Musyawarah Desa Pandansari dalam Rangka Rencana Pembangunan Desa dan Peningkatan Gizi Masyarakat
BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, kembali menggelar Musyawarah Desa di penghujung tahun 2021, Musyawarah Desa (Musdes) tersebut dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDesa) tahun 2022, kegiatan sendiri dilaksanakan pada Sabtu, (04/11/21).
Acara yang digelar di Aula desa tersebut dihadiri oleh Rusli Maksum,S.ip selaku Kepala Desa beserta perangkat, Pendamping Desa serta RT, RW, LPM, BPD dan Ade Hanafi selaku Ketua KPMD. Dalam Musdes tersebut membahas tentang perencanaan pembangunan desa untuk tahun anggaran 2022 dan cara pencegahan Stunting serta mobil ambulans yang diharapkan bisa terealisasi di tahun 2022 mendatang.
“Saya harap perencanaan pembangunan di wilayah Desa Pandansari tahun 2022 harus mengikuti aturan, dengan tetap melibatkan LPM, BPD dan juga TPK serta KPMD, agar semua berjalan sesuai harapan dan peraturan, selain itu juga kita harus terus menggerakkan program Stunting, agar tercipta generasi muda yang sehat dalam hal pemenuhan gizi”, ujar Rusli Maksum,S.ip.
Masih menurutnya, “Harapan terbesar saya di tahun 2022, mobil Ambulans dapat terealisasikan, sehingga masyarakat dapat mudah dalam pemenuhan faktor kesehatan, karena saat ini masyarakat sangat membutuhkan mobil tersebut”.
Sementara itu, Ade Hanafi selaku Ketua KPMD, menuturkan bahwa, “Semoga apa yang sudah dibahas dalam Musdes ini dapat segera terealisasikan, sehingga masyarakat Desa Pandansari dapat menikmati hasil dari pembangunan maupun dari segi kesehatan, sama seperti halnya pak Kades, mudah-mudahan mobil ambulans yang sudah lama ditunggu oleh Warga untuk penunjang kesehatan dapat direalisasikan tahun 2022 nanti”.
Sumber : Ade Hanafi (Ketua KPMD) Redaktur : Dewi Pelangi
Terus dan terus Kodim 0616/Indramayu Genjot Vaksinasi Pantang Kendur
INDRAMAYU.radar informasi.com – Kodim 0616/Indramayu terus dorong masyarakat untuk vaksinasi massal gratis demi mencapai Herd Imunity di Kabupaten Indramayu.
Dari desa ke desa vaksinasi ini terus dilakukan pantang kendur, Kali ini giliran di balai Desa Drunten Kulon, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, dengan jenis vaksin Sinovak Dosis 1 dan Dosis 2. Kamis (02/11/2021).
Komandan Kodim 0616/Indramayu Letkol Inf Teguh Wibowo S.Sos melalui Danramil 1617/ Gbw Kapten Inf. Suranto menyampaikan, target vakdinasi sebanyak 300 orang.
“Pentingnya vaksinasi untuk menjaga imun, hal ini juga demi mendukung Pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Indramayu dalam pencapaian target Vaksinasi”, terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Kodim 0616/Indramayu menghadirkan Team Poskesdim Dpp. Peltu Karnoto, Kapuskes Drunten Wetan Dito Suharto skm dan Kuwu Drunten Kulon Adi Sucipto.
Mengedapankan Kualitas, Proyek Rehabilitasi SMPN 1Cibinong Patut di Acungi Jempol
BOGOR.radar informasi.com – Proyek pembangunan rehabilitasi sekolah SMPN 1 Cibinong berjalan lancar, pembangunan renovasi enam (6) ruang kelas tersebut dilaksanakan dengan transfaran dan mematuhi protokol kesehatan selama pekerjaan dilaksanakan, Jum’at (03/11/2021).
Dari segi pengerjaan semua nampak mengedepankan kualitas, mulai dari bahan-bahan matrial ataupun daalam pelaksanaannya, hal tersebut tentu saja guna menjaga kualitas bangunan agar kokoh dan tidak cepat roboh.
Ditempat yang sama kami selaku media melihat para Pekerja dalam sistem pekerjaannya di utamakan keselamatan dan memakai alat pelindung diri (K3) guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, dengan demikian program rehab sekolah ini diharapkan bisa meningkatkan pembelajaran anak-anak ke lebih baik dan kenyamanan kegiatan dalam proses belajar- mengajar.
Ketika di konfirmasi H. Abas selaku pemborong dan sekaligus pelaksana kegitan dan pembangunan rehab sekolah SMPN 1 Cibinong Kabupaten Bogor mengatakan, “Kami selalu tranfaransi terhadap kontrol sosial baik itu LSM ataupun Wartawan, kami selalu terbuka”.
“Bahkan papan kegiatanpun selalu terpampang di tempat yang mudah dilihat oleh semua orang, karena kami mengikuti aturan pemerintah, sesuai Udang-undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)”, ungkapnya.
Di tempat terpisah salahsatu pegawai di SMPN 1 Cibinong menjelaskan, sosok H. Abas selaku pemborong dan sekaligus pelaksana kegitan bangunan sangat bagus dalam melaksanakan pekerjaanya, sehingga bangunan rehab sekolah bisa terbilang bagus dan patut di jadikan percontohan.
Pelihara Keterampilan, Anggota Kodim 0616/Indramayu Rutin Latihan Tembak
INDRAMAYU.radar informasi.com – Pelihara kemampuan, anggota Kodim 0616/Indramayu rutin melakukan Latihan Tembak Senjata Ringan (LATBAKJATRI) laras panjang, pada Kamis (02/12/2021).
Latihan tersebut dilakukan di lapangan tembak lahan Perhutani, Blok Leuwi Se’eng Ciputat, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Latbakjatri yang diikuti oleh 194 anggota Kodim 0616/Indramayu ini, dibagi menjadi 20 gelombang, dan dipimpin langsung oleh Kapten Kav Sugianto, sekaligus sebagai komandan latihan.
Di sela-sela latihan, Kapten Kav Sugianto menyampaikan, Latbakjatri ini merupakan program yang harus dilaksanakan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak guna menghadapi tuntutan tugas dimasa yang akan datang.
“Kemampuan menembak merupakan kemampuan dasar prajurit yang harus dikuasai dan dipelihara kemampuannya, sehingga dapat tercapai prajurit yang professional,” tuturnya.
Turut hadir dalam latihan tersebut Koordinator materi Kapten Kav Daniel Ronge Danramil 1616/Kdh, Dalwaslat Kapten Inf Sariman, Tim Asnik Denpal III/3 Crb Pelda Masrkus, Pos Kes 03.10.16 / Imy Peltu Karnoto, & Pibak Serma Eryana.
Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Bantu UMKM Olahan Tempe Tingkatkan Nilai Jual Produk
BOGOR.radarinformasi.com- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (LPPM) IPB University bekerjasama dengan Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB untuk mengadakan kegiatan IPB Goes to Field yang bertujuan membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Dramaga untuk rebranding guna meningkatkan nilai jual produk pada 29 Oktober lalu, Kamis (02/11/21).
Kelompok IPB Goes to Field 19 melakukan kunjungan ke UMKM olahan Tempe di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, dengan tujuan untuk melakukan survei langsung untuk mengetahui lebih lanjut mengenai UMKM olahan Tempe ini yang nantinya akan di rebranding.
Tim IGTF 19 Prodi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB Bersama UMKM olahan Tempe Desa Ciherang. UMKM olahan Tempe ini dikelola oleh Hilmy yang dahulu milik Ibunya yakni Zulaikha. Produk olahan Tempe yang diproduksi ada bermacam-macam, diantaranya ada keripik tempe, orek tempe, dan cokelat tempe, semua produk tersebut di produksi sendiri oleh Hilmy di kediamannya dan hanya di produksi secara Pre Order atau sistem memesan terlebih dahulu.
“Untuk masalah branding tentu saya berharap dengan hadirnya Mahasiswa IPB disini bisa membantu perihal kemasan yang sampai saat ini masih minim dan seadanya, juga semoga bisa membantu untuk memperluas pasar produk terutama dengan strategi marketing sosial media yang saat ini sedang marak”, ujar Hilmy.
Setelah memperoleh informasi mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk rebranding, Mahasiswa Komunikasi Sekolah Vokasi IPB Kelompok IPB Goes to Field 19 lalu mulai melakukan rebranding produk seperti menentukan kemasan yang tepat, pembuatan logo dan label menarik, serta menyusun strategi marketing di media sosial untuk penjualan produk dariUMKM olahan Tempe Bu Hilmy.
Sumber : Divandra Flory Aisya Efendi Redaktur : Dewi Pelangi
INDRAMAYU.radar informasi.com – Sebut saja Bunga, gadis kecil yang harus menerima kenyataan pahit bahwa Ayah dan Ibunya bercerai, sebab itu, Bunga memilih tinggal bersama Ibunya disalah-satu desa asal Indramayu – Jawa Barat.
Pada tahun 2019, Ibunya menikah lagi dengan seorang pria sebut saja Donjuan, Sejak itulah Bunga tinggal bersama Ibu dan Ayah tirinya.
Mungkin Bunga berangan-angan bahwa Donjuan bisa menggantikan kasih sayang Ayah kandung yang sudah tak lagi tinggal bersamanya.
Namun angan-angan itu hancur, bukannya memberikan kasih sayang, Donjuan justru menoreh luka dan merusak masa depan Bunga. Bunga menjadi korban nafsu biadab predator yang menyerupai Ayah tirinya sendiri.
Peristiwa ini berawal ketika Ibu Bunga harus bekerja ke Ibu Kota jakarta karena terdesak kebutuhan ekonomi keluarga. Saat itulah Bunga yang baru berusia 13 tahun harus tinggal bersama Ayah tiri dan Adiknya yang masih 10 bulan.
2 bulan ditinggal sang Istri, rupanya Donjuan mulai tak dapat menahan syahwatnya sehingga timbul pikiran bejat untuk melampiaskan hawa nafsu kepada Bunga, anak tirinya.
Agustus 2020, Donjuan mulai merayu dan melancarkan tipu muslihat dengan kebohongan kepada Bunga agar mau melakukan perbuatan terlarang yaitu berhubungan intim yang seharusnya dilakukan oleh pasangan Suami -Istri, namun gagal karena Bunga menolak.
Tak berhenti sampai disitu, Donjuan merayu Bunga untuk terbiasa tidur 1 kasur dengan adik dan dirinya, saat itulah Donjuan kembali membujuk Bunga untuk mau menuruti nafsu bejatnya, namun Bunga masih menolak.
“Jangan yah, takut dimarahi mamah” begitu ucap Bunga dengan penuh rasa kehawatiran.
Meskipun demikian, Donjuan masih belum berhenti berusaha, ia memikirkan berbagai cara agar bisa melampiaskan syahwatnya kepada Bunga.
Hingga di bulan September 2020, sekitar pukul 1 dini hari, Bunga membuatkan susu formula untuk sang adik. Saat itulah Donjuan berhasil melampiaskan nafsu bejatnya.
Donjuan yang masih terjaga, dengan birahi yang sudah diujung tanduk, segera memberi perintah agar Bunga masuk ke kamar.
Tanpa curiga, Bunga menuruti perintah Ayah tirinya itu. Ia berbaring diatas kasur tepat di samping adiknya yang sudah tertidur pulas.
Melihat Bunga berbaring di kasur, Donjuan mulai melakukan niat kotor yang sudah 1 bulan dia pendam.
“Sudah diam saja, tidak akan hamil” rayu Donjuan untuk meyakinkan Bunga.
Tak berani melawan, Bunga hanya terdiam saat sang Ayah tiri melakukan perbuatan tidak senonoh kepadanya.
Merasa berhasil melampiaskan nafsu birahinya, selang satu minggu kemudian menjelang sore, Donjuan melancarkan aksinya yang kedua kali dengan mengajak Bunga masuk ke dalam kamar dan mengulangi hal biadab tersebut.
Tak berhenti sampai disitu, aksi bejat Donjuan masih dilakukannya pada minggu ketiga untuk menikmati Bunga pada malam hari.
Desember 2020, Ibu kandung Bunga pulang kampung untuk melepas rindu kepada keluarganya, namun, hingga bulan berganti menginjak Januari 2021, Ibunya merasakan ada sesuatu yang janggal saat melihat Bunga mengeluh sakit kepala disertai perut mual-mual.
Ia berinisiatif memeriksakan kondisi Bunga ke dokter dan melakukan USG, hasilnya ternyata mengejutkan, Bunga gadis yang baru berusia 13 tahun ini positif hamil.
Mendengar itu, Ibu Bunga tak menunggu berlarut lama, langsung memberitahukan kehamilan anaknya kepada seluruh keluarga.
Diaturlah pertemuan keluarga untuk membicarakan kehamilan bunga dan mencari tahu siapa pria yang tega menghamili anaknya.
Saat itulah Bunga mengatakan bahwa pria yang menghamilinya adalah Donjuan, sang ayah tiri. Tanpa rasa penyesalan, hal tersebut langsung diakui oleh Donjuan yang ikut berkumpul dalam pertemuan keluarga.
Tentu saja seluruh keluarga marah dan tidak terima atas perlakuan busuk Donjuan sehingga langsung melaporkannya ke pihak berwajib agar segera di proses secara hukum.
Kini, Donjuan harus pasrah mendekam di sel tahanan Lapas, akibat perbuatannya, Ia didakwa dengan pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Indramayu.
Hasil pemeriksaan Visum Et Revertum dokter pada rumah sakit tertanggal 8 Maret 2021 menyatakan bahwa Bunga sudah menjalani masa kehamilan selama dua puluh lima minggu.
Lalu bagaimana dengan nasib malang Bunga dengan perutnya yang semakin membesar? April 2021 Bunga telah melahirkan seorang anak dari ayah tirinya itu.
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Indramayu, Tisna Prasetya, diruang kerjanya, pada Rabu (01/12/2021), berpesan, bagi adik-adik perempuan yang sudah beranjak dewasa, selalu waspada ya, jangan pernah tidur atau istirahat dalam satu kamar dengan pria yang sudah dewasa.
Selanjutnya, bagi para orang tua, ingatkan selalu kepada putrinya agar menjaga diri dari bentuk atau cara pria yang mencoba merayu atau membujuk untuk berbuat diluar batas, sehingga berdampak akan merusak masa depan anaknya.
Diduga Kepsek SMP Al-Jihad Endapkan Dana PIP untuk meraup Keuntungan Pribadi
BOGOR.radarinformasi.com- Dana yang di gelontorkan oleh Pemerintah Pusat melalui Program Indonesia Pintar (PIP) adalah diperuntukkan untuk siswa yang kurang mampu, anggaran tersebut disalurkan ke setiap sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, program PIP tersebut diatur dengan Undang-undang dan Perpres Permendikbud, Kamis (02/11/21).
Sehingga kesimpulannya Penerima Manfaat program PIP harus diambil berupa uang tunai dan tidak bisa di kolektifkan, akan tetapi Program Indonesia Pintar, diduga banyak dimanfaatkan oleh Oknum-oknum Kepala Sekolah, anggaran tersebut di jadikan aji mumpung untuk memperkaya diri-sendiri.
Seperti halnya yang terjadi di SMP AL.Jihad yang beralamat di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, dari hasil investigasi, Oknum Kepala Sekolah yang bernama Amir, mengendapkan anggaran PIP, yang seharusnya di cairkan di tanggal 30 September lalu, hingga saat ini bantuan PIP masih mengendap di Bank, sedangkan menurut aturan, ketika program PIP sudah masuk ke rekining masing-masing Penerima Manfaat itu harus segera diambil dan disalurkan sesuai kebutuhan Siswa-siswi.
Ketika dikonfirmasi via seluler, Kepala Sekolah mengakui dengan adanya pengendapan dan belum di salurkan ke pihak Penerima Manfaat.
Pandangan kami selaku awak media diduga Kepala Sekolah SMP AL.Jihad yang bernama Amir ingin meraup keuntungan dari dana PIP tersebut, dalam hal ini Kepala Sekolah telah melanggar KUHP Pasal 372, Penggelapan dana untuk para Siswa-siswi dan barang siapa yang sengaja melawan hukum memiliki barang hak orang lain sebagian atau seluruhnya diancam lima tahun penjara
Menggapi hal tersebut anggota dewan dari fraksi PDI Perjuangan, Waras menegaskan, “Jika ada kejanggalan tentang program PIP saya tidak akan segan-segan untuk memanggil dan melaporkan ke pihak Penegak Hukum di wilayah Jabar”.
Ketua Komite SMAN 01 Cigombong diduga Menjadi Otak dalam Pungli
BOGOR.radarinformasi.com- Ditengah pemerintah gencar memberantas Pungutan Liar “Pungli” ke semua sektor, termasuk sektor pendidikan masih banyak pihak sekolah yang dengan bermacam alasan dan dalih melakukan penggalangan dana partisipasi pendidikan melalui Komite Sekolah, Rabu (01/12/21).
Tentu saja praktek Pungli tersebut sangat meresahkan masyarakat dan dalam pelaksanaannya ada yang dilakukan secara terang-terangan maupun secara terselubung dengan menggunakan dalih Komite Sekolah, hal itu terjadi pula di SMAN 1 Cigombong Kabupaten Bogor-Jawa Barat.
Dimana pihak sekolah dengan mengatasnamakan Komite telah memungut uang sebesar Rp.50.000,00/bulan dengan alasan untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah, sedangkan sangat jelas Penggalangan Dana dalam Permendikbud ini disebutkan, Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana, dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.
Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan, sesuai bunyi Pasal 10 ayat (2) Permendikbud ini. Namun ditegaskan dalam Permendikbud ini, bahwa Komite Sekolah harus membuat proposal yang diketahui oleh Sekolah sebelum melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat. Selain itu, hasil penggalangan dana harus dibukukan pada rekening bersama antara Komite Sekolah dan Sekolah.
Akan tetapi fakta yang terjadi di lapangan Walimurid yang melakukan pembayaran tersebut dilakukan di sekolah dan diterima oleh pihak sekolah, meskipun menggunakan stempel Komite Sekolah.
“Terkait adanya sumbangan nanti silahkan konfirmasi langsung dengan Komite Sekolah, karena kami pihak sekolah hanya menyetujui dan mengetahui, masalah pembayaran yang dilakukan di sekolah karena kan Komite punya kesibukan jadi pembayaran dititipkan”, ujar Euis Lilih selaku Wakepsek Humas SMAN 01 Cigombong.
Sementara itu H.Sudaryat selaku Ketua Komite yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah di SDN 03 Caringin (Ketua K3S) menjabarkan bahwa, “Kita bukan melakukan pungutan, akan tetapi sumbangan untuk memperindah sarana dan prasarana yang ada di sekolah, karena kita kan mau ikut lomba Wiyatamandala, sumbangan itu kan kita pakai untuk membuat gedung lobi, lapangan, taman dan juga perbaikan meja dan bangku sekolah”.
Masih menurutnya, “Sudah dua tahun kami tidak menerima sumbangan apapun dari pemerintah untuk pembangunan jadi saya rasa wajar kita menggalang dari orangtua siswa, itu juga bagi yang mampu, kalau tidak mampu tinggal datang dan ngomong ke pihak sekolah, apalagi anak yatim kita gratiskan koq”.
Penjelasan dari Ketua Komite sangat berbeda jauh dengan pemaparan dari Walimurid, salahsatu Walimurid yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa, “Benar ada sumbangan di sekolah, akan tetapi jumlahnya dan batas waktunya ditentukan, bukan keiklhasan dari Walimurid, bahkan kita dikasih kwitansi harus lunas dari bulan Juli sampai November sebesar Rp.250.000,00”.
Puluhan Anggota Kodim 0616/Indramayu Jalani Tes Urine Deteksi Narkoba
INDRAMAYU.radar informasi.com – Sebagai upaya pemberantasan narkoba, Letkol Inf. Teguh Wibowo, Komandan Kodim 0616/Indramayu lakukan tes urin kepada 50 anggotanya, Selasa (30 November 2021).
Selain melakukan tes urin, Kodim 0616/Indramayu juga memberikan penyuluhan psikotropika, agar mereka tidak terjerat masalah narkoba.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf. Ruhiyat, Pasi Intel Dim 0616/Imy. Kapten Inf. Disman, Dr. Fajar Dari RST Ciremai, Kaposkes Dim 0616/Imy Peltu Samsul dan Anggota jajaran Koramil Dim 0616/Imy sebanyak 75 orang.
Dalam kesempatan itu, Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Ruhiyat menyampaikan, kepada anggota jajaran Dim 0616/Imy untuk memahami tentang narkoba supaya semua selamat dari ancaman kejahatan psikotropika.
“Saya berharap agar anggota Jajaran Kodim 0616/Indramayu jangan sampai mengenal apalagi memakai narkoba”, tuturnya.
Sementara Dr. Fajar, selaku pemberi materi mengatakan, mengenal jenis dan bentuk narkoba merupakan hal yang penting bagi semua kalangan untuk mencegah ancaman narkoba bagi anak – anak usia dini.
Berdasarkan data yang diterima redaksi, sebanyak 50 orang anggota yang dilakukan tes urine dengan hasil negatif.
Mahasiswa Komunikasi SV IPB University Turut Serta Rebranding Salah-satu UMKM di Desa Petir
BOGOR.radarinformasi.com- Mahasiswa Komunikasi SV IPB University melakukan penjajakan kepada salahsatu UMKM yang berada di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat guna membantu mengembangkan UMKM yang ada di desa. Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa komunikasi ini bernama IPB Goes to Field yang merupakan salahsatu program dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Senin (29/11/21).
Salah satu UMKM yang berada di Desa Petir ini bergerak dalam bidang produksi makanan ringan yang berupa keripik singkong dan popcorn. Keripik singkong yang mereka jual tersedia dalam dua varian rasa yaitu original dan pedas. Varian rasa pedas sendiri tersedia dalam tiga level kepedasan, yaitu level gerimis, hujan, dan baday.
UMKM ini memiliki ciri khas yang unik dari keripik singkong yang mereka jual, yakni memiliki tambahan aroma khas dari daun jeruk sehingga lebih menggugah selera. Adapun untuk varian rasa popcorn yang mereka jual tersedia dalam dua varian rasa, yaitu rasa asin dan pedas. UMKM ini merupakan UMKM yang terbilang masih cukup baru, karena didirikan pada saat awal pandemi Covid-19.
UMKM tersebut berada dibawah naungan Karang Taruna Desa Petir dan merupakan salah satu program dari Karang Taruna Desa Petir itu sendiri. Kegiatan penjajakan yang dilakukan oleh kelompok IPB Goes to Field (IGTF) 23 telah berlangsung dalam kurun waktu satu bulan. Pada kegiatan penjajakan tersebut kelompok IGTF 23 telah melakukan wawancara dengan owner UMKM yang bernama Abuzar Al Fatiri.
Hasil dari wawancara pada UMKM tersebut ada beberapa permasalahan yang terjadi diantaranya, belum adanya nama UMKM, logo produk UMKM, dan akun e-commerce. Salahsatu permintaan dari Abuzar pada saat wawancara beliau mengatakan, “Saya ingin UMKM Desa Petir ini memiliki ciri khas tersendiri yang mampu membedakannya dengan UMKM yang lain. Maka dari itu, saya ingin UMKM ini memiliki logo sendiri dan menjadi identitas UMKM di Desa Petir.”
Sejalan dengan adanya beberapa permasalahan yang disebutkan pada saat wawancara tersebut, para mahasiswa akan membantu untuk memenuhi keperluan apa saja yang diperlukan, agar UMKM tersebut menjadi lebih berkembang. Setelah melakukan diskusi, para mahasiswa telah menentukan nama UMKM tersebut ialah ‘Petir Miboga’, kata ‘Petir’ diambil dari nama desa itu sendiri dan ‘Miboga’ sendiri memiliki arti kepunyaan.
Jadi, UMKM Petir Miboga ini memiliki filosofi bahwa produk UMKM tersebut berasal dari Desa Petir dan menjadi kepunyaan dari Desa Petir. Nama UMKM, pembuatan logo, dan rekomendasi beberapa e-commerce yang telah diajukan sudah disetujui oleh owner Petir Miboga.
Diharapkan dengan adanya kegiatan IPB Goes to Field dapat membantu UMKM yang berada di Desa Petir menjadi semakin berkembang dan memiliki produk UMKM yang berkualitas, sehingga nantinya dapat lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas. Dengan demikian, tujuan utama kegiatan ini untuk mengembangakan UMKM Petir Miboga dapat tercapai.
Sumber : Syahla Sofya Safitri Redaktur : Dewi Pelangi