Menkop Tinjau Pesisir Indramayu, Siapkan Kawasan Industri Perikanan Berbasis Koperasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono, ke Kabupaten Indramayu, Kamis (16/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menkop didampingi Wakil Bupati Indramayu Syaefudin meninjau sejumlah lahan pesisir yang dinilai strategis untuk pengembangan kawasan industri perikanan terintegrasi berbasis koperasi. Lokasi yang disambangi meliputi Desa Parean Girang dan Desa Eretan Kulon di Kecamatan Kandanghaur.

Ferry menjelaskan, lahan yang dikaji memiliki luas bervariasi antara 20 hingga 60 hektare dan direncanakan menjadi kawasan industri perikanan terpadu lengkap dengan fasilitas pendukung. Menurutnya, pengembangan ini juga akan disinergikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih serta berbagai program lain guna memperkuat sektor perikanan di Indramayu.

Selain itu, pemerintah berencana membangun tiga hingga empat titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang dilengkapi fasilitas cold storage untuk menunjang aktivitas nelayan.

Terkait pendanaan, Ferry menyebut skema pembiayaan akan melibatkan koperasi dengan dukungan Badan Layanan Umum, yakni Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung rencana tersebut. Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan peninjauan lanjutan guna memastikan sinkronisasi program dengan fokus utama pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan.

Peninjauan ini menjadi langkah konkret kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis sektor perikanan di Indramayu.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Wisata Bali 2 Balongan Ramai Dikunjungi di Hari Minggu, Dongkrak Ekonomi Lokal

INDRAMAYU.radarinformasi.com  – Destinasi wisata Bali 2 Balongan di Kabupaten Indramayu dipadati pengunjung . Momen akhir pekan dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga di kawasan wisata pantai yang menawarkan suasana santai dan pemandangan menarik tersebut, pada Minggu (19/4/2026).

Sejak pagi, arus wisatawan terus berdatangan dari berbagai daerah. Area wisata terlihat ramai oleh pengunjung yang menikmati panorama laut, bersantai di gazebo, hingga mengabadikan momen di berbagai spot foto yang tersedia.

Pengelola wisata menyebutkan, peningkatan jumlah pengunjung pada hari Minggu ini dipengaruhi oleh cuaca cerah serta semakin dikenalnya Bali 2 Balongan sebagai salah satu destinasi unggulan di Indramayu. Peningkatan fasilitas dan kebersihan juga menjadi faktor pendukung kenyamanan pengunjung.

“Alhamdulillah, setiap akhir pekan khususnya hari Minggu, jumlah pengunjung terus meningkat. Kami terus menjaga kebersihan dan keamanan agar pengunjung betah,” ujar salah satu pengelola.

Ramainya kunjungan wisatawan turut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Para pedagang makanan, minuman, serta penyedia jasa penyewaan perlengkapan wisata mengaku mengalami peningkatan pendapatan dibanding hari biasa.

Salah satu pengunjung, Rina (28), mengungkapkan bahwa Bali 2 Balongan menjadi pilihan wisata yang terjangkau dan nyaman untuk keluarga. “Tempatnya bagus, cukup bersih, dan cocok untuk liburan santai di hari Minggu,” ujarnya.

Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor pariwisata lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi yang dimiliki, Bali 2 Balongan diharapkan semakin berkembang dan menjadi daya tarik utama wisata di Indramayu.

Reporter : Andika

Menanggapi Isu Hoaks, Rutan Kelas IIB Tarutung Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba dan Penipuan (Zero Halinar)

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi sepihak yang disampaikan oleh oknum yang mengaku sebagai awak media bernama “IDA”. Informasi tersebut menyebut adanya dugaan praktik penipuan (lodes) dan peredaran narkoba di lingkungan Rutan Kelas IIB Tarutung.

Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Sembiring, melalui Kepala Pengamanan Rutan, Azis Idris, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler pada Jumat (17/4/2026), menegaskan bahwa informasi tersebut bersifat spekulatif, tidak didukung bukti autentik, dan cenderung mengarah pada opini negatif tanpa dasar yang jelas.

Azis Idris menyampaikan beberapa poin klarifikasi sebagai berikut:

1. Verifikasi Identitas
Oknum yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan identitas pers berupa kartu tanda anggota (KTA) maupun surat tugas saat dimintai konfirmasi. Padahal, sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik, jurnalis wajib menunjukkan identitas saat menjalankan tugas. Hal ini menimbulkan kecurigaan, terutama di tengah maraknya penyebaran informasi tidak berdasar di lingkungan pemasyarakatan.

2. Komitmen Zero Halinar
Rutan Kelas IIB Tarutung secara rutin dan berkala melaksanakan penggeledahan blok hunian (sidak) serta tes urine terhadap petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mewujudkan program Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).

3. Bantahan Dugaan Penipuan
Terkait isu penipuan (lodes), pihak rutan menegaskan telah menerapkan pengawasan ketat terhadap penggunaan alat komunikasi dengan mengoptimalkan fasilitas wartel khusus pemasyarakatan (Wartelsuspas). Setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013.

4. Keterbukaan Informasi
Rutan Kelas IIB Tarutung menghargai peran media sebagai kontrol sosial. Namun demikian, setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus memenuhi kaidah jurnalistik, seperti berimbang (cover both sides), akurat, serta didukung narasumber yang kredibel, bukan sekadar dugaan tanpa bukti.

“Kami selalu terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun, kami juga berkewajiban melindungi nama baik institusi dari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini, kondisi di dalam Rutan Tarutung tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Azis Idris.

Pihak Rutan Kelas IIB Tarutung juga mengajak masyarakat dan insan pers untuk lebih selektif dalam menerima informasi serta melakukan verifikasi kepada pihak berwenang guna menghindari penyebaran berita bohong (hoaks).

Reporter : Reno

Pohon Tumbang Timpa Truk dan Mobil Patroli di Ciawi, Lalu Lintas Sempat Terganggu

BOGOR.radarinformasi.com – Sebuah pohon besar tumbang di Jalan Raya H. E. Sukma, tepatnya di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Senin (16/04/2026). Pohon yang roboh tersebut menimpa sebuah truk boks dan mobil patroli yang berada di dekatnya.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.13 WIB. Berdasarkan pantauan di lokasi, pohon berukuran besar itu tumbang secara tiba-tiba dan mengenai kendaraan yang sedang berhenti maupun melintas di area tersebut.

Akibat kejadian ini, bagian atap dan badan truk boks mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa batang pohon. Sementara itu, mobil patroli di sampingnya juga terkena dahan dan ranting, sehingga mengalami kerusakan pada bagian kaca dan badan mobil.

Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka serius. Namun, pengemudi dan penumpang dari kedua kendaraan tersebut diketahui sempat mengalami syok.

Kejadian ini sempat menyebabkan gangguan arus lalu lintas di jalur utama Sukabumi–Bogor. Petugas kepolisian bersama tim evakuasi segera turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas serta melakukan pemotongan dan evakuasi pohon agar jalan dapat segera dilalui kembali.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung. Pihak berwenang mengimbau para pengendara yang melintas di jalur tersebut untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lokasi.

Red

Pemkab Indramayu Evaluasi Pemekaran Desa Gunungsari, Usulkan Desa Mulyasari

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Sekretariat Daerah melaksanakan evaluasi tingkat perkembangan pemerintahan desa sebagai bagian dari proses pemekaran wilayah. Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Selasa (15/4/2026).

Evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Sekretaris Daerah yang menugaskan tim pembentukan desa persiapan untuk menilai kelayakan pemekaran Desa Gunungsari menjadi desa baru bernama Desa Mulyasari.

Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, menyampaikan bahwa pemekaran desa menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta memperpendek rentang kendali pemerintahan di tingkat desa.

“Pemekaran desa bukan sekadar persoalan administratif, tetapi merupakan upaya menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembentukan Desa Mulyasari diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur, pelayanan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, Desa Gunungsari sebagai desa induk memiliki potensi wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar, sehingga pemekaran dinilai relevan untuk dilakukan.

Proses evaluasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga tim teknis dari kabupaten. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya aspek administratif, jumlah penduduk, luas wilayah, potensi ekonomi, serta kesiapan sarana dan prasarana pemerintahan.

Selain itu, partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam proses ini. Dukungan warga terhadap rencana pembentukan Desa Mulyasari dinilai cukup tinggi, seiring harapan adanya peningkatan pelayanan dan percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Gunungsari menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh proses pemekaran demi kemajuan wilayah. Ia berharap, Desa Mulyasari ke depan dapat berkembang menjadi desa mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tahapan evaluasi ini menjadi langkah krusial sebelum penetapan resmi desa persiapan oleh pemerintah daerah. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan Desa Mulyasari untuk ditetapkan sebagai desa definitif.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya dalam menata pemerintahan desa secara lebih efektif dan efisien, sekaligus memperkuat pembangunan berbasis wilayah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Diskominfo Indramayu Bentuk Saka Kominfo, Perkuat Literasi Digital Pramuka

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Upaya membina generasi muda yang cakap digital terus dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu melalui kolaborasi dengan Gerakan Pramuka. Salah satunya diwujudkan melalui pembentukan Satuan Karya Komunikasi dan Informatika (Saka Kominfo) yang digelar di Aula Diskominfo Indramayu, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik. Acara tersebut dihadiri Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Indramayu, Jajang Sudrajat, para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), serta pembina dan anggota Pramuka tingkat Penegak dan Pandega dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi.

Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, dalam arahannya menyampaikan bahwa pembentukan Saka Kominfo menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas generasi muda di bidang komunikasi dan teknologi informasi.

Ia menjelaskan, Saka Kominfo akan mencakup empat krida utama, yakni telematika, broadcasting, multimedia, dan kehumasan. Keempat bidang tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan keterampilan anggota Pramuka agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

“Melalui pembinaan ini, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu memproduksi dan menyebarkan informasi secara bijak, kreatif, serta bertanggung jawab,” ujarnya.

Suwenda menambahkan, penguatan literasi digital ini juga sejalan dengan upaya perlindungan anak di ruang digital, sehingga generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan positif.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Indramayu, Jajang Sudrajat, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Saka Kominfo. Menurutnya, program ini menjadi terobosan sekaligus peluang bagi anggota Pramuka untuk mengasah minat dan bakat di bidang komunikasi dan informatika.

“Ini langkah yang sangat baik untuk meningkatkan keterampilan anggota Pramuka agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan berbagai materi, mulai dari etika bermedia sosial, pengenalan broadcasting dan kehumasan, hingga keamanan informasi. Diharapkan, melalui kegiatan ini, lahir generasi muda yang adaptif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Bogor Selatan

BOGOR.radarinformasi.com – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Desa Mekarwangi, RT 004/RW 013, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Jawa Barat, Rabu (15/4/2026).

Akibat kejadian tersebut, dua orang penghuni rumah, yakni seorang ibu dan anaknya, sempat terjebak di dalam. Pohon yang tumbang menutup akses pintu keluar karena material reruntuhan.

Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan keluar melalui celah pintu yang terhalang reruntuhan pohon.

“Peristiwa ini disebabkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang, serta kondisi konstruksi bangunan yang sudah lapuk. Pohon jambu yang sudah rapuh akhirnya tumbang dan menimpa rumah tersebut,” ujar seorang saksi di lokasi.

Ketua RT Suta Priatna bersama Ketua RW Muhamad Rizal yang baru menjabat sekitar dua minggu, langsung merespons cepat kejadian tersebut. Mereka segera berkoordinasi dengan tokoh pemuda dan warga setempat.

Babinsa Widodo dan Lurah Amir juga turut turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 15.08 WIB.

“Korban sempat terjebak di ruang tengah karena akses pintu keluar tertutup material reruntuhan. Namun, mereka berhasil keluar melalui celah pintu,” ujar Anjas di lokasi kejadian.

Diketahui, korban adalah Yuni (35) dan anaknya Aiswa (6). Keduanya selamat dan tidak mengalami luka.

Tim BPBD, Damkar, dan warga setempat yang berada di lokasi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Untuk sementara waktu, korban mengungsi ke rumah tetangga di alamat yang sama. Selanjutnya, pihak aparatur desa akan memfasilitasi tempat tinggal sementara berupa rumah kontrakan.

Sementara itu, bangunan rumah dan pohon yang menimpa masih memerlukan penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Red

Dugaan Prostitusi Berkedok Pijat di Sentul, “First One Massage” Jadi Sorotan—APH Diminta Turun Tangan

BOGOR.radarinformasi.com – Dugaan praktik prostitusi berkedok usaha pijat kembali mencuat di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor. Kali ini, sebuah tempat usaha bernama First One Massage yang berlokasi di Ruko Plaza Amsterdam, Blok D No.50, Kecamatan Babakan Madang, menjadi sorotan.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya indikasi layanan di luar pijat yang ditawarkan kepada pelanggan. Dugaan tersebut muncul setelah adanya pengakuan dari pihak yang berada di lokasi, yang menyebut adanya paket layanan tertentu.

Lebih lanjut, disebutkan pula bahwa pelanggan dapat memilih langsung perempuan yang berada di dalam lokasi.

Selain itu, beredar pula informasi bahwa tempat tersebut diduga menyediakan layanan tambahan berupa “HJ”, yang merujuk pada aktivitas seksual secara manual. Jika benar, hal ini semakin menguatkan indikasi bahwa layanan yang diberikan tidak murni pijat atau refleksi, melainkan mengarah pada praktik cabul berbayar.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya turut memberikan pernyataan. Ia mengaku praktik serupa bukan hal baru di kawasan tersebut. “Semua spa/massage di sekitar sini sama, plus-plus. Wanitanya banyak, ada di dalam,” ujarnya.

Menanggapi dugaan tersebut, manajer First One Massage, Chika Jesika, sempat memberikan klarifikasi dan membantah adanya praktik prostitusi di tempat usahanya. Ia menegaskan bahwa layanan yang diberikan murni sebatas pijat spa dan refleksi.

“Kami hanya menyediakan layanan pijat spa dan refleksi. Tidak ada layanan lain di luar itu,” tegasnya saat dikonfirmasi.

Namun, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi lanjutan untuk pendalaman informasi, nomor kontak yang bersangkutan diketahui tidak lagi dapat dihubungi. Diduga, nomor awak media telah diblokir oleh pihak manajemen, sehingga upaya konfirmasi lebih lanjut terhenti.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah upaya klarifikasi atas dugaan yang beredar. Perbedaan keterangan antara pihak internal, warga, dan manajemen semakin menguatkan perlunya penyelidikan menyeluruh oleh aparat berwenang.

Jika terbukti, praktik prostitusi berkedok usaha pijat berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), pihak yang memfasilitasi atau mengambil keuntungan dari praktik prostitusi dapat dikenakan sanksi pidana.

Selain itu, peraturan daerah terkait ketertiban umum juga melarang penyalahgunaan izin usaha untuk kegiatan yang menyimpang. Sanksi yang dapat dikenakan tidak hanya pidana, tetapi juga administratif, seperti penutupan tempat usaha, pencabutan izin operasional, hingga denda.

Keberadaan usaha tersebut di kawasan komersial yang cukup ramai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari aparat setempat terkait dugaan tersebut.

Red

Pemkab Sukagumiwang Sosialisasikan Penyaluran Bantuan Pangan Februari–Maret 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menggelar sosialisasi pendistribusian bantuan pangan untuk alokasi Februari hingga Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Ki Sapu Angin, ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan S.STP., Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak yang terlibat agar program bantuan pangan dapat terlaksana secara optimal, transparan, dan akuntabel.

“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Karena itu, diperlukan komitmen bersama agar bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Camat didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Sukagumiwang, Juniri, yang memberikan penjelasan teknis terkait mekanisme distribusi bantuan.

Peserta sosialisasi terdiri dari operator SIKS-NG serta para juru bagi se-Kecamatan Sukagumiwang. Mereka memiliki peran penting dalam proses penyaluran bantuan di tingkat desa, mulai dari validasi data penerima hingga pelaksanaan distribusi di lapangan.

Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri perwakilan dari Perum Bulog yang memberikan dukungan dalam penyediaan dan distribusi bahan pangan. Perwakilan Bulog, Fatur Rohman bersama M. Andi, menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kecamatan, desa, dan Bulog untuk menjaga ketepatan waktu serta kualitas bantuan.

Pihak Bulog juga memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman dan layak konsumsi hingga diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Melalui sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga distribusi bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 dapat berjalan efektif, lancar, dan tepat sasaran.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap program ini mampu memberikan dampak nyata dalam meringankan beban masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan, khususnya bagi warga yang membutuhkan.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Teknologi CAS Polindra Perpanjang Masa Simpan Mangga hingga 25 Hari

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tim dosen Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Program Studi Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) mengembangkan teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS) untuk memperpanjang masa simpan buah mangga. Inovasi ini ditujukan sebagai solusi pascapanen agar komoditas unggulan daerah tersebut lebih tahan lama dan bernilai jual lebih tinggi.

Ketua tim peneliti, AA Setiawan S.T., M.T., menjelaskan bahwa penelitian telah rampung dan siap untuk tahap pengembangan lanjutan di masyarakat. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media pada Selasa (14/4/2026) di lingkungan kampus Polindra.

Menurutnya, teknologi CAS bekerja dengan mengatur komposisi gas di dalam ruang penyimpanan. Mesin tersebut menurunkan kadar oksigen (O₂) hingga sekitar 1–3 persen, meningkatkan nitrogen (N₂), serta menambah kadar karbon dioksida (CO₂) hingga sekitar 10 persen. Kondisi ini mampu memperlambat proses pematangan dan pembusukan buah.

“Tanpa perlakuan khusus, mangga umumnya hanya bertahan 7 hingga 10 hari sebelum membusuk. Dengan teknologi CAS, masa simpannya bisa diperpanjang hingga sekitar 25 hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem CAS diimplementasikan dalam ruang pendingin atau lemari pendingin yang telah dimodifikasi. Pengaturan atmosfer tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas buah selama penyimpanan.

Penelitian ini melibatkan lima dosen dari Prodi TPTU Polindra serta mahasiswa tingkat akhir yang menjadikannya sebagai proyek tugas akhir dengan fokus pada perancangan dan pembuatan mesin CAS.

Dari sisi pendanaan, riset ini didukung melalui hibah internal Polindra yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) pada tahun anggaran 2025. Pengembangan lanjutan direncanakan berlangsung pada 2026 dengan penyempurnaan teknologi dan peningkatan kapasitas alat.

Ke depan, tim peneliti berencana mendorong penerapan teknologi ini di masyarakat melalui program pengabdian serta menjalin kemitraan dengan pihak industri. Hal tersebut dinilai penting mengingat Indramayu dikenal sebagai salah satu sentra produksi mangga di Indonesia.

“Harapannya, teknologi ini bisa diadopsi dan dikembangkan hingga skala lebih besar, sehingga memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Reporter : Andika