Polisi Pastikan Penanganan Profesional Kasus Dugaan Pemukulan Wartawan di Cileungsi

Polres Bogor menegaskan komitmennya untuk menangani secara profesional dan transparan kasus dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan yang terjadi di lingkungan SKPT Polsek Cileungsi. Setiap laporan masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan insan pers, dipastikan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan keterangan para saksi serta melengkapi alat bukti. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan perkara dapat berjalan secara objektif, akuntabel, dan tidak tergesa-gesa.

Menanggapi pertanyaan dari kuasa hukum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) terkait perkembangan penanganan perkara, Polres Bogor menyatakan terbuka terhadap komunikasi dan koordinasi sebagai bagian dari prinsip keterbukaan informasi publik. Kepolisian menegaskan tidak ada upaya menghambat proses hukum, melainkan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Polres Bogor juga menegaskan komitmennya dalam menjamin perlindungan terhadap kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi, sekaligus memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum akan ditangani secara adil dan tanpa pandang bulu.

“Masyarakat dan insan pers diimbau untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum,” ujar Kabid Humas, Jumat (23/1/2026).

Melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan, Polres Bogor berkomitmen menjaga kondusivitas serta meningkatkan kepercayaan publik.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

PWRI Indramayu Rayakan HUT ke-63, Perkuat Sinergi demi Kesejahteraan Lansia

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula Kantor PWRI di Jalan Tanjung Pura No. 51, Karangmalang, Indramayu, Ratusan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dari berbagai daerah hadir dengan busana rapi, saling menyapa dengan senyum yang mencerminkan eratnya persaudaraan,” Pada Sabtu, (09/08/25).

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-63 PWRI kali ini mengusung tema “Dengan Semangat Merah Putih, PWRI Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Lansia Menuju Indonesia Emas 2045.” Acara turut dihadiri Ketua PWRI, jajaran pembina, penasehat, dan mitra kerja yang selama ini mendukung perjalanan organisasi.

Ketua Umum PWRI, Prapto Hadi, SH., MM., M.Sc., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua PWRI Indramayu, H. Sudiyono, mengajak seluruh anggota mengenang perjuangan para pendiri organisasi. Ia menekankan pentingnya evaluasi kinerja dan adaptasi di tengah perkembangan zaman, sekaligus menegaskan peran vital para wredatama dalam mendukung kebijakan pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Di sela acara, para peserta tampak akrab bercengkerama, mengenang masa lalu, dan menikmati suasana penuh kehangatan.

Dalam wawancara, Ketua PWRI Indramayu, H. Sudiyono, menegaskan bahwa PWRI menjadi wadah sinergitas dengan pemerintah, menjembatani aspirasi para lansia, serta mempererat tali silaturahmi antar pensiunan PNS, BUMN, BUMD, purnawirawan TNI, mantan pejabat, hingga pamong desa.

“Meski sudah purna bakti, wadah PWRI tetap memiliki peran besar dalam membangun kebersamaan dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, PWRI memberikan empat plakat penghargaan kepada Bank Jabar Banten, Baznas, Pemkab Indramayu, dan Yayasan Unwir atas kontribusi mereka terhadap organisasi. Selain itu, bingkisan sembako dan uang tunai diberikan kepada lima anggota PWRI, yakni Sudarsono, Samsudin, Dartim, Daimah, dan Syarifuddin.

Momen haru terjadi saat Yoga Iswanto, yang telah 20 tahun mengabdi, menerima hadiah sepeda listrik dari anggota DPR RI Dave A. Laksono. Yoga, yang selama ini mengandalkan sepeda ontel untuk beraktivitas, mengaku terharu atas penghargaan tersebut.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada Bapak Dave dan PWRI. Sepeda listrik ini akan sangat bermanfaat bagi saya,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng, menjadi penanda bahwa HUT PWRI bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan lansia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Reporter    : Andika