KPM BST merasa Risih adanya Jukir Liar di Kantor Pos Tapos Minta Rp. 5000.-
BOGOR.radar.informasi.com – Dengan adanya bantuan dari Pemerintah dimasa pandemi, diharapkan mampu mengurangi beban Masyarakat dalam perekonomian, walaupun bantuan yang diberikan tidak bisa mengcover semua kebutuhan, akan tetapi sedikitnya bisa meringankan apalagi menjelang Idul Fitri, Jum’at (29/04/21).
Namun sangat disayangkan, banyak Oknum yang memanfaatkan bantuan tersebut untuk meraup keuntungan pribadi, seperti halnya yang terjadi di Kantor Pos Tapos Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, para KPM yang mengambil bantuan di Kantor Pos dipungut biaya parkir sebesar Rp.5000.00/motor.
“Saya anter nenek saya ambil uang ke Kantor Pos, tapi saat di parkiran saya dimintai bayaran sebesar Rp.5.000.00, karena saya ga bawa uang saya terpaksa minta ke Petugas Kantor Pos, sama Petugas saya diberi uang buat bayar parkir sebesar Rp.2.000.00 tapi yang minta parkiran, ga mau saya kasih segitu dan tetap minta Rp.5.000.00, kata yang parkir, bagi – bagi rejekilah kan lagi punya uang”, ucap salahsatu KPM.
“Petugas Parkir yang jaga tidak pakai seragam/rompi, kemungkinannya Warga setempat dan memaksa minta uang parkir tersebut”, pungkasnya.
Buntut dari Ledakan T.301, Masyarakat Kecamatan Balongan Pertanyakan Nasibnya
INDRAMAYU.radar.informasi.com – Forum Masyarakat Kecamatan Balongan (FMKB), adakan aksi turun ke jalan bersama perwakilan masyarakat dari 10 desa di Kecamatan Balongan. Menindaklanjuti Surat selebaran audensi yang sudah di kirim ke pihak Pertamina RU VI Balongan pertanggal 12 April 2021, yang tak dibalas dan kembali mengirimkan surat selebaran ke pihak Muspida juga tak ada jawaban untuk melakukan audensi terkait pasca kebakaran Tanki Gasoline di area kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu Jawa Barat, Kamis (29/04/2021).
Genap sebulan pasca kebakaran dan meledaknya tanki T.301 pemasok premium yang berada di Area Kilang Minyak RU VI Pertamina Balongan, menyisakan kisah berbagi macam haru bagi Warga sekitar, dari mulai bau yang menyengat sebelum meledak, dentuman dan guncangan yang membuat Masyarakat panik, kobaran api yang tinggi serta menimbulkan hawa panas sehingga membuat Warga yang berjarak 500 M berhamburan menyelamatkan diri mencari tempat yang lebih aman dibantu dengan Armada TNI & Polri.
Beberapa kerusakan matrial seperti retaknya tembok rumah, pecahnya kaca baik dari jendela, pintu dan lain sebagainya juga hewan ternak baik yang di darat, air semuanya ikut terdampak, sampai korban luka bakar saat ledakan terjadi mengenai pengguna jalan raya yang pada saat itu kebetulan melintas.
Dengan terbentuknya Forum Masyarakat Kecamatan Balongan (FMKB), ini bertujuan meminta pertanggungjawaban dan menolak bahwa yang diledakan di Tanki Gasoline adalah bencana alam, serta meminta agar semua Masyarakat yang terdampak diberikan konpensasi ganti rugi baik yang dialami saat ini.
Taufiquurahman selaku Ketua dari FMKB mengatakan, “Pertamina itu adalah perusahaan plat merah sudah semestinya sebagai BUMN mulai membangun kepedulian dan membangun komunikasi yang baik dengan stakeholder sekitar kilang Pertamina RU VI Balongan, harus dicatat setiap produksi pasti akan memproduksi dampak secanggih apapun alat yang digunakan, maka sudah sepantasnya dan keharusan perusahaan ini mulai membangun komunikasi yang intens dengan warga sekitar apalagi jarak antara tembok perusahaan dan tembok warga begitu dekat dengan hanya dipisah jalan aspal yang jaraknya bisa diukur pake hitungan kaki melangkah”, kata Taufiq.
