Diskominfo Indramayu Gelar Forum Konsultasi Publik, Usulkan 13 Standar Pelayanan Gratis

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) secara daring pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menyerap masukan, saran, dan evaluasi dari para pemangku kepentingan terhadap pelayanan yang diselenggarakan Diskominfo Indramayu.

Pelaksanaan FKP tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 19 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik di Lingkungan Instansi Pemerintah. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan yang adil, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, menegaskan bahwa forum konsultasi publik menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi dan dialog antara penyelenggara pelayanan dengan masyarakat sebagai pengguna layanan.

“Pelaksanaan forum konsultasi publik ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui komunikasi dan dialog antara penyelenggara pelayanan dengan pengguna layanan serta para pemangku kepentingan,” ujar H. Suwenda.

Menurutnya, pelayanan publik di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian perlu terus dievaluasi dan disempurnakan. Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Indramayu, Erni Heriningsih, dalam pemaparannya menyampaikan rencana pengembangan standar pelayanan publik di lingkungan Diskominfo. Dari sebelumnya terdapat tujuh jenis pelayanan, Diskominfo Indramayu mengusulkan pengembangan menjadi 13 standar pelayanan yang seluruhnya diberikan secara gratis atau tanpa dipungut biaya.

Khusus di lingkungan sekretariat, terdapat empat standar pelayanan yang ditawarkan. Di antaranya pemanfaatan aula rapat dan Indramayu Command Center (ICC), serta layanan penerimaan mahasiswa atau pelajar untuk kegiatan magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Untuk layanan magang dan PKL, Diskominfo Indramayu kini memfasilitasinya secara terintegrasi melalui aplikasi Semanis Madu (Sistem Manajemen Informasi Magang Terpadu). Sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pengelolaan dan pelayanan bagi peserta magang maupun PKL.

Forum kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel interaktif dan penyampaian berbagai masukan dari peserta. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam penyempurnaan standar dan kualitas pelayanan publik Diskominfo Kabupaten Indramayu.

Diskominfo Kabupaten Indramayu berharap berbagai masukan dan kesepakatan yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang konkret. Dengan demikian, pengembangan pelayanan Diskominfo ke depan diharapkan semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Jalan Sehat HUT ke-81 RI di Rambatan Wetan, Pemuda Didorong Jadi Penggerak Desa

INDRAMAYU.radarinformasi.com –
Suasana meriah terasa di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang. Sejak pagi, halaman Balai Desa dipenuhi warga yang antusias mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang digagas para pemuda desa tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.

Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin hadir sekaligus melepas peserta jalan sehat. Kehadirannya semakin menambah semarak kegiatan yang diikuti anak-anak, pemuda, hingga masyarakat dewasa.

Salah satu momen penting ditandai dengan penyerahan pataka secara simbolis dari Kuwu Rambatan Wetan, Tarjuki, kepada perwakilan pemuda desa. Penyerahan tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus amanah agar generasi muda turut mengambil peran dalam pembangunan desa.

Dalam sambutannya, Syaefudin menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam berbagai kegiatan pembangunan. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi peserta, tetapi harus mampu tampil sebagai penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendukung program dan kegiatan yang ada di Rambatan Wetan. Kami dukung penuh pemuda-pemudi agar mampu berdampingan dan menjadi garda depan pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga mengajak pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga menjaga kekompakan dan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

Syaefudin mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur. Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting, termasuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara baik.

Antusiasme warga semakin tinggi dengan adanya pembagian kupon berhadiah. Beragam hadiah, mulai dari mesin cuci, sepeda listrik, kulkas, televisi hingga peralatan rumah tangga, disiapkan untuk peserta.

Kuwu Rambatan Wetan Tarjuki berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus melahirkan berbagai aktivitas positif di desa.

“Kegiatan Agustusan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan dan meneruskan semangat perjuangan mereka dalam kehidupan kita sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, memaknai kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui upacara maupun perlombaan. Di lingkungan desa, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui gotong royong, menjaga kebersihan, mempererat persaudaraan, serta memberikan kesempatan kepada pemuda untuk turut menentukan arah masa depan desa.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari kebersamaan masyarakat dalam mendukung terwujudnya Indramayu REANG.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Aksi Bersih Sungai Sindupraja, Semangat Beberes Dermayu Kian Digelorakan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Semangat menjaga kebersihan lingkungan terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama masyarakat. Salah satunya melalui aksi bersih-bersih di kawasan Sungai Sindupraja, Jalan Raya Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan Beberes Dermayu, sebuah gerakan gotong royong yang mendorong pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pembenahan lingkungan melalui aksi nyata.

