Ketua TPK Mangkir dan Berkelit saat dikonfirmasi, Proyek TPT Desa Bitungsari Diduga Menyimpang

BOGOR.radarinformasi.com – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Bitung Sari yang didanai melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dilaporkan bermasalah. Temuan awal mengindikasikan adanya ketidaksesuaian spesifikasi teknis dengan perencanaan yang seharusnya. Rabu (23/10)

Proyek tersebut menggunakan anggaran yang dibagi dalam dua tahap, yakni Rp598.362.000 pada tahap pertama dan Rp398.308.000 pada tahap kedua. Namun, pelaksanaan di lapangan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Tinggi TPT hanya mencapai 120 cm, lebih rendah dari rencana awal yang seharusnya 170 cm. Selain itu, lebar TPT terpantau hanya 30 cm, padahal standar perencanaan menetapkan 40 cm.

Tidak hanya itu, muncul dugaan bahwa pembangunan TPT tersebut tidak dilengkapi dengan pondasi yang memadai, yang dikhawatirkan akan memengaruhi ketahanan struktur dalam jangka panjang.

Saat awak media melakukan pemantauan di lokasi proyek, hanya Hendi selaku pelaksana di lapangan dan ketua RT setempat yang hadir. Sementara Asep, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang seharusnya bertanggung jawab atas proyek tersebut, tidak terlihat di tempat.

Ketika dikonfirmasi via telepon, Asep berdalih sedang berada di luar kota. “Saya sedang berada di luar kota. Lieur aing teh dikonfirmasi sama wartawan, ketemu wae jeung aing isukan (pusing saya kalau dikonfirmasi sama wartawan, ketemu saja dengan saya besok),” ucapnya seakan mengelak untuk dikonfirmasi terkait proyek pembangunan TPT, Selasa (22 Oktober 2024).

Ia juga menambahkan untuk menghubungi Hendi terkait spesifikasi. “Coba hubungi saja Hendi. Beliau disana untuk mengawasi,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa ketika awak media mengkonfirmasi terkait spesifikasi, Hendi meminta untuk menghubungi Asep selaku Ketua TPK. Hal tersebut seakan membingungkan dan terkesan “kucing-kucingan” dalam konfirmasi terkait spesifikasi pembangunan.

Menurut Hendi, kekurangan pembangunan akan dialokasikan ke lokasi lain. “Paling kekurangan dari spesifikasi akan di lanjutkan ke sebelahnya, agar volume tercukupi,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, awak media belum mendapatkan klarifikasi terkait pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi, karena hari ini Asep (Ketua TPK) tidak bisa hadir ke lokasi dengan alasan sedang ada tamu dari Jakarta.

Red

Diduga untuk Menutup Boroknya, Kades Laladon Coba Suap Awak Media

BOGOR.radarinformasi.com- Apabila dilihat dari segi kontruksi Pengerjaan proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas , Kabupaten Bogor, diduga dikerjakan asal jadi serta dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi, Senin (22/05/23).

Saat dikonfirmasi Kepala Desa Laladon, Rusmin mengatakan, bahwa dirinya sedang tidak ada di lokasi atau pun di kantor desa, dikarenakan sedang melaksanakan giat di pemerintah Kabupaten Bogor.

“Mohon maaf pak hari ini saya sedang ada giat di pemerintah kabupaten bogor (Pemkab), di pekansari.” Ucap Kepala desa Rusmin

Lebih lanjut dikatan, “Maaf sekali lagi kebetulan giat saya di perpanjang karena adanya pertemuan dengan Bapak Rahmat Yasin di Cisarua Bogor. Bapak ke desa saja temui staf saya ibu Mirah, Sudah saya siapkan untuk bapak”, tandasnya.

“Saya sangat paham pak dengan teman-teman media, temen media itu kan dengan pemerintah desa bermitra,” lanjutnya.

Ketika Awak Media mencoba mendatangi kantor Kepala Desa Laladon untuk bertemu dengan Mirah di kantor kepala desa dirinya menyapa kepada wartawan, “Emang ini siapa? Ya sudah sebentar saya telpon dulu pak lurah yah”, ucap Mirah

Setelah wartawan melihat Mirah berkomunikasi dengan Kepala Desa, Staf Desa itu langsung menyerahkan satu buah amplop berwarnakan putih dengan berisikan uang sejumlah Rp. 200.000,-.

(Red)