Polisi Ikut Program Ketahanan Pangan, Karo SDM Polda Jabar Jelaskan Alasannya

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung, memiliki alasan tersendiri. Polri menyebut kehadirannya bukan untuk mengambil alih tugas petani, melainkan sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor pangan.

Hal tersebut disampaikan Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., saat menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Polda Jawa Barat Kuartal III Tahun 2026 di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Menurut Fadly, ketahanan pangan memiliki keterkaitan dengan kondisi sosial masyarakat. Dalam perspektif pemeliharaan keamanan modern, stabilitas tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan keamanan dan tindak kriminal, tetapi juga dengan terpenuhinya kebutuhan dasar serta kondisi kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, ketersediaan pangan, kesempatan masyarakat memperoleh penghasilan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.

“Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” kata Fadly.

Ia menyebut peran Polri dalam program tersebut lebih diarahkan pada pendampingan dan koordinasi. Salah satunya membantu menghubungkan kebutuhan kelompok tani dengan instansi maupun pihak yang memiliki kewenangan di bidang pertanian.

Mulai dari pemetaan lahan, pemanfaatan lahan produktif, ketersediaan benih dan pupuk, hingga akses permodalan menjadi bagian yang dapat dikoordinasikan bersama pihak terkait.

Untuk aspek teknis pertanian, Fadly menekankan pentingnya keterlibatan Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan dari tenaga yang memiliki kompetensi tersebut dinilai diperlukan agar petani dapat memperoleh informasi dan teknik budidaya sesuai kondisi lahannya.

Fadly juga menyoroti keberadaan lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, lahan yang masih memungkinkan digunakan pada musim kemarau dapat dipetakan dan disesuaikan dengan komoditas yang cocok, termasuk jagung.

Selain produksi, persoalan pembiayaan juga menjadi perhatian. Koordinasi dengan lembaga keuangan dinilai dapat membantu membuka akses pembiayaan bagi kelompok tani yang memenuhi persyaratan. Penggunaan dana pun perlu diarahkan untuk kegiatan yang bersifat produktif.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” ujarnya.

Pendampingan Tak Berhenti Saat Tanam

Menurut Fadly, keberhasilan program ketahanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari proses penanaman. Tahapan setelah panen juga perlu dipersiapkan agar hasil produksi petani memiliki jalur pemasaran yang jelas.

Karena itu, koordinasi diharapkan melibatkan pemerintah daerah, dinas teknis, penyuluh pertanian, kelompok tani, lembaga pembiayaan, pelaku usaha, hingga pihak yang dapat menyerap hasil panen.

Dengan pola tersebut, petani diharapkan memperoleh dukungan sejak tahap persiapan lahan, produksi, panen, hingga pemasaran.

“Kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya.

Ia menegaskan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak dimaksudkan menggantikan peran petani maupun instansi pertanian. Polri mengambil bagian melalui koordinasi dan dukungan agar berbagai unsur yang terlibat dapat bekerja secara terpadu.

Fadly berharap potensi pertanian Kabupaten Indramayu terus dikembangkan melalui sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas pertanian, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, program ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dari sisi produksi hingga pemasaran hasil pertanian.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Polres Indramayu Dukung Swasembada Jagung Lewat Penanaman Kuartal III 2026

INDRAMAYU.radarinformasai.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Polres Indramayu, Polda Jawa Barat. Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kabag Binkar Ro SDM Polda Jawa Barat AKBP Condro Sasongko, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., Wakapolres Indramayu Kompol Tahir Muhiddin, S.E., S.I.K., M.M., CPHR., serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si.

Hadir pula jajaran pejabat utama Polres Indramayu, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko, S.H., unsur Forkopimcam Gantar, kelompok tani, serta sekitar 50 warga Desa Mekarwaru.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Indramayu bersama jajaran Polda Jawa Barat menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Bantuan itu berupa satu unit mesin pemipil jagung, 50 paket sembako, enam ton pupuk, serta 300 kilogram bibit atau benih jagung.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. mengatakan, ketahanan pangan tidak sebatas memastikan ketersediaan bahan pangan. Menurutnya, sektor tersebut juga berkaitan erat dengan kesejahteraan petani, kestabilan harga, pertumbuhan ekonomi, hingga ketahanan nasional.

“Kabupaten Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan dukungan lahan yang luas, sumber daya manusia, serta semangat para petani, kita memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan produksi pangan, termasuk komoditas jagung,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polres Indramayu akan terus mengambil bagian dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang pangan, termasuk melalui program penanaman jagung.

Berdasarkan data yang disampaikan Kapolres, sepanjang Januari hingga September 2026, dukungan penanaman jagung telah dilakukan pada lahan seluas 64,5 hektare dengan total produksi mencapai 437,226 ton.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

“Semua pihak perlu memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku usaha, maupun seluruh masyarakat,” katanya.

Kapolres berharap lahan-lahan produktif di wilayah Indramayu dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga kegiatan pertanian mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Polri Dorong Pendampingan dari Hulu hingga Pascapanen

Pada kesempatan yang sama, Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung agar kebijakan pemerintah dapat berjalan secara optimal dan memberikan kepastian bagi petani.

Ia menjelaskan, aspek kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga memiliki hubungan dengan stabilitas keamanan.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” ujarnya.

Fadly menegaskan, kehadiran polisi dalam program tersebut bukan untuk menggantikan peran petani. Polri lebih diarahkan untuk membantu menghubungkan berbagai kebutuhan petani dengan instansi maupun pihak terkait.

Pendampingan tersebut mencakup pemetaan lahan, pemanfaatan lahan produktif, akses permodalan, ketersediaan pupuk dan benih, hingga pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian.

Tak hanya berhenti pada proses penanaman, perhatian juga diarahkan hingga masa panen dan pascapanen. Hal ini penting agar petani memiliki akses pasar serta kepastian dalam penyerapan hasil produksi.

“Kepolisian bukan bertugas menanam jagung, tetapi hadir untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” jelasnya.

Fadly juga mendorong pemetaan lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama pada musim kemarau. Lahan tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah, termasuk tanaman jagung.

Ia menilai keterlibatan Dinas Pertanian bersama penyuluh pertanian lapangan menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas lahan dapat ditingkatkan.

Di sisi lain, akses pembiayaan serta ketersediaan sarana produksi juga perlu dikoordinasikan dengan baik sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi kelompok tani.

Dengan pola pendampingan yang berkesinambungan dari hulu hingga pascapanen, Fadly berharap potensi sektor pertanian di Kabupaten Indramayu dapat terus berkembang.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.

Penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat peran Kabupaten Indramayu dalam mendukung swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Pemdes Tugu Jaya Gelar Musrenbangdes, Bahas RKPDes 2027 dan Usulan Pembangunan 2028

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 serta Daftar Usulan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2028.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Tugu Jaya Mochamad Rifqi Abdillah, S.Pd, Sekretaris Desa beserta jajaran Pemerintah Desa Tugu Jaya, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tugu Jaya, Pendamping Desa Kecamatan Cigombong, perwakilan kepala sekolah setempat, serta tokoh masyarakat.

Dalam Musrenbangdes tersebut, berbagai aspirasi masyarakat dibahas sebagai bahan penyusunan program pembangunan desa, mulai dari pembangunan fisik hingga program pemberdayaan masyarakat dan bidang kesehatan.

Kepala Desa Tugu Jaya, Mochamad Rifqi Abdillah, S.Pd, mengatakan seluruh usulan yang dibahas dalam Musrenbangdes sebelumnya telah melalui proses musyawarah di tingkat wilayah.

“Ajuan dari masyarakat alhamdulillah sudah disampaikan melalui RT/RW dan BPD masing-masing. Sebelumnya, sebelum Musrenbangdes ini dilaksanakan, di setiap wilayah juga sudah dilakukan musyawarah yang melibatkan anggota BPD dan RT/RW,” ujar Mochamad Rifqi Abdillah.

Menurutnya, hasil musyawarah di tingkat wilayah tersebut kemudian dibawa ke Musrenbangdes untuk dibahas bersama dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan anggaran desa.

“Dari masyarakat ada beberapa usulan pembangunan fisik, seperti jalan, air, turap dan pembangunan lainnya. Ada juga beberapa usulan pemberdayaan. Terkait kesehatan, alhamdulillah tadi juga ada dari bidang kesehatan, termasuk dr. Sudarni selaku kepala puskesmas, yang menyampaikan program terkait kesehatan. Insyaallah semuanya akan kami akomodir,” katanya.

Dalam menentukan skala prioritas pembangunan, pihak desa mempertimbangkan sejumlah aspek, salah satunya kondisi pembangunan serta tingkat kemanfaatannya bagi masyarakat.

“Kalau terkait prioritas, kita lihat juga apakah pembangunan tersebut memang sudah layak diperbaiki atau belum. Kemudian dari segi kemanfaatannya, apakah manfaatnya untuk banyak orang atau hanya bisa dilalui oleh warga sekitar. Itu menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menentukan program yang harus diutamakan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mochamad Rifqi mengatakan hampir seluruh wilayah Desa Tugu Jaya sebelumnya telah mendapatkan pembangunan. Namun, sejumlah infrastruktur yang telah dibangun sejak beberapa tahun lalu tentunya membutuhkan pemeliharaan maupun perbaikan kembali.

“Kalau bicara yang belum tersentuh pembangunan, sepertinya hampir tidak ada. Hampir semuanya sudah tersentuh. Mungkin sekarang kondisinya sudah rusak atau perlu diperbaiki. Karena anggaran desa ini bukan hanya ada di zaman saya, dari sekitar tahun 2014 juga sudah ada anggaran desa, sehingga pembangunan sebelumnya sudah menyentuh hampir seluruh wilayah,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa usulan masyarakat akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta perencanaan pembangunan desa dalam jangka panjang.

“Kita sebelumnya juga sering turun ke lingkungan. Usulan-usulan warga akan kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran dan perencanaan jangka panjang desa. InsyaAllah itu sudah kami rencanakan,” pungkasnya.

Dengan adanya Musrenbangdes tersebut, Pemdes Tugu Jaya berharap perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan masyarakat, skala prioritas, pemerataan wilayah, serta kemampuan anggaran desa.

Red

Ketua FWJI Indramayu Mengaku Dilempari dan Hendak Dipukul Saat Jalankan Tugas Jurnalistik

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, mengaku mengalami dugaan intimidasi dan tindakan kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik untuk melakukan konfirmasi terkait persoalan utang piutang di wilayah Paoman, Kabupaten Indramayu, Selasa (15/9/2026).

Mutadi menyebut dirinya datang untuk memperoleh klarifikasi dari pihak yang disebut dalam pengaduan masyarakat. Namun, menurut keterangannya, proses konfirmasi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dan dirinya justru mendapat ucapan yang dinilai bernada intimidatif.

Situasi kemudian disebut memanas ketika Mutadi hendak meninggalkan lokasi. Ia mengaku dilempar dengan telpon seluler oleh adiknya Rima, kemudian sebuah tempat  krupuk mentah yang berisi penuh juga dilemparkan ke arahnya, tapi berusaha menghindar, Mutadi menyebut seluruh lemparan tersebut tidak mengenai tubuhnya. Ia juga mengaku sempat mendapat upaya pemukulan, tetapi berhasil menghindar.

Atas kejadian tersebut, Mutadi menyatakan segera akan melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian Indramayu dan Dewan Pimpinan Pusat Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI), supaya tidak ada lagi ketika konfirmasi dan klarifikasi terhalang dengan tindakan premanisme.

