Dinkes Indramayu Perkuat Budaya Hidup Sehat Melalui Sosialisasi Tata Kelola Promosi Kesehatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat melalui penguatan budaya hidup bersih dan sehat. Upaya tersebut diwujudkan lewat Sosialisasi Peningkatan Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu di Aula Kopsuka Indramayu, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat promosi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Sekretaris Dinkes Dede Setiawan mengatakan, program tersebut selaras dengan arah pembangunan kesehatan nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer melalui pendekatan promotif dan preventif.

Menurutnya, tantangan kesehatan saat ini semakin beragam sehingga perubahan perilaku harus dimulai dari lingkungan keluarga. Aparatur Sipil Negara (ASN) juga diharapkan menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat agar mampu menginspirasi masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan menyegarkan kembali pemahaman para peserta agar semakin optimal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki faktor risiko penyakit. Peran promosi kesehatan menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi dan tantangan kesehatan yang terus berubah,” ujarnya.

Dede turut mengapresiasi kehadiran peserta, terutama perwakilan dari 49 puskesmas di Kabupaten Indramayu. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat transformasi layanan kesehatan sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Rian Bayu dari Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Komunitas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menjelaskan, pembinaan dan pendampingan dilakukan untuk memastikan program promosi kesehatan dari Kementerian Kesehatan dapat berjalan optimal di tingkat kabupaten dan kota.

Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pelaksanaan program lebih efektif dalam mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat.

“Melalui peningkatan tata kelola pembudayaan hidup sehat, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melakukan upaya pencegahan penyakit serta meningkatkan derajat kesehatannya,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, posyandu, dan berbagai pemangku kepentingan semakin kuat dalam membudayakan perilaku hidup sehat, sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Indramayu yang lebih sehat dan berkualitas.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

80 Mahasiswa IPB Jalani KKN Tematik di Indramayu, Siap Dorong Inovasi Pembangunan Desa

INDRAMAYU.radarinfprmasi.com – Sebanyak 80 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) diterjunkan ke Kabupaten Indramayu untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 10 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Juntinyuat, Indramayu, Pasekan, Cantigi, dan Kandanghaur. Selama lebih dari satu bulan, mereka akan tinggal bersama masyarakat untuk mengidentifikasi potensi desa, memetakan berbagai persoalan, serta menyusun program yang dapat mendukung pembangunan di wilayah setempat.

Kegiatan diawali dengan serah terima mahasiswa KKN Tematik IPB Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Indramayu, Momentum tersebut menjadi awal sinergi antara pemerintah daerah, IPB, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan daerah. Senin (6/7/2026)

Pelaksana Tugas Sekretaris Bapperida Kabupaten Indramayu, El Gharif Hajar Aswad, mewakili Plt. Kepala Bapperida, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IPB yang kembali memilih Indramayu sebagai lokasi KKN Tematik. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi wadah untuk menghubungkan hasil kajian akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing. Kami berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga mampu menyatu dengan masyarakat serta menghadirkan solusi bagi pembangunan desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan KKN yang berlangsung mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026 diharapkan mampu mendorong mahasiswa beradaptasi dengan cepat, memahami karakteristik wilayah, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Beginer Subhan, mengatakan KKN merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah. Menurutnya, mahasiswa perlu terjun langsung ke masyarakat agar mampu memahami persoalan sekaligus menggali potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami kondisi masyarakat serta mencari solusi berbasis ilmu pengetahuan,” katanya.

Salah seorang peserta KKN, Faridatun Ainun Nisha dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK IPB yang ditempatkan di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, mengaku ingin mempelajari secara langsung kondisi masyarakat pesisir yang kerap terdampak banjir rob.