“Kami Forum Masyarakat Kecamatan Balongan yang mewakili Masyarakat terdampak ledakan dan terbakarnya Tanki T.301, sudah pernah coba berkomunikasi dengan Humas RU VI secara bersurat tertanggal 12 April 2021, namun sampai Tanggal 28 April 2021, belum ada jawaban dari pihak Humas RU VI Balongan, jelas bagi kami bahwa Pertamina tidak punya keinginan untuk membicarakan persoalan dampak diatas dengan Masyarakat Kecamatan Balongan, oleh sebab itu kami selaku perwakilan Masyarakat akan terus menyampaikan tuntutan Masyarakat yang sudah diamanahkan oleh kami”, katanya.
Melalui Forum Masyarakat Kecamatan Balongan, Masyarakat menyampaikan poin – poin tuntutan, agar secepatnya Pertamina mengganti kerugian fisik/materi berdasarkan kondisi, mengganti kerugian Immatriil masyarakat pasca terjadinya ledakan, kerugian psikis/Trauma yang di derita masyarakat pasca ledakan dan kebakaran T.301.
Dalam aksi damai FMKB bersama perwakilan 10 desa kurang lebih 200 massa yang tergabung mengawali titik kumpul di pertigaan Wismajati Desa Sukaurip dan melanjutkan perjalanan menuju pintu utama masuk RU VI Balongan dan menyampaikan Orasinya bersama gabungan bantuan dari Ormas dan Lsm, Pihak pertamina memberikan izin atas 10 orang dari perwakilan aksi dan yang mewakili untuk bertemu langsung dengan pihak tertinggi di RU VI, untuk duduk bareng beraudensi.
Pihak pertamina melalui pertemuan audensi bersama FMKB siap bertanggungjawab terhadap persoalan Masyarakat yang terdampak dan akan segara merelisasikan apa yang sudah dibahas dalam pertemuan audensi dan sudah disepakati dalam bentuk notulen kesepakatan antara Pertamina dan FMKB.
BPK PMII Sultra Nilai Hasil Konkorcab Kolaka Tidak Sah
KENDARI.radar.informasi.com. – Hasil pelaksanaan Konferensi Koordinator Cabang PMII Sulawesi Tenggara yang Ke- X di Kabupaten Kolaka telah usai dan menetapkan Adriyan Nur Alam sebagai Ketua PKC PMII Sulawesi Tenggara periode 2021-2023, namun BPK PMII menilai hasil pelaksanaan Konferensi Koordinator Cabang PKC PMII Sulawesi Tenggara yang Ke- X di anggap tidak sah atau inskonstitusional, Rabu (29/04/21).
Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Badan Pekerja Konkorcab (BPK) La Ode Sukmo Ma’aruf, karena selama menjadi ketua BPK Konkorcab dirinya tidak pernah mendapatkan SK sebagai Ketua BPK sejak rapat pleno BPH PKC pada tanggal 08/04/2021 yang mengangkat La Ode Sukmo Ma’ruf sebagai Ketua BPK.
“Ya saya ini hanya didaulat oleh PKC, tapi kalau SK sebagai ketua BPK saya tidak pernah lihat dan tidak tahu bagaimana modelnya itu SK BPK, makanya muncul keraguan di diri saya terkait pelaksanaan Konkorcab” ungkapnya La Ode Sukmo Ma’aruf.
Sukmo juga yang merupakan mantan Ketua BEM Fakultas MIPA UHO menambahkan, “Selain tidak memiliki SK sebagai Ketua BPK Konkorcab PMII ke-X dia juga tidak pernah memimpin sidang pleno pelaksanaan Konkorcab di Kabupaten Kolaka.
“Saya tidak pernah memimpin sidang pleno pelaksanan Konkorcab makanya saya ini kok bisa sidang Pleno pelaksanaan Konkorcab bisa jalan tanpa sepengetahuan saya. Konkorcab abal – abal ini”, tegasnya.
