Puncak HUT ke-75 IBI Indramayu, Dorong Penguatan Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kesehatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI) Kabupaten Indramayu menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI Tahun 2026 di Aula Nyi Endang Dharma, Universitas Wiralodra Indramayu, Sabtu (19/9/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum bagi organisasi profesi bidan untuk memperkuat peran dan kepemimpinan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi ibu dan anak.

Mengusung tema “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045 ‘One Million More Midwives’,” kegiatan ini menegaskan pentingnya kontribusi bidan dalam pembangunan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, menyampaikan penghargaan kepada seluruh bidan yang selama ini berkontribusi dalam mendukung berbagai program kesehatan, khususnya pelayanan bagi ibu dan anak.

Menurut Wawan, dedikasi dan kerja keras para bidan memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Indramayu.

“Penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada seluruh bidan atas dedikasi, pengabdian, dan kerja keras dalam mendukung program kesehatan, terutama pelayanan kepada ibu dan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu memberikan kesempatan kepada para bidan untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan. Kebijakan tersebut, kata Wawan, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan.

“Setiap ada bidan yang mengajukan izin belajar untuk melanjutkan pendidikan, kita approve dan kita izinkan,” katanya.

Wawan juga menilai bidan memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi sistem kesehatan, terutama karena pelayanan primer menjadi salah satu fondasi utama dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

“Peran bidan sangat strategis dalam mendukung transformasi kesehatan, khususnya pelayanan primer. Pelayanan primer bukan hanya menjadi garda terdepan, tetapi juga fondasi untuk membangun sistem kesehatan yang kuat,” jelasnya.

Besarnya tanggung jawab pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indramayu turut terlihat dari jumlah sasaran yang harus mendapatkan pelayanan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, terdapat 30.797 ibu hamil, 30.718 ibu bersalin, serta 117.898 balita yang menjadi sasaran pelayanan kesehatan.

“Sasaran ibu dan anak yang harus kita layani saat ini, ibu hamil sebanyak 30.797, ibu bersalin 30.718, dan balita sebanyak 117.898,” ungkap Wawan.

Sementara itu, Ketua PC IBI Kabupaten Indramayu, Bdn. Tasiroh, menegaskan komitmen organisasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan, mulai dari bayi baru lahir hingga balita.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045 serta program pembangunan Kabupaten Indramayu.

“Semua kita lakukan dengan satu tujuan, yaitu menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga ibu dan anak dapat tumbuh serta berkembang secara optimal,” ujarnya.

Dukungan terhadap transformasi organisasi juga disampaikan Ketua Pengurus Daerah (PD) IBI Jawa Barat, Bdn. Mira Karmila. Ia mengatakan perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya persoalan kesehatan menuntut organisasi profesi untuk terus beradaptasi.

“Tantangan kesehatan semakin kompleks, harapan masyarakat semakin tinggi, sementara teknologi berkembang begitu cepat. Karena itu, organisasi profesi harus terus bertumbuh dan bertransformasi agar mampu menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Mira turut memberikan apresiasi kepada para bidan di Indramayu dan Jawa Barat atas pengabdian mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Dinas Kesehatan, BKKBN, serta institusi pendidikan yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan profesi bidan.

Puncak peringatan HUT ke-75 IBI tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, sekaligus mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Tinjau RSUD MIS Krangkeng, Lucky Hakim Fokus Benahi Fasilitas dan Tambah Tenaga Medis

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim melakukan kunjungan kerja ke RSUD MIS Krangkeng, Senin (5/5/2025), guna mengevaluasi langsung kondisi sarana dan prasarana rumah sakit milik pemerintah tersebut. Dalam kunjungan itu, ia menegaskan komitmennya untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk melengkapi fasilitas dan menambah tenaga medis yang masih kurang. Rabu (7/5)

Didampingi Direktur RSUD MIS Krangkeng, Widiyana, Lucky Hakim meninjau sejumlah ruangan seperti ruang perawatan, ICU, dan unit radiologi. Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah bagian bangunan yang belum difungsikan namun sudah mengalami kerusakan, serta kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis.

“Beberapa waktu lalu sempat mengalami gangguan pasokan air bersih karena suplai dari PDAM tidak lancar. Tapi kini sudah teratasi berkat bantuan suplai dari Kuningan,” jelas Lucky.

Ia juga menyampaikan harapannya agar RSUD MIS Krangkeng dapat dikembangkan menjadi rumah sakit rujukan khusus seperti pusat penanganan kanker, jantung, atau layanan hemodialisis. Untuk mewujudkannya, pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar potensi RSUD ini dapat dimaksimalkan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir anggota DPRD Indramayu Taufik Hadi Sutrisno dari Partai NasDem, Ruswa dari PKS, Kepala Bappeda Litbang Indrayati, serta Kepala Dinas Kesehatan Wawan Ridwan bersama jajaran lainnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Desa Ciramahilir Tingkatkan Pencegahan Covid-19 dan Realisasikan Dana Stunting

Desa Ciramahilir Tingkatkan Pencegahan Covid-19 dan Realisasikan Dana Stunting

PURWAKARTA.radar.informasi.com – Pandemi Covid-19 saat ini tidak hanya berdampak pada Masyarakat di perkotaan, akan tetapi dampaknya juga dirasakan oleh Masyarakat pedesaan, maka untuk itu, Pemerintah Desa terus melakukan penanganan pencegahan penularan Covid-19 dan berusaha memulihkan perekonomian Masyarakat, Rabu (10/03/21).

Tak hanya pencegahan Covid-19 saja, Pemeritahpun sudah meyalurkan dana untuk menangani Stunting, kebijakan tersebut di keluarkan Menteri Desa PDTT. Eko Putro Sanjojo, setelah RI 1 menggelar Rapat Kabinet dalam rangka mengintruksikan penanganan khusus terkait Covid-19 dan Stunting, komentar Dirjen daerah tertinggal Kemendes PDTT Samsul widodo, Stunting menjadi msalah besar, Kementrian Desa bersama Kementrian Keuangan mengalihkan anggaran DD 9% untuk Stunting, prinsipnya desa adalah ujung tombak penanganan wabah Covid-19 dan Stunting.

Begitupun dengan Oemeritahan Desa Ciramahilir, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, selalu berupaya memulihkan dan menangani pencegahan penularan Covid-19 dan merealisasikan dana untuk pencegahan Stunting, salahsatu upaya pencegahan yang di lakukan Pemerintah Desa Ciramahilir, yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan menyediakan alat – alat kesehatan, seperti pengukur suhu tubuh, masker, cairan disinfektan, handsanitizer, dan alat penyemprotan.

Herman selaku Sekertaris Desa menjelaskan, “Untuk menangani Stunting kami sudah realisasikan dana tersebut dengan memberikan makanan tambahan gizi buat balita/bayi dan ibu hamil dan ibu menyusui, dana tersebut kami salurkan melalui posyandu, di desa kami juga ada empat posyandu”, ujarnya.

Reporter : Cahya/Iman
Redaktur : Dewi Pelangi