Pria Yang Meninggal Dengan Golok Tertancap Ternyata Seorang Maling Ayam
BOGOR.radarinformasi.com – Seorang pria meninggal dunia dengan sebilah golok yang menancap dibagian punggung. Kejadian yang terjadi di depan Batching Paint Narogong PT. SBI Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Menurut saksi yang merupakan security yang sedang melakukan tugas di sekitar lokasi kejadian, dirinya mendapat informasi adanya seorang pengemudi sepeda motor yang terjatuh. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi di temukan seorang pengemudi sepeda motor yang telah tersungkur dengan sebilah golok yang menancap di bagian punggung, dengan kejadian tersebutpun langsung dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Polsek Klapanunggal dan Sat Reskrim Polres Bogor yang datang ke lokasipun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang mana dari olah TKP tersebut di ketahui pria tersebut ialah AM ( 57 ) yang beralamat di Balekambang Kramat Jati Jakarta Timur.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan yang dilakukan, korban meninggal dunia AM merupakan seorang pelaku pencurian ayam dan yang bersangkutan pernah menjalani hukuman akibat kasus pencurian.
Warga Lembursitu Sukabumi Datangi DPRD, Diduga Perumahan Sebabkan Banjir dan Pemalsuan Dokumen
SUKABUMI.radarinformasi.com – Terkait dengan adanya aduan masyarakat dari dampak pembangunan perumahan, yang selalu mengakibatkan banjir ke lingkungan warga sekitar Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Komisi I dan II DPRD Kota Sukabumi menerima aspirasi atau keluhan warga yang bertempat di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Sabtu (12/03/2022).
Menurut informasi yang dihimpun dengan adanya aduan masyarakat tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi Ivan Rusvansyah mengatakan, dari hasil audiensi yang digelar terungkap warga di dua RW tersebut mengalami dampak berupa banjir ketika dimusim hujan terjadi akibat dari saluran perumahan yang diarahkan ke lokasi warga.
“Kehadiran kita di sini, insyaallah akan kita tengahi untuk mencari solusi yang terbaik. Selanjutnya kita akan lanjut ke lapangan atau lokasi dengan Dinas PUPR bersama Jajaran dan juga ada Dinas Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup, Komisi I dan II beserta warga sekitar,” ucapnya.
Dengan kejadian ini pun menjadi bahan dinas terkait untuk mengevaluasi. Sehingga permasalahan ini bisa ada titik temu antara kedua belah pihak.
“Semoga semuanya bisa segera terakomodir dapat menjadikan evaluasi dinas terkait, atas keluhan dari masyarakat itu”, ungkapnya.
Adapun terkait dengan dugaan pemalsuan dokumen yang disangkakan warga ke pengembang perumahan, Ivan mengatakan akan melihat dulu dari sisi mana ada dugaan pemalsuan tersebut.
“Karena menurut pihak pengembang merasa sudah menempuh sesuai prosedur yang ada. Namun masyarakat mengaku tidak pernah menandatangani dokumen ijin, amdal apapun bentuknya. Kita lihat saja nanti apabila memang dugaan itu benar adanya maka sangat disayangkan”, tuturnya.
Akademisi UHO Dorong Perkebunan Sawit Sultra Bangun Industri Solusi Jangka Panjang Atasi Kelangkaan Minyak Goreng
KENDARI.radarinformasi.com – Kelangkaan stok membuat lonjakan harga minyak goreng yang terjadi pada awal tahun 2022 membuat banyak rumah tangga tak terkecuali di Sulawesi Tenggara kelimpungan. Pada awal maret ini, harga minyak goreng di pasaran bisa menyentuh Rp.24.000, 00.- sampai dengan Rp.50.000, 00.-per liter, tergantung kemasannya. Hal ini mendapat perhatian serius dari Akuntan sekaligus Akademisi UHO, Abdul Rachman Rika.
“Kelangkaan ini boleh jadi karena faktor produsen tidak memproduksi, bahan bakunya atau CPO dijual ke luar negeri, termasuk ada Oknum kapitalis yang menimbun stok minyak goreng”, terangnya saat dikonfirmasi pada Coffe break di salah-satu Warkop Kota kendari, Sabtu (12/03/2022).
Situasi ini membuat pemerintah akhirnya melakukan intervensi, dengan memperbaharui Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng. Dalam Permendag No 06/2022, HET minyak goreng diatur dengan rincian migor curah sebesar Rp.11.500,00.-/liter, kemasan sederhana sebesar Rp.13.500,00.-/liter, dan kemasan premium sebesar Rp.14.000,00.-/liter.
“Kendati operasi pasar sebagai solusi jangka pendek sudah dilakukan tapi ini tidak memberi efek apapun. Faktanya harga di beberapa lokasi penjualan masih diatas itu”, ujarnya.
Masih katanya, “Bila dirunut kelangkaan minyak goreng berawal dari kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) di Pasar Internasional. Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah produksi baik di Indonesia dan Malaysia sebagai penghasil minyak sawit terbesar akibat faktor alam pada semester kedua lalu”.
“Hukum ekonomi, apabila stok sedikit dan penawaran berkurang maka otomatis harga akan naik. Meski kedua negara ini merupakan produsen minyak, tapi tidak terkoneksi langsung produsen CPO”, jelasnya.
Ia mendorong Pemerintah Daerah (PEMDA) untuk aktif mencari solusi jangka panjang dalam merespons fenomena kelangkaan minyak goreng saat ini dengan membangun pabrik pengolahan kelapa sawit dan kelapa menjadi produk minyak goreng.
Lanjutnya, “Kita ingin daerah mampu menjadi katalisator ekonomi nasional khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan daerah, karena daerah merupakan basis pembagunan pertanian”.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat, produksi Palm Acid Oil atau minyak sawit pada 2021 mencapai 5.173 ton, konsumsi minyak goreng sawit di tingkat rumah tangga mencapai 11,58 liter, dan ekspor yang dilakukan sebanyak 309 ton.
“Luas kebun sawit di Sultra 8.406 hektar yang dimiliki oleh perusahaan. Baiknya Pemprov maksimalkan investasi perkebunan ini dengan kebijakan tanam, petik, olah dan jual utamakan disini dulu, makanya kita berharap investor perkebunan yang ada tidak hanya mengeluarkan kelapa sawit dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) saja, tetapi harus bangun industri hilir disini”, saran Rachman.
Bila bisa diwujudkan, hal ini dikatakannya akan membawa dampak langsung yang siginifikan, baik bagi masyarakat maupun Pemerintah Daerah sendiri.
“Harus ada industri sehingga ada serapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan petani dan juga ada pemasukan PAD bagi daerah dan juga negara, dengan demikian kontribusi investor menjadi nyata”, ucapnya.
Pemerintah Provinsi juga didorong mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana pendukung yang diperlukan oleh investor dalam membangun Industri.
“Dukungan sarana dan prasarana harus juga kita dorong sehingga ada timbal balik antara Daerah dan Perusahaan. Insyaa Alloh kalau sudah ada industri maka kita selangkah maju kedepan membangun kemandirian pangan daerah khususnya pada komoditi ini beserta produk”, tutupnya.
Tragis … Nenek 60 Tahun Tewas Mengenaskan Terlindas Mobil Tangki Pengangkut BBM
Indramayu.radarinformasi.com – Seorang nenek di Kabupaten Indramayu, tewas mengenaskan setelah terlindas mobil tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), di Jalan Raya Desa Tegal Sembadra, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (12/03/2022) sekira pukul 07.45 Wib.
Korban diketahui bernama Hj. Sanisa (60), warga Desa Tegal Sembadra, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.
Kapolsek Balongan, AKP Syarifudin, melalui Kasi Humas Polres Indramayu, Iptu Didi Wahyudi, membenarkan atas adanya Peristiwa tersebut.
“Benar telah terjadi kecelakaan antara pengendara sepeda ontel yang di kemudikan oleh Hj. Sanisa dengan mobil truk tangki bernomer polisi L 9458 UU warna merah putih,” ujarnya.
Iptu Didi Wahyudi mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada saat korban menyebrang jalan menggunakan sepeda ontelnya dari arah Tegal Sembadra ke arah Desa Sukaurip, kemudian berbelok kendaraan tangki dari arah Simpang Lima Indramayu menuju arah Desa Sukaurip.
“Pada saat itu korban sudah diteriaki oleh masyarakat sekitar agar berhenti dulu karena ada mobil tangki besar, tapi korban seperti bingung dan oleng kemudian sepedanya mengenai badan mobil tangki dan korban pun langsung terjatuh lalu terlindas oleh mobil tangki tersebut, setelah itu korban langsung di evakuasi ke RSUD Indramayu dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Iptu Didi.
Didi menyampaikan, saat ini perkara kecelakaan tersebut sudah di tangani oleh pihak laka lantas Sat Lantas dari Polres Indramayu.
Memiliki Paham Berbeda, Kyai Di Indramayu Terluka Dibacok
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Polda Jabar, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo, S.I.K., M.Si., mengatakan pelaku penganiayaan Kyai di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melakukan aksi keji tersebut karena diduga memiliki paham yang berbeda dengan korban.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar, pelaku yang berinisial SR (33) itu tidak suka dengan kegiatan Kyai Farid selaku Ketua Jam’iyyah Ahlith Tarekat Al Mu’tabarah An Nahdliyyah. Berdasarkan pemeriksaan, Kabid Humas Polda Jabar menyebut pelaku diduga memiliki aliran yang berbeda dengan korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi dari masyarakat, tersangka memiliki paham yang berbeda, sehingga tidak menyukai pelaksanaan wirid (kegiatan Kyai Farid) tersebut,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kamis (10/03/2022).
Adapun pelaku melakukan penganiayaan dengan membacok KH Farid Ashr Waddahr beserta istri dan santri di lingkungan Pondok Pesantren di Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (08/03/2022) malam.
Sebelumnya, kata Kabid Humas Polda Jabar, Kyai Farid memang kerap menggelar kegiatan zikir di lingkungan pesantrennya pada malam dan dihadiri oleh banyak jamaahnya.
Selain merasa terganggu, menurut Kabid Humas Polda Jabar, pelaku pun memiliki pandangan lain terhadap kegiatan Kyai tersebut yang tentunya merupakan anggapan yang keliru.
“Itu dipahami olehnya sebagai pesugihan, itu paham keliru oleh tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jabar.
Saat ini, Kyai Farid beserta korban lainnya tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka penganiayaan. Sedangkan pelaku SR dijerat dengan Pasal 338 dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Atas kasus penganiayaan tersebut, polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti berupa arit yang diduga digunakan SR untuk menganiaya tiga korban, kemudian sejumlah pakaian yang memiliki bercak darah.
Unit Gakkum Polres Bogor Evakuasi Pengendara Motor Tewas Akibat Menabrak Belakang Truk
BOGOR.radarinformasi.com – Unit Gakkum Polres Bogor evakuasi Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia akibat menabrak belakang sebuah truk yang sedang sedang berhenti di badan jalan raya alternatif Megamendung yang berada di Kampung Pasir Kaliki, Desa Sukamaju Kecamatan Megamendung kabupaten Bogor, pada Jum’at (11/03/2022).
Kanit Gakkum Polres Bogor Ipda Angga mengungkapkan bahwa kejadian kecelakan tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB pagi tadi. Dimana sebelumnya terjadinya kecelakaan tersebut, sepeda motor Honda Vario berplat F 6531 PG yang dikendarai oleh AFF ini dari arah Gadog menuju Megamendung, yang mana setibanya di TKP pengemudi sepeda motor menabrak bagian belakang truk Toyota Dyna berplat A 8498 FC yang tengah berhenti di badan jalan.
“Akibat kejadian tersebut pengendara sepeda motor pun meninggal dunia akibat luka pada bagian kepala, dari olah TKP yang di lakukan unit Laka Polres masih melakukan penyelidikan”, tutup Kanit Laka Ipda angga Nugraha, S.H., M.H.
KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Suap Proyek PUPR Terkait OTT Bupati Tulungagung 2018
JAKARTA.radarinformasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru kasus dugaan pemberian hadiah atau janji pada penyelenggara terkait dengan proyek pekerjaan pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tahun 2013 – 2018.
Tersangka baru tersebut yakni Direktur PT Kediri Putra (KP) Tigor Prakasa (TP).
“KPK melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam Jumpa Pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/03/2022).
Alex mengatakan, perkara ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 2018. Dalam OTT itu, KPK menjerat mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Kadis PUPR Kabupaten Tulungagung Sutrisno, serta dua pihak swasta Agung Prayitno dan Susilo Prabowo.
Alex mengatakan, Tigor banyak mengerjakan berbagai proyek di Dinas PUPR Tulungagung. Untuk mendapatkan proyek-proyek tersebut, Tigor mendekati Syahri Mulyo selaku Bupati Tulungagung periode 2013-2018.
Sebagai bentuk komitmen atas diberikannya sejumlah proyek, Tigor memberikan sejumlah uang dalam bentuk fee proyek pada Syahri Mulyo dengan nilai besaran bervariasi menyesuaikan dengan nilai kontrak pekerjaan.
“Pemberian fee proyek tersebut, diduga disepakati baik sebelum maupun setelah proyek dikerjakan,” kata Alex.
Adapun beberapa proyek yang dikerjakan Tigor yakni, pada 2016 mengerjakan beberapa proyek dengan total nilai proyek sekitar Rp.64 miliar. Sementara fee yang diberikan diduga sejumlah sekitar Rp.8,6 miliar. Kemudian pada 2017 mengerjakan beberapa proyek dengan total nilai proyek sekitar Rp.26 miliar dan fee yang diberikan diduga sejumlah sekitar Rp.3,9 miliar.
“Pada 2018 mengerjakan beberapa proyek dengan total nilai proyek sekitar Rp.24 miliar dengan fee yang diberikan diduga sejumlah sekitar Rp.2 milliar,” kata Alex.
Atas perbuatannya tersebut, Tigor disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Untuk proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan bagi tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 11 Maret 2022 sampai 30 Maret 2022 di Rutan KPK pada Kavling C1,” kata Alex.
Direktur Utama Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi Jabat Sekretaris Perpamsi Jabar
SUKABUMI.radarinformasi.com – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumda AM TJM) Kabupaten Sukabumi, Mohammad Kamaludin Zen menjabat sebagai sekretaris Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Jawa Barat (Jabar).
Adapun Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur Budi Karyawan, terpilih sebagai Ketua Perpamsi Jabar periode 2022-2026.
Pemilihan serta penetapan ketua Perpamsi Jabar ini dilakukan dalam Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (Mapamda) Jabar 2022 di salah satu hotel di Kota Yogyakarta. Acara diselenggarakan Kamis (10/3/2022) hingga Sabtu (12/3/2022).
“Pak Dirut, terpilih sebagai sekretaris,” ujar Rian Suryana, Kabag Umum Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi, Jumat (11/3/202).
Rian menuturkan pada periode sebelumnya, Dirut Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi menjabat wakil ketua.
Mapamda Jabar 2022 itu dihadiri stakeholder yang berkaitan seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jabar, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jabar dan Bapenda Jabar. (perumdaairminumtirtajayamandiri@gmail.com)
Ruas Jalan Depan Pasar Pelita Sukabumi Akan Difungsikan Kembali untuk Trayek Angkot
SUKABUMI.radarinformasi.com – Belum lama ini ruas jalan menuju Pasar Pelita Kota Sukabumi telah dikosongkan dari para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menutupi jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan angkutan umum (angkot) lainnya.
Kepala Unit Pelayanan Teknis Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi Rudi Hartono menyampaikan kepada wartawan RI saat ditemui di ruang kerjanya terkait ruas jalan menuju Pasar Pelita tersebut akan di fungsikan kembali untuk rute trayek angkutan umum (angkot) yang selama ini tidak bisa dilewati.
“Benar, bahwa ruas jalan menuju Pasar Pelita Kota Sukabumi di depan bangunan baru Pasar Pelita akan di fungsikan kembali untuk rute trayek angkutan umum (angkot) yang lama. Tadi kami bersama pimpinan kepala dinas perhubungan kota sukabumi turut mendampingi peninjauan terhadap ruas jalan menuju Pasar Pelita tersebut,” ujar Rudi. Kamis, (10/03/2022).
Selanjutnya menurut informasi yang dikutip sukabumiNews.net – Kepala Dinas Perhubungan (Ka Dishub) Kota Sukabumi, Abdul Rachman menyampaikan kita bersama jajaran Forkompinda melakukan peninjauan terhadap ruas jalan menuju Pasar Pelita agar dapat digunakan kembali.
“Kita mencoba mengreaktivasi kembali rute trayek yang lama di depan bangunan baru Pasar Pelita,” ujar (Kadishub) Kota Sukabumi, Abdul Rachman saat melakukan peninjauan dalam rangka normalisasi ruas jalan, Kamis (10/03/2022).
Dikatakan Abdul Rachman bahwa sebelumnya, banyak pedagang kaki lima di beberapa ruas jalan menuju Pasar Pelita ini, sehingga angkot tidak bisa masuk.
“Nah, sekarang dengan beberapa ruas jalan yang sudah terbebas dari PKL kita mencoba mereaktivasi (mengaktifkan kembali) trayek angkutan 01 Sukaraja dan 08 Cisaat Sukabumi untuk bisa kembali melintas ke Pasar Pelita,” jelasnya.
“Mulai hari Senin (14/3) ini, kita akan mengaktifkan kembali trayek lama Pasar Pelita. Mudah-mudahan dengan mengaktifkan kembali trayek yang lama ini, Pasar Pelita akan semakin ramai,” harapnya.
Polsek Caringin Bersama Satgas Covid19 Gelar Patroli Prokes
BOGOR.radarinformasi.com – Melalui Patroli PPKM sebagi upaya pendisiplinan protokol kesehatan di lakukan Polsek Caringin Polres Bogor, pada Jum’at (11/03/2022).
Sejumlah tempat keramaian menjadi sasaran patroli PPKM yang di gelar bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Caringin, seperti halnya pemeriksaan prokes yang di lakukan kepada sejumlah pengguna jalan yang melintasi jalan raya Caringin dan para pengunjung kopi Daong Pancawati.
Kapolsek Caringin AKP Waluyo mengungkapkan bahwa dari patroli yang kita gelar ini masih di temukan sejumlah pelanggar prokes yang di dominasi oleh pengguna masker.
“Dari temuan itu kami pun langsung lakukan teguran bahkan penindakan bagi para pelanggar prokes. Melalui Patroli PPKM ini, kami pun menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak lengah dalam penerapan prokes di massa pandemi Covid-19 ini”, ungkapnya.