Radar Informasi

E-Warong Basmallah milik Sulastri diduga tidak Amanah

E-Warong Basmallah milik Sulastri diduga tidak Amanah

SUKABUMI.radar.informasi.com – Masyarakat sudah semakin pintar, mereka bisa menghitung dan mengkalkulasikan paket Sembako yang diterima dari penyaluran Bantuan Langsung Non Tunai (BPNT) melalui E-warong yang sudah ditunjuk oleh pihak Bank, akan tetapi sangat disayangkan pendistribusian BPNT di E-warong Basmallah milik Sulastri yang berlokasi di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, diduga menyalahi aturan dari Pemerintah karena komiditi yang disediakan diperkirakan tidak mencapai nominal Rp.200.000.00.-

Komponen sembako yang terdiri dari, beras 10 kg, telor 12 butir, kacang ijo 4 ons, daging ayam 1 kg dan Apel 4 buah tersebut memang sudah memenuhi unsur protein, karbohidrat, nabati dan hewani, akan tetapi sembako yang disalurkan dalam bentuk paket tersebut tidak sesuai dengan Pedum, karena KPM tidak bisa memilih sesuai dengan kebutuhannya.

Sudah bukan menjadi rahasia umum rata – rata E-warong yang menyalurkan BPNT dengan cara pemaketan, dengan alasan klasik agar mudah dalam menjalankan pendistribusian, sebab E-warong akan kesulitan menyediakan komiditi jika setiap KPM kebutuhan sembakonya berbeda – beda. Akan tetapi dengan cara pemaketan memberikan peluang kepada E- warong untuk melakukan tindakan pemotongan atau harga sembako tidak mencapai Rp. 200.000.00.

Padahal seperti yang kita tahu dimasa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah sengaja mengucurkan bantuan sosial dari berbagai sumber untuk mengurangi beban Masyarakat, akan tetapi masih saja banyak Oknum – oknum yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi, seperti halnya yang terjadi di E-warong Basmallah milik Sulastri.

Wahid selaku Kepala Desa Sundawenang saat dikonfirmasi melalui Seluler mengatakan bahwa, “Sebaiknya konfirmasi dulu ke pihak penyedia barang dan juga Pendamping Kecamatan juga kepada semua pihak terkait”.

Akan tetapi TKSK saat dikonfirmasi, menyuruh Tim Media untuk menghitung nominal komoditi dan mengirimkan kepadanya, karena menurut dia jumlah komoditi sudah mencapai Rp.200.000.00, begitu pula dengan Sulastri pemilik E-warong, Ia mengelak hal tersebut dan langsung memblokir pihak Media.

Dengan adanya permasalahan ini, seharusnya para Suplayer dan E-warong dalam program sembako BPNT tersebut perlu dievaluasi, karena penyaluran sembako BPNT itu dianggap tidak serius dalam menjalankan program tersebut.

Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *