BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Gunung Putri sedang melakukan penyelidikan atas laporan dugaan perampokan yang menimpa seorang warga Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini dilaporkan oleh korban berinisial S pada Selasa, 19 November 2024, sekitar pukul 09.30 WIB. Kamis (21/11)
Kapolsek Gunung Putri, AKP Aulia Robby Kartika Putra, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung di Kampung Cikuda. Berdasarkan laporan, diduga dua pelaku masuk ke rumah korban dengan mengenakan helm dan membuka paksa pintu.
“Saat kejadian, korban baru saja selesai mandi dan berganti pakaian. Ia mendapati salah satu pelaku keluar dari kamar anaknya sambil memasukkan barang-barang ke dalam tas. Sementara itu, pelaku lainnya mengancam korban dengan benda yang diduga menyerupai senjata api untuk mencegahnya berteriak,” ungkap AKP Aulia, Kamis (21/11/2024).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, polisi menduga pelaku berjumlah empat orang. Dua orang masuk ke dalam rumah, sementara dua lainnya menunggu di luar dengan menggunakan dua sepeda motor.
“Pelaku berhasil membawa satu lembar STNK dan BPKB motor Yamaha Mio, satu BPKB motor Honda PCX, serta uang tunai senilai Rp3.100.000 yang disimpan di dalam kamar korban,” tambah AKP Aulia.
Saat ini, Polsek Gunung Putri masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Kasus ini menjadi perhatian serius, dan polisi berupaya mengungkap identitas para pelaku secepatnya.
Polres Bogor mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) bersama Smartfren Community menggelar seminar dengan tema “Meningkatkan Kemampuan Public Speaking untuk Membangun Kepercayaan Diri” yang diadakan pada Kamis, (21/11) di aula MTS Negeri 2 Indramayu. Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta keterampilan praktis bagi peserta yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan membangun kepercayaan diri.
Acara ini menghadirkan narasumber Tomi Indra Suprianto, SE, selaku ketua IWO Jawa Barat yang memberikan tips dan trik efektif dalam menyampaikan pesan dengan percaya diri, mengatasi rasa gugup, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan audiens.
Peserta yang hadir diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya kemampuan public speaking dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks profesional, pendidikan, maupun sosial. Selain itu, seminar ini juga akan menjadi wadah bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan para ahli dan berbagi pengalaman seputar teknik berbicara di depan umum.
Ketua IWO Jawa Barat Tomi Indra Suprianto, SE, yang sekaligus menjadi narasumber dalam seminar tersebut, menyampaikan bahwa ini adalah bagian dari pendidikan dan melatih peserta untuk lebih berani dan percaya diri dalam menyampaikan informasi.
“Saya kira bagus ini bagian dari pendidikan anak-anak pelajar bisa lebih berani dan percaya diri dalam menyampaikan informasi dan menambah keterampilan public speaking” ujarnya
Sementara itu, Haji Mujtahid dari Smartfren Community menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat (Comdev) perusahaan.
“Semoga dengan adanya acara ini dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam berkomunikasi efektif dan menyampaikan ide-ide inovatif.” pungkasnya.
Acara ini juga mendapatkan reaksi positif dari kepala MTS N 2 Indramayu. “Saya sangat suport dengan kegiatan ini karena anak-anak menjadi terinspirasi, banyak hal yang ingin kita capai di maderasah ini salah satunya adalah literasi siswa, dengan kegiatan ini sangat membantu” ujar Adi Mesya.
Lain halnya dengan Kang Supardi Ketua PD IWO Kabupaten Indramayu, mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua IWO wilayah Jawa Barat dan semua pengurus Daerah IWO daerah Indramayu yang telah menyukseskan acara publik speaking, ini adalah program IWO Pengurus Daerah Indramayu Jawa Barat.
Dan akan berkelanjutan, kedepan kita juga akan menyelenggarakan di sekolah-sekolah lain tentunya.
SULTENG.radarinformasi.com – Polri kembali menegaskan pentingnya upaya kontra radikal sebagai langkah untuk mencegah penyebaran paham yang dapat memicu berkembangnya radikalisme di masyarakat. Penegasan ini disampaikan oleh Katim Kontra Radikal Divhumas Polri KBP. Gatot Hendro Hartono, S.E., M.Si. dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Terorisme adalah Musuh Kita Bersama, yang diselenggarakan di Aula Polres Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa 21 November 2024.
Menurut Gatot Hendro, kontra radikal merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran individu agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda kelompok tertentu yang bertujuan mengarahkan masyarakat menuju paham radikal.
“Kontra radikal adalah upaya untuk membangun individu agar mampu menolak paham radikal yang disebarluaskan melalui berbagai saluran. Hal ini penting dilakukan secara konsisten untuk mencegah radikalisme berkembang di tengah masyarakat,” jelasnya dalam keterangan resmi.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan ini harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Selain dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), peran tokoh agama, tokoh masyarakat, adat, serta generasi muda sangat diperlukan,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, hadir sebagai pembicara utama Ustadz Muhammad Nasir Abbas, mantan narapidana terorisme (napiter), yang kini aktif dalam upaya rehabilitasi mantan napiter dan mendorong perdamaian. Nasir mengingatkan bahwa ancaman terorisme adalah nyata meskipun gerakannya kerap tidak terlihat.
“Terorisme itu ada meskipun terkadang pergerakannya tidak tampak. Saya sendiri mantan napiter yang dahulu sempat direkrut menjadi bagian dari kelompok teroris dengan tujuan melawan pemerintah Indonesia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu akar penyebab terorisme adalah kegagalan dalam menerima perbedaan serta kurangnya pemahaman yang benar. Nasir juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap orang-orang yang menyebarkan kebencian, mudah menyalahkan, dan kerap mengkafirkan orang lain, karena hal tersebut merupakan ciri paham radikal.
“Kita harus menjaga keluarga dan masyarakat dari bahaya paham radikal agar Indonesia tetap menjadi negara yang utuh dan damai,” pesannya.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya radikalisme dan terorisme, sekaligus mempererat kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga keutuhan negara. Acara FGD ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa, serta tokoh masyarakat.
BOGOR.radarinformasi.com – Kota Bogor kembali menggelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kodim 0606/Kota Bogor di Lapangan GOR Pajajaran, Tanah Sareal, pada Kamis pagi. Acara yang dipimpin langsung oleh Dandim 0606/Kota Bogor, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, ini melibatkan sekitar 250 peserta dari berbagai instansi terkait. Kamis (21/11)
Apel ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pj. Walikota Bogor, Wakapolresta Bogor Kota, Ketua DPRD Kota Bogor, Perwakilan Dandenpom III/1 Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Kota Bogor, DansatHanland Lanud ATS, Danyonif Mekanis 315/Grd, Wadan Den Bekang III/I B Bogor, Kabid Lalin Dishub Kota Bogor, Kadis Damkar Kota Bogor, Kepala BPBD Kota Bogor, Kadinsos Kota Bogor, Kasatpol PP Kota Bogor, Kaban Kesbangpol Kota Bogor, Ketua KPUD Kota Bogor, para Danramil jajaran Kodim 0606/Kota Bogor, serta Camat se-Kota Bogor. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Berbagai pasukan juga terlibat dalam kegiatan apel ini, termasuk Denpom III/1 Bogor, Yonif Mekanis 315/Grd, Kodim 0606/Kota Bogor, perwakilan Kabalak Aju, Lanud ATS, Polresta Bogor Kota, Satpol PP Kota Bogor, Dishub Kota Bogor, BPBD Kota Bogor, Damkar Kota Bogor, Tagana, Dinkes Kota Bogor, PLN, serta organisasi masyarakat seperti PPM, FKPPI, PPAD, dan Bakoma. Selain itu, pasukan Pramuka Kota Bogor juga turut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan ini.
Apel dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan penekanan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana yang berpotensi terjadi selama musim penghujan. Letkol Inf Dwi Agung Prihanto menyampaikan bahwa kolaborasi yang solid menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana. “Kesiapsiagaan adalah langkah strategis yang harus diterapkan oleh semua pihak guna meminimalkan kerugian akibat bencana,” ujarnya.
Dalam apel tersebut, Wakapolresta Bogor Kota menegaskan pentingnya keterlibatan Polri dalam mendukung langkah mitigasi bencana. “Kami, Polresta Bogor Kota, siap memberikan dukungan penuh dalam aspek pengamanan dan penanganan situasi darurat. Sinergi antara TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana. Mari bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan agar masyarakat tetap merasa terlindungi,” ucapnya.
Sementara itu, Pj. Walikota Bogor menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. “Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kota Bogor juga memiliki potensi risiko serupa. Oleh karena itu, koordinasi antardaerah harus semakin diperkuat. Kegiatan seperti ini adalah langkah nyata untuk meminimalkan dampak bencana dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menambah bobot pentingnya kegiatan kesiapsiagaan lintas sektor yang diinisiasi oleh Kodim 0606/Kota Bogor.
Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 09.15 WIB dengan simulasi penyelamatan bencana pohon tumbang. Simulasi ini dipandu oleh BPBD Kota Bogor, dengan berbagai instansi terkait turut bekerja sama, memberikan gambaran nyata tentang upaya mitigasi yang efektif.
Selain simulasi penyelamatan bencana alam, juga dilakukan simulasi tanggap darurat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjelang Pilkada 2024. Simulasi ini melibatkan skenario potensi bencana seperti banjir atau kondisi darurat yang dapat mengganggu proses pemungutan suara. BPBD, Dinkes, Damkar, dan KPUD Kota Bogor menunjukkan koordinasi yang solid dalam memastikan proses pemilu tetap berjalan lancar meski di tengah ancaman bencana. Langkah ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjamin kelancaran pesta demokrasi.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi demi meminimalkan dampak bencana di Kota Bogor, sekaligus menjamin keamanan berbagai agenda penting di tahun mendatang, termasuk Pilkada 2024.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – IWO Kabupaten Indramayu bersama Smartfren Community akan mengadakan pelatihan public speaking untuk siswa MTs Negeri 2 Indramayu. Acara yang akan digelar besok (21/11) ini menghadirkan Tomi Indra Priyanto, Ketua Pengurus Ikatan Wartawan Online Wilayah Jawa Barat sebagai narasumber. Rabu (20/11)
Ketua IWO Indramayu, Kang Supardi, mengatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan semangat Hari Pahlawan, yakni menginspirasi generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan.
Sementara itu, Haji Mujtahid dari Smartfren Community menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat (Comdev) perusahaan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi efektif dan menyampaikan ide-ide inovatif.
BOGOR.radarinformasi.com – Pada Minggu, 17 November 2024, sekitar pukul 03.00 WIB, telah terjadi tindak pidana pemerasan dan ancaman kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP di Jalan Raya Cijayanti, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Korban, berinisial FA, menjadi sasaran saat hendak melayat seorang kerabat. Selasa (19/11)
Kapolsek Babakan Madang, Kompol Yohannes Redhoi Sigiro, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban FA, yang sedang melayat di rumah duka, merasa ingin buang air kecil. Karena tidak ingin mengganggu tamu lain di rumah duka, korban memutuskan untuk keluar menggunakan sepeda motor dan berhenti di pinggir jalan tak jauh dari lokasi.
Saat korban memarkir sepeda motornya dengan kunci yang masih terpasang, tiga pria tidak dikenal mendekat menggunakan sepeda motor. Salah satu pelaku kemudian menegur korban, yang berusaha kembali menguasai motornya. Namun, korban ditodong oleh salah satu pelaku dengan senjata tajam jenis celurit, sehingga terpaksa mundur. Salah satu pelaku lalu mengambil alih sepeda motor korban, dan ketiganya kabur ke arah Cimahpar/Sukaraja.
Korban kehilangan sepeda motor Yamaha NMAX 2019 berwarna hitam dengan nomor polisi B 3655 PYG, nomor rangka MH3SG3190KK451608, dan nomor mesin G3E41284571. Sepeda motor tersebut terdaftar atas nama Sulaeman, warga Jakarta Pusat. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp32 juta.
Mendapat laporan, Polsek Babakan Madang langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP, memeriksa kemungkinan adanya CCTV di sekitar lokasi, dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Identitas korban telah dikonfirmasi sebagai FA(24), warga Jalan Anyer V No. 12, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat.
Hingga berita ini diturunkan, Polsek Babakan Madang terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. Kapolsek mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berada di luar rumah, terutama pada waktu dini hari, dan segera melapor ke pihak kepolisian jika mengetahui informasi terkait kasus ini.
Untuk pengaduan, masyarakat dapat menghubungi Polsek Babakan Madang atau Polres Bogor melalui layanan 24 jam di nomor 021-110.
BOGOR.radarinformasi.com – Kepolisian Resor (Polres) Bogor memberikan klarifikasi terkait berita viral yang beredar di salah satu media online mengenai pesan berantai yang memperingatkan warga untuk tidak keluar rumah pada waktu tertentu karena adanya pria berjubah putih. Setelah dilakukan investigasi, Polres Bogor menegaskan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong atau hoaks. Selasa (19/11)
Hasil pengecekan oleh Polsek di wilayah hukum Polres Bogor, termasuk di Desa Tajur Tapos, Citeureup, dan Cileungsi, tidak menemukan bukti atau laporan yang sesuai dengan isi berita viral tersebut. Klarifikasi ini diperkuat oleh pernyataan langsung dari pembuat berita di media online, yang mengakui bahwa informasi tersebut tidak benar.
Pihak Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya atau terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Polres Bogor juga meminta partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Jika menemukan hal-hal mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan, warga diminta segera melapor ke Polsek terdekat, Polres Bogor, atau menghubungi Call Center pengaduan 24 jam di nomor 021-110.
Kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan masyarakat dan segera menindaklanjuti laporan yang masuk.
INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pernyataan kontroversial calon Bupati Indramayu nomor urut 2, Lucky Hakim, yang diduga merendahkan profesi jurnalis, memicu gelombang aksi dari ratusan wartawan di Indramayu. Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu (FKJI) menggelar aksi protes di depan kantor KPU Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa (19/11/2024).
Dalam aksi tersebut, para jurnalis menyuarakan protes mereka melalui orasi dan membawa berbagai spanduk. Mereka mendesak KPU untuk memeriksa lebih jauh dugaan penghinaan Lucky Hakim terhadap profesi jurnalis.
Koordinator aksi, Urip Triandi, mengkritik pernyataan Lucky Hakim yang menyebut jurnalis di Indramayu tidak waras.
“Lucky Hakim secara terbuka melalui video yang tersebar di media sosial dan platform mainstream menyatakan bahwa produk jurnalis lahir dari ketidakwarasan. Kami ingin tahu apa yang dimaksud dengan ketidakwarasan itu,” ujar Urip kepada media.
Urip juga menyinggung pernyataan Lucky Hakim yang mengaku tidak takut pada media lokal.
“Kami ingin klarifikasi terkait ucapannya bahwa ia tidak takut pada media lokal. Apakah itu berarti ada diskriminasi terhadap media lokal? Padahal, dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, tidak ada pembedaan antara media lokal, nasional, atau regional,” tambahnya.
Menurut Urip, semua media yang berbadan hukum memiliki kedudukan setara, dengan produk jurnalistik yang dapat menjangkau audiens hingga ke tingkat internasional.
Urip meminta Lucky Hakim untuk segera memberikan klarifikasi, baik secara langsung maupun melalui video yang diunggah di media sosial.
“Kami hanya meminta penjelasan. Jika tidak ingin menemui kami, cukup buat video klarifikasi untuk menjelaskan maksud pernyataannya,” tegasnya.
Sebelumnya, video Lucky Hakim yang diduga menghina profesi jurnalis beredar luas di media sosial. Dalam video berdurasi 5 menit 21 detik itu, Lucky menyebut media sudah banyak yang “tidak waras” dan menyatakan bahwa sejumlah produk jurnalistik adalah “berita sampah.”
“Kewarasan menjadi sesuatu yang langka. Bahkan di kalangan media banyak yang tidak waras, terlihat dari isi pemberitaan,” ujar Lucky dalam video tersebut.
Pernyataan ini menimbulkan reaksi keras dari komunitas jurnalis yang merasa profesinya dilecehkan. Hingga kini, mereka menunggu klarifikasi resmi dari Lucky Hakim terkait ucapannya.
BOGOR.radarinformasi.com – Warga di Perumahan Jalan Kinanti RT 04 RW 09, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di sebuah rumah pada, Minggu 17 November pukul 15.20 WIB. Mayat tersebut diketahui bernama Justin(50). Penemuan ini berawal dari laporan warga yang mencium bau menyengat dari rumah korban. Senin (18/11)
Menurut Babinsa Kelurahan Tanah Baru, Serka Sirad Abdulah, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia tanpa tanda-tanda kekerasan. “Kami mendapat laporan dari warga yang mencium bau menyengat dari rumah korban. Saat tiba di lokasi bersama Bhabinmas, kami memastikan kondisi rumah sebelum memanggil tim INAFIS untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Serka Sirad.
Korban diketahui bernama Justin, berusia 50 tahun yang lahir di Jakarta. Berdasarkan keterangan warga, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut tanpa sanak keluarga.
Saksi mata, Boyke (62), yang juga tetangga korban, mengungkapkan bahwa dirinya diminta oleh warga untuk memeriksa rumah tersebut. “Saya diminta ibu-ibu kompleks untuk mengecek rumah korban karena bau yang menyengat, tetapi saya tidak berani membuka pintu. Akhirnya, saya memanggil Babinsa dan Bhabinmas,” ungkap Boyke.
Setelah pemeriksaan oleh tim INAFIS, ditemukan beberapa obat, termasuk obat lambung, di sekitar tubuh korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan korban diperkirakan meninggal karena sakit. Menurut tetangga sekitar, korban terakhir terlihat pada Jumat 15 November lalu.
Keluarga korban yang dihubungi memutuskan untuk tidak melakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Duka Sinar Kasih untuk proses pemakaman.
Dalam penanganan kasus ini, hadir beberapa pihak, yakni Tim INAFIS, Babinsa Kelurahan Tanah Baru Serka Sirad Abdulah, Bhabinmas Briptu Budi, Lurah Tanah Baru Darmawan, Ketua RW 09 Imron, dan Ketua RT 04 Eko.
Proses penanganan berjalan aman dan selesai pada pukul 17.20 WIB. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan keberadaan tetangga, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri.
BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Tamansari bersama instansi terkait melaksanakan disposal (peledakan terkendali) terhadap benda yang menyerupai granat tangan jenis HRN pada Senin, 18 November 2024, pukul 09.50 WIB. Granat tersebut ditemukan sebelumnya di Pos Kamling Kampung Sinar Wangi RT 01 RW 06, Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 17 November 2024, pukul 23.00 WIB. Senin (18/11)
Kapolsek Tamansari, Iptu Jajang, menjelaskan bahwa disposal dilakukan di tanah kosong di Kampung Sinar Wangi dengan melibatkan Tim Jibom Korps Brimob Mabes Polri, Kanit IV Jatanras Polres Bogor, dan sejumlah petugas lainnya.
Granat yang sebelumnya disimpan di Pos Kamling dipindahkan ke lokasi disposal menggunakan bomb blanket untuk memastikan keamanan. Lokasi disposal dipersiapkan dengan menggali tanah sedalam dua meter sebagai media peledakan. Setelah granat diledakkan, Tim Jibom mengumpulkan serpihan untuk dilakukan analisis awal.
Hasil sementara menunjukkan bahwa granat tersebut adalah granat rakitan, bukan granat militer standar. Temuan-temuan penting dari analisis serpihan meliputi:
1. Casing: Terbuat dari fiber plastik yang sangat keras, bukan bahan logam standar militer.
2. Isian: Menggunakan sekrup baja ringan dan peluru gotri (BB Bullet) sebagai pecahan ledakan.
3. Bahan Peledak: Menggunakan butana cair atau bahan bakar mudah terbakar, bukan bahan peledak standar seperti C4.
4. Kesimpulan: Granat yang ditemukan merupakan rakitan non-militer dan merupakan temuan pertama di Indonesia, menurut Tim Jibom Korps Brimob Mabes Polri.
Kapolsek Tamansari memastikan situasi di lokasi disposal kondusif setelah proses peledakan. Sisa hasil peledakan telah diamankan oleh Tim Brimob Mabes Polri untuk penelitian lebih lanjut. Proses disposal disaksikan oleh Forkopimcam dan warga sekitar dari jarak aman.
Polsek Tamansari mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan benda mencurigakan guna mencegah potensi bahaya.