Rambah Pasar Nasional, UMKM Indramayu “Camilan Nusantara Dewi” Hadir di Rest Area Tol Cipali

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dengan membuka akses promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu langkah konkret dilakukan dengan memfasilitasi pelaku usaha tampil di rest area KM 130 Tol Cipali, Selasa (24/3/2026).

Kebijakan tersebut menjadi peluang strategis bagi UMKM lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Salah satunya dirasakan oleh Dewi Nopasari, pemilik brand Camilan Nusantara Dewi, yang kini dapat memasarkan produknya kepada pengguna jalan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran UMKM di rest area bukan sekadar aktivitas jual beli, melainkan bagian dari upaya menjadikan jalur transportasi nasional sebagai etalase promosi produk unggulan daerah.

Beragam produk ditawarkan dalam stan tersebut, mulai dari aneka keripik berbahan baku lokal, kue tradisional dengan cita rasa autentik, hingga camilan inovatif khas Nusantara yang mengedepankan kualitas.

Dewi Nopasari mengaku bersyukur atas dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati Indramayu Lucky Hakim, yang telah memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Melalui fasilitas ini, kami mendapatkan banyak pengalaman dalam memasarkan produk. Harapannya, Camilan Nusantara Dewi bisa berkembang dari Indramayu ke seluruh Nusantara, bahkan hingga pasar internasional,” ujarnya.

Selain menyediakan ruang usaha, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa pelatihan pemasaran, pendampingan manajemen usaha, serta dorongan inovasi produk guna meningkatkan daya saing UMKM.

Pemkab Indramayu berharap kehadiran Camilan Nusantara Dewi di rest area tol ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus berkembang. Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, produk lokal diharapkan mampu menembus pasar nasional hingga global serta menjadi penggerak utama perekonomian daerah.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Diskopdagin Indramayu Dorong Industri Lokal Kuasai Teknologi Digital Lewat Sosialisasi SIINas dan TKDN

INDRAMAYU.radarinformasi.com
Upaya memperkuat daya saing industri lokal terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Industri (Diskopdagin), pemerintah daerah menggelar sosialisasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) serta sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Aula Diskopdagin, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut menghadirkan para pelaku industri kecil menengah (IKM), industri besar, serta perwakilan Kementerian Perindustrian RI. Kepala Diskopdagin Indramayu, Ali Fikri, menjelaskan bahwa SIINas bukan sekadar aplikasi pelaporan, tetapi merupakan platform strategis yang menghubungkan pelaku industri dengan pemerintah secara langsung.

“Dengan SIINas, pelaku usaha tidak perlu lagi menyerahkan laporan secara manual. Semua bisa dilakukan secara online, cepat, dan transparan,” ujar Ali Fikri. “Data yang dihimpun juga akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berpihak pada industri lokal, termasuk perlindungan dari serbuan produk impor dan jaminan bahan baku.”

Melalui sistem ini, pelaku industri dapat mengakses beragam informasi penting mulai dari peluang pasar, regulasi terbaru, tren ekspor-impor, hingga pendaftaran sertifikat TKDN secara gratis. Sertifikat TKDN menjadi penunjang penting agar produk lokal mendapat prioritas dalam pengadaan barang pemerintah.

Ali Fikri berharap, semakin banyak pelaku industri di Indramayu yang aktif menggunakan SIINas dan mengantongi sertifikat TKDN.

“Langkah ini akan memperkuat posisi industri lokal sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas,” tambahnya.

Memasuki tahun 2025, Diskopdagin menargetkan pendataan IKM secara menyeluruh melalui SIINas. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Indramayu untuk membangun ekosistem industri yang mandiri, berdaya saing, dan berbasis digital.

(Andika/Sbr/Diskom).

Diskopdagin Dorong UMKM Perbatasan Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal dan Uji Nutrisi Gratis

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upaya memperkuat daya saing pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayah perbatasan terus digencarkan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu. Salah satu langkah nyatanya yakni dengan menghadirkan layanan sertifikasi halal dan uji nutrisi produk secara gratis bagi para pelaku usaha lokal.

Program ini kembali dilaksanakan di Desa Mekarwaru dan Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar, pada Kamis (16/10/2025). Tim Diskopdagin turun langsung ke lapangan melalui sistem jemput bola, memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin mengurus sertifikat halal maupun melakukan uji laboratorium terhadap kandungan gizinya.

Kepala Diskopdagin Kabupaten Indramayu, Ali Fikri, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pelayanan prima yang digagas Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan mutu dan daya saing produk masyarakat di wilayah perbatasan.

“Tujuan utama program ini adalah memudahkan pelaku IKM memperoleh label halal pada produknya. Karena halal bukan hanya soal syariat, tetapi juga mencerminkan produk yang bergizi dan higienis,” ujar Ali Fikri.

Ia menambahkan, kehalalan produk perlu dibuktikan secara resmi melalui sertifikat halal yang didukung dengan hasil uji nutrisi untuk memastikan kandungan gizi dan keamanan produk pangan.

Adapun persyaratan bagi pelaku IKM yang ingin mengikuti uji nutrisi gratis, antara lain: memiliki NIB, sertifikat halal, dan PIRT; menyerahkan fotokopi KTP; lokasi produksi berada di Kabupaten Indramayu; produk sudah beredar di pasaran dan beroperasi minimal satu tahun; serta menyerahkan 11 sampel produk untuk diuji di laboratorium.

“Hasil uji nutrisi ini sangat penting karena memberi jaminan mutu dan keamanan bagi konsumen, mendukung pengembangan produk baru, serta menjadi sarana promosi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Melalui program fasilitasi ini, pemerintah daerah berharap para pelaku UMKM, khususnya di wilayah perbatasan, lebih percaya diri menembus pasar yang lebih luas tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menuju pasar regional dan global.

(Andika/Diskom).