80 Mahasiswa IPB Jalani KKN Tematik di Indramayu, Siap Dorong Inovasi Pembangunan Desa

INDRAMAYU.radarinfprmasi.com – Sebanyak 80 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) diterjunkan ke Kabupaten Indramayu untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 10 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Juntinyuat, Indramayu, Pasekan, Cantigi, dan Kandanghaur. Selama lebih dari satu bulan, mereka akan tinggal bersama masyarakat untuk mengidentifikasi potensi desa, memetakan berbagai persoalan, serta menyusun program yang dapat mendukung pembangunan di wilayah setempat.

Kegiatan diawali dengan serah terima mahasiswa KKN Tematik IPB Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Indramayu, Momentum tersebut menjadi awal sinergi antara pemerintah daerah, IPB, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan daerah. Senin (6/7/2026)

Pelaksana Tugas Sekretaris Bapperida Kabupaten Indramayu, El Gharif Hajar Aswad, mewakili Plt. Kepala Bapperida, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IPB yang kembali memilih Indramayu sebagai lokasi KKN Tematik. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi wadah untuk menghubungkan hasil kajian akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing. Kami berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga mampu menyatu dengan masyarakat serta menghadirkan solusi bagi pembangunan desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan KKN yang berlangsung mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026 diharapkan mampu mendorong mahasiswa beradaptasi dengan cepat, memahami karakteristik wilayah, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Beginer Subhan, mengatakan KKN merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah. Menurutnya, mahasiswa perlu terjun langsung ke masyarakat agar mampu memahami persoalan sekaligus menggali potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami kondisi masyarakat serta mencari solusi berbasis ilmu pengetahuan,” katanya.

Salah seorang peserta KKN, Faridatun Ainun Nisha dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK IPB yang ditempatkan di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, mengaku ingin mempelajari secara langsung kondisi masyarakat pesisir yang kerap terdampak banjir rob.

“Saya ingin mengetahui bagaimana masyarakat menghadapi banjir rob dan memahami upaya-upaya yang telah dilakukan. Semoga pengalaman ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bagi kami sebagai mahasiswa,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, IPB, dan masyarakat, KKN Tematik 2026 diharapkan tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan inovasi serta rekomendasi yang mampu mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Mahasiswa Kehutanan IPB Lakukan Penelitian di Perhutani Bogor

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor membantu memfasilitasi Mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) lakukan penelitian di RPH Jagabaya BKPH Parung Panjang pada Rabu 24 Januari 2024. Kamis (25/01/2024).

Pada kegiatan tersebut hadir Asisten Perhutani (Asper)/KBKPH Parung Panjang Ihsan Gilang Ramadhan beserta jajaran dari Penguji Kayu, Kepala Tempat Penimbunan Kayu (TPK) dan Mandor serta Mahasiswa IPB Fakultas Kehutanan Sarwinda Agustin, Firly Salsabila dan Ilham Ramanosa.

Mewakili Administratur/KKPH Bogor Ihsan Gilang Ramadhan menuturkan bahwa kegiatan penelitian mahasiswa ini dalam rangka pemenuhan tugas akhir dan lokasi BKPH Parung Panjang dijadikan sebagai objeknya.

“Diharapkan penelitian ini bisa dijadikan rujukan dalam hal perbaikan atau penyempurnaan terkait teknis maupun teoritis untuk efektivitas serta efisiensi dalam pekerjaan tebangan khususnya di BKPH Parung Panjang”, singkatnya.
Sementara Ilham Ramanosa menyampaikan terima kasih telah diberikan izin serta akses untuk melakukan penelitian di BKPH Parung Panjang.

“Sebelumnya kami orientasi lapangan dahulu, melihat kondisi lapangan terkait kegiatan hasil hutan mulai dari tebangan sampai pengangkutan serta diskusi masalah TUHH (Tata Usaha Hasil Hutan), sebagai gambaran dan dasar untuk menentukan topik dari tugas akhir berupa hasil penelitian yang relevan. Adapun ruang lingkup penelitian ini rencananya terkait dengan produktivitas pengangkutan kayu menggunakan truk beserta analisis keselamatan kerja, produktivitas jenis chainsaw dan produktivitas limbah kayu akasia.”, tuturnya.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi