Jembatan Kali Perak Jatimunggul Direhabilitasi, Akses Petani Diharapkan Makin Lancar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah merehabilitasi Jembatan Desa 1 di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jembatan Kali Perak.

Rehabilitasi jembatan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari kalender, terhitung sejak 14 Juli hingga 11 Oktober 2026.

Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung proses rehabilitasi. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Camat Terisi Boy Billy Prima dan Kuwu Desa Jatimunggul Ro’up,”  pada Senin (7/9/2026).

Ro’up menjelaskan, jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat, terutama warga yang hendak menuju kawasan pertanian. Sebelum direhabilitasi, kondisi konstruksi jembatan mengalami kerusakan cukup parah dan banyak bagian yang sudah keropos.

“Jembatannya sudah keropos. Dari 2014 sudah rusak dan baru ini dibetulkan. Selama dibangun, lewatnya jalan darurat dulu,” jelas Ro’up.

Mendengar kondisi tersebut, Bupati Lucky Hakim menyampaikan rasa syukur atas dimulainya rehabilitasi jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Alhamdulillah ini kewajiban kita membangun jembatan ini, semoga menjadi pahala untuk semua pihak yang terlibat,” ujar Lucky.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga berdialog dengan masyarakat sekitar. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap perbaikan infrastruktur yang dinilai penting bagi aktivitas sehari-hari.

Selama jembatan mengalami kerusakan, mobilitas petani menuju lahan serta pengangkutan hasil pertanian menjadi terkendala. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap nilai jual hasil panen, termasuk gabah.

Terlebih, sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut merupakan sawah tadah hujan yang hanya dapat dipanen sekali dalam setahun pada musim kemarau.

Warga berharap setelah rehabilitasi selesai, akses menuju lahan pertanian dan jalur pengangkutan hasil panen menjadi lebih mudah sehingga hasil pertanian maupun perkebunan dapat dipasarkan dengan harga yang lebih baik.

Salah seorang warga Desa Jatimunggul Blok Weringin, Rakim, mengatakan keberadaan jembatan yang layak sangat dibutuhkan masyarakat karena mayoritas warga setempat bekerja sebagai petani dan pekebun.

Menurutnya, akses jalan yang sulit selama ini turut memengaruhi harga hasil produksi masyarakat karena biaya dan kemudahan pengangkutan berbeda dengan wilayah yang memiliki akses lebih baik.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Lucky Hakim atas pembangunan jembatan ini. Semoga membawa Indramayu lebih baik. Kami berharap semua yang dilaksanakan hari ini akan bermanfaat untuk ke depannya,” tutur Rakim.

Rehabilitasi Jembatan Kali Perak di Desa Jatimunggul diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat, khususnya mobilitas petani dan distribusi hasil pertanian serta perkebunan.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

20 Tahun Huni Rumah Tak Layak, Warga Jatimunggul Dapat Bantuan Rehab dari Pemkab Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Harapan untuk memiliki hunian yang lebih layak akhirnya datang bagi Asep Saripudin (49), warga Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Selama kurang lebih 20 tahun, Asep bersama istrinya menempati rumah dengan kondisi memprihatinkan. Kini, rumah tersebut akan mendapatkan bantuan rehabilitasi dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Kondisi rumah Asep ditinjau langsung Bupati Indramayu Lucky Hakim. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Camat Terisi, Kuwu Desa Jatimunggul, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu, pada Senin (7/9/2026).

Sehari-hari, Asep bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia terkadang menjadi buruh tani dan pada kesempatan lain bekerja sebagai buruh bangunan. Dengan pekerjaan yang tidak tetap, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga agar dapur tetap mengepul.

Kondisi tempat tinggal yang dihuni Asep dan istrinya pun cukup memprihatinkan. Sebagian bangunan menggunakan batu bata, sementara bagian lainnya terbuat dari asbes. Lantainya masih berupa semen, sedangkan bagian belakang yang difungsikan sebagai dapur hanya berupa bangunan tambahan dengan penutup terpal.

Rumah tersebut hanya memiliki ruang tidur dan dapur. Saat hujan deras, air masih merembes melalui atap yang bocor. Kondisi semakin memprihatinkan karena rumah itu belum dilengkapi kamar mandi maupun jamban.

Selama ini, Asep bersama keluarganya terpaksa memanfaatkan fasilitas milik tetangga yang sudah tidak dihuni untuk mandi dan buang hajat.

