Bak Jamur Di Musim Penghujan, Toko Obat Golongan G di Kota Bogor Makin Merajalela

BOGOR.radarinformasi.com- Meskipun Kapolresta Kota Bogor, Kombes Bismo Teguh Prakoso, pernah berstatmen untuk berantas terkait maraknya Toko Obat Golongan G yang berada di Wilayah Hukumnya, namun sangat disayangkan hingga saat ini toko Obat Golongan G tersebut masih marak dan malah semakin menjamur, Minggu (11/02/24).

Bahkan terhitung mulai Bulan Januari, toko-toko yang menjual obat perusak generasi muda tersebut mulai bermunculan hingga saat ini semakin banyak jumlahnya, seolah apa yang telah digembar-gemborkan Kapolresta tak di gubris sama sekali oleh para pelaku penjual obat dan menimbulkan pertanyaan di masyarakat terkait kinerja APH.

Saat itu Bismo berstatment didepan Awak Media, “Apabila ada Warung Obat Golongan G silahkan dilaporkan ke kami, foto warungnya dan sharlok, kami akan tindak”.

Masyarakat-pun mulai merasa gerah dengan kembali maraknya warung-warung obat yang berkedok Counter, Warung Sembako, ataupun Warung Kopi tersebut dan mengharap agar APH secepatnya memberantas warung yang mengancam dan merusak moral generasi bangsa.

Seperti yang kita ketahui, baik pengguna maupun pengedar obat ilegal bisa dikenakan tindakan hukum. Pengguna penyalahgunaan obat dikenakan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Sementara untuk pengedar bisa dikenakan Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen (UU No. 8 tahun 1999).

Red

Keluhan Warga Apartemen Bogor Valley akhirnya mendapat Respon Positif dari Polresta Bogor

BOGOR.radarinformasi.com- Warga Apartemen Bogor Valley, Jalan KH.Sholeh Iskandar, Kelurahan Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor akhirnya merasa lega, karena apa yang menjadi keluhan mereka selama ini mendapat respon positif dari pihak Polresta Bogor Kota, Minggu (21/05/23).

Kombespol Dr. Bismo Teguh Prakoso, S.H, S.I.K, M.H selaku Kapolresta Bogor yang baru 4 bulan menjabat tersebut mengundang Warga Apartement Bogor Valley dan Warga sekitar dalam acara Ngopi Bareng sekaligus mendengar dan mencari solusi dalam permasalahan yang tengah viral saat ini (prostitusi).

Acara Ngopi Bareng Polresta yang juga dihadiri oleh Muspika setempat tersebut mendapat respon positif dari warga dan warga juga memanfaatkan season tanya jawab untuk mengadukan permasalahan yang menjadi kekhawatiran mereka selama ini diantaranya terkait fasilitas apartemen banyak yang sudah tidak berfungsi, minimnya perlengkapan APAR, listrik serta ketakutan warga adanya penularan HIV karena bebasnya praktik prostitusi yang terjadi selama ini.

Selain itu meskipun sudah diadakan rapat untuk memilih ketua yang baru, akan tetapi PLT terpilih juga mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan, dikarenakan terjadi pro dan kontra dalam pergantian ketua (PLT) tersebut.

“Saya sebagai PLT masih terbatas dalam menentukan sikap, karena ketua yang lama belum mau memberikan mandat sepenuhnya kepada saya, bahkan sampai saat ini saya belum bisa menempati kantor kepengurusan”, ujar Dr. Foni Agus Setiawan, M.kom selaku PLT terpilih.

Sementara itu, Drs. Iwan Setiawan, S.H selaku warga apartemen Bogor Valley juga merasa kecewa dengan lambannya penanganan dari pihak terkait dalam mengatasi permasalahan ini, Ia mengatakan bahwa, “Kita sebagai warga sudah beberapa malam mengadakan ronda untuk mencegah adanya pasangan yang bukan suami istri untuk melakukan perzinahan di tempat ini, bahkan warga dengan sukarela memberi makanan dan minuman secara gratis kepada yang sedang ronda, hal ini menunjukkan bahwa warga mendukung dengan apa yang kita lakukan”.

“Karena kalau saya lihat, banyak oknum-oknum yang dipercaya pegang kunci malah memanfaatkan tempat ini untuk meraup keuntungan pribadi, tanpa memikirkan dampak bagi pemilik apartemem yang lain dengan adanya acara Ngopi Bareng Polresta ini tentu saja sangat dimanfaatkan warga untuk mengadukan semua permasalahan yang ada, saya juga sangat mengapresiasi kinerja Polresta yang cepat tanggap dengan laporan warga, karena selama ini kita sudah mengadu kesana kemari namun tidak ada tanggapan, bahkan sudah sempat mengadu ke Komisi III tapi tidak ada tindakan juga”,  ujarnya.

Reporter   :   Dewi