Indramayu Gandeng Tangerang Selatan, Perkuat Digitalisasi Data Pajak dan Pertanahan

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan data perpajakan dan pertanahan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Replikasi dan Pemanfaatan Sistem Peta Pajak dan Pertanahan Tangerang Selatan oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim di Gedung Utama Balai Kota Tangerang Selatan, Senin (21/9/2026).

Melalui PKS tersebut, Pemkab Indramayu akan mengadopsi dan memanfaatkan sistem informasi yang dikembangkan Tangerang Selatan untuk mendukung pengelolaan data pajak dan pertanahan secara lebih terintegrasi.

Salah satu fokus kerja sama yakni mengoptimalkan keterhubungan data Nomor Induk Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP). Sistem tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung proses validasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Pemanfaatan sistem berbasis data ini diharapkan mampu memperkuat sinkronisasi antara data pertanahan dan perpajakan di Kabupaten Indramayu. Dengan data yang semakin terhubung, proses pengelolaan dan pemutakhiran informasi diharapkan menjadi lebih akurat dan efisien.

Kerja sama dengan Tangerang Selatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemkab Indramayu dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan.

Penguatan sistem informasi di bidang pajak dan pertanahan diharapkan dapat mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Puncak HUT ke-75 IBI Indramayu, Dorong Penguatan Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kesehatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI) Kabupaten Indramayu menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI Tahun 2026 di Aula Nyi Endang Dharma, Universitas Wiralodra Indramayu, Sabtu (19/9/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum bagi organisasi profesi bidan untuk memperkuat peran dan kepemimpinan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi ibu dan anak.

Mengusung tema “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045 ‘One Million More Midwives’,” kegiatan ini menegaskan pentingnya kontribusi bidan dalam pembangunan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, menyampaikan penghargaan kepada seluruh bidan yang selama ini berkontribusi dalam mendukung berbagai program kesehatan, khususnya pelayanan bagi ibu dan anak.

Menurut Wawan, dedikasi dan kerja keras para bidan memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Indramayu.

“Penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada seluruh bidan atas dedikasi, pengabdian, dan kerja keras dalam mendukung program kesehatan, terutama pelayanan kepada ibu dan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu memberikan kesempatan kepada para bidan untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan. Kebijakan tersebut, kata Wawan, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan.

“Setiap ada bidan yang mengajukan izin belajar untuk melanjutkan pendidikan, kita approve dan kita izinkan,” katanya.

Wawan juga menilai bidan memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi sistem kesehatan, terutama karena pelayanan primer menjadi salah satu fondasi utama dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

“Peran bidan sangat strategis dalam mendukung transformasi kesehatan, khususnya pelayanan primer. Pelayanan primer bukan hanya menjadi garda terdepan, tetapi juga fondasi untuk membangun sistem kesehatan yang kuat,” jelasnya.

Besarnya tanggung jawab pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indramayu turut terlihat dari jumlah sasaran yang harus mendapatkan pelayanan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, terdapat 30.797 ibu hamil, 30.718 ibu bersalin, serta 117.898 balita yang menjadi sasaran pelayanan kesehatan.

“Sasaran ibu dan anak yang harus kita layani saat ini, ibu hamil sebanyak 30.797, ibu bersalin 30.718, dan balita sebanyak 117.898,” ungkap Wawan.

Sementara itu, Ketua PC IBI Kabupaten Indramayu, Bdn. Tasiroh, menegaskan komitmen organisasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan, mulai dari bayi baru lahir hingga balita.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045 serta program pembangunan Kabupaten Indramayu.

“Semua kita lakukan dengan satu tujuan, yaitu menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga ibu dan anak dapat tumbuh serta berkembang secara optimal,” ujarnya.

Dukungan terhadap transformasi organisasi juga disampaikan Ketua Pengurus Daerah (PD) IBI Jawa Barat, Bdn. Mira Karmila. Ia mengatakan perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya persoalan kesehatan menuntut organisasi profesi untuk terus beradaptasi.

“Tantangan kesehatan semakin kompleks, harapan masyarakat semakin tinggi, sementara teknologi berkembang begitu cepat. Karena itu, organisasi profesi harus terus bertumbuh dan bertransformasi agar mampu menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Mira turut memberikan apresiasi kepada para bidan di Indramayu dan Jawa Barat atas pengabdian mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Dinas Kesehatan, BKKBN, serta institusi pendidikan yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan profesi bidan.

Puncak peringatan HUT ke-75 IBI tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, sekaligus mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Jalankan Tugas Jurnalistik, Ketua FWJI Indramayu Laporkan Dugaan Intimidasi ke Polisi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, melaporkan dugaan intimidasi, dugaan tindakan kekerasan, dan dugaan penghalangan terhadap pelaksanaan tugas jurnalistik saat dirinya melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait persoalan pinjaman ke Polres Indramayu, Senin (21/9/2026).

Peristiwa tersebut diduga terjadi ketika Mutadi hendak meminta keterangan kepada pihak yang berkaitan dengan persoalan pinjaman yang sebelumnya disampaikan oleh seorang warga. Konfirmasi dilakukan untuk memperoleh informasi dan memastikan kebenaran mengenai persoalan tersebut dari pihak yang bersangkutan.

Menurut keterangan Mutadi, saat proses konfirmasi berlangsung, dirinya diduga mengalami intimidasi, tindakan kekerasan, serta tindakan yang dinilai menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik. Dugaan tersebut masih dalam proses penanganan dan pembuktian oleh pihak berwenang.

“Saya datang untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi agar persoalan ini berimbang. Tetapi saat saya menyampaikan maksud kedatangan, saya merasa mendapatkan intimidasi dan perlakuan yang tidak semestinya,” ujar Mutadi.

Mutadi menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi dari berbagai pihak sebelum sebuah persoalan diberitakan. Namun, penilaian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang sah.

Ia kemudian menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan peristiwa tersebut ke Polres Indramayu. Dalam proses pelaporan, Mutadi didampingi kuasa hukumnya, Advokat Saprudin, SH., MTJ., CPM.

“Laporan ini saya serahkan kepada aparat penegak hukum. Saya berharap peristiwa tersebut dapat diproses secara objektif berdasarkan bukti dan keterangan para pihak,” ucapnya.

Mutadi juga berharap kejadian serupa tidak kembali dialami wartawan ketika menjalankan tugasnya di lapangan. Menurutnya, apabila terdapat keberatan terhadap proses konfirmasi, pihak yang bersangkutan dapat menyampaikan penolakan atau klarifikasi secara baik tanpa melakukan tindakan yang berpotensi mengintimidasi, menggunakan kekerasan, atau menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik.

Sementara itu, pihak yang dilaporkan maupun pihak-pihak terkait masih memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan versi kejadian menurut keterangannya. Sampai terdapat putusan atau penetapan hukum yang berkekuatan tetap, seluruh pihak tetap harus dipandang tidak bersalah sesuai asas praduga tak bersalah.

Hingga berita ini disusun, proses penanganan laporan tersebut masih menunggu perkembangan dari aparat penegak hukum.

Reporter : Andika

Polres Indramayu Dorong Warga Gadingan Kembangkan Usaha Lewat Pelatihan UMKM

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Polres Indramayu Polda Jabar. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan usaha yang menyasar warga Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Kali ini, masyarakat mendapatkan pelatihan pembuatan sabun cair dan semir ban yang berlangsung di Kantor Desa Gadingan, Jumat (18/9/2026) siang.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kasat Tahti Polres Indramayu IPTU Agus Setiawan, S.H., sebagai pemateri. Hadir pula Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana S., S.H., jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Sliyeg, Pemerintah Desa Gadingan, serta sejumlah warga peserta pelatihan.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui IPTU Agus Setiawan menjelaskan, kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas permintaan Pemerintah Desa Gadingan yang sebelumnya mengajukan pelatihan keterampilan usaha bagi masyarakat.

Menurut Agus, pelatihan tersebut menjadi ruang bagi kepolisian untuk berbagi pengetahuan praktis yang dapat dimanfaatkan warga sebagai bekal mengembangkan usaha secara mandiri.

“Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemerintah Desa Gadingan. Kami hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan bisa dikembangkan masyarakat menjadi kegiatan yang produktif,” ujar IPTU Agus kepada wartawan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima pemaparan teori. Warga juga diajak mengikuti praktik secara langsung, mulai dari proses pembuatan sabun cair, khususnya sabun pencuci piring, hingga pembuatan semir ban.

Keterampilan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan dengan memanfaatkan bahan dan proses produksi yang dapat dipelajari masyarakat.

IPTU Agus mengatakan, kegiatan pemberdayaan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam membuka peluang ekonomi.

“Kami dari kepolisian ingin ikut berpartisipasi dalam mendorong perekonomian masyarakat. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha dan membuka peluang pekerjaan baru,” katanya.

Ia menambahkan, praktik langsung menjadi bagian penting dalam pelatihan agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengaplikasikannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

IPTU Agus berharap keterampilan yang diberikan dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan produk bernilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi keluarga.

“Harapannya ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan saja. Masyarakat dapat mempraktikkannya dan mengembangkan menjadi usaha yang membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Gadingan Suwarto menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Indramayu beserta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan tersebut.

Menurut Suwarto, pelatihan pembuatan sabun cuci memberikan manfaat praktis bagi warga karena keterampilan yang diperoleh dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Atas nama Pemerintah Desa Gadingan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolres Indramayu beserta jajaran yang telah memberikan pelatihan kepada masyarakat kami,” ungkap Suwarto.

Ia berharap warga dapat memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh dengan terus mempraktikkan dan mengembangkan keterampilan tersebut. Dengan begitu, kegiatan pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif.

Suwarto juga berharap kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan kontribusi Polres Indramayu dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa. Semoga sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik,” tuturnya.

Antusiasme juga disampaikan Rustinih, salah seorang warga Desa Gadingan yang mengikuti pelatihan. Ia mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai proses pembuatan sabun cuci yang sebelumnya belum diketahuinya.

“Saya mewakili masyarakat Desa Gadingan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Indramayu beserta jajaran yang telah memberikan pelatihan kepada kami,” kata Rustinih.

Menurutnya, keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha tambahan.

“Sekarang kami mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Tidak hanya bisa dipraktikkan sendiri di rumah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha untuk menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Rustinih berharap program serupa dapat kembali digelar di kemudian hari. Ia menilai kegiatan pemberdayaan yang bersifat praktis seperti itu memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Kami sangat senang karena pelatihan ini memberikan manfaat secara langsung. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan dan Polres Indramayu semakin dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Sebelum Tanam Jagung, Kapolres Indramayu Ikuti Syukuran dan Doa Bersama Warga

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Nuansa kebersamaan tampak dalam rangkaian Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun Anggaran 2026 di Petak 20B Blok Bangke, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Sebelum kegiatan penanaman dimulai, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., memilih duduk bersama warga dan kelompok tani untuk mengikuti syukuran serta doa bersama.

Doa bersama tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat sebelum memulai aktivitas pertanian. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan keberhasilan hingga jagung memasuki masa panen.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si., jajaran Pejabat Utama Polres Indramayu, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko, S.H., unsur Pemerintah Desa Mekarwaru, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Gantar.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. mengatakan, syukuran dan doa bersama memiliki makna penting karena menjadi momentum untuk mengawali kegiatan pertanian dengan rasa syukur sekaligus memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat.

“Melalui doa bersama ini, kita memohon agar seluruh proses penanaman jagung diberikan keselamatan, kelancaran, dan hasil yang baik serta dapat memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat,” ujar Prianggo.

Menurutnya, kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dukungan terhadap program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya para petani.

Ia menilai semangat gotong royong menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan program ketahanan pangan. Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dinas teknis, kelompok tani, dan masyarakat diperlukan agar kegiatan pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita terus menjaga kebersamaan. Petani memiliki peran yang sangat besar dalam ketahanan pangan, sehingga perlu didukung bersama agar setiap proses pertanian dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Setelah rangkaian syukuran dan doa bersama selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026.

Penanaman tersebut menjadi bagian dari dukungan Polres Indramayu terhadap program pemerintah dalam mendorong swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Polisi Ikut Program Ketahanan Pangan, Karo SDM Polda Jabar Jelaskan Alasannya

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung, memiliki alasan tersendiri. Polri menyebut kehadirannya bukan untuk mengambil alih tugas petani, melainkan sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor pangan.

Hal tersebut disampaikan Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., saat menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Polda Jawa Barat Kuartal III Tahun 2026 di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Menurut Fadly, ketahanan pangan memiliki keterkaitan dengan kondisi sosial masyarakat. Dalam perspektif pemeliharaan keamanan modern, stabilitas tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan keamanan dan tindak kriminal, tetapi juga dengan terpenuhinya kebutuhan dasar serta kondisi kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, ketersediaan pangan, kesempatan masyarakat memperoleh penghasilan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.

“Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” kata Fadly.

Ia menyebut peran Polri dalam program tersebut lebih diarahkan pada pendampingan dan koordinasi. Salah satunya membantu menghubungkan kebutuhan kelompok tani dengan instansi maupun pihak yang memiliki kewenangan di bidang pertanian.

Mulai dari pemetaan lahan, pemanfaatan lahan produktif, ketersediaan benih dan pupuk, hingga akses permodalan menjadi bagian yang dapat dikoordinasikan bersama pihak terkait.

Untuk aspek teknis pertanian, Fadly menekankan pentingnya keterlibatan Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan dari tenaga yang memiliki kompetensi tersebut dinilai diperlukan agar petani dapat memperoleh informasi dan teknik budidaya sesuai kondisi lahannya.

Fadly juga menyoroti keberadaan lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, lahan yang masih memungkinkan digunakan pada musim kemarau dapat dipetakan dan disesuaikan dengan komoditas yang cocok, termasuk jagung.

Selain produksi, persoalan pembiayaan juga menjadi perhatian. Koordinasi dengan lembaga keuangan dinilai dapat membantu membuka akses pembiayaan bagi kelompok tani yang memenuhi persyaratan. Penggunaan dana pun perlu diarahkan untuk kegiatan yang bersifat produktif.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” ujarnya.

Pendampingan Tak Berhenti Saat Tanam

Menurut Fadly, keberhasilan program ketahanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari proses penanaman. Tahapan setelah panen juga perlu dipersiapkan agar hasil produksi petani memiliki jalur pemasaran yang jelas.

Karena itu, koordinasi diharapkan melibatkan pemerintah daerah, dinas teknis, penyuluh pertanian, kelompok tani, lembaga pembiayaan, pelaku usaha, hingga pihak yang dapat menyerap hasil panen.

Dengan pola tersebut, petani diharapkan memperoleh dukungan sejak tahap persiapan lahan, produksi, panen, hingga pemasaran.

“Kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya.

Ia menegaskan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak dimaksudkan menggantikan peran petani maupun instansi pertanian. Polri mengambil bagian melalui koordinasi dan dukungan agar berbagai unsur yang terlibat dapat bekerja secara terpadu.

Fadly berharap potensi pertanian Kabupaten Indramayu terus dikembangkan melalui sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas pertanian, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, program ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dari sisi produksi hingga pemasaran hasil pertanian.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Polres Indramayu Dukung Swasembada Jagung Lewat Penanaman Kuartal III 2026

INDRAMAYU.radarinformasai.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Polres Indramayu, Polda Jawa Barat. Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kabag Binkar Ro SDM Polda Jawa Barat AKBP Condro Sasongko, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., Wakapolres Indramayu Kompol Tahir Muhiddin, S.E., S.I.K., M.M., CPHR., serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si.

Hadir pula jajaran pejabat utama Polres Indramayu, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko, S.H., unsur Forkopimcam Gantar, kelompok tani, serta sekitar 50 warga Desa Mekarwaru.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Indramayu bersama jajaran Polda Jawa Barat menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Bantuan itu berupa satu unit mesin pemipil jagung, 50 paket sembako, enam ton pupuk, serta 300 kilogram bibit atau benih jagung.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. mengatakan, ketahanan pangan tidak sebatas memastikan ketersediaan bahan pangan. Menurutnya, sektor tersebut juga berkaitan erat dengan kesejahteraan petani, kestabilan harga, pertumbuhan ekonomi, hingga ketahanan nasional.

“Kabupaten Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan dukungan lahan yang luas, sumber daya manusia, serta semangat para petani, kita memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan produksi pangan, termasuk komoditas jagung,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polres Indramayu akan terus mengambil bagian dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang pangan, termasuk melalui program penanaman jagung.

Berdasarkan data yang disampaikan Kapolres, sepanjang Januari hingga September 2026, dukungan penanaman jagung telah dilakukan pada lahan seluas 64,5 hektare dengan total produksi mencapai 437,226 ton.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

“Semua pihak perlu memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku usaha, maupun seluruh masyarakat,” katanya.

Kapolres berharap lahan-lahan produktif di wilayah Indramayu dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga kegiatan pertanian mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Polri Dorong Pendampingan dari Hulu hingga Pascapanen

Pada kesempatan yang sama, Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung agar kebijakan pemerintah dapat berjalan secara optimal dan memberikan kepastian bagi petani.

Ia menjelaskan, aspek kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga memiliki hubungan dengan stabilitas keamanan.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” ujarnya.

Fadly menegaskan, kehadiran polisi dalam program tersebut bukan untuk menggantikan peran petani. Polri lebih diarahkan untuk membantu menghubungkan berbagai kebutuhan petani dengan instansi maupun pihak terkait.

Pendampingan tersebut mencakup pemetaan lahan, pemanfaatan lahan produktif, akses permodalan, ketersediaan pupuk dan benih, hingga pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian.

Tak hanya berhenti pada proses penanaman, perhatian juga diarahkan hingga masa panen dan pascapanen. Hal ini penting agar petani memiliki akses pasar serta kepastian dalam penyerapan hasil produksi.

“Kepolisian bukan bertugas menanam jagung, tetapi hadir untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” jelasnya.

Fadly juga mendorong pemetaan lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama pada musim kemarau. Lahan tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah, termasuk tanaman jagung.

Ia menilai keterlibatan Dinas Pertanian bersama penyuluh pertanian lapangan menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas lahan dapat ditingkatkan.

Di sisi lain, akses pembiayaan serta ketersediaan sarana produksi juga perlu dikoordinasikan dengan baik sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi kelompok tani.

Dengan pola pendampingan yang berkesinambungan dari hulu hingga pascapanen, Fadly berharap potensi sektor pertanian di Kabupaten Indramayu dapat terus berkembang.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.

Penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat peran Kabupaten Indramayu dalam mendukung swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Pemdes Tugu Jaya Gelar Musrenbangdes, Bahas RKPDes 2027 dan Usulan Pembangunan 2028

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 serta Daftar Usulan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2028.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Tugu Jaya Mochamad Rifqi Abdillah, S.Pd, Sekretaris Desa beserta jajaran Pemerintah Desa Tugu Jaya, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tugu Jaya, Pendamping Desa Kecamatan Cigombong, perwakilan kepala sekolah setempat, serta tokoh masyarakat.

Dalam Musrenbangdes tersebut, berbagai aspirasi masyarakat dibahas sebagai bahan penyusunan program pembangunan desa, mulai dari pembangunan fisik hingga program pemberdayaan masyarakat dan bidang kesehatan.

Kepala Desa Tugu Jaya, Mochamad Rifqi Abdillah, S.Pd, mengatakan seluruh usulan yang dibahas dalam Musrenbangdes sebelumnya telah melalui proses musyawarah di tingkat wilayah.

“Ajuan dari masyarakat alhamdulillah sudah disampaikan melalui RT/RW dan BPD masing-masing. Sebelumnya, sebelum Musrenbangdes ini dilaksanakan, di setiap wilayah juga sudah dilakukan musyawarah yang melibatkan anggota BPD dan RT/RW,” ujar Mochamad Rifqi Abdillah.

Menurutnya, hasil musyawarah di tingkat wilayah tersebut kemudian dibawa ke Musrenbangdes untuk dibahas bersama dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan anggaran desa.

“Dari masyarakat ada beberapa usulan pembangunan fisik, seperti jalan, air, turap dan pembangunan lainnya. Ada juga beberapa usulan pemberdayaan. Terkait kesehatan, alhamdulillah tadi juga ada dari bidang kesehatan, termasuk dr. Sudarni selaku kepala puskesmas, yang menyampaikan program terkait kesehatan. Insyaallah semuanya akan kami akomodir,” katanya.

Dalam menentukan skala prioritas pembangunan, pihak desa mempertimbangkan sejumlah aspek, salah satunya kondisi pembangunan serta tingkat kemanfaatannya bagi masyarakat.

“Kalau terkait prioritas, kita lihat juga apakah pembangunan tersebut memang sudah layak diperbaiki atau belum. Kemudian dari segi kemanfaatannya, apakah manfaatnya untuk banyak orang atau hanya bisa dilalui oleh warga sekitar. Itu menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menentukan program yang harus diutamakan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mochamad Rifqi mengatakan hampir seluruh wilayah Desa Tugu Jaya sebelumnya telah mendapatkan pembangunan. Namun, sejumlah infrastruktur yang telah dibangun sejak beberapa tahun lalu tentunya membutuhkan pemeliharaan maupun perbaikan kembali.

“Kalau bicara yang belum tersentuh pembangunan, sepertinya hampir tidak ada. Hampir semuanya sudah tersentuh. Mungkin sekarang kondisinya sudah rusak atau perlu diperbaiki. Karena anggaran desa ini bukan hanya ada di zaman saya, dari sekitar tahun 2014 juga sudah ada anggaran desa, sehingga pembangunan sebelumnya sudah menyentuh hampir seluruh wilayah,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa usulan masyarakat akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta perencanaan pembangunan desa dalam jangka panjang.

“Kita sebelumnya juga sering turun ke lingkungan. Usulan-usulan warga akan kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran dan perencanaan jangka panjang desa. InsyaAllah itu sudah kami rencanakan,” pungkasnya.

Dengan adanya Musrenbangdes tersebut, Pemdes Tugu Jaya berharap perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan masyarakat, skala prioritas, pemerataan wilayah, serta kemampuan anggaran desa.

Red

Ketua FWJI Indramayu Mengaku Dilempari dan Hendak Dipukul Saat Jalankan Tugas Jurnalistik

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, mengaku mengalami dugaan intimidasi dan tindakan kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik untuk melakukan konfirmasi terkait persoalan utang piutang di wilayah Paoman, Kabupaten Indramayu, Selasa (15/9/2026).

Mutadi menyebut dirinya datang untuk memperoleh klarifikasi dari pihak yang disebut dalam pengaduan masyarakat. Namun, menurut keterangannya, proses konfirmasi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dan dirinya justru mendapat ucapan yang dinilai bernada intimidatif.

Situasi kemudian disebut memanas ketika Mutadi hendak meninggalkan lokasi. Ia mengaku dilempar dengan telpon seluler oleh adiknya Rima, kemudian sebuah tempat  krupuk mentah yang berisi penuh juga dilemparkan ke arahnya, tapi berusaha menghindar, Mutadi menyebut seluruh lemparan tersebut tidak mengenai tubuhnya. Ia juga mengaku sempat mendapat upaya pemukulan, tetapi berhasil menghindar.

Atas kejadian tersebut, Mutadi menyatakan segera akan melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian Indramayu dan Dewan Pimpinan Pusat Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI), supaya tidak ada lagi ketika konfirmasi dan klarifikasi terhalang dengan tindakan premanisme.

Dari aspek kegiatan jurnalistik, Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur ketentuan pidana bagi pihak yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) UU Pers.

Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur ketentuan pidana.

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Pasal tersebut dapat menjadi salah satu ketentuan yang dipertimbangkan apabila hasil pemeriksaan aparat penegak hukum menemukan adanya unsur kesengajaan untuk menghambat atau menghalangi pelaksanaan kegiatan jurnalistik.

Sementara itu, dugaan tindakan fisik atau kekerasan terhadap Mutadi dapat dinilai berdasarkan ketentuan pidana yang berlaku sesuai fakta, keterangan saksi, bukti, serta hasil pemeriksaan penyidik.

Mutadi menegaskan bahwa dirinya datang untuk menjalankan fungsi jurnalistik, khususnya memperoleh informasi dan melakukan klarifikasi agar pemberitaan tidak bersifat sepihak.

Ia berharap setiap pihak dapat menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan mekanisme hukum yang berlaku tanpa menggunakan intimidasi maupun kekerasan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Rima, keluarga, maupun pihak yang disebut bernama Mul untuk menyampaikan versi dan penjelasan mereka mengenai peristiwa tersebut secara berimbang.

(Andika/Tim)

Bupati Lucky Hakim Tinjau RSUD M.A. Sentot Patrol, Pastikan Pelayanan Kesehatan Terus Ditingkatkan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung pelayanan dan fasilitas kesehatan di RSUD M.A. Sentot Patrol untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan yang optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Lucky didampingi Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr. Wawan Ridwan, serta jajaran manajemen RSUD M.A. Sentot Patrol.

Peninjauan diawali dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di lokasi tersebut, Bupati Lucky menyapa sejumlah pasien dan berdialog dengan dokter serta perawat yang sedang menjalankan tugas.

Setelah itu, Lucky berkeliling melihat sejumlah fasilitas pelayanan di rumah sakit. Ia meninjau kondisi sarana dan prasarana, termasuk gedung baru yang telah dibangun dengan fasilitas yang dinilai lebih representatif untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Lucky mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengetahui secara langsung kondisi pelayanan kesehatan di lapangan sekaligus memastikan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, nyaman, berkualitas, serta tetap mengutamakan keselamatan dan kebutuhan pasien.

“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan di Indramayu terus berjalan dengan baik. Fasilitas yang sudah tersedia harus dimanfaatkan secara optimal dan terus ditingkatkan, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, nyaman, dan berkualitas,” ujar Lucky.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis dan seluruh jajaran RSUD M.A. Sentot Patrol yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Indramayu dalam memperkuat pelayanan kesehatan daerah, sehingga fasilitas kesehatan milik pemerintah dapat memberikan layanan yang semakin optimal bagi masyarakat.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika