Jembatan Kali Perak Jatimunggul Direhabilitasi, Akses Petani Diharapkan Makin Lancar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah merehabilitasi Jembatan Desa 1 di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jembatan Kali Perak.

Rehabilitasi jembatan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari kalender, terhitung sejak 14 Juli hingga 11 Oktober 2026.

Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung proses rehabilitasi. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Camat Terisi Boy Billy Prima dan Kuwu Desa Jatimunggul Ro’up,”  pada Senin (7/9/2026).

Ro’up menjelaskan, jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat, terutama warga yang hendak menuju kawasan pertanian. Sebelum direhabilitasi, kondisi konstruksi jembatan mengalami kerusakan cukup parah dan banyak bagian yang sudah keropos.

“Jembatannya sudah keropos. Dari 2014 sudah rusak dan baru ini dibetulkan. Selama dibangun, lewatnya jalan darurat dulu,” jelas Ro’up.

Mendengar kondisi tersebut, Bupati Lucky Hakim menyampaikan rasa syukur atas dimulainya rehabilitasi jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Alhamdulillah ini kewajiban kita membangun jembatan ini, semoga menjadi pahala untuk semua pihak yang terlibat,” ujar Lucky.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga berdialog dengan masyarakat sekitar. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap perbaikan infrastruktur yang dinilai penting bagi aktivitas sehari-hari.

Selama jembatan mengalami kerusakan, mobilitas petani menuju lahan serta pengangkutan hasil pertanian menjadi terkendala. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap nilai jual hasil panen, termasuk gabah.

Terlebih, sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut merupakan sawah tadah hujan yang hanya dapat dipanen sekali dalam setahun pada musim kemarau.

Warga berharap setelah rehabilitasi selesai, akses menuju lahan pertanian dan jalur pengangkutan hasil panen menjadi lebih mudah sehingga hasil pertanian maupun perkebunan dapat dipasarkan dengan harga yang lebih baik.

Salah seorang warga Desa Jatimunggul Blok Weringin, Rakim, mengatakan keberadaan jembatan yang layak sangat dibutuhkan masyarakat karena mayoritas warga setempat bekerja sebagai petani dan pekebun.

Menurutnya, akses jalan yang sulit selama ini turut memengaruhi harga hasil produksi masyarakat karena biaya dan kemudahan pengangkutan berbeda dengan wilayah yang memiliki akses lebih baik.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Lucky Hakim atas pembangunan jembatan ini. Semoga membawa Indramayu lebih baik. Kami berharap semua yang dilaksanakan hari ini akan bermanfaat untuk ke depannya,” tutur Rakim.

Rehabilitasi Jembatan Kali Perak di Desa Jatimunggul diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat, khususnya mobilitas petani dan distribusi hasil pertanian serta perkebunan.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Proyek Rehabilitasi Irigasi di Megamendung Ditargetkan Rampung Sebelum Pergantian Tahun

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melaksanakan proyek rehabilitasi fungsi jaringan irigasi D.I Coblong di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan papan proyek di lokasi, kegiatan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp307.500.000 (tiga ratus tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dengan masa pelaksanaan 75 hari kalender. Proyek dikerjakan oleh CV Pandawa Panca Perkasa sebagai penyedia jasa, sementara PT Arenco Binatama bertugas sebagai konsultan pengawas. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tercatat dengan nomor 600.1.4.2/C-035.R/RHB-FJI/SPMK/DPUPR, tertanggal 17 Oktober 2025.

Saat dikonfirmasi di lokasi, Dul selaku mandor proyek mengatakan bahwa pekerjaan sudah mulai berjalan sejak 2 minggu lalu.

“Pengerjaan masih berjalan, fokus pada pembersihan dan penggalian saluran, lalu pemasangan turab. Targetnya selesai tepat waktu sesuai kontrak, sebelum pergantian tahun,” ujar Dul kepada awak media di lapangan.

Dul juga memastikan bahwa pihaknya berupaya menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai dengan spesifikasi teknis. “Kita kerjakan sesuai gambar dan arahan konsultan. Kalau cuaca mendukung, InsyaAllah bisa cepat selesai,” tambahnya.

Proyek ini diharapkan dapat memperbaiki aliran irigasi di wilayah Megamendung untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat setempat.

Meski demikian, pengawasan dan transparansi pelaksanaan tetap menjadi sorotan publik agar proyek bernilai ratusan juta rupiah ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.

Reporter : Rizal

Kapolres Bogor Kota Diminta Evaluasi Kerja Sama dengan Rehabilitasi Kayva

BOGOR.radarinformasi.com – Kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu oleh seorang personel dari Rehabilitasi Kayva mengguncang masyarakat Kabupaten Bogor. Personel berinisial L tersebut ditahan oleh pihak berwajib beberapa bulan lalu, memicu kekhawatiran publik terkait keamanan dan kredibilitas institusi rehabilitasi yang seharusnya menjadi tempat pemulihan korban penyalahgunaan narkoba. Insiden ini menimbulkan desakan agar Polres Bogor Kota mempertimbangkan kembali kerja sama dengan pihak Rehabilitasi Kayva. Jumat (1/10)

Para keluarga pasien merasa resah dan mempertanyakan keamanan institusi tersebut. “Bagaimana kami bisa mempercayakan anak-anak kami untuk rehabilitasi jika ada personel di sana yang justru diduga terlibat narkoba?” ujar seorang perwakilan keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.

Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, sejumlah pihak mengusulkan agar seluruh personel Rehabilitasi Kayva menjalani tes urine. Langkah ini dinilai penting guna memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan rehabilitasi, sehingga keamanan dan kualitas perawatan bagi para pasien tetap terjamin.

Ketua Umum Mapan Indonesia (Masyarakat Peduli Anti Narkoba), PSF Parulian Hutahaean, turut memberikan sorotan terhadap kasus ini. Ia mempertanyakan kinerja dan efektivitas Rehabilitasi Kayva dalam mendukung pemulihan pasien. “Kita perlu mengevaluasi berapa banyak pasien yang benar-benar pulih dan kembali ke masyarakat selama tahun 2024. Jika masalah seperti ini masih ada, bagaimana mungkin masyarakat bisa tenang mempercayakan masa depan anak-anak mereka di sana?” ujar Parulian.

Masyarakat dan pegiat anti-narkoba berharap Polres Bogor Kota segera mengambil langkah tegas terkait kerja sama dengan Rehabilitasi Kayva. Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk menjaga kredibilitas institusi rehabilitasi dan Polres Bogor Kota, tetapi juga demi masa depan generasi muda yang bersih dari narkoba.

Red