BOGOR.radarinformasi.com — Polsek Dramaga, Kabupaten Bogor, tengah melakukan investigasi terkait penemuan sesosok pria yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Kebun Singkong, Kampung Nagrog RT 02/01, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, pada Minggu (27/4/2025).
Kapolsek Dramaga, AKP Hartanto, SH, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.50 WIB. Seorang saksi bernama Arif menemukan korban dalam posisi telungkup mengenakan celana jeans biru dan kaus berwarna hitam. Setelah melihat kejadian itu, saksi segera melaporkan kepada ketua RT setempat dan staf Desa Petir, yang kemudian meneruskan informasi kepada Polsek Dramaga.
Petugas Reskrim bersama unit patroli Polsek Dramaga segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah dengan bantuan warga sekitar. Jenazah semula direncanakan dibawa ke RSUD Ciawi untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Namun, setelah dilakukan identifikasi, pihak keluarga korban mendatangi Polsek Dramaga. Keluarga menyatakan keberatan terhadap rencana autopsi dan membuat surat pernyataan resmi. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Jenazah telah kami serahkan kepada pihak keluarga sesuai dengan prosedur setelah adanya surat pernyataan keberatan autopsi,” ujar AKP Hartanto.
Dengan telah dikenalnya identitas korban dan diserahkannya jenazah kepada keluarga, proses penyelidikan sementara dihentikan, dan pihak kepolisian memastikan akan tetap melakukan pemantauan jika ditemukan fakta baru.
JAKARTA.radarinformasi.com – Mabesad TNI sukses menggelar acara penganugerahan kepada para Juara TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 123. Hal ini merupakan keterpaduan antara TNI bersama pemerintah daerah sebagai upaya percepatan terobosan pembangunan di daerah pedesaan. Jumat (25/4)
TMMD juga diketahui adalah langkah nyata dalam percepatan peningkatan infrastruktur, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Satu diantara Komandan Distrik Militer yang meraih juara sebagai Dansatgas terbaik dan telah menerima penghargaan adalah Letkol Inf Henggar Tri Wahono. Dalam kesempatan itu, dia mengucapkan terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.
“Saya Letnan Kolonel Infanteri Henggar Tri Wahono, pada hari ini bangga dan saya ucapkan terima kasih banyak atas penghargaan dari Bapak Kepala Staf Angkatan Darat yang berupa telah memberikan kami pencapaian prestasi yakni (sebagai) Komandan Satgas Terbaik dalam pelaksanaan TMMD ke 123 serta Dansatgas Pendampingan media terbaik,” ucap Letkol Henggar di Mabesad, Kamis (24/4/2025).
Tak lupa lulusan Akademi Militer tahun 2005 ini menyampaikan rasa syukurnya, selain kegiatan telah berlangsung dengan lancar, ia juga turut memotivasi rekan-rekannya untuk selalu melaksanakan TMMD dengan penuh semangat.
“Saya ucapkan rasa syukur kehadirat Allah, dimana capaian prestasi ini merupakan hasil dari kinerja kita semua, bahwa motivasi ini adalah semangat tinggi bagi rekan-rekan yang lain, khususnya rekan-rekan yang melaksanakan TMMD berikutnya dengan sebaik-baiknya, karena dengan adanya TMMD ini kita bisa membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan di daerah,” pungkas Letkol Inf Henggar Tri Wahono, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0621/Bogor.
Di tempat yang sama, Bupati Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, S.S.i, menyampaikan apresiasinya kepada TNI dan khususnya Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0621/Bogor beserta jajarannya.
“Terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0621 Kabupaten Bogor, sinergitas yang baik antara pemerintah Kabupaten Bogor dengan TNI,” ujar Bupati Rudy.
Menurut Rudy Susmanto yang juga diketahui adalah Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa percepatan pembangunan sangatlah penting, terutama untuk masyarakat di Kabupaten Bogor.
“Kita tahu kan bahwa percepatan-percepatan pembangunan infrastruktur di beberapa daerah, termasuk yang ada di Kabupaten Bogor. Semua kita lakukan untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan terkhusus warga Kabupaten Bogor,” jelas Rudy.
Seperti diketahui TNI dalam melaksanakan TMMD senantiasa melibatkan media massa baik itu media cetak, online, televisi, elektronik dan lainnya, guna transparansi serta penyebarluasan informasi pemberitaan.
Dalam TMMD yang ke 123 ini diantara media massa yang meraih juara yakni Harian Terbit, Kompas, Inews dan masih banyak lagi. Koran Harian Terbit telah meraih juara 2 Karya Tulis Jurnalistik TMMD TNI ke 123 tahun 2025.
Sementara Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan mengatakan kegiatan yang digelar Mabesad TNI merupakan kegiatan yang sangat positif dan patut mendapatkan dukungan dari semua pihak. Sebagai organisasi kewartawanan, FWJ Indonesia mendukung penuh langkah-langkah TNI dalam membangun tatanan wilayah sebagai bentuk ketahanan Nasional.
“Tentunya program Mabesad TNI ini bukanlah kegiatan mudah untuk dilakukan terlebih melibatkan se Indonesia, sangat apresiatif bagi kami untuk TNI,” papar Opan melalui siaran pers nya di Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Lebih lanjut dia juga menyebut pemberian nominasi juara ke 2 karya jurnalistik yang diterbitkan pada media cetak harian terbit di edisi 12733, tanggal 24 Maret 2025 lalu merupakan bukti nyata tim FWJ Indonesia dalam mengulik pemberitaan TMMD ke 123.
“Untuk penobatan karya jurnalistik yang diberikan langsung di Mabesad TNI hari ini, Kamis (24 April 2025) dari organisasi kami telah diwakili oleh Saudara Awang yang memang ketua FWJ Indonesia korwil Kabupaten Bogor. Sekali lagi selamat untuk para juara dan sukses untuk Mabesad TNI,” pungkas Opan.
SUKABUMI.radarinformasi.com – Penanganan kasus produksi ilegal minyak goreng oleh PT Navyta Sukses Mandiri kembali mengemuka dan memasuki fase kritis. Perusahaan tersebut diduga memproduksi dan mengedarkan Minyak Goreng KITA secara ilegal, tanpa izin resmi, dan melakukan praktik curang dengan mengurangi takaran isi produk. Rabu (23/4)
Lebih mengkhawatirkan lagi, mencuat dugaan keterlibatan oknum pejabat di lingkup Satreskrim Polres Sukabumi Kota, yang diduga mengetahui bahkan membiarkan kegiatan ilegal ini berlangsung.
Kasus yang Sempat “Hilang” dari Permukaan
Setelah sempat ditangani oleh Polres Pelabuhan Ratu dan kemudian dilimpahkan ke Unit Tipidter Polres Sukabumi Kota, kasus ini sempat “menguap” tanpa kejelasan. Tidak ada rilis resmi, tidak ada langkah konkret di lapangan seperti pemasangan police line di lokasi produksi ilegal, dan tidak ada proses penyegelan terhadap fasilitas produksi PT Navyta yang berada di wilayah Kecamatan Sukaraja.
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan publik. Pasalnya, fakta-fakta pelanggaran sudah cukup terang. PT Navyta tidak hanya beroperasi tanpa izin resmi, tetapi juga melakukan penipuan terhadap konsumen dengan cara mengurangi volume isi Minyak Goreng Kita dalam setiap kemasan yang dipasarkan.
Sikap Tertutup dari Aparat Semakin Mempertajam Kecurigaan
Upaya investigasi tim Radar Informasi untuk mengkonfirmasi perkembangan kasus pun tidak berjalan mulus. IPDA Alit, Kanit Tipidter Polres Sukabumi Kota, berkali-kali dihubungi namun enggan memberi tanggapan.
Bahkan saat tim menghubungi Kasat Reskrim AKP Tatang, beliau hanya melempar tanggung jawab dan menolak memberikan pernyataan. “Langsung Ke Kanit Titpidter Pak Alit saja ya,” tegas AKP Tatang.
Baru setelah tekanan dari media meningkat, IPDA Alit akhirnya merespons. Ia menyampaikan bahwa aktivitas produksi Minyak Goreng Kita oleh PT Navyta telah dihentikan, dan pihaknya baru akan melakukan pengecekan alat ukur yang digunakan dalam proses pengemasan Minyak Goreng Kita, bekerja sama dengan Balai Metrologi Kabupaten Sukabumi.
Pengecekan Lapangan: Langkah Awal atau Sekadar Formalitas?
Pada tanggal 15 April 2025, pengecekan alat produksi di gudang PT Navyta Sukses Mandiri akhirnya dilakukan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota dan pihak Balai Metrologi.
Namun publik mempertanyakan: Mengapa langkah ini baru dilakukan setelah desakan media dan masyarakat? Mengapa tidak sejak awal ada tindakan nyata seperti penyegelan atau penyitaan barang bukti?
Kejanggalan Terjadi Kembali di Lapangan
Saat tim Radar Informasi tiba di lokasi gudang, IPDA Alit selaku Kanit Tipidter tidak mengizinkan tim untuk meliput langsung proses pengecekan alat produksi milik PT Navyta. Alasan larangan tersebut, menurut Alit, datang dari “Ibu”.
Awalnya tim mengira yang dimaksud adalah Ibu Kapolres Sukabumi Kota. Namun setelah didesak, Alit mengklarifikasi bahwa “Ibu” yang dimaksud adalah Anita, perwakilan dari PT Navyta sendiri.
Lebih mengejutkan lagi, Alit justru menyarankan agar tim bertemu langsung dengan Anita karena permintaan larangan peliputan itu berasal dari dirinya. Hal ini memunculkan pertanyaan besar: sejak kapan pihak swasta bisa mengatur jalannya proses penyidikan dan peliputan oleh media di tengah kasus pidana?
Ketika proses pengecekan masih berlangsung, muncul seorang wanita bernama Anita yang menghampiri tim Radar Informasi dan mengajak masuk ke ruang kerjanya. Di dalam ruangan tersebut, suasana mendadak berubah.
Anita, tanpa ditanya dan tanpa konfirmasi tiba-tiba melontarkan pernyataan-pernyataan mengejutkan, seolah ingin membuka “buku dosa” para oknum yang selama ini mengetahui dan bahkan memberikan izin diam-diam atas jalannya produksi ilegal Minyak Goreng Kita oleh PT Navyta Sukses Mandiri.
Pernyataan-pernyataan Anita disampaikan dalam nada yang menyerupai nyanyian, seakan tak mampu lagi membendung tekanan dan rasa frustrasinya. Tim Radar Informasi yang berada di lokasi hanya bisa terdiam mendengar informasi yang sangat sensitif dan mengarah pada sejumlah nama dari institusi tertentu yang diduga terlibat.
Lalu, siapa sajakah oknum dari institusi tertentu yang diduga terlibat? dan dari institusi mana saja?
Radar Informasi berkomitmen akan mengupas tuntas secara tajam siapa saja nama oknum-oknum pejabat yang Anita maksud dan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Rakyat menuntut keadilan. Tidak boleh ada lagi praktik ilegal yang dibiarkan karena adanya “bekingan” dari oknum dalam institusi hukum. (Red)
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Terkait aksi brutal dugaan penyerobotan tanah pencurian dan pengerusakan pohon oleh oknum sekelompok orang di Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara yang sudah lama dilaporkan ke Polres Tapanuli Utara, hingga saat ini belum ada penyelesaiannya sehingga Kapoldasu minta copot Kapolres Tapanuli Utara.
“Laporan penyerobotan pencurian dan pengerusakan tanah saya, yang sudah bersertifikat sudah lama kita laporkan ke Polres Tapanuli Utara namun sampai sekarang tidak ada tindakan secara hukum kepada pelaku,” ujar Dr. Capt Anthon Sihombing, Senin (14/4/2025).
“Bahkan semakin merajalela merusak lahan saya, Kapolres Tapanuli Utara berkesan melakukan pembiaran, ada apa ini? Kapolres Tapanuli Utara. Saya minta Kapoldasu copot Kapolres Tapanuli Utara,” tegas Anton Sihombing yang juga dewan pakar partai Golkar tersebut.
Anton menyebut tidak pantas lagi kinerja polisi Polres Taput menyangkut aksi brutal sekelompok orang yang menguasai tanah saya. Itu tanah saya dan ada sertifikatnya, sudah kita laporkan namun sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak.
“Saat ini saya sangat prihatin tindakan barbar tidak tersentuh hukum Polres Tapanuli Utara,” kata Anthon.
Anthon menyebut, DH dan kawan kawan sebagi terlapor yang melakukan aksi brutal semakin merajalela mengklaim tanah saya dan semakin berani mendirikan bangunan di atas tanah saya.
“Itu tanah warisan nenek monang saya. Tidak ada pernah ada saya lihat tindakan seperti ini di Republik ini. Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak terkesan mengulur ulur atau memberi ruang kepada pelaku Aksi Brutal yakni DH dan kawan kawan, inikan aneh, ujarnya Anton Sihombing.
Anton menyebut, Aksi Brutal yang terkesan dibiarkan Kapolres Tapanuli Utara ini dalam waktu dekat akan menemui Kapolri.
“DH dan kawan kawan sudah termasuk seorang narapidana karena pernah dihukum penjara milik Anton Sihombing tahun 2007 lalu di tanah saya juga,” tambah Anton.
Anehnya, bahan baku untuk mendirikan rumah seni permanen di areal tanah saya justru kayu yang ditebangi dari lahan tanah saya. Makanya saya sangat heran dan mempertanyakan keberadaan Kapolres Taput dalam penanganan kasus ini.
Anthon Sihombing menceritakan bahwa telah terjadi suatu yang sangat keji melawan hukum di Kelurahan Siborongborong kecamatan Siborongborong, ada sebidang tanah yang saya miliki sertifikat hak milik dalam 1 hamparan pohon milik saya. Pada bulan Agustus 2024 ada sekelompok memasuki wilayah, sementara saya selaku pemilik telah melaporkan ke Polres pada tahun 2024 lalu.
“Setelah dilaporkan Polres sudah meninjau ke lokasi bahwa benar ada pengerusakan sekitar 6 batang pohon, setelah dilaporkan hingga sekarang bulan April 2025 belum ada tindakan tegas dari Polres Tapanuli Utara, padahal sudah jelas ada laporan polisi dengan Sertifikat tanggal 10 April 2025 sudah melengkapi laporan di tingkat sidik agar semua dihentikan pengolahan lahan pohon di lokasi,” terangnya.
“Jika tidak ditindaklanjuti maka layak dipertimbangkan bahwa Kapolres Tapanuli Utara dicopot atau diganti dengan yang lain untuk menegakkan keadilan di Polres Tapanuli Utara,” pesannya.
Anthon menambahkan, ada 6,1 hektar lahan karena terkesan pembiaran dari Polres Tapanuli Utara oleh kelompok kelompok tertentu maka mereka telah merugikan masyarakat lain, tanah berbatasan dengan tanah saya yaitu pihak marga Tampubolon ahli waris Op. Ojahan Tampubolon masuk dalam wilayah Desa Pohan Tonga Siborongborong, itu juga sudah diserobot mereka dan disita banyak tanaman tanaman yang sudah siap panen.
“Semua sudah ditebangi luasnya 5 hektar dan mereka sudah merasa hebat akibat tidak tersentuh oleh hukum, mereka kembali lagi menjarah serta merampas tanaman keturunan ahli waris Op. Hizkia Nababan yaitu berbeda pemilik tanah dengan tanah saya,” ujarnya.
“Sekeliling tanah saya mereka kuasai lagi, inilah yang sangat miris, itu terjadi dugaan kami bahwa kelompok kelompok ini merasa kebal hukum karena tidak tersentuh, akhir bulan September sampai sekarang jelas ada LP dengan sertifikat, begitulah laporan saya ke Polres Tapanuli Utara,” tutup Anthon Sihombing.
Terpisah, Setelah dikonfirmasi kepada Pengacara Hotbin Simaremare SH selaku Penasehat Hukum DR Capt Anthon Sihombing, iyanya menerangkan bahwa Pohon yang ditebang dan dirusak para terlapor dengan menggunakan mesin chain saw.
Awalnya berjumlah sekitar 6 batang, dan setelah dilakukan laporan polisi tanggal 28 September 2024 di polres Tapanuli Utara, telah dilakukan cek TKP dan dilakukan police line pada pohon yang dirusak, BAP Korban dan saksi.
“Perbuatan perusakan para terlapor telah memiliki alat bukti yang kuat sehingga pada tanggal 2 Oktober 2024 status laporan pak DR Capt Anthon Sihombing telah dinaikkan ke tingkat sidik. Namun demikian para pelaku tidak menghormati proses hukum dan merasa kebal hukum karena terus berlanjut melakukan pengolahan kayu dan penebangan kayu lainnya, selain itu mendirikan bangunan dilokasi tanah tersebut,” terangya, Senin (14/4/2025).
Masih kata Hotbin, padahal sangat jelas negara telah mengakui tanah tesebut sebagai hak milik DR Capt Anthon Sihombing yang dibuktikan dengan sertifikat hak milik. Untuk kepentingan penegakan hukum sangatlah beralasan hukum Kapolres Tapanuli Utara menangkap terlapor dan Kelompoknya ara pelaku pengrusakan agar tidak semakin banyak lagi kayu yang dirusak.
“Para terlapor juga menguasai tanah Anthon Sihombing dengan cara membangun rumah dilokasi tanah tersebut dengan bahan papan pohon milik Anton Sihombing yang dirusak/ ditebang yang berlanjut hingga saat ini bulan April 2025,” ujarnya.
Pengacara Hotbin Simaremare, SH, menambahkan, Penangkapan terhadap ara pelaku pengrusakan sangat urgen dilakukan karena apabila pohon yang dimiliki korban diatas tanah milik korban yang bersertifikat hak milik tetap dibiarkan, maka pembiaran semacam itu telah menjadi Preseden Buruk di tengah masyarakat dan dalam sejarah penegakan hukum Indonesia, serta menyuburkan niat dan perbuatan orang untuk melanggar hukum merampas hak milik orang lain.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kecelakaan tragis kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu. Seorang pengendara sepeda motor tewas seketika setelah menabrak bagian depan mobil pickup yang mendadak berhenti di tengah jalan. Peristiwa ini berlangsung pada Sabtu malam (12/4/2025) sekitar pukul 20.30 WIB, tepat di depan sebuah minimarket di Desa Kopyah, Kecamatan Anjatan. Senin (14/4)
Korban diketahui bernama Kasudin (43), warga Blok Kanem, Desa Cipedang, Kecamatan Bongas. Saat insiden berlangsung, korban sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion dengan kecepatan tinggi dari arah Patrol menuju Haurgeulis.
Berdasarkan keterangan warga dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, mobil pickup yang datang dari arah berlawanan tiba-tiba berhenti karena adanya kegiatan tahlilan warga di sekitar lokasi. Jarak yang terlalu dekat ditambah laju motor yang cukup tinggi membuat korban tidak sempat menghindar dan langsung menghantam bagian depan kendaraan tersebut.
Benturan keras membuat tubuh korban terpental dan masuk ke kolong kendaraan. Tragisnya, korban terlindas dan mengalami luka serius yang mengakibatkan kematian di tempat kejadian.
Warga yang menyaksikan kejadian itu langsung memberikan pertolongan awal dan menghubungi pihak kepolisian. Tak lama, petugas dari Polsek Anjatan bersama tim medis datang untuk melakukan evakuasi korban dan mengamankan lokasi. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Sentot, namun pihak medis memastikan korban sudah meninggal dunia sebelum sempat mendapat perawatan.
Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kapolsek Anjatan, AKP H. Rasita, SH, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Unit kami telah melakukan olah TKP dan mengamankan sopir serta kendaraan pickup guna pemeriksaan lanjutan. Kami juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi pasti peristiwa ini,” ujar AKP Rasita kepada awak media.
Ia menambahkan, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan akibat kerumunan warga, namun situasi kini telah kembali kondusif usai dilakukan pengamanan serta pengaturan oleh petugas.
Kejadian ini menjadi peringatan keras akan pentingnya kewaspadaan di jalan, baik bagi pengemudi roda dua maupun roda empat. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatan berkendara, tidak melaju dalam kecepatan tinggi, dan menghindari berhenti mendadak di jalan raya tanpa memberi isyarat yang memadai terlebih saat malam hari di area dengan pencahayaan minim.
JAKARTA.radarinformasi.com – Dewan Pers mengakui bahwa ucapan terima kasih patut diberikan kepada Polri atas pengamanan mudik dan balik Lebaran 2025 yang berjalan lancar, aman, serta nyaman. Minggu (13/4)
Ia juga menyampaikan bahwa apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian, terutama kepada yang bertugas di lapangan. Jajaran Polri telah mengorbankan waktu bersama keluarga di hari raya Idulfitri 1446 hijriah, untuk mengabdi pada negeri dengan mengamankan jalannya mudik.
“Saya Ninik Rahayu Ketua Dewan Pers ingin mengucapkan selamat kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah berhasil melakukan pengamanan, memberikan rasa aman bagi para pemudik dan arus balik kembali ke Jakarta atau ke daerah di wilayah, di 38 provinsi negara Republik Indonesia kita tercinta,” ungkap Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, Jumat (11/4/25).
Lebih lanjut diungkapkannya, lebih dari 1.300.000 pemudik melakukan perjalanan ke berbagai wilayah. Namun, pengamanan itu tak terlepas dari kontribusi yang sangat luar biasa dari jajaran aparat keamanan.
Terbukti, ujarnya, ada penurunan angka kecelakaan sampai 30%. Capaian ini tentu memberikan kontribusi yang sangat positif karena bisa menjamin keselamatan dan ketenangan para pemudik dan arus balik.
“Sekali lagi terima kasih kepada Kapolri dan seluruh jajaran teman-teman kepolisian di pusat maupun di daerah terutama yang bekerja di lapangan, di lantas ya. Selamat bekerja kembali untuk keselamatan warga masyarakat kita,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025 sebagai sebuah prestasi besar. Sebab, mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman.
Diakui Presiden Prabowo, arus kendaraan tahun ini dilaporkan lebih besar dari tahun lalu. Namun, hal itu bisa diatasi oleh Kementerian Perhubungan, Polri, TNI, dan stakeholder terkait lainnya.
“Merupakan suatu prestasi, yang dilaporkan kepada saya, arus mudik yang terbesar selama ini, lebih besar dari tahun lalu,tapi tanpa kemacetan yang berarti,” ujar Presiden, Selasa (8/4/25).
Menurut Presiden, angka kecelakaan selama periode arus mudik maupun balik Lebaran 2025 juga menurun drastis hingga 30 persen.
JAKARTA.radarinformasi.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran bersikap sigap dan menerapkan strategi jitu dalam mengawal arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. Minggu (13/4)
Menurutnya Polri tanpa lelah memastikan masyarakat dapat merayakan Hari Kemenangan bersama keluarga.
“Kerja sigap, tanpa kenal lelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengawal jalannya arus mudik dan arus balik mudik Lebaran 2025 patut kita apresiasi,” ujar Ketua Umum PP GPA Aminullah Siagian, Jumat (11/4/2025).
Ketua Umum PP GPA menuturkan kepadatan volume lalu lintas (lalin) di rute mudik dan tempat wisata memang tak bisa dihindari. Namun, Kapolri dianggap berhasil memastikan anggotanya mengambil langkah pencegahan yang maksimal.
“Dalam memperingati momen hari raya lebaran, tidak bisa di pungkiri terdapat jutaan kendaraan bergerak pada waktu yang hampir bersamaan, yang menyebabkan terjadinya kemacetan di ruas-ruas jalan utama,” ungkap Ketua Umum PP GPA.
Ia mengaku salut dengan upaya Polri mengatasi kemacetan ini. “Kami salut dengan berbagai upaya rekayasa lalu lintas dalam mengatasi kemacetan pada arus mudik dan balik lebaran tahun 2025,” sambung dia.
Meski sudah menjadi bagian tugas dan kewajiban Polri mengawal arus mudik, Ketua Umum PP GPA menuturkan polisi tetap manusia yang di hati kecilnya juga ingin merasakan berkumpul bersama keluarga di momen mudik Lebaran.
Namun mereka tetap menjalankan tugasnya siang dan malam. “Oleh karena itu, patut di acungi jempol, bahwa personel kepolisian rela bekerja tanpa pamrih dan sangat luar biasa ketika kebanyakan warga masyarakat berlebaran di kampung namun anggota polisi tidak bisa ikut berlebaran di kampung halaman karena tugas yang mereka jalankan,” ungkap dia.
Di sisi lain, Ketua Umum PP GPA menyebut Polri juga bersinergi dengan Kementerian Perhubungan dan semua. “Kami ucapkan terimakasih yang mendalam terhadap Bapak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan jajaran yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terlihat berjibaku dalam mengawal arus mudik dan arus balik Lebaran,” pungkasnya.
BOGOR.radarinformasi.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Jasinga bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan pungutan liar (pungli) bermodus permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh seorang preman pasar terhadap sopir armada angkutan di Pasar Tradisional Jasinga, Kabupaten Bogor. Aksi tersebut sebelumnya viral di media sosial TikTok pada Kamis malam, 10 April 2025. Minggu (13/4)
Kapolsek Jasinga AKP Budi Sehabudin, S.H., M.H., langsung memimpin penangkapan terhadap terduga pelaku yang terekam dalam video viral saat diduga memeras sopir angkutan. Penangkapan dilakukan pada Kamis siang, sekitar pukul 12.30 WIB, di kawasan Pasar Tradisional Jasinga, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga.
Identitas terduga pelaku diketahui berinisial MS alias RN (36), berprofesi sebagai buruh (kuli angkut) dan berdomisili di Kampung Garisul, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp50.000, tiga lembar proposal dan satu buah tas selempang.
Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah lanjutan berupa pemeriksaan saksi, interogasi terhadap terduga pelaku, serta penyusunan dokumen penyidikan. Seluruh proses berlangsung dengan aman dan terkendali, dan laporan telah disampaikan kepada pimpinan Polres Bogor.
“Kami pastikan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dengan cepat. Tidak ada tempat bagi praktik pungli, apalagi yang meresahkan masyarakat,” ujar AKP Budi.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen dalam menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat, Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, kembali melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah.
Kegiatan berbagi kali ini berlangsung di halaman Masjid Al-Karomat, Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, pada Jumat (11/4), dan dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Indramayu, AKP Suprihati Setyaningsih, yang hadir mewakili Kapolres Indramayu, AKBP Ari Setyawan Wibowo.
Sebanyak 250 nasi kotak dibagikan kepada para jemaah usai melaksanakan Salat Jumat. Aksi sosial ini menjadi bagian dari agenda rutin yang digagas Polres Indramayu sebagai bentuk empati dan kedekatan Polri terhadap warga.
Melalui Kasi Humas, Iptu Junata, Kapolres Indramayu menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan simbol rasa syukur sekaligus upaya mempererat jalinan silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat.
“Program Jumat Berkah ini akan terus kami gelar di sejumlah masjid di wilayah hukum Polres Indramayu, dengan harapan bisa memperkuat ikatan sosial dan menumbuhkan semangat saling peduli,” ujar Iptu Junata.
Ia pun berharap, bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat serta menjadi berkah bagi semua pihak yang menerima.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kapolres Indramayu, AKBP Ari Setyawan Wibowo, angkat bicara terkait insiden kericuhan warga di Polsek Cikedung pada Rabu (9/4/2025). Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan warga Desa Amis, Kecamatan Cikedung, atas keputusan polisi yang membebaskan kembali S (27), terduga pelaku pencurian. Jumat (11/4)
Menurut keterangan Kapolres, S sebelumnya diamankan oleh warga pada 7 April 2025 sekitar pukul 01.30 WIB dan diserahkan ke Polsek Cikedung. Namun, korban pencurian memilih tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum dan membuat surat pernyataan tertulis di atas materai, disertai rekaman video. Atas dasar itu, polisi memulangkan S ke keluarganya dengan ketentuan wajib lapor.
Kebijakan tersebut memicu kekecewaan warga yang kemudian mendatangi Polsek untuk mencari penjelasan. Menanggapi hal itu, Kapolres langsung turun ke lokasi guna berdialog dengan masyarakat dan pihak terkait, termasuk korban.
“Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa S bukan sekali ini saja berulah. Warga menyebut pernah kehilangan uang, gabah, hingga alat semprot di waktu berbeda, seperti pada November 2024, Januari, Maret, hingga April 2025,” ungkap Ari dalam konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (11/4/2025), didampingi Kasat Reskrim AKP Hillal Adi Imawan.
Sayangnya, rangkaian peristiwa tersebut sebelumnya tak pernah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. Oleh karena itu, Kapolres mendorong masyarakat untuk tak ragu membuat laporan agar kasus bisa diproses hukum.
Gayung bersambut, warga pun akhirnya melaporkan semua dugaan tindak pencurian yang dilakukan oleh S. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Inafis Polres Indramayu langsung diterjunkan untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan alat bukti, meski kondisi lokasi sudah berubah.
“Berkat kerjasama dan informasi dari masyarakat, akhirnya kami berhasil mengungkap bahwa S memang terlibat dalam sejumlah kasus pencurian,” ujar Ari.
S pun akhirnya diringkus polisi pada Kamis (10/4/2025) pukul 07.00 WIB di Jalur Pantura, tepatnya di wilayah Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya.
Kapolres Ari menegaskan komitmennya dalam menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat. Ia mengimbau agar warga tak segan melapor jika menjadi korban tindak kriminal, demi memastikan keadilan dan keamanan bersama.
“Insya Allah, setiap aduan dari masyarakat akan kami proses dan tindaklanjuti dengan serius,” tegasnya.