
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perikanan dan Kelautan terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah melalui inovasi pengolahan hasil perikanan.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan diseminasi inovasi produk Bandeng Cabut Duri Khas Pesisir Utara Indramayu Rasa Kuah Gomyang dalam Kemasan Pouch yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan IPB University.
Program ini digelar sebagai respons terhadap kebutuhan pembudidaya ikan, pelaku usaha pengolahan, serta UMKM sektor perikanan di Kabupaten Indramayu. Melalui inovasi tersebut, komoditas bandeng yang selama ini banyak dipasarkan dalam bentuk segar didorong untuk diolah menjadi produk pangan yang lebih praktis, higienis, bercita rasa lokal, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dalam kolaborasi tersebut, Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, berperan sebagai mitra riset melalui Program EQUITY DAPT 2025/2026.
Program tersebut diarahkan untuk mendiseminasikan hasil riset perguruan tinggi kepada masyarakat dan pemerintah daerah sehingga dapat menjawab kebutuhan nyata di lapangan sekaligus menghasilkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi bagi daerah.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa IPB University yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Kabupaten Indramayu. Didampingi Dr. Gatot Yulianto, dosen IPB University sekaligus putra daerah Indramayu, para mahasiswa turut terlibat dalam proses pemetaan dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, mengatakan potensi besar sektor perikanan tidak seharusnya berhenti pada produksi bahan mentah.
Menurutnya, diperlukan upaya hilirisasi melalui inovasi pengolahan, standardisasi mutu, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar komoditas perikanan memiliki nilai tambah dan daya saing.
“Potensi perikanan Indramayu harus terus dikembangkan agar tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Tim Kegiatan IPB University, Bambang Riyanto, mengatakan inovasi bandeng kuah gomyang kemasan pouch dikembangkan sebagai model hilirisasi yang sederhana dan dapat direplikasi oleh pelaku UMKM.
“Program ini berangkat dari potensi unggulan Indramayu. Bandeng sebagai komoditas lokal perlu naik kelas menjadi produk siap saji khas daerah yang aman, praktis, menarik, dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya.
Dalam kegiatan diseminasi tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai penerapan Good Hygiene Practices, pemilihan bahan baku bandeng segar, teknik pencabutan duri, formulasi bumbu kuah gomyang khas Indramayu, pengendalian mutu, hingga teknik pengemasan modern.
Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan kemasan aluminium foil pouch melalui sistem vacuum packaging, pemeriksaan kualitas seal, proses pemanasan, pelabelan, serta manajemen penyimpanan produk.
Pemilihan bandeng cabut duri dengan cita rasa kuah gomyang dalam kemasan pouch dinilai strategis karena memadukan potensi bahan baku lokal, cita rasa khas pesisir Indramayu, dan teknologi pengolahan serta pengemasan modern.
Produk tersebut diharapkan dapat dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari pusat oleh-oleh, koperasi, ritel lokal, pameran UMKM, hingga platform marketplace dan pasar pangan siap saji.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dan IPB University, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem inovasi sektor perikanan daerah.
Dengan dukungan pendampingan berkelanjutan, peningkatan mutu, penguatan kemasan, serta tertib administrasi produksi, inovasi bandeng khas Indramayu tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi identitas pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di wilayah pesisir.
Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika


