Gaji Dua Bulan Tak dibayar, Direktur PT. Alpha EMS tantang Pekerja Adukan ke Depnaker

Gaji Dua Bulan Tak dibayar, Direktur PT. Alpha EMS tantang Pekerja Adukan ke Depnaker

JAKARTA.radar.informasi.com – PT.Alpha EMS yang berkantor pusat di Jalan Wijaya IX no.21 Rt.02/05 Melawai Kebayoran Baru Jakarta selatan, merupakan salahsatu perusahaan Cash Management di Indonesia yang bergerak dalam bidang jasa, khusus pengisian uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM), akan tetapi dalam perusahaan tersebut masalah demi masalah tak kunjung usai sejak resmi terbentuk di akhir februari 2019 lalu, Selasa (01/06/21).

Diantaranya pelanggaran aturan ketenagakerjaan, terkait upah pokok yang tidak sesuai dan upah lembur yang tidak sesuai perhitungannya, tidak sampai disitu saja, ketidakikutan pekerja dalam jaminan sosial, baik dalam BPJS ketenagakerjaan maupun BPJS kesehatan dan status pekerja kontrak yang berkepanjangan, belum lagi pembayaran gaji yang tidak pernah tepat waktu sesuai perjanjian kontrak kerja. Budi Lestono selaku Direktur PT.Alpha EMS saat hendak dikonfirmasi menunjukkan sikap arogan dan seolah tidak memperdulikan nasib para pekerja.

Hal tersebut bukan sekali terjadi, bahkan saat gaji pekerja selama dua bulan belum dibayarkan, pihak perusahaan malah tanpa ada pemberitahuan mengangkut semua barang – barang dengan alasan untuk pengamanan aset dan kontrak tempat sudah habis, tentu saja hal tersebut membuat para pekerja kesal karena selama ini belum ada kejelasan terkait dua (2) bulan gaji mereka yang blum di bayarkan.

Para pekerja mengadukan hal tersebut kepada Lembaga Pelayanan Konsumen Indonesia Nusantara (LPKIN), sebagai bukti keseriusan pihak LPKIN mendatangi pihak perusahaan dan mengawal para pekerja, namun sangat disayangkan pihak perusahaan tidak bisa menentukan kapan gaji karyawan akan dibayarkan, Budi hanya mengatakan sedang diusahakan.

“Saya tidak bisa menentukan kapan saya akan bayar, ini sedang kami usahakan, kalau mau adukan saja sana ke Depnaker, saya ga peduli”, ucapnya dengan arogan.

Sangat disayangkan, seharusnya hal tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang Direktur Perusahaan, Ia harusnya menanggapi dengan kepala dingin terhadap tuntutan karyawan bukan malah bersikap arogan.

“Kita sebagai Karyawan hanya menuntut hak kita, karena selama ini tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan, kita sudah dua bulan tidak di bayar, bahkan kita dikeluarkan sebelah pihak tanpa ada pesangon, sedangkan kita kan sudah bekerja selama dua tahun lebih”, ujar Jamal.

Masih menurutnya, “Sekarang mereka malah bawain barang – barang mau pindah, terus bagaimana dengan nasib kami, harus kemana kami meminta hak kami, kami juga punya keluarga”.

Red

Kabid Dinsos Kota Bogor : Beras Merk Cahaya Berkah Kualitasnya Parah…!!!

Kabid Dinsos Kota Bogor : Beras Merk Cahaya Berkah Kualitasnya Parah…!!!

BOGOR.radar.informasi.com – Dengan banyak bermunculannya berita terkait beras yang dikembalikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program penyaluran BPNT di Agen E-warung Indro, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat – Kota Bogor, akhirnya Kepala Bidang Dinas Sosial Sumartini, angkat bicara, dalam percakapan lewat Whatshaap Senin (31/05/21), Ia mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan beras yang di suplay oleh PT. Aam Artha Prima tersebut, Selasa (01/06/21).

Dalam pesan singkatnya Ia mengatakan, bahwa dirinya telah mendatangi Agen E-warung Indro dan mengecek kualitas dari beras tersebut, namun untuk hasil belum dapat ditentukan karena masih menunggu hasil evaluasi.

” Oh tadi saya bersama tim ngecek, konfirmasi tentang beras, tadi saya sudah ambil sampel beras yang perbaikan, belum bisa diambil kesimpulan, nanti beberapa hari ke depan ada evaluasi kegiatan berdasarkan hasil temuan ditiap – tiap E-warong, nanti saya kabari ya hasil rapat Tim Tikor TK Kota nanti”, jelas Sumartini.

Saat disinggung terkait beras merk Ikan Lele Super yang belum ada ijin edarnya, Ia mengatakan, “Yang bulan ini malah kembali ke beras merk Cahaya Berkah lagi, seingat saya PT.Aam pakai merk Cahaya Berkah pas bulan Maret April, Iya yang merk Cahaya Berkah parah kualitasnya”.

“Untuk beras Ikan Lele Super, dari hasil pemeriksaan Dinas Ketahanan Pangan sudah masuk kategori Premium, akan tetapi belum memilik ijin edar, kita sudah tegur pada rapat Tim Tikor dengan Polresta Bogor”, pungkasnya.

Miris memang, beras merk Ikan Lele Super yang dikeluarkan oleh PT.Aam Prima Artha dan sudah masuk kategori premium akan tetapi KPM mengatakan bahwa untuk mendapatkan nasi yang bagus harus dicampur dengan beras yang bagus terlebih dahulu, bahkan ditemukan adanya Kutu beras didalam karung.

Reporter : DP

PT.Aam Prima Artha Sangkal Beras Merk Ikan Lele Super di Agen E-warung Indro bukan Miliknya

PT.Aam Prima Artha Sangkal Beras Merk Ikan Lele Super di Agen E-warung Indro bukan Miliknya

BOGOR – radar.informasi.com – Ada yang janggal dari penyaluran Bantuan Langsung Non Tunai (BPNT) yang disalurkan di Agen E-warung Indro, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat – Kota Bogor, pasalnya pada saat penyaluran, Sabtu (29/05/21), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya menerima lima (5) komoditi, diantaranya Telur, Buah, Ayam, Kacang Ijo dan Buah Pear, Minggu (30/05/21).

Salahsatu Warga mengatakan bahwa, “Ya kita belum terima berasnya karena beras dikembalikan lagi soalnya kualitasnya kurang bagus, ini bukan yang pertama kalinya ya, ini udah sering terjadi, maknya kita kesal”.

Warga tersebut juga menunjukkan beras yang Ia terima sebelum bulan puasa yang bermerk “Ikan Lele Super”, “Beras ini saya dapat sebelum bulan puasa, sampai sekarang masih ada karena pas masak saya oplos dengan beras yang bagus, soalnya kalau ga dicampur rasanya ga enak, Allhamdulillah pak RT disini cepat tanggap, kemarin juga pak RT yang menolak beras tersebut”.

Berbeda dengan apa yang di ucapkan oleh Indro selaku Agen E-warung, “Betul bu KPM belum mendapatkan beras, soalnya kemarin berasnya jelek dan saya kembalikan lagi, selama 7 bulan saya menjadi Agen saya selalu ambil komoditi dari PT.Aam Prima Artha, baru bulan ini karungnya ganti, tadinya beras merk Ikan Lele Super”.

Saat dikonfirmasi via telpon Ucu selaku Direktur Operasional PT.Aam Prima Artha mengatakan bahwa, “Beras yang gambar lele itu bukan dari kami, kalau masalah beras yang ditolak warga/agen, kita akan ganti dan kita sudah ganti”.

Dengan adanya kejadian ini perlu dipertanyakan fungsi dan tugas TKSK diduga tidak maksimal, terlihat dari beras yang baru bulan ini terdaftar dalam Kementan, karena sebelumnya beras yang digunakan merk Ikan Lele Super yang diduga tidak ada ijin edarnya.

Reporter : DP

E-warung Bambang kembali Salurkan BPNT bagi Warga Terdampak Covid-19

E-warung Bambang kembali Salurkan BPNT bagi Warga Terdampak Covid-19

BOGOR.radar.informasi.com – E-warung Bambang, Kelurahan Mekar Wangi Kecamatan Tanah Sareal – Kota Bogor, kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai bagi Masyarakat terdampak covid-19, untuk menghindari adanya kerumunan, pihak E-warung menjadwalkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, tak lupa juga masker wajib di pakai oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Sabtu (29/05/21).

Enam (6) komoditi yang disalurkan meliputi karbohidrat, protein, nabati dan juga hewani dengan rincian, beras 10 kg, telur 15 butir, daging ayam 1/2 kg, buah 4 biji, tahu dan juga sayuran, tentu saja dengan turunnya sembako BPNT yang diberikan dalam waktu dua (2) bulan ini dapat mengurangi beban Masyarakat yang terdampak.

Salahsatu Warga juga mengatakan bantuan ini sangat bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari – hari, mengingat saat ini aktifitas dan kegiatan warga sangat terbatas, secara otomatis banyak berpengaruh dalam hal perekonomian.

Sementara itu Bambang selaku Pemilik E-warung menjelaskan bahwa, “Untuk hari ini kita menyalurkan BPNT sebanyak 309 KPM dan tiap KPM mendapatkan sembako untuk dua (2) bulan, nah untuk besok BPNT Perluasan sebanyak 311 KPM, Allhamdulillah semua berjalan lancar, aman dan tertib, KPM pun mengikuti jadwal yang telah kita tentukan, sehingga kerumunan dapat kita hindari”.

Reporter : Dewi

Selain dikolektifkan, diduga Ada Pungutan Rp.20.000.00 saat Penyaluran BPNT di E-Warung Budi

Selain dikolektifkan, diduga Ada Pungutan Rp.20.000.00 saat Penyaluran BPNT di E-Warung Budi

BOGOR.radar.informadi.com – Program Bantuan Sosial Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi perbincangan hangat untuk saat ini, terutama setelah wabah pandemi Covid-19 mulai merebak dan menjadi momok yang menakutkan di kalangan Masyarakat dunia termasuk juga di Indonesia, tentu saja hal tersebut menjadi penyebab turunnya roda perekonomian, karena semua gerak – gerik dibatasi untuk mencegah penularan yang signifikan, maka untuk membantu Masyarakat lemah Pemerintah Pusat menurunkan berbagai bantuan untuk meringankan beban yang ada di Masyarakat, salahsatunya program BPNT, Jum’at (28/05/21).

Program BPNT ini merupakan program bantuan dalam bentuk uang tunai yang dapat di tukarkan dengan sembako dan digesekkan di agen E-warung, pihak Bank pun sudah menunjuk E-warung atas rekom Kades/Lurah dengan kriteria yang telah ditetapkan. Namun sangat disayangkan, adanya program BPNT ini malah banyak dimanfaatkan oleh segelintir Oknum yang berusaha memperkaya diri sendiri ataupun memanfaatkan moment ini sebagai ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan sebanyak – banyaknya.

Seperti halnya yang terjadi di Kelurahan Semplak, Bogor Barat – Kota Bogor, dimana untuk mendapatkan KPM berbagai cara dilakukan oleh pihak agen E-warung, persaingan bisnis mulai tercium tidak sehat, berbagai upaya penggiringan KPM dilakukan dengan berbagai cara, bahkan dengan terang – terangan ada sebagian Oknum Kader yang secara sengaja mengkolektifkan KKS untuk digesekkan di E-warung dan dikenakan biaya sebesar Rp.20.000.00, hal tersebut tentu saja menyalahi aturan yang berlaku.

Seperti halnya yang dituturkan oleh salahsatu Ketua RW, “Waktu itu saya nanya ke sodara yang dapat BPNT, kenapa paket sembakonya ga diambil, sodara saya jawab bahwa KKS nya udah diambil oleh Kader (R) dan diminta biaya Rp.20.000.00 untuk digesekkan di E-warung milik Budi”.

“Ada sebagian KPM yang kartunya dikolektifkan dan dikenakan biaya untuk di gesek di E-warung Budi”, tegas RW tersebut.

Akan tetapi Budi selaku pemilik E-warung menyangkal keras hal tersebut, dengan tegas dia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyuruh orangnya atau Kader untuk mengkolektifkan kartu.

Sementara itu, TKSK Bogor Barat, Eneng via telpon menjelaskan bahwa, “Atas aduan dari Warga terkait pengkolektifan kartu saya sudah melakukan sidak bersama Kasi Kemas Kecamatan, nanti setelah selesai penyaluran kita akan panggil pemilik agen E-warung, kita juga selalu mensosialisasikan agar kartu jangan dikolektifkan”.

Deni selaku Lurah Kelurahan Semplak saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Ia akan memamggil semua pihak yang terlibat, apabila terbukti melakukan kesalahan akan menindak tegas dan melakukan pembekuan ke agenannya.

Red

TKSK Bogor Timur Bungkam dengan Permasalahan BPNT di Wilayahnya

TKSK Bogor Timur Bungkam dengan Permasalahan BPNT di Wilayahnya

BOGOR.radar.informasi.com – Dengan munculnya pemberitaan Online yang berjudul “Diduga kurangnya Pantaun dari TKSK, Agen E-warung Diman Permainkan Harga Komoditi dalam BPNT”, Dede Sugandi selaku Lurah Sindangrasa Kota Bogor angkat bicara, dengan tegas Ia membantah terkait kebenaran berita tersebut, Jum’at (28/05/21).

Dalam percakapan melalui seluler Dede mengatakan agar pihak Awak Media langsung datang ke Agen E-warung Diman, Ia juga menjelaskan bahwa masih dalam hal kewajaran saat Agen E-warung mengambil keuntungan tanpa harus berpatok kepada Agen lain dalam penentuan harga, yang berhak komplain dalam masalah harga adalah KPM sendiri.

“Versi kami sampai saat ini para penerima manfaat BPNT mengambil ke Agen E-warung maupun Agen Diman tidak ada yang komplain, kami menyimpulkan bahwa para penerima itu sudah sangat mengerti dengan komoditas kualitas barang maupun dengan harga maaing – masing komodistas”, jelas Dede.

Masih menurutnya, “Kami belum konfirmasi ke Agen Diman, kalau ada permainan apalagi menaikan harga apalagi diluar kewajaran maupun ketentuan saya tidak akan diamkan, namun andai dalam batas kewajaran sesuai pagu dan kewajaran bisnis itu haknya agen karena sudah barang tentu agen pastinya cari untung layaknya usaha dan bisnis pada umumnya, kami chek dan konfirmasi kepada Agen Diman”.

Saat disinggung terkait adanya perbedaan harga dengan Agen lain dan yang ada di pasaran, Dede Sugandi juga menegaskan bahwa transparan para pihak penerima dibaca dipahami dan barang tentu mengerti dengan daftar harga maupun komoditas tersebut terpampang jelas, apakah ada ketentuan komoditas barang maupun harga harus sama rata standar ketentuanya, kami belum baca itu”.

Sementara itu Agus selaku TKSK Bogor Timur saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban apapun sampai berita ini ditayangkan.

Red

Diduga kurangnya Pantaun dari TKSK, Agen E-warung Diman Permainkan Harga Komoditi dalam BPNT

Diduga kurangnya Pantaun dari TKSK, Agen E-warung Diman Permainkan Harga Komoditi dalam BPNT

BOGOR.radar.informasi.com – Carut marut dalam penyaluran program bantuan dari Pemerintah banyak terjadi, mulai dari pengurangan jumlah komoditi, harga di Agen E-warung lebih mahal dibandingkan harga pasaran, komoditi yang dipaketkan hingga kualitas dari komoditi yang banyak diselewengkan oleh para Oknum Agen E-warung maupun Suplier, sangat disayangkan pula permasalahan – permasalahan tersebut hingga saat ini masih banyak ditemukan, himbauan dari Pemerintah ataupun Kemensos agar sesuai dengan Pedum masih banyak diabaikan, Kamis (27/05/21).

Hal tersebut terjadi pula di Agen E-warung Diman milik Undang, Kelurahan Sindangrasa Kota Bogor, dalam penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan selama dua hari dan untuk dua bulan tersebut banyak terjadi kejanggalan, pasalnya Agen E-warung Diman tidak menggunakan jasa suplier dalam pemenuhan komoditi, akan tetapi memanfaatkan kearifan lokal sesuai dengan Pedum BPNT, namun kearifan lokal yang dipaparkan oleh Undang tidak sesuai, beras sendiri Ia ambil dari Cianjur sedangkan komoditi lainnya diambil dari Pasar TU Kota Bogor.

Kearifan lokal seperti apa yang dimaksud…??? Hal tersebut tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan di Masyarakat. Saat tim radar.informasi menyambangi Agen E-warung tersebut, Undang selaku pemilik menjelaskan bahwa, “Saya sudah biasa berbisnis dan berdagang, jadi untuk masalah harga saya sudah kroscek ke lapangan, wajar kan namanya orang dagang mencari keuntungan, saya sengaja tidak menggunakan jasa Suplier karena sesuai aturan dengan memanfaatkan kearifan lokal, saya modal kepercayaan saja dengan rekan – rekan bisnis di luar sana”.

Saat disinggung terkait adanya beberapa KKS yang dikolektif dengan tegas Ia mengelak, “Ini bukan di kolektif akan tetapi Warga hanya menitipkan kepada pak RW, kalau masalah memberi upah ya wajar kan itung – itung ongkos ojeg”.

“Saya juga sudah memberikan sosialisasi kepada KPM agar tidak mengkolektifkan kartu, kalau kaya begini sih, cuma nitip bukan kolektif”, sanggahnya tanpa rasa bersalah.

Miris memang, apa yang telah dituangkan dalam Pedum besar dugaan tak dihiraukan, banyak permainan dan terdapat indikasi meraup keuntungan besar dengan adanya program dari Pemerintah dimasa pandemi Covid-19 ini, banyaknya Oknum yang bermain seharusnya menjadi perhatian khusus baik untuk TKSK sebagai tenaga Pengawas juga Pemerintah setempat.

Anehnya lagi di Kelurahan tersebut jumlah KPM mencapai kurang lebih 700 KPM, akan tetapi hanya terdapat dua Agen E-warung, secangakan dalam peraturan satu Agen E-warung harusnya maksimal 250 KPM.

Reporter : Dewi Pelangi

Peranan Perempuan dalam Menerapkan Spirit Berkebangsaan dalam Bermasyarakat

Peranan Perempuan dalam Menerapkan Spirit Berkebangsaan dalam Bermasyarakat

INDRAMAYU.radar.informasi.com – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Ono Surono mengadakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI dengan mengambil tema, Peran Perempuan dalam Menerapkan Spirit dan Nilai – nilai 4 Pilar Kebangsaan di Masyarakat.
Acara diadakan di Aula Hotel Wiwi Perkasa, Kelurahan Karanganyar Kabupaten Indramayu, Rabu (26/05/2021).

Hadir dalam acara tersebut Setyowati Anggraini Saputro ketua TP PKK Kabupaten Indramayu, Ketua Rumah Aspirasi Ono Surono (Raos) Umar Sekar Radic  didampingi para pengurus serta peserta Wanita – wanita Indramayu.

Menurut Ono Surono tugas konstitusional dari seorang anggota MPR RI adalah mensosialisasikan Pancasila UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Yang dititik beratkan kepada Pancasila yang menjadi ideologi yang membumi ideologi yang bekerja.

“Terkait dengan Indramayu khususnya masih banyak problem yang mendasar seperti Pendidikan Kesehatan, dan ini sangat membutuhkan  peranan ibu ibu apabila mereka punya keperdulian”, ucapnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu Anggraini merasa bersyukur PKK bisa diundang dan dilibatkan dalam kegiatan dan ini merupakan hal yang baru.

“Saya tidak ingin PKK hanya sebatas pelengkap saja, PKK harus aktif dalam semua kegiatan yang diadakan oleh dinas, kami akan adakan program kerja yang terarah biar PKK bisa berperan aktif dalam semua kegiatan”, pungkasnya.

Reporter       : Selamet Hidayat
Reporter       : Dewi Pelangi

Penyaluran BPNT di E-warung Janwar Arifin mengutamakan Kepuasan KPM

Penyaluran BPNT di E-warung Janwar Arifin mengutamakan Kepuasan KPM

BOGOR.radar.informasi.com – Masyarakat Kelurahan Semplak, Kecamtan Bogor Barat – Kota Bogor tampak sumringah saat menerima Bantuan Non Tunai Pangan yang disalurkan lewat E-Warung Janwar Arifin, komoditi yang sudah ditetapkan sesuai dengan Pedum tersebut dapat diserap oleh Masyarakat dengan aman, tertib dan lancar pada Rabu (26/05/21).

Tak lupa dimasa pandemi Covid-19, dalam pengambilannya pihak E-warung ataupun Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tetap mengikuti protokoler kesehatan, handsanitazer dan air untuk mencuci tangan tampak disiapkan dipintu masuk, KPM pun wajib menggunakan masker dan dilarang berkerumun saat pengambilan.

Selain itu untuk menjaga keamananan, Babhinmas dan Babhinsa juga tampak ikut mengawasi jalannya penyaluran, pihak TKSK juga tak bosan mengingatkan kepada agen E-warung untuk menyediakan komoditi yang meliputi nabati, hewani, protein dan juga karbohidrat sesuai ketentuan Pedum, tentu saja dengan tetap mengutamakan kualitas dari semua komoditi tersebut.

“Untuk wilayah Bogor Barat, komoditi mecakup 6 jenis, mulai dari beras, telur, daging ayam, buah dan tahu/tempe ataupun sayuran, intinya harus sesuai yang telah ditetapkan Pedum ya, jangan sampai KPM kecewa karena kualitas dari komoditi yang tidak sesuai, saya selaku TKSK menghimbau kepada E-warung maupun suplier untuk mengutamakan kualitas dari komoditi yang Masyarakat terima”, ujar Eneng Sutiarsih selaku TKSK Bogor Barat.

Masih menurutnya, “Saya akan pantau setiap agen E-warung untuk memastikan komoditi yang diterima Masyarakat, selain itu juga saya akan bantu apabila ada KPM yang kartunya mengalami masalah, misalnya kartu zonk, rusak ataupun hilang”.

“Semoga dengan adanya BPNT ini dapat meringankan beban Masyarakat dimasa pandemi Covid-19, untuk ke depannya mudah – mudahan KPM dapat yang terbaik dan terus bertambah baik dalam penerimaan komoditi”, pungkasnya.

Reporter : Dewi

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III SULTRA (buton) turun langsung ke Lapangan

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III SULTRA (buton) turun langsung ke Lapangan

MUNA BARAT.radar.informasi.com – Melalui program Padat Karya Revitalisasi Drainase, Kementrian PUPR Provinsi Sulawesi Tenggara, turun langsung ke lapangan guna memantau lanjutan pekerjan pemasangan derainase, PPK 3.3 Ruas Bts. Kota Raha – Tondasi, yang beralokasi di Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat – Sulawesi Tenggara, Rabu (26/05/21).

Menurut Lukas Barthimeus, ST. Msi. selaku PPK 3.3 Ruas Bts. Kota Raha – Tondasi mengatakan, “Guna mengantisipasi air yang tergenang di lingkungan masyarakat, terkait pekerjaan yang telah dikerjakan oleh PUPR melalui Padat Karya, karena bulan lalu mengakibatkan ada salahsatu rumah terendam banjir di halaman rumah warga dikarenakan tidak adanya saluran pembuangan”.

Masih lanjutnya, “Sambungan pekerjaan ini, tentu masih dilanjutkan guna menjaga rumah warga supaya tidak ada genangan air di halaman rumah atas permohonan masyarakat ke saya, amat sangat diharapkan sambungan pekerjaan drainase untuk mengantisipasi air tergenang dihalaman rumah warga”.

“Saya akan laporkan dulu kepada Atasan, mudah – mudahan diterima keluhan warga, kalau diterima, Isyahallah bulan Juli 2021 akan mulai dilanjutkan sekalian di upayakan decker untuk membagi air di alirkan ke sungai, saya juga berharap adanya kesadaran masyarakat untuk bisa bekerjasama demi lancarnya pekerjaan ini. Saya juga sudah menyampaikan langsung kepada Kepala Desa Marobea, Muslimin Salim, S. Pd. agar bisa bekerjasama kepada Kades tetangga, agar air drainase dilanjutkan, tembus jatuh ke jembatan desa tetangga”, pungkas PPK Lukas Barthimeus, ST., Msi.

Reporter : Laode Abubakar
Redaktur : Dewi Pelangi