Diduga Pungli Masih Marak di MTs.Insan Taqwa Kota Bogor
BOGOR.radarinformsi.com-Meskipun pandemi Covid-19 masih menghantui Masyarakat, akan tetapi pendidikan tetap menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh anak bangsa, meskipun untuk saat ini pembelajaraj hanya dapat dilakukan secara online, saat akhir tahun semua Siswa-siswi yang telah menempuh ujian akan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, di situasi seperti ini banyak Orang Tua yang dipusingkan dengan mahalnya biaya pendidikan meskipun Pemerintah Pusat telah mengembar-gemborkan pendidikan gratis, akan tetapi fakta di lapangan masih banyak Pungli yang terjadi, Rabu (30/06/21).
Seperti halnya yang terjadi di MTs.Insan Takwa Kota Bogor Selatan, selain masih ada praktek jual beli LKS, di MTs ini juga Orang Tua dibebani oleh mahalnya biaya daftar ulang dan juga uang pembangunan. Padahal untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah dan sekolah negeri dilarang memungut biaya kepada para calon Peserta Didik Baru. Pungutan berupa uang seragam, uang gedung, maupun biaya lainnya yang dikaitkan dengan penerimaan Peserta Didik Baru termasuk kategori pungutan liar. Ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 21 Ayat 2 yang menyebutkan, pelaksanaan PPDB pada sekolah yang menerima biaya operasional sekolah tidak boleh memungut biaya.
Salahsatu Orang Tua yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa, “Saya bayar LKS itu mencapai Rp.150.000.00 dan selain itu juga ada biaya daftar ulang, uang gedung dan juga seragam, jujur ya di masa pandemi ini keuangan dalam keluarga tidak stabil, tapi mau gimana lagi, anak saya juga harus sekolah”.
Sementara itu, Kurniasih selaku Kepala Sekolah saat mau dikonfirmasi tidak ada di tempat, saat dihubungi via selulerpun tidak memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan.
Ini alasan Laode Mustakim Kelola BRI Link BUMDes Latugho
MUNABARAT. radar.informasi.com-Alasan Laode Mustakim, selaku Kaur Kesra Desa Latugho, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, mengelolah Agen BRI Link BUMDes karena Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) Latugho, berpotensi untuk mengelola Agen BRI Link dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya, SK kepengurusan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan SK Penunjukkan oleh Kepala Desa, Selasa (29/06/21).
Dikarenakan waktu itu Bumdes lama Desa Latugho sudah bubar, akhirnya Laode Mustakim berinisiatif untuk mengelola Agen BRI Link, atas nama BUMDes, setelah melewati berbagai proses, akhirnya disetujui dan keluarlah mesin operasi Agen BRI Link BUMDes Desa Latugho pada Desember 2020 lalu, namun sejak akhir tahun 2020 sampai sekarang belum ada/ terbentuk, kepengurusan BUMDes Latugho yang baru.
“Awal mulanya alat ini kami operasikan di Desa Latugho, namun karena kendala jaringan dan fasilitas yang minim di sana, transaksi yang berhasil kami capai tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak BRI yaitu 200 transaksi/bulan”, papar Laode Mustakim.
Lanjutnya, “Hal ini kita lakukan untuk menyelamatkan agar alat ini tidak ditarik kembali oleh pihak BRI, karena target transaksi yang tidak tercapai maka alat ini kami operasikan di Kelurahan Wamelai sampai BUMDes Latugho terbentuk kepengurusannya, saya pinjam pake bukan untuk saya miliki pribadi, andai sudah terbentuk kepengurusan BUMDes Latugho, biar sekarang saya serahkan ke BUMDes Latugho”.
“Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola masyarakat dan Pemerintahan Desa dengan upaya perekonomian desa dan bentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Maka pada saat itu, dapat persetujuan dari Masyarakat setempat, ini juga atas sepengetahuan Kepala Desa Latugho, saya langsung menyelesaikan persyaratan untuk mendapatkan BRI Link BUMDes, walaupun menggunakan dana pribadi, tujuan saya hanya menyelamatkan BRI Link BUMDes, perlu di garis bawahi bukan untuk saya miliki pribadi, andai BUMDes sudah terbentuk kepengurusannya, tanpa diminta saya antar sekarang juga”, jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa Latugho mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan membentuk kepengurusan BUMDes agar tidak disalah artikan oleh Masyarakat, tentang pinjam pakai BRI Link BUMDes Latugho.
Kerjasama Pemerintah dan Kementerian Kominfo dibutuhkan dalam Pembangunan Base Transceiver Station
BOGOR.radar.informasi.com-Pemerintah fokus menyelesaikan pembangunan Base Transceiver Station di seluruh wilayah terdepan, tertinggal dan terpencil (3T), khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur tersisa 421 BTS yang ditargetkan rampung tahun 2022. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate percepatan pembangunan itu bisa dilakukan dengan dukungan penuh pemerintah daerah.
“Ada 421 BTS untuk 421 desa yang akan diselesaikan pada tahun 2021 ini, dan tahun depan 2022. Saya harapkan ini bisa dilakukan akselerasi sehingga lebih cepat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan BTS dan Program Literasi Digital di Provinsi NTT, di Hotel Aston Kupang,Senin (28/06/2021).
Menurut Menteri Johnny, pembangunan BTS membutuhkan koordinasi yang baik antara Kementerian Kominfo dan pemerintah daerah, terutama berkaitan dengan penyediaan lahan yang sesuai dengan rencana pembangunan daerah.
“Mengapa itu, karena BTS gak bisa dibangun di langit, BTS juga tidak bisa dibangun di dasar laut atau di air, dia bisa dibangun di lahan, di darat, di tanah. Ini penting sekali agar koordinasi Kominfo dengan pemerintah daerah memastikan tersedianya lahan dengan koordinat yang tepat, yang dibutuhkan untuk pembangunan dan pengembangan desa, kecamatan dan kabupaten,” jelasnya.
Menkominfo menegaskan pembangunan BTS perlu diselaraskan dengan encana pembangunan daerah agar coverage sinyal telekomunikasi dan internet dapat mendukung pencapaian target pembangunan daerah secara optimal.
“Yang saya harapkan sekarang kita sama-sama menentukan titiknya, yang sejalan dengan rencana pembangunan daerah agar di wilayah di mana ada coverage sinyalnya, di situlah nanti pemukiman masyarakat, di situlah nanti kantor layanan pemerintahan, disitulah nanti sekolah-sekolah dan kegiatan-kegiatan lainnya,” tegasnya.
Oleh karena itu, Menurut Menteri Johnny mengharapkan agar penyediaan lahan untuk pembangunan BTS berada di lokasi yang dekat dengan pemukiman, sarana pendidikan dan pelayanan masyarakat. Hal itu diperlukan agar tidak lagi beredar informasi siswa maupun guru harus naik ke gunung untuk mencari akses sinyal internet.
“Kepala desa mau rapat streaming, video conferencecall naik pohon, jangan sampai lagi. Kita perlu sama dan sejalan, itulah gunanya rapat koordinasi kita hari ini untuk menentukan di mana titik-titiknya, sehingga pembangunan dan BTS itu berdampak panjang sejalan dan seirama, searah dengan pembangunan wilayah, aktifitas masyarakat sendiri ada di sana, itu penting sekali,” ungkapnya.
Kepada Gubernur NTT, Bupati dan Walikota se-NTT yang hadir dalam Rapat Koordinasi tersebut, Menkominfo mengimbau dan mengajak pemerintah daerah untuk memanfaatkan infrastruktur TIK. Bahkan dengan penyediaan akses telekomunikasi di wilayah yang kini blankspot, diharapkan akan mendukung transformasi digital di NTT.
“Saya tidak berharap nanti ada lagi wilayah kegiatan masyarakat yang blankspot, jadi akan dibangun 421 BTS ini satu titik awal lompatan dan fondasi transformasi digital, migrasi aktifitas masyarakat Nusa Tenggara Timur dan aktifitas ruang fisik ke aktifitas ruang-ruang digital,” ujarnya.
