Berkesan, Syaikh Abdurrahman Al Ausy Kunjungi Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ramadan tahun ini menjadi Ramadan yang Istimewa bagi masyarakat Kabupaten Indramayu. Pasalnya Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah yang dikunjungi oleh Qori International, Imam dan Khatib Arab Saudi Syaikh Abdurrahman Al Ausy yang didampingi Ustad Yusuf Mansur dalam rangkaian safari ramadan di Indonesia. Kamis (13/3)

Kunjungan tokoh agama tersebut menjadi momen luar biasa bagi masyarakat dan Pemkab Indramayu, yang diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.

Kedatangan ulama besar ke Indramayu tersebut disambut hangat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu, Aep Surahman bersama Ketua DKM Masjid Agung Indramayu, Edi Umaedi yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati Indramayu di Pendopo Kabupaten Indramayu, Rabu (12/3/2025).

Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Indramayu menyampaikan ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada Syaikh Abdurrahman Al Ausy karena telah berkunjung ke Kabupaten Indramayu dalam agenda safari ramadan di Indonesia tahun ini bahkan berkesempatan untuk melaksanakan shalat tarawih bersama di Masjid Agung Kabupaten Indramayu.

“Kami ucapkan selamat datang, ahlan wa sahlan di Kabupaten Indramayu ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kami,” ujar Aep. 

Dalam momen bulan ramadan yang penuh berkah ini Aep mengajak masyarakat dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah SWT sehingga meningkatkan ketaqwaan semoga dapat membawa keberkahan baik bagi diri sendiri maupun bagi Kabupaten Indramayu. 

Sementara itu, Syaikh Abdurrahman Al Ausy dalam tausiyahnya usai mengimami shalat tarawih berjamaah menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua jemaah yang hadir, perjumpaan dengan masyarakat Indramayu menurutnya merupakan sebuah wasilah dalam mempererat ukhuwah Islamiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Abdurrahman Al Ausy juga mengajak para Jemaah untuk tidak bosan-bosannya berdoa guna memperoleh ridho allah dalam segala urusan termasuk mendoakan pemerintah baik itu bupati, wakil bupati, dan seluruh jajarannya di lingkungan Pemkab Indramayu sehingga dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan daerah.

“Sebuah kebaikan yang kita lakukan akan kembali terhadap diri kita, termasuk doa,” pungkasnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Tuntut Kejelasan Hak Atas Tanah, Ratusan Petani Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor BPN Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sebanyak 300 petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Indramayu, Jalan Golf No. 01, Kelurahan Lemahmekar. Mereka menuntut kejelasan hak atas lahan yang telah mereka perjuangkan selama 35 tahun pada Rabu (12/03/25).

Dalam aksi tersebut, Ketua Serikat Tani Indramayu, Bung Kring atau Mas Damuri, menyampaikan harapannya kepada Kepala BPN Indramayu, Drs. Fredy Marfin, M.Si. Ia menegaskan bahwa para petani tidak hanya sekadar meminta aspirasi mereka didengar, tetapi juga menuntut solusi konkret dari pihak BPN.

“Kami sudah berjuang bukan hanya satu atau dua tahun, tetapi lebih dari 35 tahun. Bahkan sejak zaman kakek-nenek kami. Kami datang ke sini bukan hanya untuk mempertanyakan, tetapi menuntut kejelasan. Negara membentuk BPN sebagai alat untuk menyelesaikan permasalahan agraria, bukan justru mengabaikannya,” tegas Bung Kring.

Dalam orasinya, massa juga mengkritik kinerja BPN Indramayu yang mereka nilai belum maksimal dalam menyelesaikan sengketa lahan. Mereka menuding bahwa lembaga tersebut cenderung pasif dan mandul dalam menangani masalah agraria.

“BPN disumpah untuk melayani rakyat, bukan justru membiarkan tanah-tanah kami terus diklaim tanpa kejelasan. Kami tidak ingin BPN Indramayu menjadi lembaga yang mandul! Negara seharusnya memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960,” teriak salah satu orator aksi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua BPN Indramayu, Drs. Fredy Marfin, M.Si., menyatakan bahwa pihaknya siap berkoordinasi lebih lanjut dengan para petani untuk mencari solusi terbaik.

“Kami memahami keresahan para petani. Kami akan berkoordinasi dan mencari solusi bersama terkait permasalahan ini,” ujarnya.

Meskipun demonstrasi berlangsung dengan penuh semangat, aksi ini tetap berjalan damai tanpa adanya bentrokan. Para petani berharap agar pemerintah segera mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan agraria yang telah berlangsung puluhan tahun ini.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Terkait Narapidana yang Melarikan Diri, Dirjenpas Sentuh Hati Warga Binaan Ajak Benahi Lapas Kutacane

KUTACANE.radarinformasi.com – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, meninjau langsung kondisi warga binaan Lapas Kutacane, “Mari kita benahi bersama Lapas Kutacane. Warga binaan adalah keluarga kita juga, saudara kita,” serunya saat berbicara di hadapan ratusan warga binaan di Lapas Kutacane, Selasa (11/3). Rabu (12/3)

Mashudi berdialog dan berinteraksi langsung dengan warga binaan yang berkumpul di lapangan. Ia juga menyatakan bahwa sudah mendengar semua permasalah  yang terjadi serta keluhan. Dan ia berjanji akan menindaklanjuti. “Kami mohon dukungannya untuk bapak Bupati, anggota dewan dan semua pihak yang terkait,” ucapnya.

Ajakan Mashudi bergayung sambut dengan semangat Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry. Selain mengajak warganya di Lapas Kutacane untuk terus menjalani pidana dengan baik, ia pun menghibahkan 4,1 hektar tanah untuk relokasi Lapas Kutacane agar lebih layak.

“Saya sangat prihatin ada warga binaan yang harus tidur di luar kamar hunian, karena kamar hunian yang ada tidak mencukupi. Kapasitas yang hanya untuk 100 orang, harus terisi 386 orang, over 300%. Sedangkan kekuatan petugas lenjagaannya 24 orang, 7 orang per shift,” kata Mashudi

Untuk itu Mashudi menyambut antusias hibah tanah yang suratnya telah diberikan secara resmi pada saat itu oleh Bupati Aceh Tenggara kepada  dirjenpas
“Bismillahirrohmannirohim kami sampaikan surat hibah untuk relokasi Lapas Kutacane.”

Untuk pengganggaran pembangunan baru  lapas Kutacane, Bupati  dan Dirjenpas mendorong dukungan Komisi 13 yang saat itu juga hadir langsung Jamalaudin Idham dan  Teuku Ibrahim, yang juga putra daerah Aceh.

Pada kesempatan itu juga dirjenpas Mashudi menawarkan kepada warga binaan untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Nusakambangan  yang digadang menjadi lumbung ketahanan nasional.
“Kalian akan mendapat pelatihan, dan apabila telah berproduksi  akan diberikan imbalan berupa premi, yang sebagian  akan ditabung sampai pulang bebas,” seru Mashudi.

Peternakan, budidaya ikan dan udang, pertanian serta UMKM lainnya menjadi tawaran yang disampaikan. Pun Lapas Kutacane  diharapkan ke depannya menjadi bagian dari lumbung ketahanan pangan nasional
“Tanahnya dari pak bupati,  diolah oleh warga binaan. Seperti yang saya liat sepanjang jalan banyak ladang jagung,” seloroh Mashudi yang disambut  tepuk tangan riuh warga binaan Lapas Kutacane.

Berbagai upaya terus dioptimalkan untuk menurunkan over kapasiras di lapas dan rutan. Selain mengupayakan bangunan lapas rutan yang baru, juga optimalisasi pemberian hak bersyarat  dan redistribusi warga binaan ke lapas rutan yang lebih rendah huniannya. Dirjenpas juga berharap kasus pengguna narkotika tidak harus menghuni lapas dan rutan.

Selain Lapas Kutacane. Terdapat beberapa lapas rutan lagi di Aceh yang over kapasitas lebih dari 300% dan harus segera direlokasi atau penataan ulang, antara lain Lapas Bireun (480%) Lapas Idi (600 %), Lapas Lhoksemawe (300 %)

Pelayanan makan dan layanan warga binaan lainnya tetap diberikan sesuai ketentuan. Terkait tuntutan warga binaan untuk standar makanan yang lebih baik, kepada awak media Mashudi mengatakan akan terus  mengupayakan standar  pelayanan makanan yang lebih baik.

Turut hadir juga dalam dialog dan interaksi tersebut, selain jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan wilayah, juga forkopimda Kabupaten Aceh Tenggara.

Update terakhir dari 52 orang warga binaan yang melarikan diri, sudah 21 orang yang tertangkap dan menyerahkan diri, bahkan ada keluarganya langsung yang mengantarkan mereka kembali ke lapas, tersisa 31 orang yang diharapkan segera kembali. 

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Bendungan Caplokan, Warga Indramayu Geger 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Warga Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, digemparkan oleh penemuan jasad seorang perempuan yang mengapung di Bendungan Caplokan pada Senin pagi, 10 Maret 2025. Korban diketahui berinisial A, warga Desa Karangasem, Blok Lohdoyong, Kecamatan Terisi. Rabu (12/3)

Keluarga korban melaporkan kehilangan sejak sehari sebelumnya, setelah korban tak kunjung pulang dari kebunnya yang berada di dekat sungai. Menantu korban, Dama, mengungkapkan bahwa almarhumah memiliki kebiasaan pergi ke kebun sejak pagi dan biasanya pulang sebelum siang.

“Biasanya beliau berangkat sekitar pukul 6 pagi dan pulang sebelum Dzuhur, tetapi hari itu beliau tidak kembali,” ujar Dama.

Kekhawatiran keluarga semakin meningkat ketika korban tidak juga ditemukan di sekitar kebun dan aliran sungai. Mereka pun melapor kepada aparat desa dan pihak berwenang. Menanggapi laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, Koramil, aparat desa, serta Basarnas segera melakukan pencarian intensif.

Camat Terisi, Mohamad Mulya Setiawan, menyatakan bahwa pencarian awal dilakukan di sekitar lokasi kebiasaan korban beraktivitas, namun hasilnya nihil. “Kami langsung berkoordinasi dengan Basarnas untuk memperluas pencarian, hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Bendungan Caplokan,” ungkapnya.

Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban, apakah disebabkan oleh kecelakaan atau ada faktor lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Camat Terisi turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama di musim hujan ketika debit air sungai bisa meningkat drastis. “Kami telah memasang tanda peringatan di beberapa titik rawan agar warga lebih waspada,” tambahnya.

Penemuan jasad ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan. Sementara itu, keluarga korban masih dalam suasana berduka atas kepergian almarhumah yang dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, serta pemerintah daerah dapat meningkatkan langkah-langkah pencegahan demi keselamatan warga.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Dorong Pemulihan Pascabencana, H. Sirojudin Desak DPRD Indramayu Ambil Langkah Strategis

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sebanyak 76 rumah warga di Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung. Merespons kondisi tersebut, Fraksi PDIP Kabupaten Indramayu bersama perwakilan Kementerian Sosial Jawa Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Indramayu turun langsung ke lokasi guna meninjau situasi serta memberikan bantuan kepada warga terdampak. Senin (10/3)

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, didampingi jajaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Indramayu, menyerahkan bantuan sosial berupa sembako dan pakaian. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Kuwu Pabean Ilir, Sondari, sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian terhadap warga terdampak. Namun, ia juga menyoroti pentingnya langkah strategis guna memastikan pemulihan hunian berjalan cepat dan efektif.

“Kami memberikan bantuan sembako dan pakaian, tetapi yang lebih mendesak adalah perbaikan rumah-rumah yang rusak. Oleh sebab itu, kami mendesak Komisi 2 DPRD Kabupaten Indramayu segera menggelar rapat strategis dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk merumuskan solusi konkret dalam pemulihan hunian warga,” tegas H. Sirojudin pada Sabtu (8/3/2025).

Sementara itu, Kuwu Pabean Ilir, Sondari, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Ia berharap proses distribusi bantuan dan upaya pemulihan dapat berjalan lancar serta cepat.

H. Sirojudin juga mengajak masyarakat yang terdampak untuk tetap tabah dalam menghadapi cobaan ini. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis pemulihan dapat berlangsung cepat dan efektif, sehingga warga bisa segera kembali menjalani aktivitas mereka seperti biasa.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Angin Puting Beliung Terjang Indramayu, Puluhan Rumah Rusak, Beberapa Rata dengan Tanah 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (6/3/2025) malam. Bencana ini mengakibatkan puluhan rumah rusak, bahkan beberapa di antaranya rata dengan tanah. Jumat (7/3)

Berdasarkan data pemerintah kecamatan, sebanyak 91 rumah warga terdampak. Desa Pabean Ilir menjadi wilayah dengan kerusakan terparah, dengan 61 rumah rusak, sementara 30 rumah lainnya berada di Desa Totoran.

Evakuasi dan Pemulihan Pascabencana 

Sebanyak tujuh warga kehilangan rumah mereka akibat amukan angin yang merobohkan bangunan hingga rata dengan tanah. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan relawan dikerahkan pada Jumat (7/3/2025) untuk membantu evakuasi dan pemulihan pascabencana.

Dengan menggunakan peralatan seperti gergaji mesin, petugas menyingkirkan pohon tumbang serta membantu warga menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Kapolsek Pasekan, Iptu Edi Mulyana, mengatakan bahwa evakuasi sudah dimulai sejak Kamis malam. “Pak Kapolres langsung menurunkan anggota setelah mendapat laporan angin puting beliung,” ujarnya.

Hingga kini, proses evakuasi masih berlanjut mengingat banyaknya rumah yang mengalami kerusakan parah. Sebanyak 30 personel Polri diterjunkan ke lokasi bencana untuk membantu para korban. Polres Indramayu juga mengerahkan tim kedokteran dan kesehatan untuk menangani warga yang mengalami luka maupun trauma.

Korban Luka dan Trauma 

Sedikitnya lima orang mengalami luka-luka, sementara beberapa warga, terutama lansia, mengalami trauma akibat peristiwa ini. “Ibu-ibu yang sudah sepuh kemungkinan terkejut sehingga mengalami trauma,” kata Edi.

Sementara itu, Camat Pasekan, Dedeh Nurjanah, menyatakan bahwa pemerintah kecamatan bergerak cepat dalam penanganan pascabencana. Saat ini, fokus utama adalah penanggulangan dan pemulihan. Pihaknya juga berencana mendirikan posko darurat sebagai tempat sementara bagi warga yang kehilangan rumah. “Sekarang masih dalam tahap pembangunan, kami terus berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan para korban,” ujar Dedeh.

Pemerintah dan aparat setempat terus berupaya memulihkan kondisi pasca-bencana agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Hari ke-3, Polwan Polres Bogor Dampingi Trauma Healing dan Bagikan Bantuan bagi Korban Banjir di Gunung Putri

BOGOR.radarinformasi.com – Memasuki hari ketiga pasca-banjir bandang di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, jajaran Polwan Polres Bogor bersama stakeholder terkait terus melakukan pendampingan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Selain itu, mereka juga membagikan obat-obatan, vitamin, serta takjil untuk berbuka puasa kepada warga terdampak, Jumat (7/3/2025).

Banjir bandang yang melanda Desa Bojong Kulur terjadi pada Senin (4/3/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan sungai dari arah Bekasi, yang akhirnya mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Jabodetabek.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., menginstruksikan personel Polwan untuk membantu tim medis dalam pembagian obat-obatan dan vitamin guna mencegah penyakit pasca-bencana. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan mental dan kesehatan bagi para korban, terutama anak-anak dan lansia.

Pendampingan Trauma Healing untuk Anak-Anak dan Lansia

Selain bantuan medis, Polwan Polres Bogor juga memberikan pendampingan psikososial kepada warga yang masih mengalami trauma akibat banjir bandang. Para korban, terutama anak-anak, orang dewasa, dan lansia, masih merasa ketakutan karena kondisi cuaca yang belum stabil dan kemungkinan bencana susulan.

Pendampingan dilakukan dengan cara mengajak anak-anak bermain serta berkomunikasi dengan para korban untuk mengurangi rasa cemas. Tim medis dari Urkes Polres Bogor, bersama perwakilan tenaga kesehatan dari beberapa rumah sakit di Kabupaten Bogor, turut disiagakan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat, terutama anak-anak dan lansia, agar mereka bisa kembali merasa aman dan tenang pasca-bencana. Trauma healing ini bertujuan agar mereka tidak terus-menerus dibayangi ketakutan akibat musibah yang terjadi,” ujar salah satu anggota Polwan Polres Bogor yang bertugas di lokasi.

Selain bantuan psikososial, Polwan Polres Bogor juga menyalurkan kebutuhan dasar seperti pakaian dan makanan kepada warga terdampak. Harapannya, dengan adanya pendampingan ini, para korban bisa segera pulih dari trauma dan kembali menjalani kehidupan dengan normal.

Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kapolres Bogor dan Bhayangkari Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir di Bojong Kulur

BOGOR.radarinformasi.com – Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., beserta jajaran dan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Bogor menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Kamis (6/3/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Jumat (7/3)

Bantuan tersebut diberikan secara simbolis kepada perwakilan warga dari 20 RW yang terdampak bencana. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan kain selimut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H.; Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadhilla, S.H., S.I.K.; Kabag Ops Polres Bogor AKP Nur Istiono, S.I.K.; Kapolsek Gunung Putri AKP Aulia Robby Kartika Putra, S.I.K., M.I.K.; Kasat Lantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama Ganda Permana, S.I.K.; Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Bagus Azi Lesmana, S.I.K., M.M.; Kasat Intelkam Polres Bogor AKP Willy Yulistiyo, S.I.K., M.I.K.; Kasat Binmas Polres Bogor AKP Nimrod, S.H., M.H.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terkena bencana. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan sekali, tetapi akan terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini bukan hanya diberikan hari ini, tetapi akan terus kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah di wilayah Kabupaten Bogor,” ujar AKBP Rio Wahyu Anggoro.

Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Cibungbulang Selidiki Ledakan Mercon Spiritus yang Sebabkan Korban Jiwa

BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Cibungbulang menindaklanjuti insiden ledakan mercon spiritus yang terjadi di Kampung Keroncong, Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 5 Maret 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Ledakan tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius. Kamis (6/3)

Kapolsek Cibungbulang, Kompol Heri Hermawan, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada Selasa, 4 Maret 2025, sekitar pukul 17.30 WIB. Korban, seorang anak berusia 10 tahun berinisial MA, datang ke rumah seorang saksi untuk meminta mercon spiritus yang dibuat dari kaleng susu bekas. Setelah diberikan, korban membawa mercon tersebut ke belakang rumah saksi dan menyalakannya, yang kemudian menyebabkan ledakan hebat.

Melihat kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan warga untuk menolong korban. Korban awalnya dibawa ke Klinik Mandiri terdekat, namun karena mengalami luka bakar serius, ia kemudian dirujuk ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Setelah menjalani perawatan intensif, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 5 Maret 2025, sekitar pukul 15.30 WIB.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi korban, yaitu MA bin I (10), warga Kampung Keroncong, Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, di antaranya SMS (13) dan P (46), yang merupakan warga setempat. Berdasarkan keterangan saksi, mercon spiritus yang meledak tersebut diduga milik seorang anak berinisial W (7), teman korban.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini. Selain itu, aparat kepolisian bersama TNI dan perangkat desa telah melakukan razia terhadap keberadaan mercon yang beredar di wilayah tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang. Korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga, sementara situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Tanah Longsor Sebabkan Akses Jalan ke Stasiun Batutulis Terputus

BOGOR.radarinformasi.com– Dalam sepekan terakhir, Bogor dilanda cuaca ekstrem yang mengakibatkan sejumlah bencana alam, termasuk banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor di berbagai titik. Hujan deras yang turun hampir setiap hari menyebabkan tanah menjadi labil, memperbesar risiko longsor di daerah rawan. Beberapa kawasan seperti Puncak, Tamansari, dan Bogor Selatan dilaporkan mengalami longsor dengan dampak yang cukup parah, menghambat akses transportasi dan mengancam permukiman warga. Selasa (4/3)

Salah satu bencana terbaru terjadi di kawasan Batutulis, Bogor Selatan, di mana tanah longsor kembali memutus akses jalan menuju Stasiun Batutulis dan sebaliknya. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (04/03/2025) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, menyebabkan jalan tidak dapat dilalui dari kedua arah.

Longsor terjadi tepat di bawah Patilasan Mbah Dalem, di mana sebelumnya sudah terdapat retakan yang semakin melebar. Retakan tanah yang mencapai kedalaman sekitar setengah meter ini diperparah oleh hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor sejak sore hari.

Menurut kesaksian warga, tanda-tanda longsor sudah mulai terlihat sejak pukul 23.30 WIB. “Tanah mulai retak sekitar jam 23.30 WIB, terdengar suara retakan jalan dan gemuruh,” ujar Daniel, warga Batutulis Gang Dalam. Beberapa saat kemudian, sebagian jalan ambles dan material tanah menutupi akses kendaraan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tindakan dari pihak berwenang. Warga setempat secara inisiatif menutup jalan menggunakan benda-benda dan alat seadanya untuk mencegah kendaraan melintas dan menghindari kemungkinan korban jiwa. Beberapa pengendara yang hendak melintas terpaksa mencari jalur alternatif.

Sementara itu, warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk menangani bencana ini, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga dan pengguna transportasi umum yang hendak menuju Stasiun Batutulis.

Reporter : Rizal