Pemkab Indramayu Perkuat Integrasi Layanan Digital Lewat Pengembangan Wong Reang Apps

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar rapat koordinasi untuk membahas pembaruan fitur aplikasi Wong Reang Apps. Kegiatan ini berlangsung di Aula Diskominfo Indramayu, sebagai langkah memperkuat integrasi layanan publik berbasis digital, Selasa (7/4/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, serta dihadiri Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Heru Susanto. Turut hadir perwakilan dari sejumlah perangkat daerah, di antaranya Bapperida, Perumdam Tirta Darma Ayu (PDAM), DPMPTSP, dan Disdukcapil.

Rapat koordinasi ini difokuskan pada upaya integrasi layanan antar perangkat daerah melalui pengembangan fitur dalam aplikasi Wong Reang Apps. Setiap instansi dilibatkan sesuai dengan tugas dan fungsinya guna memastikan layanan yang terintegrasi dapat berjalan optimal.

Suwenda menegaskan, pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang lebih efektif dan mudah diakses masyarakat.

“Pengembangan Wong Reang Apps ini bertujuan untuk mendukung integrasi layanan antar perangkat daerah. Di dalamnya tersedia berbagai fitur, termasuk akses CCTV di sejumlah titik yang telah terintegrasi,” ujarnya.

Selain melibatkan perangkat daerah, Diskominfo Indramayu juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal, termasuk sektor swasta seperti Pertamina serta fasilitas layanan kesehatan, guna memperluas cakupan manfaat aplikasi bagi masyarakat.

Dalam pengelolaannya, setiap fitur pada Wong Reang Apps ditangani oleh admin dari masing-masing instansi terkait. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan responsivitas serta memastikan layanan berjalan sesuai kewenangan dan kebutuhan masyarakat.

Melalui pengembangan berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap Wong Reang Apps dapat menjadi solusi terpadu yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik secara cepat, praktis, dan terintegrasi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Luncurkan Wong Reang Apps dan Canangkan Sensus Ekonomi 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi meluncurkan aplikasi Wong Reang Apps sekaligus mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026). Kegiatan tersebut digelar di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu, Selasa (3/3/2026), dan dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Dr. Margaretha Ari Anggorowati, unsur Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Indramayu.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengapresiasi hadirnya Wong Reang Apps yang dinilai mampu mengintegrasikan berbagai layanan dari perangkat daerah ke dalam satu platform digital. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Lucky menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat sekaligus menjadi cerminan profesionalitas pemerintah sebagai penyelenggara layanan publik. 

Ia menilai, pelayanan yang terbuka dan terintegrasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun investor terhadap pemerintah daerah.
Selain itu, Lucky juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di tengah perkembangan ekonomi yang terus bergerak cepat. 

Ia menekankan bahwa data yang akurat dan mutakhir sangat dibutuhkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

“Jika data yang diperoleh tidak akurat, maka kebijakan yang dihasilkan juga tidak tepat. 

Karena itu saya meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat, kepala desa hingga RT/RW, untuk ikut mendukung proses pendataan ini,” ujar Lucky.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Suwenda, menjelaskan bahwa Wong Reang Apps merupakan aplikasi super apps yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu sistem digital.

“Aplikasi ini dibangun sebagai bagian dari upaya mendukung 14 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati yang tercantum dalam RPJMD 2025–2029, guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien,” jelasnya.

Menurut Suwenda, aplikasi tersebut menghadirkan berbagai fitur layanan, di antaranya informasi dan berita pemerintah, layanan pengaduan masyarakat, layanan kesehatan, pengecekan pajak daerah, layanan PDAM, hingga informasi seputar Kabupaten Indramayu. 

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan masyarakat untuk pengembangan fitur di masa mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Ia menegaskan bahwa data yang dikumpulkan bersifat rahasia dan tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. 

Melalui sensus tersebut, BPS akan mendata jumlah dan sebaran usaha, memotret struktur ekonomi, karakteristik perusahaan, tingkat produktivitas, daya saing usaha, hingga perkembangan ekonomi digital.

Dudi juga berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui surat edaran bupati kepada seluruh perangkat daerah agar ikut mengawal proses pendataan di wilayah masing-masing. 

Ia turut mengimbau para pelaku usaha untuk memberikan data secara jujur dan akurat.

Kepala BPS Jawa Barat, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, mengapresiasi komitmen Pemkab Indramayu dalam mendukung pelaksanaan SE 2026. 

Ia menyebutkan bahwa sensus tersebut merupakan pekerjaan besar, mengingat Provinsi Jawa Barat menyumbang sekitar 20 persen pelaku usaha di tingkat nasional.

“Setelah sensus ini selesai, kita akan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai struktur ekonomi di Kabupaten Indramayu. Data tersebut akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan sosial dan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan rompi Sensus Ekonomi 2026 oleh Kepala BPS Jawa Barat kepada Bupati Indramayu yang didampingi Kepala BPS Indramayu dan Kepala Diskominfo Indramayu sebagai simbol dimulainya pelaksanaan SE 2026 di Kabupaten Indramayu.

Sumber: Diskomimfo Indramayu

Andika

Jelang SE 2026 dan Peluncuran Wong REANG Apps, BPS–Diskominfo Indramayu Matangkan Persiapan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menyongsong Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) sekaligus peluncuran Wong REANG Apps, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu menjalin koordinasi intensif bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu. Rapat persiapan digelar di Kantor Diskominfo Indramayu, Senin (2/3/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, serta Kepala BPS Indramayu, Dudi Barmana, berikut jajaran masing-masing instansi. 

Agenda pembahasan mencakup kesiapan teknis pelaksanaan, strategi publikasi dan sosialisasi, hingga dukungan infrastruktur informasi untuk memastikan dua agenda besar tersebut berjalan optimal.

Sesuai rencana, pencanangan SE 2026 dan launching Wong REANG Apps akan diresmikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, pada Selasa (3/3/2026). 

Momentum ini menjadi titik awal pendataan menyeluruh terhadap aktivitas ekonomi di daerah sekaligus penguatan arah pembangunan berbasis data.

Dudi Barmana menjelaskan, SE 2026 merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun untuk memetakan seluruh aktivitas usaha di luar sektor pertanian. 

Data yang dikumpulkan meliputi jumlah dan karakteristik pelaku usaha, skala bisnis, penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan teknologi digital, hingga potensi ekonomi wilayah. 

Informasi tersebut nantinya menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan strategis dan meningkatkan daya saing daerah.

Di sisi lain, Suwenda memaparkan bahwa Wong REANG Apps hadir sebagai inovasi layanan digital terintegrasi. 

Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi resmi pemerintah, program pembangunan, kanal pengaduan, serta berbagai layanan publik dalam satu platform. 

Kehadiran aplikasi tersebut juga diharapkan mendorong literasi digital serta mempercepat penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang transparan dan responsif.

“SE 2026 menghadirkan data krusial untuk perencanaan pembangunan, sementara Wong REANG Apps menjadi jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. 

Keduanya saling melengkapi dalam mewujudkan Indramayu yang maju dan berbasis data,” ujar Suwenda.

Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis pencanangan SE 2026 dan peluncuran Wong REANG Apps dapat terlaksana lancar serta memberi dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi dan transformasi digital layanan publik menuju Indramayu REANG.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Sosialisasikan Wong Reang Apps, Diskominfo Kabupaten Indramayu Dorong Digitalisasi Layanan dan UMKM

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar sosialisasi implementasi Wong Reang Apps bertajuk Indramayu dalam Satu Genggaman secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital pelayanan publik sekaligus penguatan ekonomi daerah melalui digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, menegaskan digitalisasi merupakan kebutuhan di era teknologi saat ini. 

Menurutnya, hampir seluruh wilayah telah terjangkau internet sehingga pemerintah daerah dituntut beradaptasi agar pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Diskominfo mengembangkan Wong Reang Apps sebagai super aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu platform. 

Salah satu fitur unggulannya adalah marketplace UMKM yang difungsikan sebagai etalase digital resmi produk unggulan Indramayu.

“Fitur ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ekonomi kerakyatan. 

UMKM adalah tulang punggung perekonomian, penyerap tenaga kerja, dan penggerak ekonomi lokal,” ujar Suwenda.

Melalui marketplace tersebut, produk lokal diharapkan mampu menembus pasar lebih luas, baik tingkat lokal, nasional, hingga internasional. 

Pelaku UMKM juga mendapat manfaat berupa peningkatan visibilitas produk, kemudahan transaksi digital, penguatan branding melalui identitas resmi pemerintah, serta peluang pembinaan berbasis data yang lebih terarah.

Diskominfo turut mendorong kolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Industri sebagai leading sector pembinaan UMKM agar ekosistem digital berjalan optimal.

Pada sesi teknis, Wahyu Hermawan dari Bidang TIK yang juga tim pengembang aplikasi memaparkan mekanisme pendaftaran akun, pengunggahan produk, pengelolaan pesanan, hingga pemanfaatan fitur promosi dalam aplikasi.

Ia menjelaskan, Wong Reang Apps menghadirkan beragam layanan, mulai dari informasi pemerintahan, layanan aduan, sektor kesehatan, cek pajak daerah, layanan PDAM, hingga informasi lengkap seputar Kabupaten Indramayu.

Pengembangan aplikasi ini selaras dengan program prioritas Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, yang mencakup 14 fitur utama termasuk dua fitur unggulan, salah satunya marketplace UMKM.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan, aplikasi tersebut berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha dan konsumen, sementara mekanisme transaksi menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.

Melalui Wong Reang Apps, Pemkab Indramayu berharap digitalisasi pelayanan publik dan penguatan ekonomi daerah dapat berjalan beriringan menuju daerah yang adaptif, modern, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika