR Kabupaten Indramayu bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung mengerahkan empat unit ekskavator untuk melakukan perbaikan darurat pada tanggul yang jebol.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Drs. Dadang Oce Iskandar, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Hal tersebut disampaikannya kepada Tim Diskominfo Indramayu, Senin (26/1/2026).

“Fokus utama kami adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian. Kami terus berkoordinasi dengan BBWS dan Dinas PUPR untuk mempercepat perbaikan tanggul agar luapan air dapat segera teratasi. Meski saat ini kondisi air mulai surut, masyarakat kami imbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan,” ujarnya.

BPBD memastikan tim tetap siaga di lapangan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Terowongan KA Jatibarang Tergenang, Hujan Berjam-jam Putuskan Akses Warga

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Indramayu sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi (18/1/2026) menimbulkan dampak serius terhadap mobilitas warga. Selain merendam kawasan permukiman, hujan berkepanjangan tersebut juga membuat jalur terowongan kereta api di Kecamatan Jatibarang tak dapat dilalui.

Terowongan yang selama ini menjadi akses penting warga berubah menjadi genangan air dengan kedalaman signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan puluhan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mengalami mogok setelah nekat melintas.

Hujan dilaporkan mulai turun sejak waktu Magrib dan berlangsung terus hingga menjelang Subuh. Seiring meningkatnya intensitas dan durasi hujan, debit air kian bertambah dan menggenangi titik-titik rendah, termasuk area terowongan KA Jatibarang.

Rina, warga Jatibarang, mengatakan banjir tidak langsung terjadi saat hujan mulai turun. Menurutnya, genangan muncul setelah hujan berlangsung lama tanpa jeda.

“Hujan turun dari habis Magrib sampai Subuh. Awalnya aman, tapi karena tidak berhenti-berhenti, air akhirnya naik dan menggenang,” ujar Rina saat ditemui, Minggu (18/1/2026).

Pada Minggu pagi, air bahkan dilaporkan sempat masuk ke rumah sejumlah warga. Selain merendam lingkungan sekitar, banjir juga menghambat arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

Terowongan yang seharusnya menjadi jalur alternatif justru menjadi titik paling rawan. Banyak pengendara terpaksa menghentikan perjalanan akibat mesin kendaraan mati.
“Banyak kendaraan yang mogok, bukan cuma satu atau dua,” tambahnya.

Warga menyebut kejadian serupa kerap berulang setiap musim hujan, khususnya ketika hujan turun lebih dari dua jam tanpa henti. Biasanya, air baru surut satu hingga dua hari setelah hujan reda dan cuaca kembali cerah.

“Kalau hujan lebih dari dua jam biasanya pasti banjir. Air baru benar-benar surut satu sampai dua hari setelah hujan berhenti,” jelas Rina.
Hingga Minggu siang, genangan di beberapa titik dilaporkan mulai menyusut, meski belum sepenuhnya pulih. 

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan penanganan lebih serius, terutama pembenahan sistem drainase, agar terowongan KA Jatibarang tidak terus menjadi langganan banjir saat hujan berkepanjangan.

(S/S/Andika).

Puluhan Hektar Sawah di Indramayu Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Puluhan hektar persawahan di Desa Nunuk dan Desa Tugu, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, terendam banjir selama satu minggu terakhir. 

Banjir ini diakibatkan oleh hujan deras dan saluran pembuangan yang semakin menyempit, sehingga membuat air sulit surut.

Raksa Bumi Nunuk, Sanusi, saat ditemui di Balai Desa Nunuk, menyatakan bahwa genangan air telah merendam sawah yang baru ditanami benih padi. “Sebagian benih padi membusuk karena sudah terendam air selama berhari-hari, Kamis (09/01/2025),” ungkapnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan hamparan sawah di Desa Nunuk dan Desa Tugu nyaris tak terlihat akibat tergenang air. 

Beberapa petani yang mulai menanam benih sejak Minggu khawatir akan gagal panen jika air tak segera surut. “Jika banjir terus berlangsung, tanaman padi bisa mati dan kami akan mengalami kerugian besar,” tutur Aruna, salah satu petani asal Desa Nunuk, saat dihubungi melalui telepon.

Hal senada diungkapkan H. Nana, petani Desa Tugu, yang berharap agar air segera surut. “Banjir bisa merusak tanaman dan memicu serangan penyakit serta hama, sehingga hasil panen tidak sesuai harapan,” ujarnya.

Para petani mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil tindakan, seperti memperbaiki saluran pembuangan, guna mencegah banjir yang berkepanjangan dan menyelamatkan tanaman mereka dari kerusakan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Air Laut Pasang Mengakibatkan Kota Kuala Tungkal Banjir

Air Laut Pasang Mengakibatkan Kota Kuala Tungkal Banjir

TANJAB BARAT.radarinformasi.com – Prakiraan cuaca ekstrim pada bulan Januari 2023 menyebabkan debit air laut naik atau pasang yang mengakibatkan wilayah Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat – Provinsi Jambi, menjadi banjir. Rabu (25/01/23).

Dampak dari air laut pasang besar tersebut, Kota Kuala Tungkal menjadi banjir selain itu air juga nampak menggenangi rumah- rumah warga dan ruas jalan di dalam kota Kuala Tungkal serta sekitarnya.

Banjir tersebut juga menjadikan arus lalulintas di beberapa titik dalam Kota Kuala Tungkal lumpuh total, banyak kendaraan roda dua mati mendadak karena berani dan memasakkan menerobos genangan air tersebut.

Sementara untuk roda empat masih dapat melewati jalur tersebut, akan tetapi harus dengan ekstra hati-hati.

“Banjir yang terjadi saat ini memang yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini’, ujar salahsatu warga kota Kualatungkal.

Sedangkan air laut mulai beransur-angsur surut sekitar pukul 17:00 WIB.

Reporter : Dani
Resaktur : Dewi

Banjir Terjang Warga Desa Pasir Eurih dampak Pembangunan Perumahan, pihak Pengembang diduga Tutup Mata

Banjir Terjang Warga Desa Pasir Eurih dampak Pembangunan Perumahan, pihak Pengembang diduga Tutup Mata

BOGOR.radar.informasi.com – Warga Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, kesal akibat adanya pembangunan perumahan cluster milik salahsatu pihak pengembang yang diduga menjadi penyebab banjir dan merugikan masyarakat sekitar perumahan, pasalnya banjir yang terjadi bukan untuk pertama kalinya, akan tetapi sudah ketiga kalinya, bahkan akan ada kemungkinan banjir terjadi lagi mengingat intensitas hujan yang akhir – akhir ini kerap terjadi, Kamis (27/05/21).

Salahsatu ketua RT setempat, saat di jumpai Media mengatakan bahwa, “Ya memang benar sudah 3 kali banjir ini terjadi di pemukiman warga lantaran pihak pengembang tidak ada upaya untuk melakukan pencegahan terjadinya banjir yang kepung rumah warga. Hal ini juga pernah kita sampaikan kepada Kades Pasir Eurih, Rauf Obay dan kepada pihak pengembang perumahan tersebut, kata pihak pengembang nanti akan dibuatkan drainase”.

“Saat ini para pegawai belum datang pasca lebaran, selain itu juga adanya persoalan lain terkait adanya salahsatu lahan warga yang belum selesai dibayar, padahal sebelumnya kami tidak pernah kebanjiran, ya sebelum adanya perumahan tersebut, memang tidak ada rumah yang rusak parah, tapi kan kami jadi was – was, belum lagi harus membersihkan air dan sampah yang masuk rumah”, keluhnya.

Saat tim mencoba Menghubungi Kades Pasir Eurih melalui pesan WhatsApp, Kades menjelaskan bahwa, “Oh sudah di selesaikan, terus pihak pengembang udah bikin atau menambah saluran dan serapan air lagi, karena emang kemaren intensitas curah hujannya tinggi karena di wilayah saya emang ada beberapa wilayah bukan cuma di situ”.

Saat disinggung terkait kerugian warga baik materil ataupun imateril, Kades mengatakan, “Kalau saya gak kasian, saya ga akan langsung kumpulin atuh pihak pengembang sama masyarakat, terus malam itu juga saya langsung turun ko ke masyarakat, saya
udah langsung ngobrol sama masyarakat nya kemaren terus di situ ada pak RT sama pak RW nya juga langsung pengembang sama masyarakat”.

“Perasaan saya sudah clear permasalahan nya, pihak pengembang mau tanggungjawab kalau pengen jelas tanya langsung aja ke RW atau RT nya karena mereka juga pada hadir waktu musyawarah itu di samping sebagian masyarakat yang kena musibahnya hadir”, jelasnya.

Dalam hal ini perlunya pihak pengembang menyediakan sarana Sistem Drainase yang baik guna membantu mencegah banyak persoalan, seperti mengurangi kemungkinan banjir, mengendalikan permukaan air tanah, erosi tanah dan mencegah kerusakan jalan dan bangunan yang ada, namun sangat disayangkan hal tersebut hingga saat ini masih diabaikan.
Hingga berita ini ditayangkan pihak pengembang belum berhasil dihubungi.

Red