Dalam dialog bersama Bupati, Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Aspuri menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas toilet menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diprioritaskan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lucky Hakim memastikan rumah Asep akan direhabilitasi. Selain perbaikan bangunan, aspek sanitasi juga akan diperhatikan agar keluarga tersebut dapat menempati rumah yang lebih sehat dan layak.

“Silakan untuk direhabilitasi rumahnya, semua akan diurus oleh BAZNAS. Insyaallah dibuatkan juga WC-nya agar tidak jauh ke sana. Ada sembako juga dari Dinsos. Semoga sehat selalu bapaknya,” ujar Lucky Hakim.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga memberikan perubahan terhadap kualitas hidup Asep dan keluarganya melalui hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.

Asep pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Lucky Hakim yang mau membantu keluarga saya,” ungkap Asep.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Penyegaran Organisasi, Polres Indramayu Rotasi Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Polres Indramayu Polda Jabar menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kepala kepolisian sektor (kapolsek) di Lapangan Apel Polres Indramayu, Sabtu pagi (12/9/2026).

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, S.H., mengatakan, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan untuk penyegaran, pengembangan karier personel, sekaligus meningkatkan kinerja institusi.

Menurut AKP Tarno, rotasi jabatan juga menjadi momentum untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Indramayu.

Dalam sertijab tersebut, AKP Undang Syarif Hidayat, S.H., M.M., yang sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polres Indramayu, mendapat penugasan baru sebagai Kanit 2 Sigar Subditgakkum Ditlantas Polda Jabar.

Posisi Kasat Lantas Polres Indramayu selanjutnya dipercayakan kepada AKP Putri Risma Permata Sari, S.Tr.K., S.I.K., yang sebelumnya menjabat Kanit Regident Satlantas Polresta Bogor Kota.

Pergantian juga terjadi pada jabatan Kasat Polairud Polres Indramayu. AKP Asep Suryana, S.E., yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut, mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Balongan.

Jabatan Kasat Polairud Polres Indramayu selanjutnya diemban AKP Maman Kusmanto, yang sebelumnya menjabat Kasubbagbinops Bag Ops Polres Indramayu.

Sementara pada jajaran kapolsek, Kompol Darli, S.Sos., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Jatibarang, mendapat penugasan sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang Ops Polres Indramayu.

Jabatan Kapolsek Jatibarang kemudian dipercayakan kepada AKP Suprapto, S.H., M.Si., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Widasari.

Selanjutnya, AKP Dedi Wahyudi, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Balongan, mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Widasari.

“Jabatan Kapolsek Balongan kemudian dipercayakan kepada AKP Asep Suryana, S.E., yang sebelumnya menjabat Kasat Polairud Polres Indramayu,” ujar AKP Tarno.

Rotasi berikutnya terjadi di Polsek Kedokanbunder. IPDA Eryana, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kedokanbunder, mendapat penugasan sebagai Kaurbinopsnal Satsamapta Polres Indramayu.

Jabatan Kapolsek Kedokanbunder selanjutnya diemban IPDA Kartono, yang sebelumnya bertugas sebagai Panitopsnal 1 Unit Reskrim Polsek Patrol Polres Indramayu.

Selain itu, IPTU Sujana, S.H., yang sebelumnya menjabat Ps. Kasubbag Kerma Bag Ops Polres Indramayu, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kasiwas Polres Indramayu.

Polres Indramayu juga menerima personel baru, yakni IPTU Saprudin, S.H., yang sebelumnya menjabat Panit 1 SPKT Polrestabes Bandung dan selanjutnya bertugas sebagai Pama Polres Indramayu.

AKP Tarno berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

“Pejabat yang baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, serta menghadirkan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan tugas di jajaran Polres Indramayu.

“Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian dan kontribusinya selama bertugas di Polres Indramayu,” pungkasnya.

Sumber: Humas Polres Indramayu

Krisis Air Bersih, Polres Indramayu Salurkan 40 Ribu Liter Air ke Warga Desa Tanjakan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menghadapi kondisi kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih, Polres Indramayu Polda Jabar menyalurkan bantuan air kepada masyarakat Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jum’at (11/9/2026).

Penyaluran bantuan dipimpin langsung Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Binmas Polres Indramayu IPTU Tasim, S.I.P., serta Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, S.H.

AKBP Prianggo mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebanyak enam truk tangki dikerahkan dalam kegiatan tersebut dengan total sekitar 40 ribu liter air bersih yang didistribusikan kepada warga Desa Tanjakan.

“Hari ini kami dari Polres Indramayu melaksanakan pendistribusian dan pembagian air bersih sebanyak enam truk tangki dengan total kurang lebih 40 ribu liter untuk masyarakat Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng,” ujar AKBP Prianggo.

Menurutnya, penyaluran tersebut dilakukan setelah pihak kepolisian menerima informasi mengenai kondisi kekeringan dan kesulitan air bersih yang dialami masyarakat di wilayah tersebut.

Polres Indramayu, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan kembali menyalurkan bantuan serupa ke wilayah lain yang mengalami kondisi sama. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Ke depan, wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan juga diharapkan dapat terjangkau sehingga bantuan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

AKBP Prianggo menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah kecamatan akan terus dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Harapannya tentu dapat membantu masyarakat yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Ke depan kami akan terus berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun kecamatan agar informasi yang kami terima semakin akurat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan warga ketika menghadapi kondisi darurat seperti kekeringan.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Tak Hanya Air Bersih, Kapolres Indramayu Salurkan Sembako untuk Warga Desa Tanjakan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepedulian Polres Indramayu Polda Jabar terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, terus dilakukan. Tak hanya mendistribusikan air bersih, kepolisian juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., kepada sejumlah warga pada Jum’at siang (11/9/2026).

Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari program Jum’at Berkah Polres Indramayu, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dengan warga.

AKBP Prianggo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat, khususnya warga yang tengah menghadapi dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.

“Ini merupakan bagian dari kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan Polres Indramayu. Selain menyalurkan bantuan air bersih, kami juga membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKBP Prianggo.

Sebelumnya, Polres Indramayu telah mendistribusikan sekitar 40 ribu liter air bersih menggunakan enam unit truk tangki kepada masyarakat Desa Tanjakan yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan.

Menurut AKBP Prianggo, kehadiran kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Kepolisian juga berupaya hadir melalui kegiatan sosial serta memberikan respons terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat. Yang terpenting, kami ingin terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Gerak Cepat, Polisi Amankan Delapan Remaja Terkait Dugaan Tawuran di Sukaperna Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Polres Indramayu Polda Jabar bergerak cepat menindaklanjuti video yang beredar di media sosial terkait dugaan aksi tawuran antarkelompok remaja di wilayah Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Satreskrim Polres Indramayu bersama Polsek Tukdana langsung melakukan penyelidikan.

Hasilnya, pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, petugas mengamankan delapan laki-laki di sejumlah lokasi, yakni wilayah Desa Sukaperna, Tukdana, Kerticala, dan Pakedangan, Kecamatan Tukdana.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar, membenarkan pengamanan tersebut.

Menurutnya, delapan orang yang diamankan diduga memiliki keterkaitan dengan video aktivitas kelompok yang sebelumnya meresahkan masyarakat.

Kedelapan orang tersebut masing-masing berinisial T.K. (17), yang diduga membawa celurit; M.J. (15), yang diduga berperan sebagai joki dan berada di lokasi; A.A. (16), yang diduga membawa bambu sepanjang sekitar satu meter; S.J.N. (21), yang diduga berperan sebagai joki; A.H. (17), yang diduga merekam video kejadian; R.P. (17), yang diduga membawa sabit; T.C. (17), yang diduga membawa celurit; serta A.M. (16), yang diduga membawa celurit.

Dalam penindakan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa dua senjata tajam jenis corbek, tujuh celurit, satu unit sepeda motor Honda Sonic warna hitam-merah, satu unit Honda Beat warna putih, serta tujuh unit telepon genggam.

AKP Muchammad Arwin Bachar menjelaskan, penyelidikan bermula dari informasi mengenai video dugaan tawuran yang terjadi di wilayah Desa Sukaperna. Petugas kemudian melakukan penelusuran dan memperoleh informasi bahwa sejumlah orang dalam video diduga berasal dari kelompok Official Warning, Selatan Mistis dan Selatan Mistery yang berhadapan dengan kelompok German 23 yang disebut bergabung dengan Holland 25.