“Saya ingin mengetahui bagaimana masyarakat menghadapi banjir rob dan memahami upaya-upaya yang telah dilakukan. Semoga pengalaman ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bagi kami sebagai mahasiswa,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, IPB, dan masyarakat, KKN Tematik 2026 diharapkan tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan inovasi serta rekomendasi yang mampu mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Camat Jatibarang Sosialisasikan Larangan Penggunaan Jalan Provinsi untuk Hajatan, Pemdes Bulak Lor Siapkan Solusi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Jatibarang mulai menyosialisasikan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait larangan penggunaan ruas jalan provinsi untuk kepentingan pribadi, seperti hajatan, maupun aktivitas perseorangan dan kelompok yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Sosialisasi tersebut dilakukan Camat Jatibarang, Mardono, bersama para kuwu dan perangkat desa di wilayah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Surat edaran itu diterbitkan oleh UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan VI Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat sebagai upaya menjaga fungsi jalan provinsi agar tetap aman dan lancar bagi pengguna jalan.

Camat Jatibarang, Mardono, mengatakan sosialisasi perlu dilakukan agar masyarakat memahami aturan tersebut sekaligus menyadari pentingnya menjaga ketertiban di ruang publik.

“Surat Edaran Gubernur Jawa Barat sedang kami sosialisasikan kepada para kuwu, perangkat desa, dan masyarakat di wilayah Kecamatan Jatibarang. Tujuannya agar masyarakat mengetahui serta memahami larangan menggunakan jalan provinsi sebagai lokasi hajatan,” ujarnya.

Menurut Mardono, kebijakan tersebut bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan para pengguna jalan. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Senada dengan itu, Kuwu Desa Bulak Lor, Ali Sadikin, menilai jalan provinsi tidak semestinya digunakan untuk mendirikan tenda hajatan karena dapat menghambat arus kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Jalan raya merupakan hak seluruh pengguna jalan. Jika digunakan untuk mendirikan tenda hajatan, selain menimbulkan kemacetan juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan,” katanya.

Sebagai solusi, Pemerintah Desa Bulak Lor memberikan alternatif bagi warga yang tidak memiliki lahan untuk menggelar hajatan. Halaman Kantor Desa Bulak Lor dipersilakan digunakan sebagai lokasi resepsi, sementara aula kantor desa dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan akad nikah.

“Kami memberikan fasilitas halaman kantor desa bagi warga yang akan menggelar hajatan. Aula kantor desa juga dapat digunakan untuk akad nikah sehingga masyarakat tetap dapat melaksanakan kegiatan tanpa harus menggunakan badan jalan,” jelas Ali Sadikin.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Bulak Lor, Nurman, menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, penyediaan fasilitas dari pemerintah desa menjadi solusi yang membantu masyarakat, sekaligus mengurangi biaya penyelenggaraan hajatan karena tidak perlu menyewa gedung.

“Saya mendukung Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait larangan penggunaan jalan provinsi untuk hajatan. Dengan adanya fasilitas dari pemerintah desa, masyarakat tetap memiliki tempat yang layak untuk menggelar resepsi tanpa mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Jatibarang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga fungsi jalan sebagai fasilitas umum serta bersama-sama menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pesona Pantai Balongan Indah (BALI 2) Tak Diragukan, Tetap Dipadati Wisatawan di Penghujung Libur Sekolah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Destinasi wisata Pantai Balongan Indah (BALI 2) di Jalan Raya Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan masa libur sekolah. Memasuki penghujung musim liburan, kawasan wisata pantai ini tetap dipadati pengunjung dari berbagai daerah, Minggu (5/7/2026).

Ramainya kunjungan menunjukkan bahwa Pantai BALI 2 masih menjadi salah satu destinasi favorit wisata keluarga di Kabupaten Indramayu. Selain menawarkan panorama pantai yang indah dan suasana yang nyaman, objek wisata ini juga didukung berbagai fasilitas serta harga tiket masuk yang terjangkau.

Salah seorang pengunjung asal Cirebon, Umroh, mengaku baru pertama kali berwisata ke Pantai BALI 2 bersama rombongan keluarganya. Ia mengaku terkesan dengan suasana pantai yang ramai, bersih, dan nyaman untuk dijadikan lokasi berlibur.

“Ini pertama kali saya datang ke Pantai BALI 2 bersama rombongan satu mobil. Tempatnya indah, suasananya nyaman, dan harga tiket masuknya juga cukup terjangkau. Untuk hari libur, tiket dewasa Rp15.000, sedangkan anak-anak Rp12.500,” ujarnya.

Ia berharap Pantai BALI 2 terus berkembang dan semakin ramai dikunjungi wisatawan. Menurutnya, aspek keamanan juga perlu terus ditingkatkan, khususnya bagi pengunjung yang bermain atau berenang di kawasan pantai.

“Semoga Pantai Balongan Indah semakin maju dan keamanan pengunjung, terutama yang bermain di laut, terus mendapat pengawasan dari petugas maupun tim SAR,” harapnya.

Kesan positif juga disampaikan pengunjung asal Blanakan, Kabupaten Subang. Menurutnya, Pantai BALI 2 memiliki lingkungan yang teduh, bersih, serta dilengkapi berbagai wahana permainan yang cocok untuk anak-anak maupun keluarga.

“Tempatnya teduh, bersih, pemandangannya bagus, tiket masuknya murah, dan pilihan permainan anak juga cukup banyak. Sangat cocok untuk liburan bersama keluarga,” tuturnya.

Dengan harga tiket yang ramah di kantong, fasilitas wisata yang terus berkembang, serta suasana pantai yang nyaman dan asri, Pantai Balongan Indah (BALI 2) terus mempertahankan daya tariknya sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Indramayu. Tingginya antusiasme wisatawan hingga penghujung libur sekolah menjadi bukti bahwa pesona Pantai BALI 2 masih menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan bersama keluarga.

Reporter : Andika

Tradisi Mapag Sri di Desa Tawangsari, Wujud Syukur Panen dan Pelestarian Budaya Indramayu

INDRAMAYU – radarinformasi.com – Suasana Desa Tawangsari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, dipenuhi nuansa budaya dan kebersamaan saat ratusan warga mengikuti tradisi Mapag Sri. Tradisi turun-temurun tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi sekaligus upaya melestarikan warisan budaya masyarakat agraris Indramayu. Rabu (1/7/2026)

Mapag Sri, yang secara harfiah berarti “menjemput Dewi Sri” sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran, menjadi salah satu tradisi yang masih terus dijaga masyarakat. Puncak acara ditandai dengan kirab hasil bumi, tumpeng robyong, serta pagelaran wayang kulit dengan lakon Dewi Sri.

Kuwu Desa Tawangsari, Eva Rosyani, mengatakan tradisi ini bukan sekadar perayaan panen, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya bagi generasi penerus.

“Mapag Sri ini bukan sekadar pesta panen. Ini doa kita kepada Allah SWT agar panen tahun depan lebih baik lagi. Sekaligus mengingatkan anak cucu agar tetap mengenal dan mencintai adat istiadat masyarakat Indramayu,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab gunungan hasil bumi dari area persawahan menuju Balai Desa. Warga membawa berbagai hasil pertanian seperti padi, ketan, buah-buahan, dan sayuran yang diiringi kesenian tarling serta kentrung. Setelah doa bersama, hasil bumi tersebut dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Ketua Panitia Mapag Sri, Tarkim, yang juga menjabat sebagai Raksa Desa, menjelaskan bahwa generasi muda dilibatkan secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

“Anak-anak mulai dari tingkat SD hingga Karang Taruna kami libatkan sebagai penari, penabuh kendang, maupun pembawa gunungan. Harapannya, tradisi ini tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Salah seorang warga, Rohaya (55), mengaku sengaja pulang dari Jakarta untuk mengikuti tradisi yang telah menjadi bagian dari kenangan masa kecilnya.

“Saya rindu suasana kampung. Dulu waktu kecil sering diajak orang tua mengikuti Mapag Sri. Sekarang cucu saya juga bisa ikut merasakan tradisi ini,” tuturnya.

Budayawan Indramayu, Darpan, turut mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Tawangsari dalam menjaga tradisi lokal. Menurutnya, Mapag Sri merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan patut terus dilestarikan.

“Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, masih ada desa yang tetap menjaga tradisi seperti ini. Tawangsari layak menjadi contoh desa yang berhasil melestarikan budaya lokal,” ujarnya.

Pemerintah Desa Tawangsari berkomitmen menjadikan Mapag Sri sebagai agenda budaya tahunan sekaligus mendorongnya menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Indramayu.

“Kami berharap ke depan Mapag Sri semakin dikenal luas. Rencananya tahun depan kami akan berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar tradisi ini dapat menjadi ikon wisata budaya Indramayu,” pungkas Eva Rosyani.

Reporter : Andika

Aksi Heroik Bang Jay Selamatkan Bocah yang Nyaris Tenggelam di Waduk Dayung Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Aksi cepat seorang warga berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah yang nyaris tenggelam di kawasan wisata Waduk Bojongsari atau yang dikenal sebagai Waduk Dayung, Kecamatan Indramayu, Jum’at (3/7/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang beraktivitas di sekitar bibir waduk. Dalam hitungan detik, bocah itu dilaporkan nyaris tenggelam hingga memicu kepanikan pengunjung dan warga yang berada di lokasi.

Di tengah situasi darurat, seorang pengendara motor yang melintas, Bang Jay, segera memberikan pertolongan. Pria yang dikenal sebagai pemilik gerai telepon seluler di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, itu tanpa ragu langsung menuju lokasi dan melakukan upaya penyelamatan.

Berkat kesigapan dan keberaniannya, Bang Jay berhasil mengevakuasi korban ke daratan dengan selamat.

Usai dievakuasi, korban kemudian dibawa ke rumah Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojongsari untuk mendapatkan penanganan awal serta memastikan kondisi kesehatannya. Berkat respons cepat tersebut, bocah itu berhasil diselamatkan dan dilaporkan dalam kondisi baik tanpa mengalami luka serius.

Orang tua korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas aksi heroik Bang Jay yang telah menyelamatkan nyawa anak mereka.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu memberikan pengawasan ketat terhadap anak-anak saat berada di kawasan perairan maupun lokasi wisata.

Kewaspadaan dan kepedulian bersama dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan serupa. Sementara itu, aksi cepat dan keberanian Bang Jay mendapat apresiasi dari warga karena dinilai menjadi contoh nyata kepedulian terhadap sesama.

Terima kasih, Bang Jay, atas aksi heroik dan kepedulian yang telah menyelamatkan nyawa seorang anak.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Gelontorkan Rp13 Miliar untuk Tunjangan 3.611 Guru Madrasah Diniyah di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim mengalokasikan dana hibah sebesar Rp13 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kabupaten Indramayu. 

Melalui program tersebut, setiap guru penerima memperoleh tunjangan sebesar Rp300 ribu per bulan yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus memperhatikan kesejahteraan para guru madrasah sebagai ujung tombak pembinaan generasi muda.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Dra. Iin Indrayati, M.Si., saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-Alun Indramayu, Rabu (1/7/2026).

Menurut Iin, perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap Madrasah Diniyah tidak hanya diwujudkan melalui pemberian tunjangan, tetapi juga melalui berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar proses pembelajaran di madrasah semakin berkualitas.

“Bapak Bupati Lucky Hakim berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu, salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan sebanyak 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu yang juga Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aspuri, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap para guru madrasah.

Menurut Aspuri, bantuan hibah tersebut merupakan bukti nyata komitmen Bupati Lucky Hakim dalam mendukung peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan Madrasah Diniyah.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari 992 Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Indramayu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.611 guru menerima tunjangan sebesar Rp300 ribu per bulan, sedangkan guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak termasuk sebagai penerima hibah.

“Penerima tunjangan dari dana hibah ini sebanyak 3.611 guru madrasah, sedangkan yang tidak menerima merupakan guru dengan status ASN,” kata Aspuri.

Apresiasi juga datang dari Wakil Sekretaris Jenderal DPP FKDT, Akhmad Sururi, yang menilai besaran dana hibah untuk guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Indramayu menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Barat.

Menurutnya, alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.

“Anggaran hibah untuk tunjangan guru madrasah tersebut merupakan bukti nyata komitmen Bupati Lucky Hakim dalam meningkatkan kesejahteraan para guru madrasah,” ujarnya.

Ia menambahkan, di banyak kabupaten dan kota lain, nilai hibah untuk FKDT umumnya berada di kisaran Rp10 miliar, sedangkan Kabupaten Indramayu telah mengalokasikan hingga Rp13 miliar.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Ahmad Syukri, S.S., menegaskan bahwa Madrasah Diniyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keimanan, dan ketakwaan generasi muda.

Menurutnya, dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Indramayu akan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.

“Dana hibah yang cukup besar dari APBD Kabupaten Indramayu menjadi penyemangat bagi guru madrasah dalam mencerdaskan para santri serta memajukan pendidikan keagamaan di Indramayu,” ungkap Ahmad Syukri.

Melalui dukungan anggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kesejahteraan guru Madrasah Diniyah semakin meningkat sehingga mampu mendorong lahirnya pendidikan keagamaan yang lebih berkualitas serta mencetak generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Transformasi Digital, Diskominfo Sosialisasikan Tiga Aplikasi Pendukung Kinerja ASN

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mempercepat transformasi digital sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, CERMATIN, dan SIAGA AYU yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis teknologi informasi yang terintegrasi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendasar dalam birokrasi modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan budaya kerja ASN melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi,” ujarnya.

Suwenda menambahkan, keberhasilan implementasi transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan seluruh aparatur dalam mengoperasikan dan memanfaatkannya secara optimal.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini, kami berharap seluruh peserta tidak hanya memahami cara penggunaan aplikasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tambahnya.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menjadi motor penggerak penerapan berbagai inovasi digital sehingga tercipta budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sesi bimbingan teknis, peserta memperoleh pemaparan mengenai fungsi dan mekanisme penggunaan tiga aplikasi yang dikembangkan Diskominfo Kabupaten Indramayu.

Aplikasi PATAS Co-Work (Portal ASN Tanpa Batas) dipaparkan oleh Pranata Komputer Ahli Pertama, Indra Kusumah. Platform ini dirancang sebagai ruang kerja digital yang mendukung kolaborasi antar-ASN, mempermudah koordinasi, berbagi informasi, serta meningkatkan produktivitas kerja secara terintegrasi.

Selanjutnya, Pranata Komputer Terampil Saji Yogi memperkenalkan SIAGA AYU (Sistem Informasi Agenda dan Monitoring Kegiatan Pemerintahan Indramayu) yang berfungsi untuk mengelola agenda pimpinan dan perangkat daerah secara lebih tertib, terkoordinasi, serta terdokumentasi dengan baik.

Sementara itu, Pranata Komputer Terampil Wahyu Hermawan memaparkan aplikasi CERMATIN (Cerdas Bermedia dan Literasi Digital Indramayu). Platform ini menjadi sarana pembelajaran digital yang menyediakan berbagai materi literasi digital, webinar, pelatihan, serta kegiatan edukasi guna meningkatkan kompetensi digital ASN maupun masyarakat.

Pada sesi tersebut, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai alur penggunaan aplikasi CERMATIN, mulai dari proses pendaftaran akun, pengisian presensi, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), hingga penyimpanan sertifikat elektronik ke Google Drive pribadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Indramayu, Heru Susanto. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dari hasil bimbingan teknis yang telah diberikan.

“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremonial semata. Setiap perangkat daerah harus segera mengintegrasikan ketiga aplikasi ini ke dalam aktivitas kerja sehari-hari agar pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin cepat, efektif, dan responsif,” katanya.

Melalui pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, SIAGA AYU, dan CERMATIN, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis mampu memperkuat ekosistem pemerintahan digital yang modern, meningkatkan kinerja aparatur, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas sesuai tuntutan perkembangan teknologi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Presiden Tekankan Polri Semakin Profesional dan Dekat dengan Masyarakat pada Hari Bhayangkara ke-80

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar pada Rabu (1/7/2026) berlangsung khidmat di Lapangan Polres Indramayu, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kepandean, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, amanat Presiden Republik Indonesia dibacakan oleh AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., di hadapan peserta upacara.

Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Presiden juga mengapresiasi dedikasi, kerja keras, dan pengabdian seluruh personel Polri yang telah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung stabilitas nasional.

Presiden menegaskan bahwa pengabdian Polri kepada masyarakat bukan hanya sebatas menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama yang harus terus dijaga oleh setiap insan Bhayangkara.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Presiden mengajak seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, serta membangun kedekatan dengan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Jadilah insan Bhayangkara yang lebih baik, lebih profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat. Jadikan kepercayaan rakyat sebagai kehormatan utama dalam mengenakan seragam. Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, dan Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju,” demikian kutipan amanat Presiden yang dibacakan dalam upacara tersebut.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Polres Indramayu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan maju melalui institusi kepolisian yang semakin profesional dan dipercaya publik.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Atlet Muda MTFC Indramayu Borong 25 Medali di Kejuaraan Taekwondo Internasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Kabupaten Indramayu. Tim Mangoes Taekwondo Fans Club (MTFC) Indramayu sukses membawa pulang 25 medali dari ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship yang digelar di GOR Universitas Negeri Yogyakarta pada 19–21 Juni 2026.

Dari total 26 atlet yang diturunkan, MTFC berhasil mengoleksi 11 medali emas, 8 medali perak, dan 6 medali perunggu. Capaian tersebut mengantarkan tim asal Indramayu menempati peringkat ke-13 dari 172 kontingen peserta berdasarkan perolehan medali.

Kejuaraan bertaraf internasional itu diikuti lebih dari 3.000 atlet dari lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Australia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Kompetisi tersebut menjadi ajang bergengsi untuk menguji kemampuan para atlet sekaligus mempererat persaingan sehat di tingkat internasional.

Raihan medali MTFC berasal dari dua nomor pertandingan. Pada kategori Kyorugi (pertarungan), tim menyumbangkan 10 medali emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Sementara pada kategori Poomsae (seni jurus), MTFC menambah 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena diraih atlet dari berbagai kelompok usia, mulai kategori pra-sekolah hingga senior. Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah Adhisa Legitya Dermawan. Di usia 4,5 tahun, ia berhasil mempersembahkan medali emas pada penampilan keduanya di ajang resmi.

Sementara itu, atlet senior Ahmad Rafa Rosidi turut menyumbangkan medali perunggu. Usai kejuaraan ini, Rosidi dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Indramayu pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda).

Ketua MTFC Indramayu, Lukman Pribadi, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para atlet yang dinilai telah membawa nama baik Kabupaten Indramayu di tingkat internasional.

“Hasil dari pertandingan ini bukan hanya mengharumkan nama tim, melainkan juga membawa nama daerah, Indramayu,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi atlet-atlet taekwondo lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mampu bersaing pada kejuaraan nasional maupun internasional.

Hal senada disampaikan Pelatih MTFC Indramayu, Sabeum Abdul Rojak. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang para atlet selama menjalani latihan.

“Selamat kepada seluruh atlet yang telah bertanding dengan penuh semangat. Prestasi ini patut disyukuri, namun tetap harus menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu turut mengapresiasi prestasi yang diraih MTFC. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang olahraga.

Usai mengikuti kejuaraan internasional tersebut, seluruh atlet MTFC kini kembali menjalani program latihan rutin sebagai persiapan menghadapi berbagai kompetisi mendatang. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang membawa nama Kabupaten Indramayu ke level nasional hingga internasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika