Bhabinkamtibmas Polsek Ciawi Sambangi SMPN 2 Ciawi, Sampaikan Pesan Kamtibmas dalam Acara Kelulusan

BOGOR.radarinformasi.com – Bhabinkamtibmas Desa Bitungsari, Polsek Ciawi, Polres Bogor, Aiptu Sutris, melaksanakan kegiatan sambang warga di SMPN 2 Ciawi pada Senin (2/6/2025), dalam rangka acara kelulusan dan perpisahan siswa-siswi Tahun Ajaran 2024–2025. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Polri dengan pihak sekolah dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Selasa (3/6)

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Sutris menyampaikan imbauan kamtibmas kepada siswa, orang tua, dan para guru. Ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam mencegah kenakalan remaja, aksi tawuran, serta keberadaan kelompok remaja yang dapat mengganggu ketertiban umum, khususnya bagi siswa yang baru saja lulus.

“Selain itu, kami juga mengimbau agar masyarakat tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi hal-hal yang mencurigakan atau mengganggu ketertiban, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujar Aiptu Sutris. Ia menambahkan bahwa keterlibatan semua elemen sangat penting untuk mendukung upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Ciawi, AKP Dede Lesmana Jaya, S.H., M.H., yang menginstruksikan seluruh personel Polsek untuk terus menjalin komunikasi dengan sekolah dan masyarakat demi menciptakan rasa aman dan nyaman.

“Kami berharap kehadiran Polri dalam kegiatan masyarakat, termasuk dalam momen kelulusan seperti ini, dapat memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas,” ujar AKP Dede Lesmana Jaya.

Selain memberikan imbauan, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan pesan kepada para siswa untuk senantiasa mematuhi aturan lalu lintas, menjauhi pergaulan bebas, serta menghindari penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Menurut Aiptu Sutris, kegiatan sambang ini rutin dilakukan oleh Polsek Ciawi sebagai upaya mempererat hubungan antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat. “Kami ingin menciptakan komunikasi dua arah agar setiap informasi yang berkembang di masyarakat dapat segera kami tanggapi,” katanya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para orang tua siswa. Mereka mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas yang secara aktif memberikan pembinaan dan arahan kepada siswa agar terhindar dari perilaku menyimpang pasca kelulusan.

Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Ciawi, khususnya Desa Bitungsari, dapat terus terjaga dalam keadaan aman dan kondusif. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam menjaga rasa aman dan nyaman.

Dalam kesempatan terpisah, Plt. Kasi Humas Polres Bogor, IPDA Yulista Mega Stefani, S.H., mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan adanya gangguan kamtibmas, tindak kriminal, maupun praktik perekrutan tenaga kerja ilegal yang menjanjikan gaji besar namun tidak memiliki legalitas hukum. Hal tersebut masuk dalam kategori Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Masyarakat dapat menyampaikan aduan atau laporan melalui Call Center (021) 110, yang beroperasi selama 24 jam, atau melalui nomor aduan Polres Bogor di 0812-1280-5587.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Universitas Wiralodra Indramayu Gelar Pelepasan Wisuda, Dr. Ujang: Lulusan Harus Melek Teknologi dan Siap Berkontribusi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana haru dan bangga menyelimuti Gedung Aula Universitas Wiralodra Indramayu, saat ratusan mahasiswa resmi dilepas dalam acara pelepasan wisuda Universitas Wiralodra pada Rabu, (28/05/2025). Acara ini menjadi penanda selesainya masa studi sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan.

Kegiatan yang digelar di Jl. Ir. H. Juanda, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu ini dihadiri oleh para wisudawan, orang tua, dosen, dan sejumlah tokoh masyarakat. Salah satu Rektor, Dr. H. Ujang Suratno, S.H., M.Si., dalam wawancara bersama awak media menyampaikan pesan dan harapan besar terhadap para lulusan.

“Kami berharap lulusan Universitas Wiralodra tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan kemampuan teknologi yang mumpuni. Dunia kerja ke depan tidak lagi bersifat manual. Teknologi harus menjadi bagian dari kehidupan profesional mereka,” ujar Dr. Ujang.

Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai persatuan dan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

“Lulusan hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus bisa membawa perubahan, membangun negeri ini dengan integritas dan inovasi. Kami percaya mereka mampu menjadi generasi yang unggul,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi dan apresiasi terhadap perjuangan para mahasiswa dan dukungan orang tua. Salah satunya adalah Tasma, warga Plumbon, Indramayu, yang hadir mendampingi anaknya, Tarsono, lulusan Fakultas Hukum.

“Alhamdulillah anak saya sudah lulus. Mudah-mudahan bisa dapat pekerjaan yang baik, syukur-syukur bisa masuk Pertamina,” ungkap Tasma penuh rasa syukur.

Pelepasan wisuda ini menjadi simbol harapan dan awal dari peran baru para lulusan sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas. Universitas Wiralodra Indramayu optimistis bahwa alumninya akan membawa perubahan positif di berbagai bidang.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Pungutan Rp700 Ribu Perpisahan SMPN 20 Bogor Picu Protes, Sekolah dan Komite Saling Lempar Tanggung Jawab

BOGOR.radarinformasi.com — SMP Negeri 20 Bogor, yang dipimpin oleh Neti Anniati sebagai Kepala Sekolah, tengah disorot setelah mencuat dugaan pemungutan uang sebesar Rp700.000 per siswa kelas 9 untuk kegiatan pelepasan atau perpisahan. Padahal, Gubernur Jawa Barat sebelumnya telah mengeluarkan imbauan tegas agar sekolah tidak membebani orang tua dengan biaya kegiatan perpisahan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kegiatan pelepasan siswa kelas 9 rencananya akan dilaksanakan dalam dua tahapan. Pertama, acara pelepasan resmi yang akan digelar di lingkungan SMPN 20 Bogor pada Selasa, 3 Juni 2025, dihadiri oleh siswa, guru, wakil kepala sekolah, kepala sekolah, komite, dan panitia. Kedua, acara tasyakuran dan silaturahmi yang akan berlangsung pada Kamis, 12 Juni 2025 di Aula Pusdik Zeni, melibatkan seluruh siswa kelas 9, orang tua, serta keluarga besar SMPN 20 Bogor.

Namun, muncul kekhawatiran dari sejumlah orang tua terkait permintaan iuran sebesar Rp700.000 yang dinilai memberatkan, apalagi kegiatan itu diduga melibatkan pihak sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Ucu, Humas SMPN 20 Bogor, menyatakan bahwa pihak sekolah tidak mengetahui adanya pungutan dana dari orang tua siswa. “Kami dari pihak sekolah tidak tahu-menahu mengenai pungutan dana tersebut. Semua kegiatan yang dikelola komite dilakukan di luar tanggung jawab sekolah,” ujarnya saat bertemu awak media di Sekolah, Selasa (6/5).

Pernyataan berbeda disampaikan oleh Nyoman, Ketua Komite Sekolah. Ia menyebut bahwa panitia kegiatan berasal dari komite dan telah berkoordinasi serta meminta izin kepada pihak sekolah. “Panitia ini dibentuk oleh komite, dan kami sudah mengajukan izin kepada sekolah. Artinya, pihak sekolah mengetahui adanya kegiatan ini,” kata Nyoman via sambungan telepon. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur orang tua atas pendidikan yang diberikan sekolah selama tiga tahun terakhir.

Namun, dugaan pungutan ini bertentangan dengan imbauan Gubernur Jawa Barat, yang secara tegas melarang sekolah negeri di wilayah Jawa Barat melakukan kegiatan perpisahan yang membebani orang tua siswa. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur menekankan pentingnya menjaga inklusivitas dan keadilan dalam dunia pendidikan, serta menghindari praktik-praktik yang bisa menimbulkan diskriminasi atau tekanan ekonomi kepada keluarga siswa.

Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor dalam beberapa pernyataannya menegaskan bahwa kegiatan perpisahan bukan merupakan bagian dari program pendidikan formal, dan jika diselenggarakan, harus bersifat sukarela, tidak memaksa, serta tidak boleh mengutip biaya yang memberatkan. “Kami telah mengingatkan seluruh kepala sekolah agar berhati-hati dalam menyetujui kegiatan semacam ini. Jangan sampai ada kesan bahwa sekolah melegitimasi pungutan,” tegasnya.

Dinas juga meminta sekolah untuk mengedepankan nilai-nilai kesederhanaan dan kebersamaan dalam mengadakan kegiatan akhir tahun pembelajaran, dan jika perlu cukup dilakukan secara internal di sekolah tanpa biaya tambahan.

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan publik soal batas wewenang komite sekolah dan pentingnya pengawasan terhadap kegiatan non-akademik yang berpotensi membebani orang tua siswa.

Hingga berita ini dirilis, sejumlah orang tua berharap ada evaluasi atas kegiatan tersebut, serta kejelasan tentang keterlibatan dan tanggung jawab pihak sekolah dan komite.

Red

Perpisahan Dan Pelepasan Peserta Didik Siswa-siswi SDN Cileungsi 02 berjalan secara Sederhana dan Khidmat

Perpisahan Dan Pelepasan Peserta Didik Siswa-siswi SDN Cileungsi 02 berjalan secara Sederhana dan Khidmat

BOGOR.radarinformasi.com- Isak tangis dan haru menyelembuti Siswa-siswi Sekolah Dasar Cileungsi 02 dalam acara perpisahan dan pelepasan yang selenggarakan oleh Komite dan Pihak Sekolah dengan didukung Orangtua Siswa, Rabu 22/06/22. Setelah selama 6 tahun para Siswa-siswi mengenyam pendidikan yang diberikan oleh para Pengajar, kini saatnya mereka harus meninggalkan bangku Sekolah Dasar dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, Kamis (23/06/22).

Momong Heryana, S.d selaku Kepala Sekolah SDN 02 Cileungsi merasa sangat bahagia dan bersyukur, karena selama 3 tahun ke belakang tidak pernah ada acara perpisahan, mengingat kondisi pandemi sehingga dilarang adanya kerumunan.

“Alhamdulillah untuk tahun ini kita dapat melaksanakan acara perpisahan, meskipun hanya secara sederhana, karena kita juga ga mau membebani para Orangtua dalam hal biaya, meskipun sederhana dan dilakukan di ruang tertutup, akan tetapi kesan yang diterima para guru dan siswa sangat luar biasa”, ujar Momon.

Masih menurutnya, “Saya berharap semua anak dididik saya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mampu membawa nama harum sekolah dan nantinya menjadi generasi yang dapat membangun bangsa ini”.

Reporter : Dede Mamat
Redaktur : Dewi Pelangi