Ratusan Warga hadiri Reses DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Demokrat

BOGOR.radarinformasi.com – Dede Chandra Sasmita, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah pemilihan kabupaten Bogor, kembali mendatangi konstituennya, saat ini yang di datangi masyarakat adalah di Desa Pamijahan kecamatan Pamijahan, tepatnya di Kampung Citamiyang 2 RT 01- RW 02. Senin (11/11)

Antusiasme warga sangat jelas terlihat menyambut saat kedatangan anggota dewan dari Fraksi Demokrat  ini, terlebih saat giat reses berlangsung. Nampak sekali keakraban, rasa kekeluargaan terjadi, sesekali gelak tawa memecah keseriusan ratusan warga yang hadir dalam mendengarkan paparan dari anggota DPRD Provinsi yang memang di kenal mahir dalam publik speaking ini.

Kang Dechan, sapaan akrab warga kepadanya, begitu seksama mendengarkan paparan pada giat reses tersebut, diantaranya menyampaikan tugas dan fungsi anggota DPRD, dan leading sector komisi V yang saat ini di huji Kang Dechan.

Turut hadir dalam kegiatan reses ini Ustad Andi, selaku tokoh masyarakat, Ustad Adang selaku ketua DKM, Agus Ramdan ketua RW 04, Sehendar ketua RT 01 Kampung Citamiyang, Budri selaku BPD, juga turut hadir Kadus mewakili kepala Desa Pamijahan, berikut para Ustad dan Imam Masjid yang juga turut hadir.

Dalam kegiatan Reses 1 tahun sidang 2024-2025 ini,  kang Dechan’s berkesempatan memberikan bantuan untuk finishing pembangunan Masjid Jami’ Ar Rohman yang berlokasi di Kampung Citamiyang 2 RT 01 RW 04 desa Pamijahan kecamatan Pamijahan, sejumlah 10 juta rupiah.

“Tolong jangan dilihat jumlah nominalnya, tapi lebih kepada bentuk silaturahmi saya sekeluarga  kepada masyarakat sekitar yang telah mengamanahkan kembali saya di DPRD Jawa Barat untuk periode 2024-2029,” begitu kata anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga jebolan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ini menyampaikan alasan atau tujuan bantuan ini di berikan, sambil sesekali menyampaikan ayat Al Qur-an dan hadits pada setiap paparannya.

Masyarakat menyambut baik pelaksanaan Reses ini, seperti yang disampaikan Agus selaku ketua RW, yang menyampaikan berbangga warga dengan kehadiran anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini, “Terlebih beliau datang tidak dengan tangan kosong, Kang Dechan datang dengan menjawab langsung aspirasi Masyarakat, ini diluar perkiraan kami, haturnuhuun Kang Dechan’s,” Ujar Agus Ramdan mewakili warga masyarakat Citamiyang 2.

Disela-sela kegiatan reses tersebut, Dede Chandra Sasmita berkesempatan melakukan kuiz, bagi yang bisa menjawab, diberikan hadiah berupa sejumlah uang, yang membuat lebih semarak kegiatan tersebut.

Red

Tak Merasa Cukup dengan Biaya yang ditetapkan Pemerintah, Kepala Desa Cibitung Kulon diduga Pungli Program PTSL

Tak Merasa Cukup dengan Biaya yang ditetapkan Pemerintah, Kepala Desa Cibitung Kulon diduga Pungli Program PTSL

BOGOR.radarinformasi.com- Program yang di selenggarakan oleh pemerintah pusat sangat di sambut baik oleh seluruh Warga Negara Indonesia, terutama warga Kabupaten Bogor Jawa Barat, terutama terkait legalitas pemerataan tanah yang di wajibkan berstatus sertifikat, karena PTSL adalah suatu program serentak yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk memberikan jaminan kepastian hukum, dengan biaya yang cukup terjangkau, yakni sebesar Rp.150.000,00, dasar hukum PTSL diatur dalam peraturan menteri ATk/BPN RI no 6 th 2018 mengenai pendapatan tanah sistematik lengkap,peraturan ini telah di tentukan pada tgl 22 Maret 2018,dan berlaku sejak 11april 2018 hingga saat ini belum ada perubahan, Sabtu (21/01/23).

Namun sangat disayangkan, program PTSL tersebut banyak dimanfaatkan oleh Oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan dari masyarakat, seperti halnya yang terjadi di Desa Cibitung Kulon, Kecamatan Pamijahan ini, dimana masyarakat dimintai biaya pembuatan PTSL melebihi dari ketetapan SKB 3 Menteri, setiap warga yang mendaftarkan PTSL dikenakan biaya sebesar Rp.250.000,00 hingga Rp.450.000,00.

Saat radarinformasi .com bersama dengan team mendatangi kantor Kepala Desa Cibitung Kulon, dengan maksud untuk konfirmasi, Jaji Suparda selaku Kepala Desa, mengatakan bahwa, “Dengan biaya Rp.150.000,00 tidak bisa mencukupi, kita kan perlu biaya untuk pembelian materai, terus juga untuk biaya kalau ada tamu buat beli ini dan itunya”.

Ditempat lain kami meminta tanggapan dari Humas LSM KPAHN, dengan lantang dan tegas, Yayat mengatakan bahwa, “Terkait program PTSL fakta di lapangan masih banyak praktek- praktek Pungli dan saya harap harus ada ketegasan, bagi pelaku dijerat dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi pasal 12 E dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan penjara maksimal 20 tahun penjara.

“Maka dari itu kami Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Penyelamat Harta Negara (KPAHN) akan segera melaporkan kasus ini ke Penegak Hukum (APH) dan akan kawal, bagi para pelaku yang memanfaatkan situasi dengan memeras rakyat Itu udah perbuatan melawan hukum”, pungkasnya.

Reporter : Hanafi dan team

Pemerintah Desa Cibitung Kulon Alokasikan Anggaran Samisade untuk Pengaspalan Jalan Desa dan Lingkungan

Pemerintah Desa Cibitung Kulon Alokasikan Anggaran Samisade untuk Pengaspalan Jalan Desa dan Lingkungan

BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Desa Cibitung Kulon, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, mengalokasikan anggaran Satu Milyar Satu Desa (samisade) berupa Peningkatan Jalan Desa sepanjang 420 meter dan Jalan Lingkungan sepanjang 800 meter yang dikerjakan oleh TPK dan masyarakat dengan besaran anggaran Rp. 997.000.000. Senin (16/01/23).

Anggaran Samisade tahap dua berupa pengaspalan tersebut diharapkan ke depannya mampu meningkatkan kualitas mobilitas dan mendongkrak perekonomian masyarakat setempat, Jaji Suparda selaku Kepala Desa berharap agar seluruh masyarakat dapat berperan dan berpartisipasi dalam mendukung proses pembangunan infrastruktur tersebut.

“Saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pengalokasian dana Samisade ini, dengan cara ikut menjaga dan merawat pembangunan infrastruktur yang telah kita laksanakan, karena kelancaran mobilitas dapat meningkatkan peningkatan taraf kehidupan masyarakat”, ujar Kades.

Masih menurutnya, “Untuk Samusade tahap dua ini sudah direalisasikan meskipun belum rampung, mudah-mudahan dapat selesai secepatnya sehingga aktifitas dapat kembali normal dan lancar, Allhamdulillah seluruh masyarakat ikut mendukung adanya pembangunan dari anggaran Samisade ini, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh mereka”.

“Saya selaku Kepala Desa juga sangat berterimakasih dengan adanya anggaran ini, karena sangat membantu peningkatan infrastruktur, dua tahun terakhir ini kan anggaran banyak dialokasikan dalam penanganan Covid-19, jadi Samisade sangat terasa sekali manfaatnya dan mudah-mudahan di tahun 2023 masih ada lagi anggaran Samisade”, pungkasnya.

Reporter : Cahya
Redaktur : Dewi Pelangi