Sikap Arogan Kadis Budpar Kabupaten Bogor dibalik Pemberitaan PT. SSBP selaku Pengelola Agrowisata Ciliwung Puncak

Sikap Arogan Kadis Budpar Kabupaten Bogor dibalik Pemberitaan PT. SSBP selaku Pengelola Agrowisata Ciliwung Puncak

Bogor.radarinfirmasi.com Setelah ditayangkannya pemberitaan tentang PT Sumber Sari Bumi Pakuan oleh radarinformasi.com pada Selasa (25/07/22), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Deni Humaedi.AS menunjukan sikap dan jawaban yang cukup mencengangkan saat dikonfirmasi via telpon selular, Rabu (27/07/22).

Hal tersebut tak berbeda jauh saat tim radarinformasi.com turun melakukan konfirmasi ke lapangan dan mendapat intervensi secara halus, karena pihak pengelola yang ditemui tim radar informasi yang mewakili PT. SSBP yaitu Heri dan Iding (25/07/22) mengaku sebagai Wartawan senior bahkan banyak menyebut nama Oknum-oknum Wartawan sehingga menimbulkan kesan biasa terhadap sebuah pemberitaan yang diterbitkan oleh media masa.

Kini tim radarinformasi.com kembali mendapatkan perlakuan dan sikap yang sangat tak pantas bahkan tidak layak untuk diucapkan oleh seorang Kadis Budpar, karena saat dikonfirmasi via telepon selular Deni menunjukan sikap dan perkataan yang arogan terhadap Redaktur radarinformasi.com terkait adanya pemberitaan pengecoran jalan di kawasan hijau sebagai daerah resapan air, seolah Ia tidak terima dengan pemberitaan terhadap PT. SSBP yang telah tayang.

“Ini maunya apa ya, arahnya kemana, jangan tembak sana tembak sini, karena Ciliwung itu perusahaan besar nomor satu terbaik di Kabupaten Bogor mengalahkan Gunung Mas, tujuannya apa ngangkat berita ini, kalau masalah pengecoran jalan sehingga mengganggu atau mengurangi resapan air di daerah puncak, yang lainpun banyak”, tutur Deni via telepon kepada redaktur radaringormasi.com. Selain itu Denipun mengatakan harus nya tim radar informasi melakukan komunikasi dan cari solusi dengan pihak PT jangan asal main naikin berita ujar Deni.

Sungguh miris memang, ada apa dibalik sikap arogan Kadis Budpar atas pemberitaan PT. SSBP, padahal sangat jelas bahwa Puncak merupakan zona hijau yang menjadi titik nol dari Kali Ciliwung sebagai hulu yang mengairi air ke hilir hingga Jakarta, yang ekosistemnya harus betul-betul dijaga sebagai kawasan penyeimbang resapan air, agar daerah Puncak dan sekitarnya tidak terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir bandang seperti yang telah terjadi beberapa waktu lalu hingga menelan korban jiwa.

Harusnya Deni selaku Kadis Budpar Kabupten Bogor betul-betul bisa melakukan pengawasan dan kontrol yang tegas kepada para pengelola HGU di Kawasan Wisata Puncak agar dapat menjaga keutuhan ekosistem alam sebagai zona hijau dan daerah serapan air, bukan malah membiarkan para pengusaha yang lalai karena hanya memikirkan pajak daerah saja.

Lebih memprihatinkannya lagi setelah tim radarinformasi.com mengatakan akan memuat statement dengan bukti rekaman telpon seluler atas sikap dan perkataan arogannya Deni tiba-tiba mengatakan akan segera melakukan pengecekan ke lokasi pengecoran jalan yang dilakukan PT. SSBP serta melakukan peninjauan ulang dan akan melakukan konfirmasi ke pihak UPT jika terjadi Run off air, sungguh miris dan memprihantinkan.

Reporter : Ilham Indra karya, SH.

PT. Sumber Sari Bumi Pakuan selaku Pengelola HGU Ciliwung Puncak Bogor diduga Rusak Ekosistem Daerah Serapan Air Puncak

Betonisasi jalan pintu masuk wisata Telaga Warna. Doc radar informasi.com
PT. Sumber Sari Bumi Pakuan selaku Pengelola HGU Ciliwung Puncak Bogor diduga Rusak Ekosistem Daerah Serapan Air Puncak

BOGOR.radarinformasi.com- Kawasan Wisata Puncak Cisarua Bogor merupakan daerah kawasan hijau yang kelestarian alamnya wajib dilindungi dan dijaga, selain menjadi ikon wisata bagi Masyarakat Puncak dan sekitarnya, kawasan wisata Puncak-pun menjadi penyeimbang ekosistem alam, khususnya untuk wilayah Bogor, karena di kawasan Wisata Puncak merupakan titik nol dari Kali Ciliwung yang menjadi hulu mengalirkan air hingga hilir ke Jakarta, Selasa (26/07/22).

Masyarakat yang menjadi Pengunjung Wisata Puncak hingga para Pengelola Wisata yang ada di kawasan Puncak Bogor seharusnya bisa menjaga kelestarian alam, agar tidak berdampak dan menimbulkan bencana alam.
Terlebih seperti yang kita ketahui, dalam beberapa tahun ini telah terjadi bencana alam longsor dan banjir bandang di kawasan Puncak Bogor hingga menyebabkan adanya korban jiwa yang berjatuhan, hal tersebut terjadi karena tidak terjaganya ekosistem alam di Puncak sebagai kawasan zona hijau sebagai daerah resapan air.

Ironisnya lagi keutuhan ekosistem alam sebagai zona hijau yang menjadi daerah resapan air, diduga sengaja dirusak oleh para Oknum Pengusaha Pengelola Wisata, seperti halnya yang dilakukan oleh PT. SSBP yang mengelola dan memiliki KSO agro wisata Ciliwung sejak tahun 2004, dengan alasan untuk mempercantik dan mempermudah akses pembangunan office atau loket tiket, pihak PT. SSBP telah melakukan pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 200 meter diatas lahan yang produktif, sehingga sebagian masyarakat juga menyayangkan kenapa Pemda sendiri memberikan ijin tersebut.

Pembangunan Office SSBP

Padahal seperti yang telah kita ketahui, pengecoran jalan itu jelas dilarang dan bersifat kontraduktif, karena telah merusak kelestarian dan ekosistem alam di Puncak sehingga menimbulkan berkurangnya daerah serapan air di kawasan Wisata Puncak, apalagi pengecoran jalan tersebut dilakukan di arah masuk titik nol Kali Ciliwung yang kerap kali kita kenal mengirim banjir ke kawasan Jakarta.

Saat dikonfirmasi oleh radarinformasi.com pada Senin (25/07/22), pihak PT. SSBP yang diwakili oleh Heri selaku penanggungjawab keamanan mengatakan bahwa, “Perijinan atas pembangunan pengecoran jalan tersebut ada dan ditelah dikantongi oleh pihak PT dari Pemda”.

Akan tetapi fakta di lapangan ijin yang dimaksud adalah IMB untuk mendirikan bangunan Office atau Pos, bukan ijin pengecoran, selain itu Heri yang tidak bisa menjelaskan secara detail dengan adanya konfirmasi dari radarinformasi.com mendatangkan rekan lainnya yang bernama Iding, Iding sendiri mengaku bahwa dirinya merupakan Wartawan Senior dari salahsatu Media, tidak hanya sampai disitu, Heri juga menyebutkan beberapa nama dari beberapa media.

Sungguh sangat disayangkan atas apa yang dikatakan oleh Heri dan Iding, sehingga sangat menimbulkan kesan projek tersebut sengaja di back up oleh Oknum-oknum Wartawan.

Reporter : Ilham Indra Karya, S.H