Camat Sukagumiwang Tekankan Budaya 5S dan Etika Bermedia Sosial dalam Rakor Tingkat Kecamatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, memimpin Apel Koordinasi yang dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Kecamatan Sukagumiwang di Balai Desa Bondan. Kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta pembinaan aparatur di wilayah Kecamatan Sukagumiwang. Senin (13/7/2026)

Rakor dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukagumiwang, para kepala UPTD/UPTB, kuwu se-Kecamatan Sukagumiwang, kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, serta jajaran pegawai kecamatan dan perangkat desa.

Dalam arahannya, Camat Mohamad Mulya Setiawan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penerapan budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Menurutnya, pelayanan yang ramah, cepat, dan humanis harus menjadi budaya kerja seluruh aparatur pemerintah, baik di tingkat desa maupun kecamatan.

“Pelayanan publik merupakan wajah pemerintah. Oleh karena itu, setiap aparatur harus mengedepankan sikap ramah dengan menerapkan budaya 5S dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di desa maupun di kecamatan,” tegasnya.

Selain menyoroti kualitas pelayanan, Camat juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat pemerintahan agar menjaga kewibawaan serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus disikapi secara positif dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng citra institusi.

Ia menekankan bahwa etika bermedia sosial merupakan bagian dari profesionalisme ASN. Setiap unggahan maupun komentar di ruang digital harus mencerminkan integritas, etika, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

“Jagalah kewibawaan diri dengan bijak dalam bermedia sosial. Sikap tersebut merupakan marwah ASN sekaligus menjadi kehormatan bagi diri sendiri, keluarga, dan orang tua,” pesannya.

Melalui apel dan rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin solid antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, instansi vertikal, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat koordinasi pembangunan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Momen Libur Sekolah dan Akhir Pekan, Wisata Pantai Bali 2 Tetap Jadi Pilihan Keluarga

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Memanfaatkan momen libur sekolah yang bertepatan dengan akhir pekan, kawasan Wisata Pantai Bali 2 di Jalan Raya Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Minggu (12/7/2026)

Salah seorang pengunjung asal Bandung mengaku baru pertama kali mengunjungi Pantai Bali 2. Bersama keluarganya, ia menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor untuk menikmati suasana pantai di pesisir Indramayu.

Menurutnya, Pantai Bali 2 memiliki suasana yang nyaman dengan pemandangan yang indah sehingga cocok dijadikan destinasi wisata keluarga maupun tempat melepas penat saat liburan. Selain itu, harga tiket masuk dinilai relatif murah sehingga tetap ramah di kantong wisatawan.

“Ini pertama kali kami datang ke Pantai Bali 2 bersama keluarga menggunakan sepeda motor dari Bandung. Tempatnya bersih, suasananya nyaman, dan pemandangan pantainya sangat indah. Harga tiket masuknya juga relatif murah, jadi sangat terjangkau. Perjalanan yang cukup jauh terasa terbayar setelah sampai di sini. Semoga Pantai Bali 2 semakin maju dan terus memberikan kenyamanan bagi para pengunjung,” ujarnya.

Sementara itu, Raden Asih, pengunjung asal Cirebon, mengaku sudah beberapa kali berlibur ke Pantai Bali 2 bersama keluarganya. Dengan menggunakan satu mobil, ia kembali memilih berkunjung karena menilai destinasi tersebut menawarkan suasana yang nyaman, bersih, dan cocok untuk rekreasi keluarga.

“Bersama keluarga kami memang sudah beberapa kali datang ke Pantai Bali 2. Tempatnya nyaman, fasilitasnya semakin baik, dan anak-anak juga senang bermain di sini. Semoga Pantai Bali 2 terus berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Indramayu,” katanya.

Raden Asih juga berharap harga tiket masuk tetap terjangkau dan tidak mengalami kenaikan sehingga masyarakat dari berbagai kalangan dapat terus menikmati wisata bersama keluarga.

Ramainya kunjungan wisatawan pada momen libur sekolah dan akhir pekan menjadi bukti bahwa Pantai Bali 2 masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat. Keindahan pantai, suasana yang asri, akses yang mudah, serta harga tiket yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.

Reporter : Andika

Polemik Pembayaran Proyek Sentul Belum Usai, Sisa Tagihan Masih Tertahan; Alasan Retensi dan Pernyataan Pelaksana Jadi Sorotan

BOGOR.radarinformasi.com – Polemik pembayaran proyek pengaspalan jalan di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor, masih berlanjut. Meski telah dilakukan beberapa kali pertemuan antara pihak investor dan penerima MoU (pelaksana), pelunasan pembayaran kepada investor hingga kini belum juga diselesaikan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, nilai pekerjaan yang telah disepakati mencapai Rp. 432.295.000. Setelah sebelumnya menerima pembayaran tahap pertama sebesar Rp. 100 juta, pihak investor kembali menerima pembayaran tahap kedua sekitar Rp. 50 juta pada 26 Juni 2026, disusul pembayaran tahap ketiga sekitar Rp194 juta pada 3 Juli 2026.

Dengan demikian, total pembayaran yang telah diterima mencapai sekitar Rp. 344 juta, sehingga masih terdapat sisa pembayaran sekitar Rp. 88 juta yang belum diselesaikan.

Dalam upaya memperoleh kejelasan, awak media juga sempat mengagendakan pertemuan dengan pihak terkait. Namun dalam pertemuan tersebut hanya bisa bertemu dengan penerima Purchased Order (PO) No. 00017/PO-/III/26 yaitu Marwan dan didampingi oleh Yopie. Hingga pertemuan berakhir, awak media tidak dapat bertemu maupun memperoleh penjelasan langsung dari jajaran manajemen perusahaan terkait yang memiliki kewenangan memberikan keputusan maupun keterangan resmi terkait penyelesaian pembayaran proyek.

Dalam kesempatan tersebut, Yopie menyampaikan bahwa kondisi keuangan perusahaan saat ini sedang tidak stabil sehingga proses penyelesaian pembayaran belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

Selain itu, ketika awak media menyampaikan keinginan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada pihak manajemen, Yopie meminta agar hal tersebut tidak dilakukan. Menurut Yopie, apabila awak media datang langsung ke kantor untuk melakukan konfirmasi, hal tersebut dikhawatirkan akan “merusak pendaringan” atau mata pencahariannya.

“Jangan datang langsung ke kantor. Nanti merusak pendaringan saya (pekerjaan, red-sunda),” ujar Yopie kepada awak media.

Hal tersebut seolah-olah menghalangi tugas awak media dalam mengawal dan membantu penyelesaian polemik antara investor dan pihak perusahaan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai sisa pembayaran yang belum dilunasi, Marwan selaku pihak yang menerima nota kesepahaman (MoU) dan berhubungan dengan pihak perusahaan menyampaikan bahwa sisa pembayaran tersebut masih ditahan dengan alasan retensi. Saat dikonfirmasi terkait pembayaran yang sebelumnya dijanjikan akan diselesaikan pada Jumat, 10 Juli 2026, melalui pesan WhatsApp Marwan menjawab, “Sudah ya Bu, saya pusing,” ujar Marwan.

Dalam praktik jasa konstruksi, retensi merupakan sejumlah dana yang ditahan sementara oleh pemilik proyek sebagai jaminan selama masa pemeliharaan pekerjaan. Besaran retensi umumnya telah diatur dalam kontrak dan lazimnya berkisar sekitar 5 persen dari nilai pekerjaan, meskipun dapat berbeda sesuai kesepakatan para pihak. Dana tersebut pada prinsipnya baru dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan seluruh kewajiban kontraktor dinyatakan telah dipenuhi.

Apabila mengacu pada nilai pekerjaan sebesar Rp. 432.295.000, retensi sebesar 5 persen berkisar Rp. 21,6 juta. Sementara sisa pembayaran yang hingga kini belum diterima mencapai sekitar Rp. 88,3 juta. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar penahanan sisa pembayaran, apakah seluruhnya merupakan retensi sebagaimana diatur dalam kontrak atau terdapat faktor lain, termasuk kondisi keuangan perusahaan sebagaimana disampaikan oleh Yopie.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan penjelasan resmi mengenai besaran retensi yang diterapkan, dasar kontraktual penahanan sisa pembayaran, maupun tanggapan dari pihak manajemen terkait pernyataan yang disampaikan oleh perwakilannya.

Red

Danrem 063/SGJ Tinjau Operasional Koperasi Merah Putih di Pilangsari, Dorong Penguatan Ekonomi Desa

INDRAMAYU.radarinformasi.com– Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) wilayah Ciayumajakuning yang berlokasi di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (11/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan operasional KDKMP sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat berbasis desa.

Dalam peninjauan itu, Danrem meninjau sejumlah fasilitas koperasi, berdialog dengan pengurus, serta mendengarkan pemaparan mengenai perkembangan usaha, tata kelola, dan pelayanan yang telah dijalankan kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kuwu Desa Pilangsari beserta jajaran perangkat desa, pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, jajaran Kodim 0616/Indramayu, serta unsur terkait lainnya.

Danramil 1604/Jatibarang, Kapten Inf. Disman, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung keberlangsungan program Koperasi Merah Putih di wilayah binaannya.

“Kami siap mendampingi dan mendukung penuh keberlangsungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah binaan. Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, pengurus koperasi, dan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis koperasi ini mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol Arm. Tulus Widodo, S.E., M.Han., mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran KDKMP harus menjadi wadah pemberdayaan ekonomi desa yang dikelola secara profesional sehingga mampu menciptakan kemandirian dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, menekankan pentingnya pengelolaan koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun ekonomi kerakyatan. Saya berharap koperasi ini dikelola dengan baik, mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta inovasi sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” tegasnya.

Melalui kunjungan tersebut, diharapkan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Pilangsari semakin berkembang, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi desa dalam mendukung pembangunan dan kemandirian ekonomi di Kabupaten Indramayu.

Reporter  : Andika

Anas Ghozali Dikukuhkan sebagai Ketua LPKU MUI Indramayu Periode 2026–2031

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu resmi mengukuhkan Anas Ghozali, S.Pd. sebagai Ketua Lembaga Penggerak Keuangan Umat (LPKU) MUI Kabupaten Indramayu periode 2026–2031.

Pengukuhan dilaksanakan dalam rangkaian Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) dan Pengukuhan Komisi serta Lembaga MUI Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Aula Gedung Islamic Centre, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 1, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026).

Ketua Umum MUI Kabupaten Indramayu, KH. Ahmad Syaerozi Bilal, mengatakan LPKU memiliki peran strategis dalam mengelola dan memberdayakan potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan umat.

“Kami berharap di bawah kepemimpinan Anas Ghozali, LPKU MUI Kabupaten Indramayu dapat menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan amanah. Tujuannya untuk mengoptimalkan potensi keuangan umat sehingga mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPKU MUI Kabupaten Indramayu yang baru dikukuhkan, Anas Ghozali, S.Pd., menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan. Ia menegaskan akan fokus pada tiga program prioritas selama masa kepemimpinannya.

“Program pertama adalah memperkuat literasi keuangan syariah di lingkungan masjid dan pesantren. Kedua, melakukan pendataan dan pemberdayaan mustahik agar dapat berkembang menjadi muzakki. Ketiga, membangun sinergi dengan BAZNAS, LAZ, dan lembaga keuangan syariah di Kabupaten Indramayu,” tegasnya.

Acara pengukuhan turut dihadiri Bupati Indramayu yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Dr. A. Syadeli, M.Ed., jajaran pengurus MUI Kabupaten Indramayu, pimpinan BAZNAS Kabupaten Indramayu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, serta pengurus lembaga zakat se-Kabupaten Indramayu.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, LPKU MUI Kabupaten Indramayu diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana umat secara profesional, transparan, produktif, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Reporter : Andika

Ribuan Warga Padati Sport Center Indramayu, Karnaval SCTV HUT ke-36 Berlangsung Meriah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Ribuan masyarakat memadati Sport Center Indramayu untuk menyaksikan Karnaval SCTV dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 SCTV. Antusiasme warga terlihat sejak pagi ketika mereka berdatangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Indramayu,” Sabtu-Minggu (11–12/7/2026).

Masyarakat datang bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati rangkaian hiburan sekaligus menyaksikan secara langsung penampilan artis, musisi, dan para pemain sinetron yang selama ini hanya mereka lihat melalui layar televisi.

Suasana semakin semarak ketika Ben Kasyafani, Fanny Ghassani, Anwar BAB, dan Kayla The Icon memandu jalannya acara dengan penuh semangat. Berbagai permainan interaktif dan hiburan yang disuguhkan mampu menghidupkan suasana serta mengundang antusiasme ribuan penonton.

Pada hari pertama, panggung Karnaval SCTV dimeriahkan oleh penampilan Bian Gindas, Rizwan Fadilah, dan Wika Salim. Kehadiran para pemain sinetron Sebening Cinta seperti Zoe Jackson, Rizky Nazar, Fandy Christian, dan Dosma Hazebosch juga disambut histeris oleh para penggemarnya.

Kemeriahan berlanjut pada hari kedua, Minggu (12/7/2026). Para pemain sinetron Asmara Gen Z menyapa masyarakat Indramayu, disusul penampilan Five Minutes, Indra Sinaga, dan Vita Alvia yang berhasil menghibur ribuan penonton.

Puncak acara berlangsung melalui siaran langsung SCTV pada Minggu siang. Sejumlah pemain sinetron Wajah Cinta Yang Lain, di antaranya Dinda Kirana, Ibrahim Risyad, Aulia Sarah, dan Fenly Christove, turut hadir menyapa masyarakat dan menambah semarak suasana.

Momen istimewa juga hadir ketika Aisyah Mahulidah, putri daerah Kabupaten Indramayu yang berhasil meraih Juara I tingkat nasional, tampil di atas panggung dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Sorotan utama kemudian tertuju pada penampilan grup band D’Masiv yang sukses membakar semangat ribuan penonton. Lagu-lagu yang dibawakan membuat seluruh area Sport Center bergemuruh oleh tepuk tangan dan nyanyian bersama. Penampilan Budi Doremi, Jordy Riz, Duo Anggrek, serta Resty Ananta semakin melengkapi kemeriahan Karnaval SCTV di Indramayu.

Karnaval SCTV merupakan program roadshow tahunan yang digelar di sejumlah daerah di Indonesia sebagai bagian dari perayaan HUT ke-36 SCTV. Setelah sebelumnya diselenggarakan di Jepara, Kabupaten Indramayu dipercaya menjadi kota berikutnya yang menjadi tuan rumah.

Selama dua hari pelaksanaan, Karnaval SCTV tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan yang mempererat interaksi antara warga dengan para artis. Antusiasme ribuan pengunjung menunjukkan bahwa kehadiran acara berskala nasional tersebut menjadi hiburan yang dinantikan sekaligus memberikan dampak positif bagi geliat ekonomi dan promosi Kabupaten Indramayu.

Reporter : Andika

Penataan Halaman Kantor Satpol PP dan Damkar Indramayu Dimulai, Anggaran Capai Rp.622 Juta

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai merealisasikan proyek penataan halaman Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu yang berlokasi di Kecamatan Indramayu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan telah memasuki tahap awal. Sejumlah pekerja terlihat melakukan persiapan dan pengerjaan di area halaman kantor sebagai bagian dari proses penataan,” Sabtu (11/7/2026).

Mengacu pada papan informasi proyek, pekerjaan tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp622.487.000. Proyek memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender dan dikerjakan oleh CV Reyhan Putra Mandiri, yang beralamat di Desa Pekandangan Jaya, Kabupaten Indramayu.

Dengan nilai anggaran yang mencapai lebih dari Rp622 juta, pelaksanaan proyek diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal serta memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.

Selain ketepatan waktu, kualitas pekerjaan juga menjadi perhatian agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat optimal, khususnya dalam mendukung aktivitas operasional Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu.

Transparansi dalam pelaksanaan proyek menjadi aspek penting yang perlu dijaga, mulai dari penggunaan material, metode pekerjaan, hingga pengawasan di lapangan. Pengawasan tersebut dilakukan oleh instansi terkait bersama konsultan pengawas sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat melalui pengawasan publik juga menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap proyek yang bersumber dari APBD. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan diharapkan berlangsung secara profesional, tepat mutu, tepat waktu, transparan, dan akuntabel.

Melalui penataan ini, halaman Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu diharapkan menjadi lebih representatif, tertata, serta mampu mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Reporter : Andika

Estim Enting Serap Aspirasi Warga Haurgeulis Melalui Reses Masa Persidangan II Tahun 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Estim Enting, menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di sejumlah titik di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai forum dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait berbagai kebutuhan pembangunan di daerah,” Jum’at (10/7/2026).

Dalam sambutannya, legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI itu menegaskan bahwa reses merupakan sarana komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat guna menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga secara langsung.

“Reses adalah kesempatan bagi kami untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga, sekaligus mempererat silaturahmi. Semua masukan yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan kami di DPRD,” ujar Estim Enting.

Ia menjelaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun dan dibahas melalui mekanisme di DPRD sebelum dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

Menurutnya, berbagai usulan yang muncul dalam kegiatan reses didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur desa, peningkatan pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta sektor-sektor lain yang dinilai mendukung kesejahteraan warga.

“Suara masyarakat adalah landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Kami ingin memastikan setiap kebutuhan warga mendapat perhatian dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Estim Enting didampingi Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Haurgeulis, Nani Dewi Yanti, S.T.r.Keb., CHTT. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan reses sebagai ruang dialog yang terbuka untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan secara konstruktif.

Melalui komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat terpetakan secara komprehensif sehingga menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Gantar, dan sekitarnya.

Reporter  : Andika

Bupati Lucky Hakim Tinjau Normalisasi Irigasi di Tiga Lokasi, Perkuat Infrastruktur Pertanian Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat infrastruktur pertanian sebagai upaya menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah percepatan normalisasi saluran irigasi yang dipantau langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim di tiga lokasi berbeda, Selasa (7/7/2026).

Peninjauan diawali di Desa Gabuskulon, Kecamatan Gabuswetan. Didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin, Bupati Lucky Hakim memantau proses pengerukan sedimentasi lumpur pada saluran drainase di depan permukiman warga dan sepanjang jalan utama menggunakan alat berat.

Normalisasi tersebut dilakukan untuk mengatasi pendangkalan yang selama ini menghambat aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan saat musim hujan. Bupati memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Selanjutnya, Bupati meninjau palang pintu air irigasi di Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur. Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, ia menegaskan pentingnya menjaga kelancaran distribusi air menuju areal persawahan guna mendukung produktivitas pertanian.

“Kita upayakan yang terbaik agar air bisa terdistribusi ke sawah, sehingga pertanian masyarakat semakin maju dan petani lebih sejahtera,” ujar Lucky Hakim.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Saluran Irigasi Gabus–Wanguk yang saat ini juga tengah menjalani proses pengerukan sedimentasi, mulai dari pintu air hingga bagian hilir saluran.

Berdasarkan hasil pemantauan, sedimentasi di saluran tersebut terus meningkat dalam dua tahun terakhir sehingga menyebabkan pendangkalan. Kondisi itu dipicu endapan material tanah dari pembangunan pembatas di sekitar pintu air, serta kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah ke saluran irigasi akibat terbatasnya fasilitas pembuangan sampah.

Plt. Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin, mengatakan normalisasi saluran irigasi menjadi langkah penting untuk mengatasi pendangkalan dan penyumbatan yang selama ini dikeluhkan para petani.

Menurutnya, saluran irigasi yang kembali berfungsi optimal akan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil panen.

“Kami ingin memastikan pekerjaan ini selesai dengan baik, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi. Hasilnya harus segera dirasakan masyarakat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi,” katanya.

Kehadiran Bupati Lucky Hakim bersama jajaran pemerintah daerah mendapat apresiasi dari masyarakat. Para petani berharap normalisasi saluran irigasi yang sedang dilaksanakan mampu mengatasi persoalan kekurangan air saat musim tanam, mengurangi risiko banjir akibat saluran yang dangkal, serta mendukung peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting melalui Evaluasi Triwulan II 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui sinergi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Evaluasi Data Intervensi Spesifik dan Sensitif Bidang Kesehatan Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu secara daring, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat untuk menyelaraskan langkah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di seluruh daerah dalam memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting.

Rapat dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapperida Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Suhartati.

Dalam paparannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menegaskan bahwa penurunan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi spesifik di bidang kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan intervensi sensitif dari berbagai sektor, seperti sanitasi, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi Triwulan II Tahun 2026, sejumlah indikator prioritas menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada kelompok remaja putri dan ibu hamil, pelaksanaan skrining anemia ditargetkan mencapai 77 persen. Sementara kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) ditargetkan sebesar 67 persen bagi remaja putri dan 70 persen bagi ibu hamil.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga menargetkan cakupan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali (ANC 6x) mencapai 82 persen serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) atau berisiko KEK sebesar 85 persen.

Di sektor kesehatan balita, partisipasi masyarakat dalam penimbangan dan pengukuran balita di Posyandu ditargetkan mencapai 85 persen. Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi bayi usia di bawah enam bulan dengan target capaian sebesar 76 persen.

“Pemkab Indramayu terus mengoptimalkan berbagai program untuk memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga sejak masa kehamilan hingga usia balita sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting,” kata Suhartati.

Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah langkah strategis untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan, di antaranya pengadaan alat pemeriksaan hemoglobin (Hb-meter) yang terstandar, digitalisasi pelaporan gizi melalui aplikasi Satu Sehat dan Sigizi Terpadu, serta penguatan Program Aksi Bergizi melalui gerakan minum Tablet Tambah Darah bersama di lingkungan sekolah.

Di luar sektor kesehatan, pemerintah turut mengakselerasi berbagai intervensi sensitif melalui pembangunan Unit Pengolahan Setempat (septic tank), pengembangan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta program budidaya guna meningkatkan konsumsi ikan dalam keluarga.

Rapat evaluasi tersebut diikuti seluruh unsur Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Indramayu, meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, DPMD, DP3AKB, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Kementerian Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat, TP PKK Kabupaten, serta TPPS tingkat kecamatan yang terdiri atas camat, kepala UPTD Puskesmas, dan kepala UPTD PLKB se-Kabupaten Indramayu.

Melalui evaluasi berkala dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indramayu yang lebih maju.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika