Mesakh Mirin Minta Mahfud MD Tak Alihkan Revisi Otsus Papua

Mesakh Mirin Minta Mahfud MD Tak Alihkan Revisi Otsus Papua

SUKABUMI.radar.informasi.com – Anggota DPR RI Komisi lX Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Papua Mesakh Mirin, meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tidak mengalihkan isu terkait revisi Otonomi Khusus (Otsus) dengan memanggil sejumlah Penegak Hukum  dugaan penyelewengan dana Otsus oleh Pejabat Daerah, Rabu (24/02/21).

Mesakh meminta pihak Pemerintah fokus membahas revisi Otsus sehingga aturan tersebut benar – benar berpihak pada Masyarakat Papua, Ia tak ingin kepentingan Masyarakat tak diakomodir secara baik dalam revisi Otsus Jilid II.

“Saya minta Pak Mafud MD menjelaskan tentang posisi orang Papua dalam revisi Otsus jilid II dulu jangan alihkan isu tentang korupsi dana Otsus,” ujar Mesakh kepada wartawan radar.informasi.com.

Seperti diwartakan, Mahfud telah mengumpulkan pihak Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri sebagai upaya penegakan hukum di Papua. Mahfud ingin kasus dana Otsus Papua dibongkar.

Bagi Mesakh revisi Otsus lebih penting dari penegakan hukum di Papua. Meski demikian, Mesakh tak menapik penegakan hukum di Papua juga perlu dilakukan oleh Pemerintah untuk mengungkap transfaransi di tanah Papua.

“Itu juga penting, tapi kita sekarang dihadapkan pada bagaimana menyempurnakan revisi Otsus Papua sehingga rakyat Papua hidup lebih baik dengan payung hukum yang pasti,” dikatakan Mesakh.

Mesakh mengaku dalam draf revisi UU No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua itu banyak persoalan yang harus dibahas bersama. Mesakh mencontohkan, dalam draf Otsus itu pemerintah pusat berpotensi menghilangkan sebagian kewenangan khusus yang dimiliki DPR Papua dan Majelis Rakyat Papua.

Di mana dalam UU sebelumnya, pemekaran bisa dilakukan jika ada persetujuan Majelis Rakyat Papua dan DPRD Papua, dengan draf baru ini, pemerintah pusat bisa langsung membuat daerah otonom baru tanpa melibatkan masyarakat Papua.

“Coba kita lihat perubahan UU Nomor 21 tahun 2001, sesungguhnya Pemerintah ingin melemahkan bahkan menghilangkan kewenangan khusus terkait pemekaran dan perubahan UU Otsus,” terang Mesakh. 

Reporter : Pajar Rahayu
Redaktur : Dewi Pelang
i

Mesakh Mirin: Lebih Mengutamakan Masyarakat untuk Di Vaksin

Mesakh Mirin: Lebih Mengutamakan Masyarakat untuk Di Vaksin

SUKABUMi.radar.informasi.com – Anggota DPR RI Komisi lX Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Papua Mesakh Mirin, menilai vaksinasi sejatinya mengutamakan masyarakat daripada DPR, mengingat Masyarakat lebih membutuhkan vaksinasi tersebut daripada mereka yang berkerja di lingkungan DPR RI.

“Info dari Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI kalau saya tidak salah vaksinasi untuk DPR dilakukan per fraksi antara 24 Febuari – 28 Febuari”, ujar Mesakh menanggapi rencana tersebut, kepada radar.informasi.com, Selasa (23/02/21).

Mesakh mengusulkan, rencana tersebut ditunda saja untuk menghindari kegaduhan baru yang disebabkan dari vaksinasi tersebut. Ia menyampaikan, DPR mengalah saja dan merelakan vaksinasi itu diberikan kepada Masyarakat.

“ Ini ada yang kritik ngapain DPR vaksinasi padahal masyarakat lebih butuh”, dikatakan Mesakh asal Daerah Pemilihan (Dapil) Papua ini.

Untuk informasi, Mesakh melanjutkan pesan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, tengah malam tadi, ada 4.7 juta dosis vaksin produksi Biofarma sudah mulai didistribusikan ke seluruh Provinsi di Indonesia.

“ Sisa 2.3 juta dosis (total 7 juta vaksin untuk Februari 2021) akan menyusul minggu depan. 1 minggu lebih cepat dari rencana awal,” terang Mesakh masih mengutip informasi dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Coronavac adalah merk vaksin covid-19 produk jadi Sinovac. Vaksin Covid-19 adalah merk/brand vaksin covid-19 Sinovac produksi Bio Farma yang untuk vaksin Pemerintah.

Cov2Bio (bukan Vac2Bio) adalah brand/merk yang dulu pernah disiapkan untuk vaksin Sinovac produksi bio Farma untuk program Mandiri, tetapi ini tidak dilanjutkan karena Sinovac tidak dibolehkan untuk vaksin pemerintah.

Reporter : Pajar Rahayu

Redaktur : Dewi Pelangi

Warga Cikaret Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Warga Cikaret Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur Perbaiki Jalan Secara Swadaya

CIANJUR.radar.informasi.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap jalan yang rusak, Warga Cikaret Rt.03/03, Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, memperbaiki jalan di lingkungan tersebut dengan cara swadaya, dengan dipimpin oleh Tokoh Masyarat dan Ketua Pemuda setempat, Jum’at (19/02/21).

Hendri mengatakan, “Perbaikan akses jalan yang berada di wilayah Kampung Cikaret itu merupakan inisiatif warga, sementara biaya dan tenaga untuk segala kebutuhan perbaikan jalan, dilakukan secara swadaya dan gotong royong, Alhamdulilah, berkat peran serta dan partisipasi masyarakat, perbaikan jalan bisa terselesaikan”.

Menurutnya, meski jalan tersebut berada di penghujung desa atau perbatasan dengan desa lain, namun akses jalan tersebut sangat produktif, sehingga, melihat akses jalan mengalami kerusakan dan sulit dilewati kendaraan, maka Warga Kampung Cikaret langsung bermusyawarah untuk memperbaikinya.

“Menyadari akan pentingnya akses jalan yang memadai, warga masyarakat rela mengorbankan harta dan tenaganya”, keluhnya.

Pasalnya, lanjut Hendri, “Jika jalan tersebut rusak maka akan sulit dilalui oleh kendaraan bermotor dan akan menjadi tersendat, namun tentu juga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi masyarakat”.

Maka dengan kondisi jalan yang sudah baik, bukan hanya urusan Pemerintahan saja yang akan menjadi lancar, akan tetapi dapat mendongkrak laju roda perekonomian Masyarakat, terutama Masyarakat Kampung Cikaret, akan memudahkan Masyarakat membawa hasil pertanian ke pasar atau para Pedagang Keliling.

“Jadi, baik buruknya akses jalan, akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi Masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Iman
Redaktur : Dewi Pelangi

Camat Cicurug Tutup Mata dan Bungkam dengan Permasalahan yang ada di Wilayahnya

Camat Cicurug Tutup Mata dan Bungkam dengan Permaalahan yang ada di Wilayahnya

SUKABUMI.radar.informasi.com – Adanya permasalahan – permasalahan yang sering mencuat di suatu wilayah, tentu saja menjadi persoalan yang harus diselesaikan, namun sangat disayangkan, Keterbukaan Informasi Publik masih menjadi tantangan yang harus dibenahi oleh para pemangku kepentingan, khususnya di Instansi Pemerintahan.

Hingga saat ini, masih dijumpai kesulitan yang dialami oleh para Awak Media dalam upaya mendapatkan informasi terkait isu – isu berkembang melalui konfirmasi ke narasumber atau orang yang berkompeten untuk menjawab, bahkan, tidak jarang Pejabat berwenang saat dimintai keterangan memilih bungkam atau penolakan, padahal hal ini merupakan bagian dari proses jurnalistik sebelum informasi itu dikemas dalam bentuk berita bagi kepentingan masyarakat luas.

Bungkamnya Pejabat Publik tersebut juga dilakukan oleh Wawan Godawan selaku Camat Cicurug, beberapa kali radar.informasi.com meminta tanggapan tentang pemberitaan yang mencuat di Masyarakat melalui seluler, Camat tidak sedikitpun memberikan respon, bahkan saat akan konfirmasi, Ia tidak berada di ruangannya.

“Pak Camat sedang keluar, mungkin lagi meninjau ke desa, cuma mobilnya memang ada, mungkin beliau menggunakan motor”, ungkap salahsatu Staf Kecamatan.

Sangat disayangkan memang, informasi yang harusnya bisa tersampaikan kepada Masyarakat tidak mendapat respon sama sekali, padahal, hal itu bisa jadi sentilan agar badan publik bersifat transparan terhadap informasi urgen menyangkut hajat hidup orang banyak, sampai berita ini diturunkan pihak terkait belum memberikan keterangan apapun.

Red

BPNT masih berpusat di Desa, Kades Berdalih adanya Kecemburuan Sosial saat Menunjuk E-Warong

BPNT masih berpusat di Desa, Kades Berdalih adanya Kecemburuan Sosial saat Menunjuk E-Warong

SUKABUMI.radar.informasi.com – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat, masih belum sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum), BPNT masih dalam bentuk paketan dan penyaluran ternyata masih dilaksanakan di kantor desa, Rabu (17/02/21).

Meskipun dari komoditi sudah memenuhi kriteria, yaitu karbohidrat dalam bentuk beras, protein seperti halnya telur, nabati dan hewani, akan tetapi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ternyata masih belum bisa leluasa mengambil BPNT sesuai kebutuhan di E-Warong atau agen penyalur sesuai dengan ketentuan Permensos nomor 20/2019 tentang Penyaluran BPNT.

Bantuan dalam bentuk paket itu ternyata masih terpusat di balai desa setempat, bahkan KPM tidak bisa menentukan sendiri apa yang menjadi kebutuhannya. Riki Rachman selaku Kepala Desa saat ditemui di kantornya pada Senin (16/02/21) mengatakan bahwa belum dibentuknya E-Warong karena belum ada warung yang bisa memenuhi kriteria.

Mustahil memang dari sekian banyaknya warung yang ada di desa tersebut tak ada satu warungpun yang memenuhi kriteria menjadi E-warong, namun beberapa saat kemudian Ia mengatakan, “Kita masih menginduk di Kelurahan Cicurug untuk E-warongnya karena kalau kita menunjuk salahsatu warung akan timbul kecemburuan sosial di Masyarakat, maka untuk mencari jalan tengah kita sengaja mendistribusikan BPNT di kantor desa”.

“Nanti kita ngobrol bareng deh sama TKSK biar jelas semuanya, kenapa kita belum mngajukan E-warong”, pungkasnya.

Sementara itu secara terpisah, Danik selaku TKSK saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, “Saya sudah berulangkali meminta pihak desa untuk mengajukan E-warong, tapi sampai saat ini belum ada pengajuan ke saya”, ujar Danik.

Saat disinggung terkait fungsi TKSK, Ia mengatakan bahwa dirinya telah berusaha semaksimal mungkin melakukan pendampingan dan kontrolisasi kepada setiap desa/E-warong dalam penyaluran BPNT.

Red

Babhinsa, Babhimmas serta Satgas Covid-19 Kecamatan Cisarua ikuti pelatihan Tracking Kasus Covid-19

Babhinsa, Babhimmas serta Satgas Covid-19 Kecamatan Cisarua ikuti pelatihan Tracking Kasus Covid-19

BOGOR.radar.informasi.com – Babhinsa, Babhinmas dan Satgaa Covid 19 Desa di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, menerima pembekalan Tracing Kasus Covid -19 di Puskesmas Cisarua pada Rabu (17/02/2021).

Kegiatan pelatihan Tracing Kasus Covid -19 tersebut diikuti oleh Kanit Binmas Polsek Cisarua AKP. Uba S, Anggota Polsek 5 orang, Anggota Koramil 5 orang, Anggota Pol. PP. Kecamatan 2 orang dan Perwakilan Satgas dari tiap – tiap desa 5 orang.

Kegiatan pelatihan dimulai dengan Pembukaan, Pengarahan dari Kanit Bhinmas Cisarua dan disambung Pemberian materi tentang Tracing Covid – 19 oleh Siti, S.km selaku Moderator, kegiatan berjalan aman, tertib dan tetap menjalankan protokoler kesehatan serta berakhir pukul 11.15 WIB dilanjut dengan doa penutup.

“Babhinmas, babhinsa dan Satgas Covid Cisarua ikut pelatihan ini untuk pembekalan Tracking Kasus Covid-19 di Puskesmas Cisarua, diharapkan ke depannya penyebaran Virus mematikan ini bisa dihilangkan atau diminimalisirkan, sehingga aktifitas Warga dapat normal kembali seperti sediakala, peran serta dari semua pihak akan sangat berpengaruh dalam pencegahan Covid-19”, ujar Mayor.Inf.Haris Nazarudin Latief selaku Danramil 2124/Cisarua.

Reporter : Red
Redaktur : Dewi Pelangi

E-Warong Basmallah milik Sulastri diduga tidak Amanah

E-Warong Basmallah milik Sulastri diduga tidak Amanah

SUKABUMI.radar.informasi.com – Masyarakat sudah semakin pintar, mereka bisa menghitung dan mengkalkulasikan paket Sembako yang diterima dari penyaluran Bantuan Langsung Non Tunai (BPNT) melalui E-warong yang sudah ditunjuk oleh pihak Bank, akan tetapi sangat disayangkan pendistribusian BPNT di E-warong Basmallah milik Sulastri yang berlokasi di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, diduga menyalahi aturan dari Pemerintah karena komiditi yang disediakan diperkirakan tidak mencapai nominal Rp.200.000.00.-

Komponen sembako yang terdiri dari, beras 10 kg, telor 12 butir, kacang ijo 4 ons, daging ayam 1 kg dan Apel 4 buah tersebut memang sudah memenuhi unsur protein, karbohidrat, nabati dan hewani, akan tetapi sembako yang disalurkan dalam bentuk paket tersebut tidak sesuai dengan Pedum, karena KPM tidak bisa memilih sesuai dengan kebutuhannya.

Sudah bukan menjadi rahasia umum rata – rata E-warong yang menyalurkan BPNT dengan cara pemaketan, dengan alasan klasik agar mudah dalam menjalankan pendistribusian, sebab E-warong akan kesulitan menyediakan komiditi jika setiap KPM kebutuhan sembakonya berbeda – beda. Akan tetapi dengan cara pemaketan memberikan peluang kepada E- warong untuk melakukan tindakan pemotongan atau harga sembako tidak mencapai Rp. 200.000.00.

Padahal seperti yang kita tahu dimasa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah sengaja mengucurkan bantuan sosial dari berbagai sumber untuk mengurangi beban Masyarakat, akan tetapi masih saja banyak Oknum – oknum yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi, seperti halnya yang terjadi di E-warong Basmallah milik Sulastri.

Wahid selaku Kepala Desa Sundawenang saat dikonfirmasi melalui Seluler mengatakan bahwa, “Sebaiknya konfirmasi dulu ke pihak penyedia barang dan juga Pendamping Kecamatan juga kepada semua pihak terkait”.

Akan tetapi TKSK saat dikonfirmasi, menyuruh Tim Media untuk menghitung nominal komoditi dan mengirimkan kepadanya, karena menurut dia jumlah komoditi sudah mencapai Rp.200.000.00, begitu pula dengan Sulastri pemilik E-warong, Ia mengelak hal tersebut dan langsung memblokir pihak Media.

Dengan adanya permasalahan ini, seharusnya para Suplayer dan E-warong dalam program sembako BPNT tersebut perlu dievaluasi, karena penyaluran sembako BPNT itu dianggap tidak serius dalam menjalankan program tersebut.

Red

Shorinji Kempo Indramayu Target Juara umum untuk Ajang Porda 2022

Shorinji Kempo Indramayu Target Juara umum untuk Ajang Porda 2022

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Shorinji Kempo Indramayu mengelar Pemusatan Latihan Kualifikasi PORPROV 2021 dan PORPROV 2022 XlV bertempat di GOR Dharma Ayu Indramayu, Minggu (14/02/2021).

“Persiapan yang hampir 100 persen, membuat atlet Kempo Indramayu optimis bisa meraih hasil yang memuaskan di ajang PORDA 2022 dan bisa meraih target juara umum”, ucap Bambang Supriadi selaku Ketua Shorinji Kempo Indramayu.

Masih menurutnya, “Para Atlet Shorinji mempunyai segudang prestasi baik tingkat Nasional maupun Internasional, oleh karena itu kami sangat membutuhkan dukungan Pemerintah, dalam hal ini Dispora untuk memberikan support dan sarana penunjang aktifitas kami untuk berlatih , tidak seperti sekarang berbaur dengan Cabang olahraga lain.

“Kami berharap Atlet yang berprestasi dan mengharumkan nama daerahnya khususnya Atlet Indramayu untuk mendapatkan penghargaan berupa ikatan kerja dengan Pemda, biar Atlet tidak di ambil daerah lain”, pungkasnya.

Salah satu Atlet Shorinji Kempo Indramayu, Yuli yang mempunyai segudang prestasi mengatakan, “Persiapan kami sudah hampir 100 persen tinggal pelaksanaanya saja, semoga apa yang di targetkan Koni Indramayu mendapatkan 3 Medali emas dari cabang Kempo terpenuhi, lebih bagus lagi Juara umum”, paparnya.

Reporter : Selamet.H
Redaktur : Dewi Pelangi

Lewat Desa Kuta tanpa Melengkapi Protokol Kesehatan, Silahkan Putar Balik…!!!

Lewat Desa Kuta tanpa Melengkapi Protokol Kesehatan, Silahkan Putar Balik…!!!

BOGOR.radar.informasi.com – Bhabinsa bersama Kades Kuta memutarbalikkan arah kendaraan yang akan melintas dan memasuki wilayahnya tanpa dilengkapi Protokol Kesehatan, Sabtu (13/02/21).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di pertigaan Waru Doyong, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung oleh team Satgas Covid-19 Desa dan Kusnadi selaku Kepala Desa beserta Staff Desa, dengan tujuan guna melaksanakan pengawasan dan penegakkan PPKM skala Mikro.

Untuk sasaran kegiatan, mulai dari kendaraam roda 2 ataupun roda 4 yang akan melintasi Desa Kuta, dengan melakukan tindakan penegakkan PPKM dan pengecekan Personel sesuai protokol Kesehatan, Memutarbalikkan arah tujuan kendaraan yang akan memasuki dan atau melintasi jalan alternatif Puncak, Cisarua melalui wilayah Desa terutama penumpang kendaraan yang Personelnya tidak membawa surat keterangan Rapid Antigen”, ujar Bhabinsa Desa Kuta, Sertu Aripin.

Reporter : Red
Refaktur : Dewi Pelangi

Dua Puluh Lima (25) CPM Rutilahu Desa Plosokerep – Indramayu hadiri Sosialisasi

Dua Puluh Lima (25) CPM Rutilahu Desa Plosokerep – Indramayu hadiri Sosialisasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bertempat di aula kantor Desa Polsokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dua puluh lima (25) warga Calon Penerima Manfaat (CPM) yang akan mendapatkan bantuan hibah dari Provinsi dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tahun 2021 hadiri undangan sosialisasi dari Tim Tekhnisi Kabupaten sebelum pelaksanaan pembangunan di mulai, Jumat (12/02/2021).

Suhartono, Kasi Perumahan Tim Tekhnis Kabupaten Indramayu, memaparkan, ” Program Rutilahu ini adalah bantuan dana hibah dari provinsi, yang pelaksanaannya melalui LPM Desa, namun sebelum pelaksanaan terlebih dahulu para Calon Penerima Manfaat bantuan harus paham dengan aturannya, untuk program tahun ini beda dengan tahun kemarin”.

“Kalau sekarang dana anggaran yaitu Rp.17,500.000 adapun dalam teknis nanti untuk belanja bahan material Rp.
16.500.000 ( Enam belas juta lima ratus ribu rupiah) untuk upah tukang Rp.700.000 ( Tujuh Ratus Ribu Rupiah) dan Rp. 300.000 ( Tiga ratus ribu rupiah) buat administrasi laporan dan lain-lain, bagi para penerima diharapkan siap untuk swadaya dalam pelaksanaan pembangunan nanti”, sambungnya.

PJ.Desa Plosokerep Nasikin dalam sambutnya mengatakan, ” Saya selaku Penjabat Kades sebelum dan sesudahnya, saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah, terlebih kepada Kasi perumahan beserta Fasilitator yang sudah mengupayakan atau menyetujui adanya program bantuan Rutilahu kepada Warga kami”, singkatnya.

Ketua LPM Desa Pelosokerep, Ono Harsono disela sambutanya dirinya memaparkan bahwa masih banyak rumah Warga yang belum layak huni di desanya.

” Saya sebagai ketua LPM hanya bisa membantu secara moril dan saya pun sebelumnya juga sudah melihat tempat tinggal para Calon Penerima Manfaat bantuan Rutilahu, sebenarnya banyak cuma ini skala prioritas kita berikan kepada Warga yang hadir disini, hanya duapuluh lima (25) untuk sementara nanti kalau hasilnya sesuai dengan harapan, nanti akan ada susulan untuk yang lainnya, jadi diharapkan Calon Penerima Manfaat siap untuk swadayanya dalam pelaksanaannya nanti”, jelasnya.

Reporter : Selamet H
Redaktur : Dewi Pelangi