Petugas selanjutnya melakukan pencarian hingga berhasil mengamankan delapan orang yang diduga berada dalam rangkaian kejadian tersebut.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, sejumlah pihak mengakui berada di lokasi dan memberikan keterangan terkait ajakan berkumpul, perjalanan menuju tempat kejadian, serta senjata tajam yang dibawa,” jelasnya, Jumat (11/9/2026).

Dari pemeriksaan awal, A.M. mengaku ikut dalam kejadian dan membawa celurit. Sementara T.C. memberikan keterangan bahwa dirinya mengambil celurit sebelum menuju lokasi.

M.J. mengaku mendapat ajakan melalui komunikasi WhatsApp untuk berkumpul bersama kelompoknya. Sedangkan R.P. mengakui membawa sabit miliknya sendiri saat kejadian.

AKP Muchammad Arwin Bachar menegaskan, keterangan tersebut masih merupakan hasil pemeriksaan awal. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap peran masing-masing orang yang diamankan, asal-usul senjata tajam, komunikasi sebelum kejadian, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Kedelapan orang tersebut kemudian diserahkan kepada Unit Harda Satreskrim Polres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, S.H., mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak, khususnya pada malam hari serta dalam penggunaan media sosial.

“Orang tua diharapkan membangun komunikasi yang lebih terbuka agar dapat mengetahui lingkungan pergaulan anak dan mencegah keterlibatan mereka dalam tawuran maupun kelompok yang mengarah pada tindakan kekerasan,” jelasnya.

AKP Tarno berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bersama bagi keluarga, sekolah dan masyarakat. Menurutnya, sinergi seluruh pihak diperlukan untuk mencegah tawuran, penyalahgunaan senjata tajam, serta aktivitas kelompok yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Masyarakat juga diimbau tidak ragu melaporkan tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas melalui layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu di WhatsApp 0819-9970-0110 atau Call Center Polri 110.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Layanan Samsat Bugis Hadir Dekatkan Pelayanan Pajak Kendaraan bagi Warga Anjatan

INDRAMAYU, radarinformasi.com – Kabar baik bagi masyarakat Desa Bugis dan sekitarnya. Kini, warga Kecamatan Anjatan dan wilayah sekitar tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan.

Layanan Samsat Bugis hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan kendaraan bermotor secara lebih dekat dan praktis.

Layanan tersebut berlokasi di Pintu Air Perempatan Bugis, Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.

Adapun jadwal operasional Samsat Bugis yakni setiap Senin pukul 08.30 hingga 14.00 WIB, sedangkan pada Sabtu pelayanan dibuka mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB.

Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan yang tersedia untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan tepat waktu serta memastikan dokumen kendaraan tetap aktif.

Kehadiran layanan Samsat di wilayah Bugis juga menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki kendaraan bermotor dan membutuhkan akses pelayanan perpajakan yang lebih mudah.

Masyarakat yang hendak memanfaatkan layanan Samsat Bugis diimbau memperhatikan jadwal operasional agar dapat memperoleh pelayanan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Jangan tunggu sampai terlambat. Bayar pajak kendaraan tepat waktu, berkendara lebih nyaman dan administrasi kendaraan tetap aktif.

Sumber: Diskominfo Indramayu

Kenali Gejala HIV, Jangan Tunggu Muncul Gejala untuk Melakukan Tes

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi kesehatan yang berpotensi berkaitan dengan infeksi HIV. Pasalnya, infeksi HIV pada tahap awal belum tentu menunjukkan gejala khas sehingga pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk mengetahui status kesehatan secara pasti.

Mengutip informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, sejumlah kondisi yang perlu diwaspadai antara lain demam berkepanjangan, mudah merasa lelah, berat badan menurun tanpa alasan yang jelas, pembengkakan kelenjar getah bening, diare berkepanjangan, keringat malam, serta infeksi yang terjadi secara berkelanjutan.

Namun demikian, munculnya gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang terinfeksi HIV. Gejala serupa dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan lainnya sehingga tidak dianjurkan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan kondisi fisik.

“Mengetahui status HIV tidak bisa hanya mengandalkan perkiraan atau melihat kondisi fisik semata. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikannya,” demikian pesan edukasi kesehatan yang disampaikan melalui materi informasi tersebut.

Jangan Menunda Pemeriksaan

Bagi masyarakat yang merasa pernah melakukan aktivitas yang berisiko terhadap penularan HIV, langkah yang dianjurkan adalah segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan melakukan tes HIV sesuai rekomendasi medis.

Pemeriksaan dapat dilakukan di Puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan tes HIV.

Di Kabupaten Indramayu, upaya penanganan HIV/AIDS juga terus diperkuat. Pemkab Indramayu pada 2025 memperluas layanan antiretroviral (ARV) ke 16 puskesmas untuk mendekatkan akses pengobatan kepada masyarakat. Sebelumnya, layanan ARV tersedia di RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara Losarang.

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga privasi serta tidak merasa takut atau malu menjalani pemeriksaan.

Temukan, Periksa, Tangani

Langkah sederhana yang dapat dilakukan apabila seseorang merasa khawatir pernah terpapar HIV, yakni berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, menjalani tes HIV sesuai anjuran, kemudian mengikuti pengobatan dan pendampingan medis apabila memang diperlukan.

Pemeriksaan sedini mungkin dinilai penting agar seseorang memperoleh informasi yang benar mengenai kondisi kesehatannya dan dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Jangan mendiagnosis diri sendiri. Lebih baik mengetahui kondisi kesehatan secara pasti daripada terus berada dalam keraguan.

Sumber: Diskominfo Kabupaten Indramayu.

FWJI Korwil Indramayu Evaluasi Kegiatan dan Matangkan Program Kerja Organisasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah (Korwil) Indramayu menggelar rapat evaluasi sekaligus membahas penyusunan program kerja organisasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan, meningkatkan profesionalitas anggota, serta memperluas kontribusi FWJI bagi masyarakat di Kabupaten Indramayu, Jum’at (11/9/2026).

Rapat dihadiri jajaran pengurus dan anggota FWJI Korwil Indramayu. Selain mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sejumlah kendala sekaligus menentukan arah kegiatan organisasi ke depan.

Berbagai agenda menjadi pembahasan dalam rapat, di antaranya penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan, pelaksanaan kegiatan sosial, serta peluang membangun kemitraan dengan sejumlah pihak di Kabupaten Indramayu.

Ketua FWJI Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, mengatakan evaluasi diperlukan agar setiap program organisasi dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan hasil yang nyata.

“Evaluasi menjadi langkah penting untuk melihat kegiatan yang sudah berjalan, mengetahui kendala yang dihadapi, sekaligus menentukan langkah berikutnya agar organisasi semakin solid dan program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.

Mutadi menambahkan, keberadaan FWJI Korwil Indramayu tidak hanya diarahkan pada aktivitas jurnalistik. Organisasi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial serta berupaya membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah, masyarakat, maupun berbagai pemangku kepentingan.

Ia menekankan, seluruh program yang dirancang harus tetap mengedepankan profesionalitas, independensi, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

“Kami berharap FWJI dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas anggota, sekaligus hadir melalui kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Melalui rapat evaluasi tersebut, FWJI Korwil Indramayu menargetkan pelaksanaan program kerja yang lebih terarah dan terukur. Pengurus dan anggota juga didorong untuk menjaga kekompakan serta menjalankan setiap agenda organisasi secara profesional dan bertanggung jawab.

Reporter : Andika

Rakor dan Evaluasi Desa 2026, Kepala DPMD: Pembangunan Desa Wajib Terpublikasi

BOGOR.radarinformasi.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Perkembangan Desa Tahun 2026, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan berlangsung di salahsatu Hotel wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor, tersebut dihadiri oleh Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Drs. Hadijana, S.Sos., M.Si., Ketua DPC APDESI Kabupaten Bogor H. Abdul Aziz Anwar, SE, perwakilan kecamatan se-Kabupaten Bogor, serta sejumlah perwakilan pemerintah desa.

Rakor tersebut digelar sebagai bagian dari proses pemutakhiran data sekaligus evaluasi perkembangan desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor. Kegiatan juga diisi dengan bimbingan teknis yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ketika ditemui dalam kegiatan tersebut, Drs. Hadijana, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa evaluasi perkembangan desa dilakukan setiap tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini pembangunan prioritas kepada bimbingan teknis sekaligus juga evaluasi tentang desa dan kelurahan. Karena memang ada di Permendagri bahwa setiap tahun harus dievaluasi statusnya, apakah cepat berkembang, berkembang, atau seperti itu,” jelasnya.

Menurut Hadijana, hasil evaluasi perkembangan desa sangat bergantung pada data yang dimasukkan oleh masing-masing desa ke dalam sistem. Tahun ini, ia menyebut terdapat perkembangan yang cukup signifikan berdasarkan data yang telah masuk, meski masih ada sejumlah desa yang belum melakukan penginputan.

“Tahun ini cukup signifikan, ada kenaikan yang sangat berkembang dan segala macam dari datanya. Tapi masih ada beberapa yang belum input. Nilainya bisa muncul kalau desanya menginput data yang disiapkan dalam sistem,” ujarnya.

Ia mencontohkan salah satu indikator penilaian berkaitan dengan ketersediaan sarana kesehatan. Keberadaan fasilitas kesehatan di suatu wilayah akan menjadi bagian dari data yang memengaruhi penilaian perkembangan desa.

“Misalkan di Gunung Putri, apakah di wilayah ada sarana kesehatan. Kalau hanya ada bidan desa, nilainya berbeda dengan kalau ada rumah sakit. Itu salah satu contoh,” katanya.

Pemutakhiran Data Jadi Dasar Kebijakan

Hadijana menegaskan, pemutakhiran data desa sangat penting karena setiap kebijakan pemerintah harus disusun berdasarkan data yang akurat dan terkini.

“Setiap tingkatan kebijakan, pada saat membuat kebijakan, itu harus berdasarkan data. Datanya yang selama ini pada umumnya dulu manual, berbentuk buku isian dan segala macam,” jelasnya.

Menurutnya, pemutakhiran data juga dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan administrasi serta aset desa, terutama ketika terjadi pergantian kepemimpinan.

“Kalau sudah dimutakhirkan datanya, misalnya ini kantor milik desa, tidak bisa diambil. Apalagi nanti data-datanya. Jadi memang harus terus diperbarui sampai nanti kalau terjadi pergantian kepemimpinan, mereka tetap bisa berjalan,” ungkapnya.

Data yang akurat, lanjut Hadijana, juga menjadi dasar agar berbagai program pemerintah, termasuk bantuan kepada masyarakat, dapat diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan sebenarnya.

104 Desa Sudah Salur Bankeu

Dalam kesempatan tersebut, Hadijana turut menyampaikan perkembangan Bantuan Keuangan (Bankeu) bagi desa di Kabupaten Bogor.

Ia menyebut hingga saat ini sebanyak 104 desa telah melakukan penyaluran, sementara 102 desa lainnya masih dalam proses.

“Bankeu ini sekarang sudah berproses. Tadi sudah ada 104 desa yang sudah salur. Tapi masih ada 102 desa yang belum. Sisanya ada yang berproses di BKMD, ada yang di DPMD untuk direview, dan ada juga di BPKD yang sedang berproses pencairan,” terangnya.

Pembangunan Desa Diminta Aktif Dipublikasikan

Selain membahas evaluasi dan pemutakhiran data, Hadijana juga menekankan pentingnya pemerintah desa mempublikasikan berbagai kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan.

Menurutnya, masih terdapat pembangunan dan kegiatan positif di desa yang sudah berjalan, namun belum diketahui secara luas karena kurangnya publikasi.

“Salah satunya juga desa itu sudah banyak kegiatan membangun, sudah membangun tapi tidak terpublikasi. Saya juga minta tolong teman-teman desa kalau sudah ada kegiatan silakan dipublikasikan melalui media sosial,” katanya.

Ia mendorong pemerintah desa memanfaatkan berbagai platform media sosial resmi yang dimiliki, termasuk Instagram. Publikasi juga dapat dilakukan dengan menandai akun media sosial pemerintah kecamatan agar informasi pembangunan dapat diketahui lebih luas.

“Desa juga ada Instagram-nya, kecamatan ada Instagram, di-tag seperti itu. Sekarang kan kadang pasif. Kerja, mengambil segala macam, capek, tapi tidak terpublikasi,” ujarnya.

Hadijana menilai publikasi menjadi penting agar pembangunan yang telah dilakukan pemerintah desa tidak hanya diketahui oleh masyarakat setempat, tetapi juga dapat terlihat oleh pemerintah di tingkat atas.

“Dari atas tidak terlihat, bisa dikira tidak ada kegiatan. Kalau seperti itu, padahal sudah ada. Jadi memang harus dipublikasikan,” pungkasnya.

Rakor dan Evaluasi Perkembangan Desa Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara DPMD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan APDESI, sekaligus mendorong peningkatan kualitas data serta transparansi pembangunan desa di Kabupaten Bogor.

Red