Sementara itu Sekertaris Umum Pengurus Koordinator Cabang PMII Sulawesi Tenggara La Ode Munawal Akbar, mengungkapkan, “Kalau memang Badan Pekerja Konkorcab tidak memiliki SK berarti segala keputusan yang di keluarkan BPK itu tidak memiliki kekutan hukum dan tidak punya landasan”.
Adapun keputusan yang di hasilkan Badan Pekerja Konkorcab yaitu hasil verifikasi berkas calon Ketua Umum dan penetapan calon Ketua PKC PMII Sulawesi Tenggara pada tanggal 19 April 2021.
“Sekum PKC PMII Sulawesi Tenggara secara tegas mengatakan bahwa hasil – hasil keputusan Pelaksanaan Konkorcab di Kabupaten Kolaka mulai dari proses awal sampai dengan penetapan Adriyan Nur Alam Sebagai mandataris Konkorcab itu sangat jelas tidak sah, semua hasil keputusan pelaksanaan konkorcab di Kabupaten Kolaka yang menetapkan Adriyan Nur Alam sebagai mandatris Konkorcab itu tidak Sah”, tutupnya.
Sapta Bela Maju di Pemilihan Ketua KNPI Kota Bogor dan Siap Majukan Pemuda
BOGOR.radarinformasi.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kota Bogor ke XV, sejumlah bakal calon Ketua DPD KNPI bermunculan, salah satunya Sapta Bela Alfaraby.
Ketua PC Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Bogor ini menyatakan kesiapannya maju di bursa pemilihan dengan sejumlah persiapan-persiapan sangat matang.
“Persiapan saya sudah matang untuk maju di Musda nanti. Saya terus berkonsolidasi dengan semua OKP-OKP, PK KNPI tingkat Kecamatan dan elemen pemuda maupun masyarakat lainnya. Insyaallah sesuai dengan nama saya Sapta Bela. Artinya, pemuda pemudi harus di bela,” ucap Bela, Kamis (29/4/2021).
Ia mengungkapkan, alasannya untuk maju di Musda KNPI. “Alasan saya maju karena saya yakin memiliki kepemimpinan yang Insya Allah akan membawa pemuda kearah kehidupan sejahtera di masa depan. Selain itu, saya juga pengusaha muda yang ingin menularkan wirausaha kepada pemuda sehingga mereka bisa sejahtera, agar regenerasi pemuda menjadi lebih baik,” ujarnya.
Lanjut putra mantan Dirut PDAM Tirta Pakuan Helmi Sutikno ini menerangkan, pemimpin yang hebat bukan menjadikan dirinya hebat, melainkan pemimpin yang menjadikan orang orang di sekitarnya hebat.
Bela menegaskan, apabila memimpin KNPI Kota Bogor, kaderisasi akan terus dilakukan dan menciptakan regenerasi yang terbaik bagi Kota Bogor. Disamping itu, dirinya juga memiliki mimpi untuk mewujudkan sekolah bagi para anak jalanan, perpustakaan digital dan para PK KNPI di kecamatan bisa terus berbuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Insya Allah jika saya terpilih, saya tidak akan banyak janji melainkan akan membuktikan semua harapan dan mimpi saya untuk memajukan pemuda-pemudi di Kota Bogor,” tandasnya.
Bela juga mengapresiasi kepemimpinan KNPI saat ini dan seluruh program yang sudah berjalan tentunya akan terus dilanjutkan, dikolaborasikan dengan sejumlah program inovasi terbaru yang mengikuti perkembangan jaman dan teknologi.
“Menurut saya sudah sangat baik dan luar biasa. Saya sangat mengapresiasi kepemimpinan Kang Bagus Maulana Muhammad, dan sudah saya jadikan salah satu panutan saya dalam menciptakan kondusifitas, merangkul OKP dan terus mendorong kemajuan Perda kepemudaan,” jelasnya.
Bela menambahkan, akan mendorong segera diterbitkannya Perwali tentang Perda Kepemudaan, sebagai landasan untuk kemajuan pemuda Kota Bogor kedepan. Dengan minimnya anggaran yang dimiliki DPD KNPI Kota Bogor, Bela juga sudah menyiapkan sejumlah formula dan strategi dalam mengembangkan program bagi pemuda.
“Pemuda itu bukan berpatokan hanya di anggaran pemerintah saja, tetapi pemuda harus mandiri, salah satunya bisa memberdayakan pemuda di bidang usaha atau UMKM. Saya akan membangun para pemuda dengan sejumlah program usaha yang sudah saya siapkan. Untuk pengelolaan managemen juga, saya akan terbuka dan transparan, agar terjadi kesejahteraan bagi pemuda di Kota Bogor,” pungkasnya.
Oknum Ketua P3A anggap Wartawan Resahkan Kinerja di Lapangan
BOGOR.radar.informasi.com – Banyaknya anggaran yang telah digelontorkan untuk pembangunan Irigasi, diduga justru didijadikan ajang bancakan oleh para Oknum Ketua P3A, hal itu terlihat banyak pembangunan Irigasi yang diduga tidak sesuai dengan aturan, dari mulai pemasangan batu yang tidak menggunakan pondasi hingga pembangunan tanpa papan proyek hingga pemasangan pondasi dimana air dalam keadaan masih mengalir, bahkan fakta yang terjadi di pembangunan Irigasi Desa Cileungsi pembangunan masih berjalan, nampak ada kebocoran di daerah yang sudah selesai dikerjakan, Jum’at (25/04/21).
Tentu saja sangat miris melihat keadaan di lapangan, akan tetapi sangat disayangkan, saat berita miring bermunculan dibeberapa media, justru Ketua P3A merasa bahwa ada Oknum Wartawan yang merecoki pekerjaan mereka, padahal sudah jelas Masyarakat ataupun Media mempunyai hak untuk melakukan kontrol sosial, hingga berita tersebut mencuat di salahsatu media online.
Sesuai dengan kapasitasnya, Awak Media mempunyai tugas untuk menulis, menganalisis dan melaporkan suatu peristiwa kepada publik lewat Media Massa secara teratur. Kegiatan jurnalistik dilakukan diberbagai Media Massa seperti Koran, Majalah, Radio, Televisi, juga Media Online. Jurnalis adalah wakil dari suara Masyarakat mengenai berbagai kejadian yang ada dan terjadi di Masyarakat apalagi yang bersangkutan dengan kinerja yang berhubungan dengan proyek pemerintah yang menggunakan Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN) atau Aggaran Pembelanjaan Daerah (APBD), karena itu merupakan uang rakyat dari hasil pajak yang dihimpun.
Menurut Nopi Hidayat (Bule) selaku Pimpinan Redaksi Radar InformasiTv news, mengatakan, “Saya sangat prihatin terkait pemberitaan yang beredar di salahsatu Media Online, kalau Wartawan menulis sesuai dengan temuan di lapangan, bukan sengaja mencari – cari kesalahan, bahkan ada ucapan minta uang jutaan, bagaimana ga muncul berita miring, saat kita sebagai kontrol sosial mau konfirmsi aja, Ketua P3A yang di Desa Cileungsi ga mau menemui apalagi membalas WA, sedangkan pekerjaan di lapangan memang tidak sesuai dengan spek yang ditetapkan, yang kerja aja bilang pondasi ga digali cuma di “guar – guar” dan air masih mengalir saat pemasangan pondasi, ini udah jelas akan mengurangi kualitas nantinya, akan merugikan petani penerima manfaat dan juga merugikan uang negara, udah gitu Entis Ketua P3A Desa Cileungsi malah ngatain saya “Ie inspektorat lain”, saat saya konfirmasi lewat WA, bukan menjawab pertanyaan”.
Begitu pula dengan Ade Hanafi selaku Ketua Asosiasi Wartawan Selatan (AWAS), Ia juga sangat menyayangkan dengan pemberitaan dari salahsatu Media Online tersebut.
HIPMA mulai Lakukan Kegiatan Keagamaan di Bulan Suci Ramadhan
MUNA BARAT.radar.informasi.com – Bertempat di balai pertemuan Desa Marobea Himpunan Mahasiswa ( Hipma) Marobea bekerjasama dengan Pemerintah Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupten Muna Barat, melaksanakan kegiatan keagamaan, dalam mengisi momentum Bulan Suci Ramadhan. Pembukaan Kegiatan ini dihadiri Oleh Wakil Ketua BPD Desa Marobea, Perangkat Desa, para Ketua Rt/Rw, Tim Pengerak PKK, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan dan Tokoh Pemuda, Rabu (28/04/21).
Kegiatan keagaaman ini bertajuk, “Gebyar Ramadhan”, dengan jenis kegiatan yang diperlombakan adalah Lomba Hafalan Surat – surat Pendek untuk Tingkat TK, SD dan SMP, Lomba Ceramah Agama Tingkat SMP dan SMA dan Lomba Adzan Tingkat SMP dan SMA.
“Adapun yang menjadi Tujuan dari Pelaksanaan ini adalah untuk melahirkan generasi – generasi yang religius di Desa Marobea dan salahsatu ruang untuk menumbuh kembangkan minat dan bakat anak – anak usia dini maupun remaja. Selain itu juga melalui kegiatan Gebyar Ramadhan ini dapat menyemarakan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT”, ucap Ketua Hipma Desa Marobea yang Akrab disapa Bung Sadam Husein.
Didalam mmberikan sambutannya, Kepala Desa Marobea sangat Mmberikan Apresiasi yang sebesar – besarnya kepada Hipma Desa Marobea sehingga kegiatan Gebyar Ramadhan ini bisa dilaksanakan.
“Kegiatan ini tentunnya sangat bermanfaat, dimana dengan adanya kegiatan ini sangat memotivasi anak usia dini agar mencintai Al. Qur’an dan sebagai ajang latihan untuk tampil didepan umum, selain itu pula kgiatan ini dapat memberdayakan kreativitas anak dan melihat potensi yang dimiliki anak – anak Usia Dini dan Remaja”, ujar Kades.
Masih menurutnya, “Sehingga Harapan mewujudkan generasi yang gemilang akan dapat terwujud sesuai dengan Tema kegiatannya . Kegiatan perlombaan ini benar – benar sangat diminati oleh para anak – anak usia dini dan remaja, dimana jumlah total pendaftarnnya adalah 85 orang dari semua jenis kgiatan yang diperlombakan, kegiatan Gebyar Ramadhan adalah Perdana dilaksanakan di Desa Marobea dan akan menjadi kegiatan Wajib/Rutinitas pada saat Bulan Suci Ramadhan di tahun – tahun berikutnnya”.
“Saya juga mnyampaikan kepada Para Dewan Juri agar benar – benar profesional dalam memberikan penilaian sehingga juara yang dilahirkan ini memiliki kualitas dan dapat membanggakan Desa Marobea, ketika ada Kegiatan Lomba keagamaan di tingkat kecamatan/kabupaten, yang akan menjadi Juara 1 pada Setiap Kegiatan yang akan diperlombakan ini , secara otomatis akan mewakili Desa Marobea ditingkat kecamatan /Kabupaten ketika ada Lomba Keagamaan. Sebagai bentuk partisipasi Pemerintah Desa Marobea dalam kegiatan ini, kami juga menyampaikan untuk memberikan Sumbangan Hadiah Sebesar Rp.1.000.000.00, tentu ini sebagai bentuk motivasi kepada generasi – generasi penerus Desa Marobea, terkhusus anak usia dini untuk lebih giat lagi belajar mengaji dan menekuni keagamaan sejak dari sekarang”, tutupnya.
Akibat Hujan Lebat Longsor Melanda Kampung Panceling Desa Kutajaya
SUKABUMI.radar.informasi.com – Akibat tingginya curah hujan yang melanda khususnya wilayah utara, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakibatkan tanah longsor terjadi di Kampung Panceling. Rt.04 Rw 02, Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, akibatnya berupa jalan setapak tersebut longsor pada, Rabu (28/04/2021).
Kepala Desa (Kades) Kutajaya, Ujang Royani mengatakan, “Tadi sore sekitar pukul 17.00 WIB kejadiannya, diperkirakan ada 2 rumah di Kp.Panceling yang terkena Longsor, longsor diduga disebabkan air yang kerap keluar dari balik tembok ketika hujan deras berlangsung”.
Sementara itu, Aisah salah satu pemilik rumah yang terkena longsor mengatakan, Sore tdi saya mendengar seperti ada bunyi ‘blug’ dan ternyata tanahnya longsor.
Seketika, tanah pun longsor dalam hitungan menit. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Dari pantauan radarinformasi.com di lokasi kejadian, bagian tanah yang longsor itu sudah di evakuasi oleh warga setempat.
Nampak hadir juga Kades Kutajaya, Bhabinkambtimas Desa Kutajaya dan Kasi Kesra Desa Kutajaya.
Jalan Amblas, Mobilitas Masyarakat Desa Tajur Halang Tersendat
BOGOR.radar.informasi.com – Untuk memperlancar mobilitas, akses jalan merupakan modal utama, namun sangat disayangkan, jalan yang berlokasi di Desa Tajurhalang RT.001/002 Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, amblas, peristiwa tersebut diduga karena kendaraan yang melebihi kapasitas melintas, Selasa (27/04/2021).
Tentu saja dengan amblasnya jalan tersebut mengakibatkan lumpuhnya mobilitas Masyarakat dan roda perekonomianpun tersendat, Menurut Aris selaku Sekretaris Desa Tajur Halang mengatakan, “Upaya sementara Pemerintah Desa yaitu memasang peringatan dan memblok jalan agar Masyarakat atau Pengguna Jalan lebih berhati – hati saat melintasi jalan yang amblas tersebut”.
Selain itu pihak Pemerintah Desa Tajur Halang beserta BPD dan Tokoh Masyarakat akan segera memperbaiki jalan yang amblas tersebut melalui musyawarah dan besok akan segera di laksanakan perbaikan jalan tersebut di karenakan jalan ini sangat di butuhkan oleh Masyarakat untuk akses bagi masyarakat yang menghubung kan antara desa tajur halang dan desa Tanjung sari.
“Setelah kita lakukan musyawarah, mudah – mudahan bsok bisa langsung kita perbaiki”, pungkas Aris.
Pekerja Perkebunan PT Buana Estate di Intimidasi, Kasusnya Bermuara di Polisi
BOGOR.radarinformasi.com – Segerombolan preman yang diduga orang suruhan mantan pejabat negara berinisial IM mengintimidasi dan melakukan provokasi terhadap sejumlah pekerja PT Primatama Cahaya Sentosa (PCS) yang sedang membangun mess perkebunan di atas lahan milik PT Buana Estate, Minggu (25/4) lalu. Gerombolan preman itu datang dengan tujuan untuk menguasai fisik tanah seluas 25 Ha dan mengancam pekerja dari PT PCS yang sedang membangun mess perkebunan.
“Atas kejadian tersebut, PT PCS telah memberi kuasa hukum kepada kantor hukum Ariano Sitorus & Partners untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Citeureup. Kami menuntut agar kasus ini diusut sampai tuntas dan menemukan siapa yang jadi dalang atas peristiwa tersebut,” jelas Ahang Pradata, SH, Legal Group PT PCS dalam keterangan persnya, Selasa (27/4/2021).
Polsek Citeureup sendiri telah menerbitkan Laporan Polisi (LP) Nomor STPL/B/133/IV/2021/JBR/RES/BGR/SEK.CTP. Aduan pelapor adalah dugaan tindak pidana pengrusakan secara bersama sama seperti yang di maksud Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun enam bulan.
“Terlapor dalam kasus ini di duga orang-orang suruhan IM yang mengklaim secara sepihak sebagai pemilik atas lahan 25 Ha,” tegasnya.
Selain masalah pengrusakan, PT PCS juga melaporkan kepada pihak yang berwajib soal klaim hak atas tanah 25 ha. Menurut Ahang, lahan seluas 211 Ha adalah tanah PT Buana Estate yang di akuisisi oleh PT PCS melalui perjanjian pengadaan lahan pada tahun 2016 antara PT Buana Estate dengan PT PCS dengan objek seluas 211 Ha, dengan alas hak kepemilikan SHGU No.149 yang berlaku hingga tahun 2027. Lokasi tanah 211 Ha berada di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup Kabuputen Bogor.