Selain membangun BTS di seluruh wilayah NTT, Menteri Johnny menjelaskan pemerintah daerah juga perlu menyiapkan talenta digital yang memadai.
“Talenta digital di Nusa Tenggara Timur akan dan harus menjadi lompatan raksasa kita agar setara dengan saudara dan sahabat sebangsa dan tentunya tetangga kita,” tandasnya.
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan, rapat koordinasi yang dihadiri langsung oleh Menteri Kominfo Johnny G. Plate memberikan energi positif dan semangat bagi masyarakat NTT dan pemerintah daerah untuk bekerja dan mengejar ketertinggalan.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur sangat bergembira dan bahagia hari ini, karena kehadiran Pak Menteri dan seluruh pejabat hadir di provinsi di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Gubernur NTT menjelaskan bahwa rapat koordinasi untuk kecepatan pembangunan BTS di NTT itu merupakan sebuah wujud lompatan budaya kerja.
“Banyak yang bilang ini karena Covid-19, apapun alasannya, tapi sebelum pantang kerja dari manusia dengan peradaban baru, itu kita mampu meraih seluruh mimpi-mimpi kita, dan karenanya Nusa Tenggara Timur sedang menyiapkan secara serius,” jelasnya
Kepada kepala daerah se-Provinsi NTT, Gubernur Viktor menegaskan dengan dibangunnya infrastruktur TIK secara serius oleh Kementerian Kominfo perlu disambut dan dimanfaatkan dengan baik.
“Kalau Pak Menteri dengan jajaran sudah bekerja luar biasa, Direktur BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) untuk Infrastrukturnya membangun hebat di NTT, tapi kalau sumber daya manusianya tidak ada di desa, semata-mata membangun jalan tapi tidak ada manfaat apa-apa,” imbuhnya.
Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan BTS dan Program Literasi Digital di Provinsi NTT, dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah. Kegiatan juga berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo Bambang Nugroho merinci pembangunan BTS lokasi baru sebanyak 421 di Provinsi NTT.
“BTS 4G tersebut akan dibangun di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 24 lokasi, Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 66 lokasi, Kabupaten Alor sebanyak 33 lokasi, Kabupaten Ende sebanyak 59 lokasi, Kabupaten Kupang sebanyak 24 lokasi,” ujarnya.
Kemudian, di daerah lain mencakup Kabupaten Lembata sebanyak 31 lokasi, Kabupaten Nagekeo 1 lokasi, Kabupaten Rote Ndao 15 lokasi, dan Kabupaten Sabu Raijua 3 lokasi.
“Juga di Kabupaten Sumba Tengah sebanyak 21 lokasi, Kabupaten Sumba Timur sebanyak 89 lokasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 15 lokasi, Kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak 4 lokasi, Kabupaten Manggarai sebanyak 31 lokasi, Kabupaten Sumba Barat sebanyak 4 lokasi, dan Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 1 lokasi,” paparnya.
Direktur Infrastruktur BAKTI Kominfo menegaskan sampai saat ini, pembangunan BTS 4G di NTT sudah mencapai tahap ready for construction (RFC).
“Sudah 82 titik yang saat ini statusnya RFC. Diperkirakan pada rentang September hingga November tahun 2021 ini semua sudah akan on-air,” tutur Bambang Nugroho,” Pungkasnya.
Untuk Mencetak Generasi Cerdas dimasa Pandemi, Peran Orangtua dan Guru sangat dibutuhkan
BOGOR.radar.informasi.com – Pembukaan tahun ajaran baru 2021/2022 sudah mulai dibuka, semua pihak yang terkait dengan proses pendidikan sedang sibuk menyiapkan terobosan baru, mulai dari media pembelajaran, metode pembelajaran dan sistem pendidikan terbaik, mengingat pandemi Covid-19 masih menjadi momok yang menakutkan, proses belajarpun masih mengandalkan Gadget, Selasa (22/06/21).
Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, Gadget menempati urutan pertama dalam proses belajar dan mengajar, bahkan bagi yang memiliki Putra dan Putri yang masih mengenyam Pendidikan Dasar dan Menengah, peran serta Orangtua dan Guru sangat berpengaruh dalam mencerdaskan anak bangsa.
Guru harus mampu membuat soal berbasis Teknologi Informasi dan Orangtua dipaksa untuk lebih ektra dalam pendampingan putra -putrinya. Begitu pula dengan Siswa-siswi SMPN 3 Ciomas, Kabupaten Bogor -Jawa Barat, sekolah yang baru berdiri selama 5 tahun tersebut sudah mengalami masa pandemi, hal itu tentu saja menjadi beban berat bagi Orangtua maupun Guru, kerjasama yang harmonis antar keduanya sangat diharapkan.
Ajeng Sulastri selaku Kepala Sekolah terus melakukan upaya agar dimasa pandemi ini Siswa-siswinya tetap dapat belajar, baik secara Daring maupun Luring.
“Allhamdulilah, selama 5 tahun saya menjadi Kepala Sekolah disini, perkembangan demi perkembangan terus meningkat, jumlah Muridpun sudah mencapai 1000, hanya saja dimasa pandemi, ada sisi lain yang harus diperhatikan, mulai kemungkinan efek belajar dari rumah secara psikologis, bagi anak, Orangtua dan juga Guru. Rasa bosan, stress, menggampangkan sesuatu dan pribadi individualis”, ujar Ajeng Sulastri.
Masih menurutnya, “Saya juga selalu mengingatkan kepada Guru, apabila ada Murid yang tidak mengerjakan soal, kita terus ingatkan, baik kepada Orangtuanya ataupun Murid itu sendiri, saya berharap pandemi bukan halangan untuk belajar meskipun hanya bisa secara Online”.
“Peran serta Orangtua dan Guru sangat berpengaruh dalam pembelajaran seperti saat ini, kita saling mendukung biar anak-anak tetap bisa belajar bagaimanapun caranya”, pungkasnya.
PGRI Fasilitasi Tenaga Guru Honorer untuk Pembekalan Seleksi Pendaftaran Calon ASN PPPK
BOGOR.radar.informasi.com – Seleksi Guru Honorer yang akan dijadikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan program kebijakan perhatian Pemerintah dalam upaya mengatasi masalah kekurangan Guru Pendidik yang ada didaerah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) merancang secara Resmi Program Pengadaan 1juta Guru Pendidik untuk Tahun sekarang agar para Guru Pengajar bisa merata didaerah, Senin (21/06/21).
Oleh karena itu, Pemerintah juga menginstruksikan kepada Kepala Deaerah agar para Guru Honorer yang mengajar selama belasan tahun, supaya mereka ikut serta dalam seleksi Pendaftaran Calon PPPK tersebut. Gagasan program baik ini pun mendapat sambutan hangat para Pengajar Guru Pendidik Honorer, karena selama ini mereka tidak pernah diperhatikan penghasilannya dan kesejahteraannya yang tidak menentu, biarpun diri mereka sudah relatif cukup lama mengajar, mengabdi di kancah Dunia Pendidikan.
Menanggapi keluhan para Guru Pendidik Honoer, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor dan PGRI Cabang Ciawi merasa prihatin dan tergugah ingin mengupayakan, memperjuangkan nasib para Pengajar Guru Honoer tersebut. Dengan membuka kesempatan latihan Pembekalan dalam mengikuti tes Seleksi Calon PPPK pada akhir Bulan nanti.
Rangkaian Program Pembekalan Seleksi Pendaftaran bagi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) digelar diruang Gedung SMP PGRI Desa Banjar Wangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor Jawa Barat, pada Sabtu (19/06/2021)dan dihadiri oleh Ketua Pengawas Koordinator Layanan Pendidik (Koryandik) Mustopa, Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Bogor Ojat Sudrajat, Ketua PGRI Cabang Ciawi Wawan Setiawan, para Pengurus PGRI Cabang Ciawi dan 120 orang Peserta Calon Pendaftar PPPK lainnya.
Pengurus PGRI Kabupaten Bogor Ojat Sudrajat menerangkan, “Bahwa PGRI Kabupaten Bogor akan terus berupaya memperjuangkan nasib Para Guru Honoer agar nantinya mereka bisa lolos dalam mengikuti Tes Seleksi PPPK, maka Pengurus PGRI Kabupaten Bogor bersama dengan PGRI Cabang Ciawi mengadakan Pembekalan bagi Para Calon Guru Honorer yang mau ikut dalam seleksi, untuk diangkat menjadi Pegawai PPPK, tentunya mereka harus diberikan latihan dan perbekalan terlebih dahulu agar mereka tidak kaku menghadapi Tes Soal yang diberikan pada mereka”.
Adapun syarat untuk mengikuti PPPK ini tidak ditentukan masa usianya, yang penting usianya 35 tahun ke atas, tidak seperti Calon PNS usianya dibatasi antara 25 tahun sampai 35 tahun, apabila Calon Guru Honoer tidak lulus dalam tes tersebut, ga usah kuatir, karena ada 3 tahap dalam ikut tes seleksi, karena pembukaan seleksi akan berlaku mulai pada Bulan Agustus, September dan Desember untuk tahun ini, sedangkan kouta yang diberikan oleh Pemerintah untuk Kabupaten Bogor Sebanyak 1500 Kuota, untuk Pengangkatan Calon PPPK Guru Pendidik Honoer tersebut”, ungkapnya.
Masih menurutnya, “Dengan pembekalan dan latihan ini, diharapkan bisa memberi dorongan dan semangat pada mereka dan juga mudah-mudahan mereka semuanya lolos dalam seleksi nanti supaya mereka bisa sejahtera dan terakomodir mendapatkan gaji setara dengan PNS”.
Sementara itu, Wawan Setiawan Ketua Pengurus PGRI Cabang Ciawi memaparkan bahwa, Dengan adanya program dari Pemerintah mengenai mengangkat Guru Honorer dijadikan PPPK, saya menyambut gembira dan mengucapkan sangat berterima kasih pada Pemerintah bahwa di tahun 2021 semua Guru Honoer yang ada dilingkungan Ciawi diberi kesempatan mengikuti tes seleksi Pendaftaraan Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)”.
“Ini suatu kebijakan yang adil, karena selama ini untuk di wilayah lingkungan Ciawi khususnya masih membutuhkan Tenaga Guru Pengajar, baik itu di SD maupun di SMP, karena niat untuk menjadi Guru Honorer orang tidak mau, karena kesejahteraannya lebih kecil dibandingkan dengan PNS, dengan adanya pengangkatan Guru Honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mudah-mudahan penghasilan dan kesejahteraan mereka lebih meningkat lagi”, pungkasnya.
Wisuda TPQ Al.Muslimah dihadiri Kepala Desa Marobea
MUNABARAT.radar.informasi.com – Dengan ditutupnya Kurikulum Pendidikan Taman Kanak-kanak tahun ajaran 2020/2021, sudah hal biasa dan lazim diadakan kegiatan pelepasan dan perpisahan anak-anak didik Paud TPQ Al. Muslimah yang berlokasi di Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, Sabtu (19/06/21).
Acara yang dihadiri oleh seluruh Siswa – siswi, Orang Tua, para staf Pengajar, Kepala Desa dan juga BPD ini berjalan aman dan tertib serta menjalankan protokoler kesehatan. Muslimin Salim,SP.d atau yang akrab disapa Cak Imin dalam sambutannya mengatakan bahwa usia dini merupakan usia emas sehingga pendidikan dasar sangat dibutuhkan.
“Pada masa ini seorang anak diperkenalkan dengan berbagai macam fakta di lingkungannya untuk membantu perkembangan kepribadian baik itu psikomotor, kognitif maupun sosialnya. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis, dalam pembangunan sumberdaya manusia khususnya di Desa Marobea”, ujarnya.
Ia menegaskan bahwa, “Disinilah peranan Guru dan Orang Tua sangat diperlukan, saya juga menghibau kepada pihak sekolah Paud TPQ Muslimah mempunyai segala keterbatasan sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar agar terus memberikan pengajaraan yang terbaik, agar menghasikan lulusan yang berkualitas. Anak didik yang ditamatkan hari ini adalah calon pemimpin dimasa yang akan datang didalam melanjutkan estafet kepemimpinan”.
“Saya juga menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para Guru Paud TPQ Al.Muslimah yang dengan sabar dan iklhas didalam mendidik anak-anak usia dini yang telah kami titipkan di Paud TPQ Al. Muslimah. Saya juga mengucapkan selamat kepada para siswa siswi yang lulus, saya ucapkan selamat bagi Siswa-siswi didik yang telah lulus, semoga ilmu yang didapat dan kebiasan-kebiasaan yang baik yang diajarkan di sekolah bisa diteruskan di rumah dan di jenjang pendidikan selanjutnnya”, paparnya.
“Saya juga menyampaikan pesan kepada Wali Murid agar jangan menuntut atau memaksakan anak paud agar menjadi pintar, tetapi di masa-masa ini marilah kita memberikan pembelajaran pembentukan karakter anak-anak usia dini, biarkan mereka belajar sambil bermain, yang terpenting anak-anak itu hidup bahagia. Kami dari Pemerintah Desa menyadari masih banyak kekurangan sarana dan prasarana penunjang Paud, maka dari itu kami berkomitmen untuk mengalokasikan kebutuhan Paud melalui DD pada setiap tahun anggaran . Selain itu juga saya menyampaikan ditahun ajaran 2020 – 2021 ini kami akan menyerahkan bantuan pengadaan Baju Seragam gratis bagi Siswa- siswi yang akan menyekolahkan anaknnya di Paud TPQ Desa Marobea. Ini adalah sebgai bentuk Realisasi Visi-Misi Desa Marobea dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dalam melahirkan SDM yang Unggul dan Berdaya Saing”, tutupnya.
Dalam Giat Rutin Siraman Rohani, Kajari Indramayu Imbau Pegawai Laksanakan Tugas Sebagai Ibadah
INDRAMAYU.radar.informasi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu rutin lakukan siraman rohani, giat tersebut dilaksanakan Jum’at lalu di aula Dermayu yang terletak di lingkungan kantor Kejari. Rencananya, setiap 2 minggu sekali pada hari Jum’at pagi seluruh Pegawai Kejari Indramayu mendapat siraman rohani, usai itu, melakukan olahraga untuk menyegarkan badan, setelahnya, bisa kembali melakukan rutinitas pekerjaan.
Hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Indramayu Denny Achmad kepada Wartawan melalui pesan aplikasi, Senin, 14/6/2021. Ia menghimbau kepada para pegawainya agar selalu bersyukur terhadap karunia yang diberikan oleh Allah SWT dan senantiasa melaksanakan tugas sebagai ibadah.
Terpisah, hal senada diucapkan Kajari, Kasubagbin Zulfikar menyampaikan, kegiatan siraman rohani merupakan salah satu agenda rutin bulanan sebagai implementasi peningkatan iman dan taqwa.
Sebagaimana diamanatkan dalam Tri Krama Adhyaksa, dimana segenap Insan Adhyaksa harus selalu berpedoman kepada Satya (kesetian), Adhy (kesempurnaan dalam bertugas) serta Wicaksana (bijaksana dalam tutur dan tingkah laku) yang seluruhnya berunsur utama kepada Tuhan YME.
“Dengan kegiatan Siraman Rohani ini diharapkan seluruh Pegawai Kejari Indramayu selalu mendasari tugas dan tanggungjawabnya atas kehendak dan ridho Tuhan YME, karena wujud syukur yang paling utama adalah ketika seluruh perbuatan kita didasari atas ridho Allah SWT/Tuhan.” ucapnya.
Ketua PGRI Cabang Ciawi memberikan Parsel Sembako untuk 50 Penjaga SD
BOGOR.radar.informasi.com – Sebagai bentuk rasa memiliiki itakad dan niat yang tulus sebagai jiwa sosial yang tinggi, Ketua PGRI dan Pengurus PGRI Cabang Ciawi memberikan Parsel sembako menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, yang jatuh pada hari Kamis,Tanggal 14 Mei 2021 M mendatang, bertepatan Tahun Islam 1432 H, Selasa (11/05/21).
Pemberian parsel Sambako ini bertujuan untuk membahagiakan para Penjaga SD yang ada dilngkungan Kordinator Layanan Pendidikan Ciawi, agar mereka bisa merasakan pemberian dari Pemerintah Daerah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diambil dari Badan Amil Zakat dan Sodakoh (Badzis) Kabupaten Bogor yang dikumpulkan oleh para Anggota PGRI Cabang Ciawi.
Kegiatan pembagian parsal sembako ini diadakan di ruangan Aula kordinator layanan Pendidikan Ciawi, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor – Jawa Barat pada Senin (10/05/2021) dan dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang PGRI Ciawi, Wawan Setiawan, para Pengurus PGRI Cabang Ciawi, Penasehat dan Pengawas Cabang Ciawi dan para Penjaga SD lainnya.
Ketua Pengurus PGRI Cabang Ciawi Wawan Setiawan, menjelaskan, “Dengan adanya pemberian parsel sembako ini, tiada lain hanya untuk membantu Para Penjaga SD yang ada dilingkungan Dinas Pendidikan Ciawi, agar mereka merasakan kebahagiaan pada saat menjelang hari Kemenangan Idul Fitri, pemberian ini diambil dari para Anggota PGRI Ciawi,yang disalurkan melalu Zakat Fitrah”.
“Dengan Kepengurusan PGRI baru, saya beserta dengan Pengurus PGRI bersepakat ingin berbagai pada para Penjaga SD, biarpun nilainya ga seberapa, tapi tetep saya beritikad dengan tulus dengan bentuk rasa sosial ingin memberikan bingkisan lebaran buat para Penjaga SD, yang mengabdi pada lingkungan Pendidikan Ciawi ini”, tuturnya.
Wawan juga berharap dengan adanya Bantuan parsel sembako yang diberikan kepada 50 orang Penjaga SD tersebut, mudah – mudahan bisa bermanfaat pada keluarga mereka, dengan harapan agar PGRI Cabang Ciawi Peduli dan berjiwa sosial, bisa saling bersinergi, kompak dan saling menjaga Kerukunan, silaturohmi tetap terjaga sesama anggota dan PGRI cabang Ciawi makin terus jaya selamanya”, pungkasnya.
HIPMA mulai Lakukan Kegiatan Keagamaan di Bulan Suci Ramadhan
MUNA BARAT.radar.informasi.com – Bertempat di balai pertemuan Desa Marobea Himpunan Mahasiswa ( Hipma) Marobea bekerjasama dengan Pemerintah Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupten Muna Barat, melaksanakan kegiatan keagamaan, dalam mengisi momentum Bulan Suci Ramadhan. Pembukaan Kegiatan ini dihadiri Oleh Wakil Ketua BPD Desa Marobea, Perangkat Desa, para Ketua Rt/Rw, Tim Pengerak PKK, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan dan Tokoh Pemuda, Rabu (28/04/21).
Kegiatan keagaaman ini bertajuk, “Gebyar Ramadhan”, dengan jenis kegiatan yang diperlombakan adalah Lomba Hafalan Surat – surat Pendek untuk Tingkat TK, SD dan SMP, Lomba Ceramah Agama Tingkat SMP dan SMA dan Lomba Adzan Tingkat SMP dan SMA.
“Adapun yang menjadi Tujuan dari Pelaksanaan ini adalah untuk melahirkan generasi – generasi yang religius di Desa Marobea dan salahsatu ruang untuk menumbuh kembangkan minat dan bakat anak – anak usia dini maupun remaja. Selain itu juga melalui kegiatan Gebyar Ramadhan ini dapat menyemarakan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT”, ucap Ketua Hipma Desa Marobea yang Akrab disapa Bung Sadam Husein.
Didalam mmberikan sambutannya, Kepala Desa Marobea sangat Mmberikan Apresiasi yang sebesar – besarnya kepada Hipma Desa Marobea sehingga kegiatan Gebyar Ramadhan ini bisa dilaksanakan.
“Kegiatan ini tentunnya sangat bermanfaat, dimana dengan adanya kegiatan ini sangat memotivasi anak usia dini agar mencintai Al. Qur’an dan sebagai ajang latihan untuk tampil didepan umum, selain itu pula kgiatan ini dapat memberdayakan kreativitas anak dan melihat potensi yang dimiliki anak – anak Usia Dini dan Remaja”, ujar Kades.
Masih menurutnya, “Sehingga Harapan mewujudkan generasi yang gemilang akan dapat terwujud sesuai dengan Tema kegiatannya . Kegiatan perlombaan ini benar – benar sangat diminati oleh para anak – anak usia dini dan remaja, dimana jumlah total pendaftarnnya adalah 85 orang dari semua jenis kgiatan yang diperlombakan, kegiatan Gebyar Ramadhan adalah Perdana dilaksanakan di Desa Marobea dan akan menjadi kegiatan Wajib/Rutinitas pada saat Bulan Suci Ramadhan di tahun – tahun berikutnnya”.
“Saya juga mnyampaikan kepada Para Dewan Juri agar benar – benar profesional dalam memberikan penilaian sehingga juara yang dilahirkan ini memiliki kualitas dan dapat membanggakan Desa Marobea, ketika ada Kegiatan Lomba keagamaan di tingkat kecamatan/kabupaten, yang akan menjadi Juara 1 pada Setiap Kegiatan yang akan diperlombakan ini , secara otomatis akan mewakili Desa Marobea ditingkat kecamatan /Kabupaten ketika ada Lomba Keagamaan. Sebagai bentuk partisipasi Pemerintah Desa Marobea dalam kegiatan ini, kami juga menyampaikan untuk memberikan Sumbangan Hadiah Sebesar Rp.1.000.000.00, tentu ini sebagai bentuk motivasi kepada generasi – generasi penerus Desa Marobea, terkhusus anak usia dini untuk lebih giat lagi belajar mengaji dan menekuni keagamaan sejak dari sekarang”, tutupnya.
Di Awal Ramadhan, Ketua Hipma Kunjungi Kepala Desa Marobea
MUNA BARAT.radar.informasi.com – Hari pertama bulan suci Ramadhan, Kepala desa Marobea mendapat kunjungan dari Ketua Himpunan Mahasiswa ( HIPMA ), dalam kunjungan tersebut di sambut dengan baik oleh Kepala Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, Muslimin Salim S.Pd. yang akrab disapa (Cak Imin), Selasa (13/04/21).
Adapun tujuan dari kunjungan tersebut tak lain adalah sebagai salahsatu persiapan pelantikan Ketua Pengurus Hipma Desa Marobea periode 2021 – 2022, hal tersebut ditegaskan oleh Cak Imin. Masih menurutnya, “Program kerja Hipma Desa Marobea yang akan disinergikan dengan program Pemerintah Desa, juga pelaksanaan lomba kegiatan keagamaan tingkat Anak – anak usia dini, yang akan di selenggarakan oleh Hipma Desa Marobea dalam mengisi momen Bulan suci Ramadhan 1442 H”.
“Saya atas nama Pemerintah Desa Marobea sangat mengapresiasi apa yang menjadi program – program dari Hipma Desa Marobea, semoga sinergitas antara Pemerintah Desa dan Hipma akan selalu terbangun, terutama dalam hal mewujudkan nawacita Pemerintah Desa Marobea”, pungkasnya.