“Pantai Bali 2 Makin Siap Sambut Wisatawan, Dishub Jabar Perkuat Fasilitas Keselamatan”

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menyerahkan bantuan alat keselamatan pelayaran kepada pengelola Objek Wisata Pantai Bali 2, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/7/2026).

Bantuan tersebut berupa 10 jaket keselamatan (life jacket) dan dua tandu. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Aula Pantai Bali 2, Jalan Raya Balongan, Desa/Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah PPP Pelabuhan Laut, Maulida Aprilia, SE., M.Si., Ketua Pengelola Objek Wisata Pantai Bali 2 Akso Surya Darmawangsa beserta jajaran, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat beserta jajaran, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, serta sejumlah awak media.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan berita acara serah terima barang, ramah tamah, serta peninjauan kawasan Objek Wisata Pantai Bali 2.

Kepala UPTD PPP Pelabuhan Laut, Maulida Aprilia, mengatakan bantuan tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keselamatan dan meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan pantai.

“Acara ini penyerahan alat keselamatan, antara lain life jacket dan tandu. Harapan kami, apa yang sudah diberikan ini meskipun masih belum sepenuhnya seperti yang diminta oleh pengelola Bali 2, paling tidak dapat mengurangi risiko kecelakaan di pantai,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, keselamatan pengunjung menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan melalui langkah-langkah pencegahan.

“Kita tidak mengharapkan ada korban, tetapi hal itu bisa saja terjadi. Karena itu, kita melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan risiko tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengelola Objek Wisata Pantai Bali 2, Akso Surya Darmawangsa, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, pihak pengelola sejak awal telah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan terkait kebutuhan sarana keselamatan.

“Dari awal kita sudah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan. Prinsipnya, mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata Akso.

Ia berharap dukungan terhadap keselamatan di kawasan wisata dapat terus ditingkatkan. Selain bantuan alat keselamatan yang telah diterima, Akso juga berharap adanya dukungan tambahan berupa perahu karet dan kendaraan siaga khusus untuk kawasan pantai.

“Harapan kami ke depan juga dapat dipikirkan perahu karet dan mobil siaga khusus untuk wilayah pantai, karena Pantai Bali 2 sudah banyak pengunjungnya. Minimal penjagaan dan kesiapsiagaan harus lebih diutamakan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan dalam upaya meningkatkan keselamatan pengunjung di kawasan wisata.

Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung penyerahan bantuan alat keselamatan kepada pengelola Pantai Bali 2. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai langkah antisipasi dan upaya meminimalkan berbagai potensi kejadian yang tidak diinginkan, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan pengunjung.

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan edukasi serta menyampaikan kebutuhan tambahan kepada pimpinan, termasuk pengadaan perahu karet yang dinilai penting untuk mendukung penanganan kondisi darurat di kawasan wisata.

“Perahu karet mungkin sangat dibutuhkan, apalagi melihat kondisi dan aktivitas di kawasan pantai. Kami akan mencoba mengedukasi dan menyampaikan kebutuhan tersebut kepada pimpinan, sehingga ke depan dapat mendukung apa yang menjadi kebutuhan pengelola Pantai Bali 2,” ujarnya.

Dinas Perhubungan berharap sinergi dan dukungan terhadap pengelola wisata dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara lebih optimal demi menciptakan keamanan dan keselamatan bagi para pengunjung Pantai Bali 2.

Reporter  : Andika

Pengelola Pantai Bali 2 Sampaikan Kronologi Insiden Bocah Tenggelam di Balongan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pengelola Objek Wisata Pantai Balongan Indah (Bali) 2, Akso, menyampaikan klarifikasi terkait peristiwa meninggalnya seorang bocah akibat tenggelam di kawasan wisata Pantai Bali 2, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/6/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Menurut Akso, saat insiden terjadi kondisi pantai sedang cukup ramai oleh pengunjung. Ia memperkirakan terdapat sekitar dua hingga lima bus wisata yang datang ke lokasi pada hari tersebut.

Dari hasil keterangan yang dihimpun, korban diketahui datang bersama tiga temannya. Informasi itu diperoleh langsung dari anak-anak yang bersama korban dan masih berstatus pelajar sekolah dasar.

“Informasi ini saya dapatkan setelah meminta keterangan langsung dari teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi,” ujar Akso.

Ia menjelaskan, dari empat anak yang datang bersama, tiga di antaranya diketahui beberapa kali keluar masuk area pantai melalui jalur samping atau jalan alternatif. Sementara seorang lainnya ikut mendampingi korban menuju rumah sakit setelah kejadian.

Akso mengaku sempat mempertanyakan aktivitas ketiga anak tersebut. Meski demikian, pihak pengelola tetap merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap insiden yang terjadi di kawasan wisata Pantai Bali 2.

Berdasarkan informasi dari keluarga dan rekan korban, bocah tersebut diketahui berasal dari wilayah Pekandangan dan Rawadalem. Korban juga disebut sedang menjalankan ibadah puasa saat peristiwa terjadi.

“Menurut keterangan yang kami terima, korban tidak memiliki kemampuan berenang dan biasanya tidak bermain terlalu jauh ke tengah laut,” katanya.

Sebelum korban ditemukan, salah seorang temannya bernama Pata disebut sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun karena kondisi korban yang cukup berat, upaya penyelamatan tersebut belum membuahkan hasil.

Akso menuturkan, berdasarkan keterangan saksi, sempat terdengar permintaan tolong dari seseorang yang berada di sekitar lokasi. Namun teman-teman korban saat itu mengira situasi tersebut hanya candaan sehingga respons pertolongan tidak segera dilakukan.

Setelah diketahui korban benar-benar hilang, warga, pedagang, serta tim pencarian langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi. Sejumlah warga bahkan turun ke laut untuk membantu proses pencarian.

Korban akhirnya ditemukan di area bebatuan pantai. Akso mengaku ikut terlibat dalam proses evakuasi dan mengalami luka pada bagian kaki akibat kondisi medan yang dipenuhi batu karang.

Setelah berhasil dievakuasi, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan sebelum dibawa ke RSUD Indramayu. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

“Saya dan semua pihak yang ada saat itu sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu proses penyelamatan,” ujarnya.

Akso juga menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan dan tidak menyalahkan maupun menuntut pengelola atas peristiwa tersebut. Selain memberikan bantuan kerohiman, pihak pengelola juga mendampingi keluarga korban selama beberapa hari pascakejadian sebagai bentuk kepedulian.

Ia menegaskan, pengelola akan tetap memberikan perhatian dan bantuan kepada setiap pengunjung yang mengalami musibah di kawasan wisata Pantai Bali 2.

“Kami turut berduka atas kejadian ini dan akan terus berupaya memberikan pendampingan serta bantuan kepada keluarga yang terdampak,” pungkasnya.

Reporter : Andika