“Fakta di lapangan yang terjadi di atas 211 Ha banyak sekali pihak yang melakukan illegal occupation dan memperjualbelikan kepada pihak-pihak luar,” terangnya.
Salah satu pihak yang diduga mengklaim tanah garapan di atas lahan milik PT PCS adalah IM, mantan pejabat negara yang baru saja keluar dari jeruji besi lantaran dihukum dalam kasus korupsi. IM memberikan kuasa lewat surat tugas resmi kepada orang-orangnya antara lain Ar, Yan dan Yun yang merupakan tokoh ormas di Kabupaten Bogor untuk menjaga lahan seluas 25 Ha yang diklaim sepihak milik IM.
“Tanah yang di klaim milik IM merupakan tanah milik PT PCS yang dari Perjanjian penyediaan Lahan oleh PT Buana Estate, tepatnya bagian dari 211 Ha. Tiga orang suruhan IM mengerahkan segerombolan preman untuk menguasai fisik tanah milik PCS dengan cara melawan hukum, karena tidak pernah sediktpun IM menunjukan legalitas kepemilikannya,” terang Ahang.
PT PCS, menurut Ahang berencana melakukan pembibitan tanaman dan penghijauan di area 25 Ha, rupanya diklaim oleh IM. Kegiatan pembibitan tanaman dan penghijauan yang dilakukan PT PCS sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor yang menetapkan kawasan tersebut sebagai kawasan perkebunan.
“Kegiatan pembibitan tanaman dan penghijauan yang dilakukan oleh kami selalu di halangi-halangi oleh orang-orang suruhan IM,” jelasnya.
Ditempat terpisah, Kapolsek Citeureup, Kompol Ricky Wowor ketika dihubungi wartawan, Selasa (27/4/2021), membenarkan adanya Laporan Polisi (LP) Nomor STPL/B/133/IV/2021/JBR/RES/BGR/SEK.CTP.
“Betul, laporan tersebut telah masuk di Polsek Citeureup dan kita menangani sejak awal namun kita limpahkan ke Polres Bogor,” ungkapnya.
Pekerjaan P3-TGAI Desa Ciburuy perlu dipertanyakan, diduga bisa Merugikan Petani Penerima Manfaat
BOGOR.radar.informasi.com – Pembangunan Irigasi dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang berlokasi di Kampung Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor – Jawa Barat dan bersumber dari dana APBN Kementerian PUPR Tahun Angggaran 2021, diduga syarat kejanggalan, pasalnya dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan speak yang telah ditetapkan, Selasa (27/04/21).
Hasil pantaun radar.informasi pada Sabtu kemarin, dilokasi tampak para Pekerja yang tengah melaksanakan kegitan pembangunan tanpa terlebih dahulu memasang pondasi, batu hanya sekedar diletakkan kemudian dibalut dengan pasir dan semen, belum lagi kondisi selokan masih terlihat air mengalir dengan deras, tentu saja hal ini akan mengurangi kualitas dari bangunan tersebut dan akan berdampak kerugian pada petani penerima manfaat sekaligus dapat merugikan keuangan negara.
Panitia pelaksana kegiatan P3- TGAI, Surahman atau yang biasa disapa Ongcui, tidaj tampak ada di lokasi, saat dikonfirmasi via Washapp sangat disesalkan tidak memberikan jawaban sama sekali. Anggaran sebesar Rp.195.000.000.00 tersebut diduga dijadikan ajang bancakan sehingga pelaksanaan kegiatan berkesan asal – asalan dan kurang pengawasan dari pihak TPM ataupun Kepala Desa selaku pemangku wilayah.
Ditempat terpisah Ketua LSM Perkumpulan Masyarakat Pemerhati Pembangunan Pasundan Raya ( PMP3R ) Anwar Resa, mengatakan, “Proyek tersebut sarat dengan penyimpangan, silahkan periksa, banyak pondasi tidak digali dan ukuran pondasi dasar yang seharunya 50 cm dibikin rata 30 cm, begitu halnya dengan ketinggian pondasi maupun lebarnya. Pelaksana P3-TGAI Itu hampir semua bermain dan mencuri ditataran teknis”, ujar Anwar.