Dari aspek kegiatan jurnalistik, Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur ketentuan pidana bagi pihak yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) UU Pers.

Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur ketentuan pidana.

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Pasal tersebut dapat menjadi salah satu ketentuan yang dipertimbangkan apabila hasil pemeriksaan aparat penegak hukum menemukan adanya unsur kesengajaan untuk menghambat atau menghalangi pelaksanaan kegiatan jurnalistik.

Sementara itu, dugaan tindakan fisik atau kekerasan terhadap Mutadi dapat dinilai berdasarkan ketentuan pidana yang berlaku sesuai fakta, keterangan saksi, bukti, serta hasil pemeriksaan penyidik.

Mutadi menegaskan bahwa dirinya datang untuk menjalankan fungsi jurnalistik, khususnya memperoleh informasi dan melakukan klarifikasi agar pemberitaan tidak bersifat sepihak.

Ia berharap setiap pihak dapat menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan mekanisme hukum yang berlaku tanpa menggunakan intimidasi maupun kekerasan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Rima, keluarga, maupun pihak yang disebut bernama Mul untuk menyampaikan versi dan penjelasan mereka mengenai peristiwa tersebut secara berimbang.

(Andika/Tim)

Bupati Lucky Hakim Tinjau RSUD M.A. Sentot Patrol, Pastikan Pelayanan Kesehatan Terus Ditingkatkan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung pelayanan dan fasilitas kesehatan di RSUD M.A. Sentot Patrol untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan yang optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Lucky didampingi Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr. Wawan Ridwan, serta jajaran manajemen RSUD M.A. Sentot Patrol.

Peninjauan diawali dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di lokasi tersebut, Bupati Lucky menyapa sejumlah pasien dan berdialog dengan dokter serta perawat yang sedang menjalankan tugas.

Setelah itu, Lucky berkeliling melihat sejumlah fasilitas pelayanan di rumah sakit. Ia meninjau kondisi sarana dan prasarana, termasuk gedung baru yang telah dibangun dengan fasilitas yang dinilai lebih representatif untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Lucky mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengetahui secara langsung kondisi pelayanan kesehatan di lapangan sekaligus memastikan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, nyaman, berkualitas, serta tetap mengutamakan keselamatan dan kebutuhan pasien.

“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan di Indramayu terus berjalan dengan baik. Fasilitas yang sudah tersedia harus dimanfaatkan secara optimal dan terus ditingkatkan, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, nyaman, dan berkualitas,” ujar Lucky.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis dan seluruh jajaran RSUD M.A. Sentot Patrol yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Indramayu dalam memperkuat pelayanan kesehatan daerah, sehingga fasilitas kesehatan milik pemerintah dapat memberikan layanan yang semakin optimal bagi masyarakat.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Jembatan Desa 3 Jatimulya Direhabilitasi, Bupati Lucky Ingatkan Truk Jangan Melintas

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Rehabilitasi Jembatan Desa 3 di Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, mendapat perhatian langsung dari Bupati Indramayu Lucky Hakim.

Bupati meninjau progres pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai keberadaan jembatan sangat penting bagi aktivitas masyarakat, khususnya petani yang menggunakannya untuk mengangkut hasil panen, Minggu (13/9/2026).

Lucky mengingatkan masyarakat agar sementara waktu menggunakan kendaraan roda empat dan tidak melintaskan truk di atas jembatan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi sekaligus memperpanjang usia jembatan setelah selesai direhabilitasi.

“Ini jembatan penting sekali untuk wara-wiri membawa hasil panen warga sekitar. Bisa dilewati mobil, tetapi truk jangan dulu, nanti gampang rusak lagi,” ujar Lucky.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga melihat kondisi sumber air dan saluran irigasi di sekitar jembatan. Menurutnya, ketersediaan air perlu menjadi perhatian, terutama saat musim kemarau ketika petani menghadapi keterbatasan pasokan air karena curah hujan belum mencukupi.

Lucky mengatakan berbagai aspirasi masyarakat akan tetap ditampung. Namun, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat sejumlah rencana pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Karena itu, Pemkab Indramayu terus berupaya mencari dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Rehabilitasi Jembatan Desa 3 Jatimulya dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu dengan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026.

Sementara itu, Kuwu Jatimulya Rastim menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan akses baru ini sangat membantu petani dalam mengangkut hasil panen sekaligus menekan biaya transportasi.

Sebelum jembatan dapat digunakan, petani harus melalui akses alternatif yang membuat mereka mengeluarkan biaya tambahan.

“Alhamdulillah, kedatangan Bapak Bupati disambut baik oleh warga. Kami mengucapkan terima kasih. Dengan adanya jembatan ini, kami sebagai petani merasa tertolong, terutama dalam membawa hasil panen,” katanya.

Rastim menambahkan, jembatan tersebut merupakan jalur poros yang menghubungkan Desa Jatimulya dengan Desa Plosokerep hingga menuju wilayah Kroya.

Selain mendukung sektor pertanian, keberadaan jembatan juga dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat antardesa dan antarwilayah.

Sebelumnya, kondisi jembatan yang roboh membuat masyarakat kehilangan akses untuk menuju wilayah di seberangnya. Ketua RT 03/RW 06, Sodikin, mengatakan kerusakan tersebut sempat membuat jalur tidak dapat dilintasi warga.

“Jembatannya dulu tidak bisa diseberangi karena roboh, jadi tidak ada akses jalan ke sana,” ungkapnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Lucky juga melihat langsung sumur yang dimanfaatkan sebagai sumber air untuk saluran irigasi dan penampungan bagi petani di sekitar lokasi.

Peninjauan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus melihat persoalan lain yang berkaitan dengan sektor pertanian, terutama ketersediaan air saat musim kemarau.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Salurkan Bantuan Rutilahu, Tiga Warga Indramayu Dapat Hunian Lebih Layak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Harapan memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman kembali hadir bagi masyarakat Kabupaten Indramayu melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Hal tersebut terlihat saat Bupati Indramayu Lucky Hakim, didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Aspuri, mengunjungi sejumlah penerima manfaat program Rutilahu, Minggu (13/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah warga sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para muzakki yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Indramayu. Selain itu, penerima juga mendapatkan bantuan sembako dari Dinas Sosial.

Salah satu penerima manfaat adalah Sarban (78), warga Desa Pegagan, Kecamatan Losarang. Rumah yang selama ini ditempatinya akan dibongkar dan diperbaiki secara menyeluruh agar menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman.

Rumah tersebut juga akan dilengkapi kamar mandi di dalam bangunan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari. Selama proses rehabilitasi berlangsung, Sarban akan tinggal sementara di rumah anaknya.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur mendapat bantuan ini. Selama ini rumah saya kondisinya kurang layak. Mudah-mudahan setelah diperbaiki bisa lebih nyaman dan aman untuk ditempati,” ungkap Sarban.

Bantuan serupa juga diberikan kepada Masniyah (54), warga Desa Kandayakan, serta Parna (71), warga Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi.

Ketiganya menjadi penerima manfaat program Rutilahu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak.

Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Aspuri mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian bersama yang bersumber dari ZIS masyarakat.

“Melalui ZIS yang dihimpun Baznas, kami ingin memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama untuk membantu mereka memiliki rumah yang lebih layak,” ujarnya.

Aspuri berharap bantuan stimulan rehabilitasi Rutilahu tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus meringankan beban para penerima manfaat dalam memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan pentingnya pemerintah hadir secara langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memahami kebutuhan mereka.

“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan membawa perubahan nyata bagi kehidupan mereka,” katanya.

Menurut Lucky, bantuan Rutilahu tidak semata-mata ditujukan untuk memperbaiki bangunan rumah. Lebih dari itu, bantuan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Bagi warga penerima bantuan, program tersebut bukan hanya menghadirkan perbaikan fisik hunian, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman serta membuka kembali harapan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

11 Rumah Terbakar di Eretan Wetan, Pemkab Indramayu Siapkan Bantuan Rehab

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang menghanguskan 11 rumah warga di Desa Eretan Wetan, Blok Prempu 1 RT 01/RW 04, Kecamatan Kandanghaur, Jum’at (11/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kebakaran yang terjadi di kawasan perumahan nelayan di belakang Koramil 1616 Kandanghaur tersebut berdampak terhadap 11 kepala keluarga (KK). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, meski sejumlah warga dilaporkan mengalami luka ringan saat berusaha menyelamatkan diri.

Sehari setelah kejadian, Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung lokasi dan menemui warga terdampak pada Sabtu (12/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi korban sekaligus memastikan penanganan dan bantuan dapat segera direalisasikan.

Dalam dialog bersama warga, Lucky menyampaikan sejumlah langkah pemulihan, mulai dari pengurusan kembali dokumen penting yang terbakar hingga pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak korban.

Pemerintah daerah juga mengupayakan dukungan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak. Bupati menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk membantu pengurusan dokumen seperti KTP, kartu keluarga (KK), ijazah, dan kartu bantuan secara gratis.

Untuk mempercepat pelayanan, korban kebakaran akan mendapatkan layanan khusus sehingga tidak perlu mengikuti antrean pelayanan umum.

Sementara itu, untuk pemulihan tempat tinggal, Pemkab Indramayu mengupayakan bantuan material bangunan bagi 11 rumah melalui koordinasi dengan Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu dan BAZNAS.

Bantuan tersebut akan diprioritaskan untuk kebutuhan dasar pembangunan, seperti dinding, atap, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Mungkin kalau dibangun seperti semula enggak cukup, tapi saya usahakan bersama Pak Sekda, tolong sama BAZNAS. Kalau menunggu Rutilahu kan enggak keburu,” ujar Bupati Lucky Hakim.

Lucky juga meminta pembangunan kembali rumah warga dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sehingga warga dapat kembali menempati rumahnya.

Selain tempat tinggal, kebutuhan pendidikan anak-anak korban turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab akan berkoordinasi dengan camat dan pihak sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah yang ikut terbakar.

Pascakebakaran, BPBD Kabupaten Indramayu telah menyiapkan posko darurat. Bantuan logistik juga terus disalurkan kepada warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa pungutan.

Dukungan juga datang dari masyarakat dan berbagai pihak dalam bentuk uang tunai, pakaian layak pakai, serta sembako.

Ketua RW 01 Blok Prempu, Desa Eretan Wetan, Aman, menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati Indramayu dan jajaran pemerintah daerah kepada warga yang menjadi korban kebakaran.

Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu warga membangun kembali rumah dan menjalani kehidupan secara normal. Menurutnya, sebagian besar korban merupakan masyarakat nelayan yang membutuhkan dukungan untuk bangkit setelah kehilangan tempat tinggal.

“Penghuni atau orang-orang yang kena korban adalah orang-orang kecil, masyarakat nelayan. Jadi mohon kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, khususnya Bapak Bupati Lucky Hakim bantulah kami warga kami yang kena musibah kebakaran,” ujarnya.

Pemkab Indramayu menargetkan bantuan dan penanganan awal bagi 11 rumah terdampak dapat direalisasikan secepatnya, dengan upaya penyelesaian dalam waktu satu hingga dua minggu atau masih pada bulan berjalan.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Satpol PP Indramayu Sita Lebih dari 1.500 Botol Mihol dalam Operasi Senyap

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) memperketat pengawasan dan penertiban peredaran minuman beralkohol (mihol) di wilayah Kabupaten Indramayu.

Penertiban tersebut dilakukan atas arahan Bupati Indramayu Lucky Hakim sekaligus sebagai bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Indramayu Nomor 15 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Perda Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menekan peredaran mihol serta mencegah berbagai penyakit masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu Opik Hidayat mengatakan, operasi senyap yang dilakukan jajaran Polisi Pamong Praja sejak Senin pekan lalu hingga Kamis pekan ini berhasil mengamankan lebih dari 1.500 botol minuman beralkohol dari sejumlah lokasi.

Menurut Opik, penindakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Indramayu dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang dinilai rawan menjadi tempat peredaran mihol maupun aktivitas yang berpotensi melanggar ketentuan.

“Dalam razia sejak pekan lalu hingga pekan ini, sudah disita lebih dari 1.500 botol berbagai merek minuman beralkohol. Barang bukti tersebut untuk sementara diamankan di gudang hingga menunggu perintah pemusnahan,” ujar Opik kepada Tim Diskominfo Indramayu, Jum’at (11/9/2026).

Opik menegaskan, kegiatan penertiban akan terus dilakukan secara rutin dengan mengedepankan upaya pencegahan. Satpol PP juga akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait dugaan peredaran mihol.

Petugas, lanjutnya, turut mendatangi sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat peredaran minuman beralkohol maupun aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, termasuk dugaan praktik prostitusi terselubung.

“Selain menerima laporan, kami juga akan langsung mendatangi lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat peredaran minuman beralkohol,” tambahnya.

Ia menegaskan Pemkab Indramayu tidak memberikan toleransi terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

Karena itu, Opik mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

“Kepada masyarakat, jika mengetahui ada yang mencurigakan, segera laporkan. Ini tanggung jawab semua pihak,” pesannya.

Opik menambahkan, peredaran mihol berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial hingga memicu tindak kriminal. Untuk itu, pengawasan, penertiban, dan langkah pencegahan akan terus diperkuat demi menciptakan Kabupaten Indramayu yang aman, tertib, dan kondusif.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Maulid Nabi di Masjid Agung Indramayu, Pemkab Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama BAZNAS dan DKM Masjid Agung Indramayu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. 1448 H di Masjid Agung Indramayu, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang terbuka bagi masyarakat umum tersebut menghadirkan penceramah Habib Novel Alaydrus dari Surakarta, Jawa Tengah. Selain tausiyah, acara juga diisi dengan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial.

Mewakili Bupati Indramayu Lucky Hakim, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu Yus Rusmadi mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani akhlak, kepemimpinan, kesabaran, kasih sayang, serta perjuangan Rasulullah Saw.

Menurut Yus, kemajuan umat tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan penguatan iman, ilmu, akhlak, persaudaraan, serta kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, pembangunan di Kabupaten Indramayu perlu berjalan seimbang dengan penguatan kehidupan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pembentukan karakter masyarakat.

Ia menilai sinergi antara pemerintah, ulama, pesantren, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, DKM, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indramayu yang maju, religius, harmonis, dan sejahtera.

“Mari kita jadikan nilai keteladanan Rasulullah Saw. sebagai landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, jujur dalam menjalankan amanah, adil dalam mengambil keputusan, santun dalam berkomunikasi, dan peduli terhadap sesama,” tuturnya.

Sementara itu, Habib Novel Alaydrus mengajak masyarakat menyikapi berbagai fenomena alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dengan tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan introspeksi diri.

Ia menyinggung sejumlah peristiwa alam, di antaranya erupsi gunung dan kebakaran hutan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu terburu-buru menganggap setiap bencana sebagai azab, tetapi dapat menjadikannya sebagai pengingat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Habib Novel juga mengajak masyarakat membiasakan keluarga bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan keluarga.

“Jangan terlalu khawatir dengan alam, jangan takut, tetapi takutlah kepada Sang Pemilik alam. Perbanyak istighfar, bukan update status. Perbanyak ingat Nabi Muhammad Saw. dan amalkan sunnah-sunnah Nabi,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. 1448 H tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiah, kepedulian sosial, serta semangat mengamalkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Indramayu juga mendorong terjalinnya kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang religius, harmonis, dan sejahtera.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika