Mantapkan Perdes Perlindungan PMI, Camat Sukra Jalin Sinergi dengan LPK Japanesia

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukra terus memperkuat implementasi Peraturan Desa (Perdes) tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari desa-desa di wilayahnya. Sebagai langkah konkret, Kecamatan Sukra menggandeng Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Japanesia untuk memantau perkembangan PMI yang bekerja di luar negeri.

Komitmen tersebut ditegaskan Camat Sukra, Sigit Widiyanto, yang akrab disapa Bang Joey, saat melakukan kunjungan ke LPK Japanesia di Desa Karanglayung, Kecamatan Sukra, Selasa (6/1/2026).

Menurut Sigit, keberadaan Perdes Perlindungan PMI merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam menciptakan tata kelola perlindungan pekerja migran yang lebih baik. Regulasi tersebut menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga pendidikan dan pelatihan kerja.

“Perdes ini harus didukung semua pihak. LPK memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan proses pendidikan dan penempatan pekerja migran ke luar negeri,” tegas Sigit.
Ia menambahkan, LPK diharapkan dapat memberikan laporan secara berkala kepada pemerintah, mulai dari Dinas Tenaga Kerja, kecamatan, hingga pemerintah desa, setiap kali memberangkatkan PMI. 

Pelaporan tersebut dinilai penting untuk memastikan keberadaan dan kondisi PMI tetap terpantau serta mencegah terjadinya loss contact.

“Data yang akurat dan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pendampingan secara maksimal terhadap PMI di luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer LPK Japanesia Sukra, Imam, menyambut positif keberadaan Perdes Perlindungan PMI tersebut. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan laporan periodik terkait PMI yang diberangkatkan melalui lembaganya.

“Alhamdulillah, kami mendukung penuh Perdes ini. Dengan sistem pelaporan yang terintegrasi, pemerintah dan LPK bisa saling bertukar informasi sehingga keberadaan PMI dapat terus termonitor,” kata Imam.

Dengan kolaborasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukra berharap perlindungan terhadap PMI dapat berjalan lebih optimal serta memberikan rasa aman bagi pekerja migran dan keluarganya di daerah asal.

(S/Diskom/Andika)

Dinilai Berjasa, PMI Asal Indramayu Raih Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sugianto (31), menerima penghargaan kehormatan dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae-Myung. Penghargaan tersebut diberikan atas aksi kemanusiaan yang dilakukannya saat peristiwa kebakaran hutan di wilayah Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025.

Sugianto dinilai berjasa karena 
menunjukkan keberanian dan kepedulian tinggi dengan menyelamatkan warga lanjut usia yang terjebak di permukiman terdampak kebakaran. Aksi heroik tersebut membuatnya terpilih sebagai salah satu dari 11 penerima penghargaan nasional Korea Selatan yang diberikan kepada individu berprestasi di bidang olahraga, budaya, pelayanan publik, dan kemanusiaan.

Dalam situasi darurat itu, Sugianto yang sehari-hari bekerja sebagai awak kapal perikanan, secara spontan mengambil inisiatif membangunkan warga, mengetuk pintu rumah satu per satu, serta menuntun bahkan menggendong para lansia menjauhi lokasi berbahaya. Proses evakuasi dilakukan di tengah kondisi sulit, medan perbukitan, serta minim penerangan akibat terputusnya listrik dan komunikasi.

Atas dedikasi dan keberaniannya, Presiden Korea Selatan secara langsung menganugerahkan medali dan piagam penghargaan kepada Sugianto, pemuda asal Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Selain itu, Pemerintah Korea Selatan juga tengah mempertimbangkan pemberian visa jangka panjang jenis F-2 sebagai bentuk apresiasi lanjutan.

Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Sugianto, tetapi juga membawa nama baik Indonesia, khususnya Kabupaten Indramayu, di kancah internasional. Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi positif dan peran kemanusiaan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri.

(S/Diskom/Andika)

Sosialisasi Hubungan Industrial Pancasila Digelar di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu menggelar sosialisasi Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 76 Tahun 2024 tentang Pedoman Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Tenaga Kerja Indramayu, Jl. Gatot Subroto No. 1, Pekandangan, Kecamatan Indramayu, dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas unsur pengusaha dan perwakilan serikat pekerja. Jumat (29/11)

Firman Desa, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, menjelaskan bahwa konsep Hubungan Industrial Pancasila bukanlah kebijakan baru, melainkan penguatan konsep lama yang kembali digaungkan oleh pemerintah. “Ini adalah upaya untuk membangun hubungan industrial yang lebih sesuai dengan budaya Indonesia, yakni mengedepankan musyawarah, gotong royong, dan mufakat dalam menyelesaikan perselisihan industrial,” ujarnya.

Firman mengungkapkan bahwa penyelesaian perselisihan antara pekerja dan pengusaha saat ini sering dilakukan melalui aksi unjuk rasa atau mogok kerja, yang dinilai kurang efektif. “Dengan konsep ini, kita berharap semua pihak dapat mengutamakan dialog dan menyelesaikan masalah secara damai. Hal ini juga berkaitan dengan perlindungan terhadap pekerja dan kepatuhan pemberi kerja pada norma-norma ketenagakerjaan,” tambahnya.

Sosialisasi ini diharapkan dapat menciptakan hubungan industrial yang lebih kondusif di Indramayu dan Jawa Barat pada umumnya. Firman menyebutkan bahwa pelaksanaan konsep Hubungan Industrial Pancasila tidak hanya menekankan aspek demokratisasi dalam hubungan kerja, tetapi juga tanggung jawab pemberi kerja untuk memenuhi hak-hak pekerja sesuai peraturan.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini, hubungan industrial di Indonesia, khususnya di Indramayu, dapat berjalan lebih baik dan harmonis,” pungkas Firman.

Acara ini berlangsung lancar dan mendapat apresiasi dari para peserta. Dengan diterapkannya pedoman baru ini, diharapkan hubungan antara pekerja dan pengusaha dapat lebih erat, mencerminkan nilai-nilai luhur.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

100 Ribu Naker Lokal Akan Bekerja di Kawasan Industri Losarang

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dirut PT. Wiratama Indramayu Perkasa Edward Sofiananda akan membuka lapangan pekerjaan di kawasan industri terpadu Losarang dengan peluang sekitar 100 ribu orang, Senin (19/8/2024)

Hal tersebut disampaikan Edward Sofiananda usai melakukan Ground breaking Kawasan Industri Losarang Kecamatan Losarang Indramayu.

Menurut Edo sapaan akrab Edward Sofiananda mengatakan kawasan industri Losarang memiliki peluang terbukanya akses perekonomian dan peningkatan pendapatan Dari sektor pajak dan sektor lainnya.

“Ada sekitar delapan tenant yang sudah siap untuk berinvestasi disini. Kondisi ini harus dibarengi dengan kemampuan kerja sehingga ini merupakan bagi masyarakat Indramayu,” kata Edward Sofiananda.

Edward merinci delapan tenant yang sudah siap membangun diantaranya Sekedar informasi, beberapa mitra usaha PT. WIB yang sudah siap untuk membangun usahanya di Kawasan Industri Losarang diantaranya :

1. PT. Fuling Packaging Indonesia
2. PT. Forindo Multi Abadi
3. ΡΤ Κaixing International Logistic
4. PT. Struktur Baja Ringan Indonesia
5. PT. Inti Nusantara Capital
6. Freetrend Industrial Ltd
7. PT. Forever Young International
8. PT. Fujian Highjet Co. Ltd
9. Brillian/Wah Man Textile Ltd

Seluruh pabrik tersebut merupakan pabrik yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah sangat besar seperti pabrik tekstil. Pabrik kemasan siap pakai pangan dan usaha lainnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina mengatakan kawasan industri Losarang ini merupakan jawaban pasti kepada masyarakat Indramayu terkait lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Selama ini banyak masyarakat Indramayu yang bekerja ke luar negeri karena tidak adanya lapangan pekerjaan di kampung halamannya,” ucapnya.

“Dengan adanya ground breaking ini, pecah telur keinginan saya sejak dulu agar masyarakat Indramayu bisa bekerja di daerahnya sendiri dan ini merupakan jawaban untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan ini bukan mimpi,” jelas Nina.

Nina mengatakan sudah ada delapan tenant yang akan mendirikan pabrik di kawasan industri Losarang dan akan mempekerjakan 100 ribu tenaga kerja lokal. Dari jumlah itu. Kata Nina, 80 persennya harus tenaga lokal.

Nina akan terus menjadi “sales” untuk menarik investor dan menanamkan modalnya di Indramayu. Pemkab Indramayu telah menyiapkan enam kawasan industri di kecamatan Patrol, Balongan, Krangkeng, Losarang, Gantar dan Sukra.

“Saya minta kepada masyarakat Indramayu untuk dapat menciptakan iklim investasi sehingga Indramayu dapat menjadi target untuk menanamkan modalnya oleh investor,” jelas Nina.

Ground breaking Kawasan Industri Losarang rencananya akan dibangun diatas lahan seluas 1000 hektar. Untuk tahap awal akan dibangun dilahan seluas 300 hektar.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi

Launching Lembaga Pelatihan Kerja ke Jepang Mori Centre Berjalan Lancar

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Lembaga Pelatihan Kerja ke Jepang (LPK Mori Centre) yang berada di Desa Parik sabungan, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara telah launching pada hari, kamis (25/07/2024) oleh Sekretaris Disnaker Tapanuli Utara Ronny Hutasoit.

Dalam acara tersebut turut hadir Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak yang di wakili Kabag Ops Kompol Kondar Simanjuntak SH, Dandim 0210/TU Letkol Inf. Saiful Rizal, S.Hub, Int, yang diwakili Mayor Alpin Silalahi, Kajari Taput Donni Ritonga diwakili Kasintel Mangasi Simanjuntak, Disnaker Taput, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinkes Taput Alex Gultom, Dinas Pertanian Taput Sey Pasaribu, Camat Siborongborong, Polsek, Koramil, UPT. Puskesmas Silangit, Kepala Desa Parik sabungan, Ka UPT Balai Benih Gabe Hutaraja Koko Nababan, Eksekutif General Manager Bandara Silangit dan Punguan Marga Simanjuntak, Sianturi, Hutagaol, Tampubolon.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Taput, Rony Hutasoit, mengatakan sangat mengapresiasi berdirinya LPK MORI Centre tersebut.

Rony juga berharap, dengan diresmikannya LPK MORI Centre itu diharapkan dapat membantu warga dan pemerintah dalam hal mencari lowongan pekerjaan di negara Jepang yang mempunyai gaji besar dari gaji di negara Indonesia.

Direktur LPK MORI Centre, Rijen Alam Sinurat, mengatakan, LPK yang dipinpinnya merupakan pusat pelatihan kerja ke Jepang yang resmi dan telah mendapat surat izin dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI dengan AHU-0039780.AH.01.01 Tahun 2024.

Selain resmi dari Kemenkumham RI, kata Rijen, LPK MORI Centre juga terdaftar di Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

“Artinya, semua tenaga kerja yang kita kirim dan bekerja di Jepang terdaftar di BP3MI,” ujarnya.

Rijen menjelaskan, tujuan LPK MORI Centre dibuka di Taput adalah membantu warga dan pemerintah setempat dalam mencari lowongan pekerjaan dengan mempersiapkan SDM yang tangguh dan profesional yang nantinya bisa merubah kualitas hidup dan finansial yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Kata Rijen, bahwa LPK MORI Centre bergabung dengan Koufuku Daruma Group (LPK Daruma) yang berada di kota Medan Sumut dan sudah memberangkatkan sebanyak 370 orang ke Jepang dalam kurun waktu 3 tahun, dimana sebanyak 64 orang diantaranya berasal dari Taput.

Ia juga mengatakan, saat ini LPK MORI Centre sudah memiliki sebanyak 21 orang siswa dari berbagai daerah yang di didik untuk di kirim bekerja ke Jepang dengan bidang bekerjaan yang ditawarkan adalah pertanian, pelayan resroran, dan industri.

Sedangkan gaji tenaga kerja di Jepang, yaitu sekitar Rp.15.000.000 – Rp.25.000.000/bulan, jauh lebih tinggi dibandingkan gaji buruh di Indonesia.

“Semoga dengan adanya LPK MORI Centre ini bisa bermanfaat bagi adek adek yang berminat ingin di didik dan di tempah untuk diberangkatkan ke Jepang,” pungkasnya.

Reporter : Reno H
Redaktur : Dewi

Dinas PUPR Tanjab Barat, Gelar Pelatihan Tenaga Terampil Jasa Kontrusi Tahun 2024

TANJAB BARAT.radarinformasi.com-  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), menggelar Kegiatan  Pelatihan Tenaga Terampil Jasa Kontrusi Tahun 2024. Pelatihan ini diadakan selama empat hari, dari tanggal 23 – 26 Juli 2024. Selasa (23/7/24).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja di bidang konstruksi, serta memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan di daerah tersebut.

Dalam laporannya Sekdis PUPR M. Arsad, S. Kom, mewakili Kadis PUPR Apri Dasman, ST, MT. mengatakan, kegiatan ini dihadiri oleh 180 peserta dibagi jadi 6 kelas diantaranya tukang batu, tukang cat, tukang keramik, tukang plafond, tukang listrik serta tukang plaster dengan dana bsrsumber dari APBD Tahun Anggaran 2024.

“Ini merupakan langkah positif bagi kita bersama terutama untuk para pekerja agar memiki sertifikat kompetensi kerja agar lebih mudah dalam memperoleh pekerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat M.Ag, Plt. Sekda H. Dahlan, memgatakan, bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan standar pekerjaan konstruksi di kabupaten Tanjab Barat.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan tenaga kerja kita semakin profesional dan mampu bersaing di pasar kerja, baik lokal maupun nasional,” ujarnya.

Lanjut Dahlan, “pelatihan ini juga mencakup materi mengenai keselamatan kerja, penggunaan teknologi terbaru dalam konstruksi, serta praktik terbaik yang dapat diterapkan di lapangan.”

“Instruktur pelatihan merupakan para ahli dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya, sehingga peserta dapat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang up-to-date,” pungkasnya.

Para peserta menyambut baik pelatihan ini dan mengapresiasi inisiatif dari Dinas PUPR Tanjab Barat, Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa tenaga kerja konstruksi di daerah ini selalu siap menghadapi tantangan pekerjaan di masa depan.

Acara dibuka langsung oleh Sekda kabupaten Tanjab Barat ditandai dengan pemukulan gong dan penyematan helm dan rompi peserta serta pemberian santunan kepada ahli waris korban kecelakaan kerja sebesar Rp. 42.000.000,00.

Reporter   : Dani

Redaktur   : Dewi