Aksi kebersihan itu turut dihadiri Wakil Menteri Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq, jajaran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat sekitar.

Hanif mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pembiasaan korve atau kegiatan bersih-bersih lingkungan sebelum memulai aktivitas kedinasan.

“Kami melaksanakan arahan Presiden untuk melakukan korve lapangan, minimal setengah jam sebelum masuk kantor. Gerakan ini penting untuk membangun kebiasaan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Hanif, kepedulian terhadap kebersihan harus dibangun secara berkelanjutan dan dimulai dari lingkungan terdekat. Hal itu dinilai penting bagi Indramayu yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan mangga, serta sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional.

Ia menilai, potensi tersebut perlu diiringi dengan kondisi lingkungan yang bersih dan tertata agar pembangunan sektor pangan berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, kita dapat terus menjaga kebersihan dan mewujudkan lingkungan Indramayu yang semakin bersih,” tuturnya.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana, menyambut positif gerakan tersebut. Menurutnya, Beberes Dermayu merupakan semangat bersama untuk melakukan pembenahan di berbagai bidang melalui gerakan yuh bareng-bareng.

“Beberes Dermayu mengajak kita bersama-sama membenahi Indramayu, salah satunya melalui pembenahan kebersihan lingkungan,” ungkap Aan.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar gerakan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus dipertahankan.

Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, mengatakan aksi tersebut menjadi langkah konkret dalam menjaga kebersihan serta fungsi sungai. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

“Kami terus mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke sungai. Aksi hari ini menjadi momentum untuk membangun kepedulian dan membiasakan perilaku hidup bersih,” tegasnya.

Gerakan Beberes Dermayu juga sejalan dengan visi Indramayu REANG yang mencakup Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong. Nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dengan gerakan tersebut, Beberes Dermayu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, aksi bersih lingkungan diharapkan tumbuh menjadi budaya bersama, dimulai dari kesadaran setiap individu dan lingkungan terdekat.

Yuh, Beberes Dermayu. Mulai dari diri sendiri, mulai dari lingkungan sekitar, dan mulai dari sekarang.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Wamen Pangan Tinjau Penyaluran Bantuan Beras dan Penguatan Ekonomi Desa di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upaya menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui program Bantuan Pangan Beras yang menyasar masyarakat penerima manfaat.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Balai Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kamis (18/8/2026), bertepatan dengan kunjungan Wakil Menteri Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, ke Kabupaten Indramayu.

Dalam agenda tersebut, Hanif juga mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener. Kedua kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Hanif mengatakan, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan inflasi, khususnya komoditas pangan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Tugas kita adalah menstabilkan harga pangan melalui berbagai kebijakan,” ujarnya.

Menurut Hanif, kebijakan pangan harus mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan kebutuhan masyarakat dengan kesejahteraan petani. Para petani, kata dia, perlu memperoleh harga yang layak atas hasil produksi mereka.

Dengan demikian, stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya beras dengan harga terjangkau, tetapi juga memastikan petani sebagai produsen mendapatkan manfaat ekonomi yang memadai.

Pj. Sekda Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana, menyambut positif kunjungan pemerintah pusat tersebut. Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga ketahanan serta stabilitas pangan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Menteri Pangan ke Indramayu. Kami berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu, Apip Wijaya, mengungkapkan bahwa program Bantuan Pangan Beras periode Juli, Agustus, dan September 2026 menyasar sekitar 317.133 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 317 desa pada 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Program tersebut sebelumnya telah diluncurkan Bupati Indramayu di Desa Terusan pada 14 Agustus 2026. Khusus penyaluran di Desa Lobener Lor, tercatat sebanyak 584 penerima manfaat.

Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras setiap bulan. Dengan demikian, selama periode tiga bulan, total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai 30 kilogram beras.

“Selain memastikan penyaluran bantuan, Bulog juga terus menjaga ketersediaan beras, mendorong kebutuhan beras tetap aman,” tutur Apip.

Selain penyaluran bantuan pangan, kunjungan Wamen Pangan ke KDKMP Desa Rambatan Kulon menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan ekonomi berbasis desa.

Koperasi desa diharapkan mampu menjadi wadah penggerak kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus bagian dari ekosistem pangan yang terintegrasi mulai dari tingkat desa.

Sebagai salah satu daerah sentra produksi padi nasional, ketahanan pangan bagi Indramayu tidak sebatas memastikan ketersediaan beras. Aspek kesejahteraan petani, stabilitas harga, serta penguatan ekonomi masyarakat desa juga menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemkab Indramayu, Bulog, koperasi, dan masyarakat, penguatan ketahanan pangan diharapkan dapat terus berkembang hingga ke tingkat desa.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Pelantikan DPC PERPADI Indramayu, Dorong Hilirisasi dan Modernisasi Penggilingan Padi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Indramayu periode 2023–2028 resmi dikukuhkan. Prosesi pelantikan berlangsung di Birubhi Cafe and Resto, Sabtu (22/8/2026).

Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin bersama jajaran Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu. Pengurus baru dilantik oleh Ketua DPD PERPADI Jawa Barat yang diwakili Ketua III Bidang Organisasi, H. Fuad.

Dalam sambutannya, Syaefudin menegaskan pentingnya peran PERPADI dalam memperkuat industri perberasan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, sebagai salah satu daerah lumbung pangan, Indramayu tidak seharusnya hanya menjadi pemasok gabah atau bahan mentah. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui proses hilirisasi agar hasil pertanian memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Jangan sampai daerah yang menjadi salah satu lumbung pangan hanya menjadi pemasok bahan mentah,” kata Syaefudin.

Ia menambahkan, Pemkab Indramayu siap membangun sinergi dengan PERPADI untuk mendorong pengembangan industri penggilingan padi yang modern, efisien, dan mampu bersaing. Di sisi lain, peningkatan kesejahteraan petani serta keterjangkauan harga beras bagi masyarakat tetap menjadi perhatian.

Ketua III Bidang Organisasi DPD PERPADI Jawa Barat, H. Fuad, juga meminta kepengurusan PERPADI Indramayu memperkuat kerja sama dengan pemerintah, petani, masyarakat, dan Perum BULOG.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki pengelolaan pascapanen, sekaligus memastikan hasil produksi petani dapat terserap secara optimal.

Sementara itu, Ketua DPC PERPADI Indramayu Oktavian Gatra Barbehen Sagala mengatakan, keberadaan PERPADI bukan semata-mata sebagai wadah pelaku usaha penggilingan padi dan beras. Organisasi tersebut juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan.

Gatra turut mendorong percepatan modernisasi teknologi penggilingan melalui revitalisasi Rice Milling Unit (RMU). Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kehilangan hasil panen, meningkatkan mutu produksi, serta memperkuat daya saing beras asal Indramayu.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPC PERPADI Indramayu diharapkan semakin aktif menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan sektor perberasan, meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah hingga nasional.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika.

Peneliti BRIN Hadiri Forum Penjaga Mimpi di Timothy Integrated Farm Simalungun

SIMALUNGUN.radarinformasi.com – Upaya memperkuat pemahaman mengenai hubungan manusia, budaya, dan lingkungan menjadi salah satu pembahasan dalam forum Penjaga Mimpi yang digelar di Timothy Integrated Farm (TIF), Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, 22–23 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang sedang menjalankan penelitian lapangan mengenai kosmologi ekologis Batak Toba di Lumban Ambarita Sihaporas.

Forum Penjaga Mimpi menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, karya, cerita, serta gagasan yang berkaitan dengan kehidupan dan lingkungan. Kehadiran peneliti BRIN dalam kegiatan itu mempertemukan perspektif penelitian dengan praktik dan pengalaman yang berkembang di tengah masyarakat.

Timothy Integrated Farm sendiri dikembangkan oleh Richard Ambarita, yang akrab disapa Pak Timo. Kawasan tersebut selama ini diarahkan sebagai ruang pembelajaran yang mengangkat berbagai aspek, mulai dari pertanian, alam, budaya hingga kehidupan masyarakat.

Keberadaan TIF juga memiliki keterkaitan dengan isu ekologis yang menjadi perhatian dalam penelitian BRIN. Praktik pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari gambaran mengenai hubungan manusia dengan alam serta upaya membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, kawasan Sihaporas yang berada di wilayah Simalungun menjadi salah satu lokasi penelitian terkait kosmologi ekologis Batak Toba. Kajian tersebut turut melihat keterkaitan antara nilai budaya, kehidupan masyarakat, dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan komunitas setempat.

Melalui forum seperti Penjaga Mimpi, pertukaran pengetahuan antara peneliti, masyarakat, dan pegiat lingkungan diharapkan dapat membuka perspektif baru mengenai pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

Reporter : Andika

Tim BRIN Telusuri Jejak Kosmologi Ekologis Batak Toba di Sihaporas

SIMALUNGUN.radarinformasi.com – Upaya mendokumentasikan warisan budaya masyarakat adat Batak Toba terus dilakukan melalui penelitian lapangan. Kali ini, tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian di Huta Lumban Ambarita, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Penelitian yang berlangsung selama 10 hari, sejak 20 hingga 29 Agustus 2026, tersebut mengangkat tema Kosmologi Ekologis Batak Toba: Kajian Etnografi dan Ekosastra terhadap Sastra Lisan Masyarakat Adat Lumban Ambarita.

Kajian ini menjadi bagian dari skema hibah riset BRIN yang berfokus pada pendokumentasian serta analisis hubungan antara pandangan kosmologis, lingkungan alam, dan sastra lisan yang berkembang di tengah masyarakat adat Batak Toba.

Penelitian dipimpin Yeni Yulianti, S.S., M.A., dari Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN. Ia didampingi Erwin Syahputra Kembaren, S.S., M.Hum., dan Natal P. Sitanggang, S.S., M.Hum. Sementara itu, Dr. Kristiawan Indriyanto, S.S., M.Hum. dari Universitas Prima Indonesia serta Desri Maria Sumbayak, S.S., M.Hum., TESOL dari Universitas Sumatera Utara terlibat sebagai kolaborator.

Menelusuri Warisan Leluhur

Sihaporas dikenal sebagai salah satu komunitas masyarakat Batak Toba yang masih mempertahankan berbagai warisan leluhur. Sejarah komunitas tersebut dikaitkan dengan perjalanan Ompu Mamontang Laut Ambarita yang disebut menyeberangi Danau Toba dari Pulau Samosir sekitar abad ke-19.

Huta Lumban Ambarita kemudian berkembang menjadi salah satu pusat kehidupan kebudayaan masyarakat setempat. Berbagai tradisi dan ritual adat tetap dipelihara serta diwariskan antargenerasi sebagai bagian dari identitas komunitas.

Dalam penelitian tersebut, tetua adat Opung Moris Ambarita menjadi salah satu narasumber kunci. Ia diketahui masih menjalankan ritual adat Partukkoan, yakni tradisi penghormatan terhadap leluhur penjaga kampung yang diwariskan secara turun-temurun dari Ompu Mamontang Laut Ambarita.

Tradisi tersebut telah diwariskan hingga 11 generasi di Sihaporas. Selain Partukkoan, Opung Moris juga berperan dalam menjaga keberlangsungan sejumlah ritual adat lainnya yang memiliki waktu dan tujuan berbeda dalam kehidupan masyarakat.

Sastra Lisan dan Hubungan dengan Alam

Pendekatan etnografi dan ekosastra digunakan tim peneliti untuk menggali sekaligus mendokumentasikan kekayaan sastra lisan masyarakat adat. Materi yang dikaji antara lain umpasa, tuturan dalam ritual, hingga berbagai narasi kosmologis.

Beragam tradisi lisan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kebudayaan, tetapi juga menggambarkan cara masyarakat memandang hubungan antara manusia, alam, dan leluhur.

Penelitian ini dinilai penting di tengah perubahan sosial dan lingkungan yang berlangsung cepat. Dokumentasi terhadap sastra lisan diharapkan dapat membantu menjaga keberadaan pengetahuan dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Sumber Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN

Andika

Bupati Lucky Hakim Tutup MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Indramayu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Selasa (18/8/2026).

Mengusung tema “Membuka Pintu Kesempatan, Menjemput Harapan”, penutupan MPLS menjadi momentum bagi para siswa untuk melanjutkan proses pendidikan dengan semangat belajar serta mempersiapkan diri meraih masa depan yang lebih baik.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, kehadiran SRT 1 Kabupaten Indramayu merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Menurutnya, kondisi ekonomi bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih masa depan. Kesempatan memperoleh pendidikan, kerja keras, kemauan belajar, dan semangat untuk maju menjadi modal penting untuk mengubah kehidupan.

“Sekolah Rakyat ini harus aman dan nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai ada perundungan, kekerasan. Kalau ada apa-apa jangan sungkan, cerita sama gurunya,” tegas Lucky.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga fasilitas serta pemenuhan kebutuhan gizi bagi para siswa. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

SRT 1 Indramayu Miliki 370 Siswa

Saat ini, SRT 1 Kabupaten Indramayu tercatat memiliki 370 siswa, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa rintisan.

Sebanyak 270 siswa baru tersebut meliputi 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Sementara 100 siswa rintisan terdiri atas 50 siswa jenjang SD dan 50 siswa jenjang SMP.

Kepala SRT 1 Kabupaten Indramayu, Mardiani, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Indramayu.

“Dibutuhkan sinergi, dukungan, dan kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya Pemkab, sehingga cita-cita untuk memberikan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan dapat terwujud, serta mencetak generasi Indramayu yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki masa depan yang gemilang,” katanya.

Mardiani juga mengingatkan para siswa bahwa berakhirnya MPLS bukan berarti berakhirnya proses belajar. Para siswa diharapkan terus meningkatkan kemampuan, membangun karakter, menjaga kedisiplinan, serta saling mendukung dalam lingkungan sekolah.

Guru dan Siswa Sambut Positif

Guru SMP SRT 1 Indramayu, Anisa Istiqomah, mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat memberikan pengalaman sekaligus tantangan bagi tenaga pendidik dalam memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

Ia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat terus berlanjut sehingga para siswa dapat berkembang menjadi generasi yang sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, salah seorang siswa kelas VII SMP SRT 1 Indramayu, Bunga Aprilia, mengaku senang mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah, terutama kegiatan Pramuka.

“Saya sangat suka kegiatan Pramuka. Guru-guru juga sangat membantu untuk belajar. Terima kasih kepada Presiden dan Bupati Indramayu atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat,” katanya.

Penutupan MPLS tersebut menjadi awal bagi para siswa SRT 1 Indramayu untuk memasuki proses pembelajaran secara lebih penuh.

Pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mampu membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Hadapi Kekeringan, Pemkab Indramayu Perkuat Irigasi dan Salurkan Pompa Air untuk Petani

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat langkah mitigasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Salah satunya melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan penyaluran bantuan mesin pompa air kepada petani.

Upaya tersebut ditandai dengan Serah Terima Aset Operasional JIAT Inpres Nomor 02 Tahun 2025 sekaligus penyaluran bantuan mesin pompa air yang berlangsung di Balai Benih Tanaman Pangan Kecamatan Cikedung, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia Hermansyah, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, gabungan kelompok tani, serta sejumlah undangan lainnya.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui bantuan pompa air, pembangunan JIAT, hingga pengembangan program Listrik Masuk Sawah.

Menurut Lucky, keberadaan sarana pengairan sangat penting untuk membantu petani mempertahankan aktivitas bercocok tanam di tengah kondisi musim kemarau.

Ia juga meminta camat dan pemerintah desa turut mengawal pemanfaatan bantuan agar dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat bagi para petani.

Selain itu, petani didorong untuk tetap produktif dengan menyesuaikan komoditas yang ditanam dengan kondisi musim. Sejumlah tanaman seperti jagung, semangka, melon, dan palawija dinilai dapat menjadi alternatif selama musim kering.

“Selagi para petani masih semangat menanam, kami akan optimistis,” kata Lucky.

Bupati menegaskan, pemerintah akan terus memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa sektor pertanian memiliki prospek untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mempertahankan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

63 Titik JIAT Disetujui

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Indramayu Sugeng Heriyanto menjelaskan, pembangunan JIAT terus didorong untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian yang rentan terdampak kekeringan.

Dari usulan pembangunan JIAT yang disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, sebanyak 63 titik telah disetujui untuk dibangun, sementara 47 titik tambahan masih dalam proses.

Pembangunan tersebut akan diprioritaskan di kawasan persawahan tadah hujan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kekeringan, di antaranya wilayah Gantar, Kroya, Terisi, sebagian Cikedung, dan sebagian Gabuswetan.

“Ini adalah upaya kami dalam memitigasi kekeringan yang ada di Kabupaten Indramayu. Tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak, terutama teman-teman petani. Saling bersinergi itu yang paling penting,” ujar Sugeng.

Pemerintah Dorong Penguatan Infrastruktur Pengairan

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia, Hermansyah, turut memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian.

Menurutnya, ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya ketika petani menghadapi musim kering.

Pemerintah, kata Hermansyah, terus mendorong pembangunan infrastruktur pengairan, termasuk JIAT dan program Listrik Masuk Sawah. Ketersediaan akses listrik di area pertanian diharapkan dapat memudahkan petani mengoperasikan pompa air dengan sumber energi yang lebih mudah dan terjangkau.

Petani Sambut Positif Bantuan

Bantuan yang diberikan pemerintah mendapat sambutan positif dari kalangan petani. Tawang, petani asal Desa Krasak, mengaku bersyukur dan merasa terbantu dengan dukungan pemerintah.

“Kami bersyukur dan merasa sangat terbantu dengan adanya alsintan dari pemerintah pusat maupun daerah. Ketersediaan air menjadi kebutuhan utama petani agar kegiatan tanam dapat terus berlangsung dan risiko gagal panen dapat ditekan,” ujarnya.

Melalui pembangunan JIAT, bantuan pompa air, serta pengembangan Listrik Masuk Sawah, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap ketahanan sektor pertanian tetap terjaga meski menghadapi ancaman kekeringan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan produktivitas pertanian dan posisi Kabupaten Indramayu sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

HUT ke-81 RI, Bupati Lucky Hakim Paparkan Capaian dan Program Prioritas Pemkab Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Indramayu berlangsung khidmat di Alun-Alun Indramayu, Senin (17/8/2026).

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati kemerdekaan, tetapi juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk menyampaikan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas hingga Agustus 2026.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, pelaksanaan upacara tahun ini sengaja tidak menggunakan tenda atau peneduh.

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk sederhana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kesetaraan, dan solidaritas, sehingga seluruh peserta dapat merasakan kondisi yang sama di bawah terik matahari.

Bupati Lucky menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, pengabdian, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Capaian di Bidang Kesehatan

Dalam amanatnya, Bupati Lucky memaparkan sejumlah capaian Pemkab Indramayu. Di sektor kesehatan, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Indramayu telah mencapai 99,4 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 76 persen.

Pemkab Indramayu juga membiayai 531.642 jiwa peserta PBPU-BP melalui APBD dengan anggaran mencapai Rp233,8 miliar.

Mitigasi Kekeringan dan Infrastruktur

Sementara di sektor pertanian, pemerintah daerah terus memperkuat mitigasi kekeringan, khususnya pada Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Upaya tersebut dilakukan melalui normalisasi saluran, bantuan pompanisasi, hingga pengaturan gilir-giring air bersama kementerian terkait.

Pada sektor infrastruktur, sepanjang 2026 tercatat sejumlah pekerjaan yang telah direalisasikan, di antaranya perbaikan jalan lingkungan sepanjang 20.298 meter, jalan desa 31.200 meter, jalan kabupaten 23.160 meter, normalisasi saluran pembuang 60.170 meter, serta pemasangan 3.199 titik Penerangan Jalan Umum (PJU).

Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat

Di bidang pendidikan dan kesejahteraan, Pemkab Indramayu telah melakukan revitalisasi terhadap 322 sekolah dari jenjang TK hingga SMP.

Selain itu, pemerintah juga mengoperasikan Sekolah Rakyat berkonsep asrama di Cikawung, Kecamatan Terisi, yang saat ini menampung 370 siswa.

Program peningkatan kualitas hunian masyarakat juga terus dilakukan melalui pembenahan 310 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Pemkab Indramayu juga terus mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat.

Indramayu Raih Peringkat Nasional

Pada sektor tata kelola pemerintahan, Bupati Lucky menyampaikan capaian Kabupaten Indramayu dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025.

“Kabupaten Indramayu berhasil meraih Peringkat ke-5 Nasional dan Peringkat ke-3 di Jawa Barat pada Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025,” ujar Lucky dalam amanatnya.

Bupati berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menutup amanatnya, Bupati Lucky mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk menjaga persatuan serta kondusivitas wilayah.

Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat terus berkolaborasi dalam mengoptimalkan pelayanan publik demi mewujudkan visi Kabupaten Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika