PT. Sumber Sari Bumi Pakuan selaku Pengelola HGU Ciliwung Puncak Bogor diduga Rusak Ekosistem Daerah Serapan Air Puncak

PT. Sumber Sari Bumi Pakuan selaku Pengelola HGU Ciliwung Puncak Bogor diduga Rusak Ekosistem Daerah Serapan Air Puncak
BOGOR.radarinformasi.com- Kawasan Wisata Puncak Cisarua Bogor merupakan daerah kawasan hijau yang kelestarian alamnya wajib dilindungi dan dijaga, selain menjadi ikon wisata bagi Masyarakat Puncak dan sekitarnya, kawasan wisata Puncak-pun menjadi penyeimbang ekosistem alam, khususnya untuk wilayah Bogor, karena di kawasan Wisata Puncak merupakan titik nol dari Kali Ciliwung yang menjadi hulu mengalirkan air hingga hilir ke Jakarta, Selasa (26/07/22).
Masyarakat yang menjadi Pengunjung Wisata Puncak hingga para Pengelola Wisata yang ada di kawasan Puncak Bogor seharusnya bisa menjaga kelestarian alam, agar tidak berdampak dan menimbulkan bencana alam.
Terlebih seperti yang kita ketahui, dalam beberapa tahun ini telah terjadi bencana alam longsor dan banjir bandang di kawasan Puncak Bogor hingga menyebabkan adanya korban jiwa yang berjatuhan, hal tersebut terjadi karena tidak terjaganya ekosistem alam di Puncak sebagai kawasan zona hijau sebagai daerah resapan air.
Ironisnya lagi keutuhan ekosistem alam sebagai zona hijau yang menjadi daerah resapan air, diduga sengaja dirusak oleh para Oknum Pengusaha Pengelola Wisata, seperti halnya yang dilakukan oleh PT. SSBP yang mengelola dan memiliki KSO agro wisata Ciliwung sejak tahun 2004, dengan alasan untuk mempercantik dan mempermudah akses pembangunan office atau loket tiket, pihak PT. SSBP telah melakukan pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 200 meter diatas lahan yang produktif, sehingga sebagian masyarakat juga menyayangkan kenapa Pemda sendiri memberikan ijin tersebut.

Padahal seperti yang telah kita ketahui, pengecoran jalan itu jelas dilarang dan bersifat kontraduktif, karena telah merusak kelestarian dan ekosistem alam di Puncak sehingga menimbulkan berkurangnya daerah serapan air di kawasan Wisata Puncak, apalagi pengecoran jalan tersebut dilakukan di arah masuk titik nol Kali Ciliwung yang kerap kali kita kenal mengirim banjir ke kawasan Jakarta.
Saat dikonfirmasi oleh radarinformasi.com pada Senin (25/07/22), pihak PT. SSBP yang diwakili oleh Heri selaku penanggungjawab keamanan mengatakan bahwa, “Perijinan atas pembangunan pengecoran jalan tersebut ada dan ditelah dikantongi oleh pihak PT dari Pemda”.
Akan tetapi fakta di lapangan ijin yang dimaksud adalah IMB untuk mendirikan bangunan Office atau Pos, bukan ijin pengecoran, selain itu Heri yang tidak bisa menjelaskan secara detail dengan adanya konfirmasi dari radarinformasi.com mendatangkan rekan lainnya yang bernama Iding, Iding sendiri mengaku bahwa dirinya merupakan Wartawan Senior dari salahsatu Media, tidak hanya sampai disitu, Heri juga menyebutkan beberapa nama dari beberapa media.
Sungguh sangat disayangkan atas apa yang dikatakan oleh Heri dan Iding, sehingga sangat menimbulkan kesan projek tersebut sengaja di back up oleh Oknum-oknum Wartawan.
Reporter : Ilham Indra Karya, S.H
