‎Lumbung Pangan Nasional, Kabupaten Indramayu Jadi Prioritas Program Irigasi BBWS Citarum

‎INDRAMAYU.radarinformasi.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menggelar kegiatan Sosialisasi Mekanisme Desk Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025 Tahap II. Senin (2/6)
‎
‎Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Citarum, Lantai 1, Kantor BBWS Citarum, Jalan Inspeksi Durian STA 5600, Soekarno-Hatta, Bandung pada Senin (2/6/2025).
‎
‎Sosialisasi dipimpin oleh Kepala BBWS Citarum, Mochammad Dian Al Ma’ruf, dan dihadiri oleh sejumlah pemimpin daerah, di antaranya Wakil Bupati Bandung Barat, Wakil Bupati Sumedang, dan Wakil Bupati Indramayu serta para kepala dinas terkait dari kabupaten yang bersangkutan.
‎
‎Dalam sambutannya, Kepala BBWS Citarum menyampaikan, kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari tahap I yang sebelumnya telah dilaksanakan untuk 14 provinsi dalam program fisik yang dilaksanakan dari Mei hingga November 2025. 
‎
‎”Fokus kita saat ini adalah tahapan perencanaan, yang masih menunggu penetapan resmi dari Bappenas. Kriteria utama yang menjadi prioritas adalah swasembada pangan dan ketahanan pangan. Pertemuan ini sangat penting untuk kita lakukan, dan kami sangat mengapresiasi kehadiran semua pihak,” ujar Dian. 
‎
‎Dian juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, sebagai persiapan menuju pelaksanaan fisik program pada tahun 2026.
‎
‎Dari Tim Verifikasi Pusat BBWS Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Rahmat menjelaskan, setelah proses konstruksi selesai, aset akan diserahkan kembali kepada pemerintah daerah masing-masing untuk dilakukan pemeliharaan secara mandiri.
‎
‎Sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program antara lain kesiapan infrastruktur irigasi, ketersediaan air dan lahan, kesiapan petani, serta kondisi kerawanan banjir di wilayah yang menjadi sasaran program.
‎
‎Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, dalam pernyataannya menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan kepada Kabupaten Indramayu untuk turut serta dalam kegiatan ini. 
‎
‎”Air merupakan kebutuhan mendasar. Kami berharap melalui sosialisasi ini, pemerintah makin dekat dengan masyarakat. Mengatur air terlihat mudah, namun pelaksanaannya sangat kompleks. Kami sangat berharap agar program ini mendapatkan perhatian khusus demi keberhasilan swasembada pangan,” katanya.
‎
‎Wabup juga menambahkan, sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sistem pengairan yang baik sangat penting bagi masyarakat Indramayu, terutama bagi petani yang kerap menghadapi permasalahan seperti kekurangan air, pupuk, dan gabah. 
‎
‎Sementara itu, Susan dari Tim Verifikasi Pusat menyampaikan, berdasarkan usulan terakhir dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air ke Bappenas, terdapat 13 kabupaten/kota yang telah masuk ke dalam daftar lokasi prioritas, termasuk Kabupaten Indramayu. 
‎
‎”Tahun 2025 menjadi tahun penting dalam pengusulan kegiatan yang direncanakan untuk pelaksanaan tahun 2026,” ujarnya.
‎
‎Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjalin koordinasi, terutama antara BBWS, pemerintah daerah, dan kementerian teknis terkait. Evaluasi dan penyusunan ulang usulan kegiatan akan terus dilakukan demi memastikan keberhasilan pelaksanaan Inpres No. 2 Tahun 2025 dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Tiga Tahun Mengidap Penyakit Langka, Jeritan Sunyi Orang Tua di Indramayu Menanti Uluran Tangan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Di sebuah gang sempit di wilayah Karangampel, Indramayu, harapan dan kesedihan bergulat dalam diam. Selama lebih dari tiga tahun, sepasang suami istri, Nursiti (35) dan Asandi, hidup dalam kecemasan mendalam. Anak kedua mereka menderita kondisi langka: sindaktili dan polidaktili kompleks penyakit bawaan yang menyatukan jari-jari dan menumbuhkan jari tambahan secara abnormal, memengaruhi jaringan lunak dan tulang secara signifikan.

“Sudah tiga tahun anak saya mengalami ini,” lirih Nursiti, saat ditemui Minggu (1/6). Matanya menyimpan letih, tapi masih menyisakan harapan. Ia mengaku ingin membawa anaknya berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung. Namun, keterbatasan biaya menjadi tembok tinggi yang belum mampu mereka lewati. “Bukan cuma biaya rumah sakit, tapi juga ongkos transportasi yang berat bagi kami,” tuturnya.

Asandi, sang suami, hanya bisa mengangguk pasrah. Sebagai buruh serabutan, penghasilannya tak cukup untuk menopang kebutuhan keluarga, apalagi untuk biaya medis yang terbilang mahal. “Saya sudah pasrah. Hanya bisa berharap ada keajaiban,” katanya perlahan.

Meski dililit keterbatasan, pasangan ini enggan menyerah sepenuhnya. “Kami masih menanti keajaiban dari orang-orang baik hati yang mau membantu,” tambah Nursiti, suaranya menggetar oleh harap.

Penyakit yang dialami buah hati mereka memang tidak tergolong mematikan. Namun, dampaknya sangat besar terhadap tumbuh kembang dan kualitas hidup anak. Satu-satunya jalan adalah operasi rekonstruksi, yang sayangnya, tak bisa mereka jangkau sendiri.

Kisah ini bukan sekadar derita satu keluarga, melainkan potret nyata ketimpangan akses kesehatan yang masih terjadi. Di tengah kesibukan dunia, suara lirih dari gang sempit Karangampel ini mengetuk nurani kita semua.

Apakah akan ada tangan-tangan yang terulur untuk mereka? Bagi keluarga ini, bantuan sekecil apa pun bisa menjadi cahaya dalam gelap, membuka jalan menuju masa depan yang lebih layak bagi sang buah hati yang kini terkurung dalam tubuh yang tak sempurna.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Hari Lahir Pancasila, PDI Perjuangan Indramayu Bahas Pemikiran Bung Karno dan Evaluasi Pemda

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Memperingati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu mengadakan upacara bendera, pemotongan tumpeng, dan sarasehan politik di kantor partai yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 33, Kelurahan Lemah Mekar pada Minggu, (01/06/2025). Kegiatan ini diikuti kader dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari instruksi nasional partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., dalam wawancaranya kepada awak media  menyebutkan bahwa momen 1 Juni bukan hanya seremonial, tetapi juga ruang refleksi terhadap arah kebijakan pemerintah daerah saat ini.

“Pancasila lahir pada 1 Juni, dan ini harus jadi pengingat bahwa semua kebijakan harus berpihak pada rakyat. Maka dari itu, kami hadir sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah,” ucapnya.

Sirojudin mengungkapkan bahwa DPC PDI Perjuangan telah menggelar diskusi dengan tokoh masyarakat untuk membedah pemikiran Bung Karno, khususnya dalam kaitannya dengan evaluasi 100 hari kerja Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Ia menyoroti sejumlah persoalan, salah satunya perubahan nama fasilitas publik yang dinilainya mencederai warisan kepemimpinan sebelumnya.

“Contohnya tol yang dulunya bernama Indrajati, sekarang jadi Kertahayu. Alun-alun Swangi juga dirubah. Kami tidak anti perubahan, tapi harus ada penghargaan terhadap pemimpin yang sudah berjasa,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menanggapi dinamika pembahasan beberapa rancangan peraturan daerah (raperda) seperti Raperda Pemerintahan Desa, Raperda Persampahan, dan Raperda Pajak Daerah. PDI Perjuangan menolak usulan kenaikan pajak daerah hingga 0,5% yang dinilai memberatkan masyarakat.

“Bukan soal angkanya, tapi dampaknya. Kalau dikalkulasikan, beban masyarakat bisa sangat besar. Kami minta eksekutif mempertimbangkan ulang,” ujar Sirojudin.

Terkait perannya di DPRD, ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan, yang memiliki 12 kursi, tidak mengambil posisi oposisi secara formal. Namun, mereka tetap berfungsi sebagai pengawas dan penyeimbang kebijakan.

“Kami bukan oposisi dalam sistem demokrasi Indonesia. Tapi sebagai mitra kritis, kami akan mengingatkan pemerintah jika ada hal yang tidak berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Dengan sikap tersebut, Sirojudin berharap ke depan tidak ada lagi kebijakan yang sekadar simbolik atau ‘gimik’, melainkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Senam Jantung Sehat Meriahkan Hari Lansia Nasional ke-29 di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 tahun 2025, puluhan warga lanjut usia mengikuti kegiatan Senam Jantung Sehat yang digelar di Alun-alun Jl. Mayjen Sutoyo, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Minggu (1/6/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan masyarakat usia lanjut, terutama dalam menjaga kebugaran dan mencegah penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.

Dalam sesi wawancara dengan awak media, Drs. H.R. Cece Dahlani, Dp.M.Pd, selaku pengurus PGRI Kabupaten Indramayu, menyampaikan pentingnya aktivitas fisik bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati Hari Lansia, tapi juga sebagai ajakan agar masyarakat tetap aktif dan sehat. Kalau saat muda bisa bermain bola atau basket, maka ketika sudah memasuki usia lanjut, senam, jalan kaki, bersepeda, atau berenang adalah pilihan yang tepat,” ujar Cecep.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa rutin dilaksanakan di Indramayu setiap hari Selasa, Sabtu, dan Minggu, dan terbuka untuk umum.

“Kami harap bukan hanya pensiunan atau pegawai yang ikut, tetapi semua masyarakat usia 50 tahun ke atas bisa bergabung. Ini bentuk ikhtiar menjaga kesehatan bersama,” tambahnya.

Selain senam, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah sebagai bentuk deteksi dini masalah kesehatan pada lansia.

Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga kesehatan warga lansia di Kabupaten Indramayu.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bupati Lucky Hakim Bantu Keluarga Sopiah Pindah dari Tanah Kuburan ke Rumah Layak Huni

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, melakukan kunjungan langsung ke keluarga Ganda, dalam rangka menindaklanjuti persoalan viral yang menimpa keluarga Sopiah pada Minggu (01/06/2025) Sebelumnya, keluarga ini tinggal di atas tanah makam di Kelurahan Lemahmekar, Indramayu, selama bertahun-tahun.

Masalah tersebut sempat menjadi sorotan publik, bahkan sudah ditinjau oleh kepala daerah sebelumnya, namun tidak kunjung terselesaikan. Bupati Lucky menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi keluarga Sopiah dan menegaskan komitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas.

“Saya tanya langsung ke anaknya. Kalau ada pilihan untuk pindah ke tempat yang lebih layak, mereka mau. Masalahnya, selama ini tidak ada biaya,” ujar Lucky Hakim di lokasi kunjungan.

Kini, keluarga Sopiah telah dipindahkan ke rumah kontrakan yang berlokasi di Perumahan Griya Bahari Indah, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu. Biaya kontrakan ditanggung pemerintah selama satu tahun ke depan. Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan pekerjaan bagi Sopiah dan memberikan bantuan pendidikan untuk adik-adiknya.

“Sopiah ini pekerja keras, dia pernah jadi kuli dan memelihara lele. Sekarang kita bantu dulu, nanti dia harus bisa mandiri. Bahkan sudah ada perusahaan daerah yang siap menampungnya bekerja,” tambah Lucky.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah pihak terkait, seperti Direktur Perusahaan Daerah, Camat Indramayu, Satpol PP,  lurah, serta aktivis sosial seperti Mbak Winny dan beberapa yayasan yang turut memberikan pendampingan.

Bupati juga menyerahkan alat komunikasi untuk mempermudah koordinasi dan menjamin bahwa bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan secara optimal.

Lebih jauh, Lucky berharap keluarga Sopiah bisa bangkit dan menjadi contoh warga lain yang sukses setelah mendapat bantuan. Ia optimistis dalam lima tahun ke depan, keluarga ini akan hidup lebih layak dan mandiri.

“Saya yakin, ke depan Sopiah ini bisa membantu orang lain karena dia bukan tipe orang yang malas. Justru dengan dibantu sekarang, ia bisa jadi inspirasi,” ucapnya.

Menutup kunjungannya, Lucky juga menyampaikan harapan besar agar tidak ada lagi warga Indramayu yang tinggal di atas tanah kuburan. Ia menyatakan bahwa Pemkab Indramayu tengah bekerja keras membuka lebih banyak lapangan kerja agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata.

Sementara itu, Bapak Ganda, kepala keluarga, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bupati Lucky Hakim atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada keluarganya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Petani Desa Loyang Kebut Tanam Musim Gadu Demi Antisipasi Kekeringan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menyambut musim kemarau, para petani di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, mulai mempercepat proses tanam padi untuk musim gadu 2025. Langkah ini diambil guna menghindari risiko kekeringan yang berpotensi menghambat hasil panen. Minggu (1/6)

“Musim gadu ini mengandalkan air hujan, jadi kalau telat tanam bisa berakibat fatal bagi produksi,” ujar Ahmad Subarjo, salah satu petani setempat saat ditemui di kediamannya, Sabtu (31/5/2025).

Musim gadu biasanya dimulai sejak April hingga Juli, dan bergantung pada curah hujan sebagai sumber pengairan utama. Menurut Barjo sapaan akrabnya percepatan tanam tak hanya bertujuan untuk menjaga produktivitas, tetapi juga menjadi strategi untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, khususnya di daerah yang mengandalkan sistem tadah hujan.

“Kalau kita cepat tanam, hasil panen bisa maksimal. Apalagi, kondisi cuaca sekarang sulit ditebak,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, roda ekonomi warga Loyang sebagian besar digerakkan oleh siklus pertanian, dari panen padi berlanjut ke panen tebu. Siklus ini bukan hanya menopang pendapatan warga, tetapi juga membuka lapangan kerja musiman bagi masyarakat sekitar.

“Dari sawah ke kebun, dari padi ke tebu. Alhamdulillah, ekonomi warga tetap berputar dan pengangguran bisa ditekan,” pungkasnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bupati Indramayu Buka UKW PJI ke-9, Lucky Hakim: Jaga Iklim Informasi yang Sehat, Kondusif dan Berimbang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk di bidang pers. Jumat (30/5)

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-9 yang diselenggarakan oleh Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jumat (30/5/2025), di Hotel Trisula Indramayu.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya UKW yang diperuntukkan bagi wartawan madya dan muda ini. Bupati menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata komitmen PJI dan UMJ dalam mendorong profesionalisme pers di Indonesia, khususnya di Kabupaten Indramayu.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, saya mengapresiasi dilaksanakannya UKW ini. Ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers melalui uji kompetensi,” ujar Lucky Hakim.

Bupati menegaskan bahwa peran media dan wartawan sangat vital dalam kehidupan demokrasi. Informasi yang disampaikan media memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik, memengaruhi keputusan, bahkan arah kebijakan pemerintah.

“Kompetensi wartawan sangat penting untuk dijaga dan ditingkatkan. Saya berharap dari UKW ini akan lahir wartawan yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, memiliki integritas, serta menjadi pilar keempat demokrasi yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lucky juga menyampaikan pentingnya sinergi antara media dan pemerintah. Wartawan, menurutnya, adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi yang benar, edukatif, dan mencerdaskan masyarakat.

“Kami berharap para wartawan dapat membantu menyebarluaskan berita-berita yang membangun dan mendorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah. Mari kita jaga iklim informasi di Indramayu agar tetap sehat, kondusif, dan berimbang,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu, lanjut Lucky, akan terus mendukung berbagai bentuk pelatihan, sertifikasi, dan uji kompetensi seperti ini sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Indramayu akan maju bila rakyatnya cakap, kompeten, dan siap bersaing. Kunci pembangunan berkelanjutan ada pada kualitas manusia,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Lucky Hakim mengajak seluruh peserta UKW untuk mengikuti proses uji dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai momentum pembuktian diri.

“Percayalah, kompetensi adalah investasi terbaik untuk meraih kesuksesan, baik di sektor pemerintahan, swasta, maupun wirausaha,” pungkasnya.

Kegiatan UKW ke-9 ini diikuti oleh puluhan wartawan dari berbagai media lokal dan nasional yang tergabung dalam PJI. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan standar profesionalisme jurnalistik di Kabupaten Indramayu dan sekitarnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Buka Pelatihan Sekolah Kader KOPRI, Lucky Hakim: Perempuan Harus Ambil Peran

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Sekolah Kader KOPRI ke-IV yang diselenggarakan di Kampus Putih, Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jum’at (30/5/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan kader perempuan dari berbagai perguruan tinggi serta organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI).

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menekankan pentingnya peran aktif perempuan dalam pembangunan di berbagai bidang. Menurutnya, perempuan masa kini memiliki potensi besar dalam mendukung kemajuan bangsa, tidak hanya di sektor domestik, namun juga di ranah sosial-budaya, politik, sains, teknologi, dan ekonomi.

“Saat ini peran aktif perempuan sangat dibutuhkan dalam pembangunan di berbagai bidang, baik itu sosial-budaya, politik, sains, teknologi, dan ekonomi. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi perempuan terpelajar hendaknya memanfaatkan waktu dengan kegiatan-kegiatan positif dan produktif agar dapat memberikan peran terbaik di berbagai bidang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Lucky juga menyoroti pentingnya kesadaran akan isu kekerasan seksual terhadap perempuan. Bupati menegaskan bahwa kader KOPRI harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu mengadvokasi kasus kekerasan seksual di masyarakat.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini masih ada kekerasan seksual terhadap perempuan, oleh karena itu kader KOPRI harus mampu mengadvokasi kekerasan seksual, dengan berperan aktif dalam pencegahan dan penanganannya,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini kesempatan kerja sangat terbuka lebar bagi perempuan. Bupati mengajak para peserta untuk tidak ragu mengejar cita-cita setinggi mungkin, dengan tetap menjaga peran istimewa sebagai istri dan ibu yang mendidik generasi masa depan.

“Tanpa meninggalkan kodrat sebagai perempuan yang mempunyai tugas istimewa menjadi istri dan ibu yang melahirkan dan mendidik anak-anaknya, perempuan dapat mencapai cita-cita setinggi-tingginya dan bekerja sebagai apa pun sesuai dengan bakat dan keahlian masing-masing,” ucapnya.

Di akhir sambutan, Bupati Lucky Hakim menekankan pentingnya peran perempuan dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak di dalam keluarga.

Kegiatan Sekolah Kader KOPRI ini diharapkan dapat menjadi wadah pengkaderan strategis dalam mencetak perempuan-perempuan muda yang tangguh, berdaya saing, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai perjuangan, kemanusiaan, dan keadilan gender. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Direksi PT. BWI Tandatangani Kontrak Kerja di Hadapan Bupati Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Para Direksi PT. Bumi Wiralodra Indramayu (PT.BWI) periode 2025-2030 hasil seleksi melakukan penandatanganan kontrak kerja dan surat pernyataan dihadapan Bupati Indramayu Lucky Hakim. Kamis (29/5)

Penandatanganan dilakukan di Ruang Dalam Pendopo Indramayu, Rabu (28/5/2025) yang juga dihadiri Forkopimda, Kepala SKPD, serta undangan lainnya. 

Penandatanganan kontrak ini sebagai tindak lanjut dari hasil panitia seleksi yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu dan melewati beberapa tahapan yakni psikotes, ujian tertulis keahlian, penulisan makalah dan rencana bisnis, presentasi makalah dan rencana bisnis, wawancara tim uji kelayakan dan kepatutan, serta wawancara dengan kepala daerah. 

Hasil panitia seleksi maka ditetapkan sebagai direksi yakni Robani Hendra Permana (Direktur Utama), Hidayah (Direktur Umum dan Keuangan), Sri Sujatmoko Hermawan (Direktur Operasional), dan Syamsul Bahri Siregar (Direktur Pemasaran). 

Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam sambutannya mengatakan, kepada para direksi yang baru diharapkan cepat beradaptasi dengan lingkungan perusahaan PT. BWI karena perusahaan tersebut membutuhkan penanganan yang segera. Melihat kondisi saat ini sangat dibutuhkan orang-orang yang profesional untuk menggerakan perusahaan daerah selaku kebanggan masyarakat Indramayu. 

Lucky menekankan, para direksi yang baru harus mencapai target yang telah ditetapkan baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Salah satu target yang harus bisa dilaksanakan adalah memberikan keuntungan minimal 30 persen setiap tahun dari modal yang digunakan. 

“Para direksi yang baru ini harus memberikan keuntungan 30 persen per tahun dari modal yang digunakan. Jika tidak terpenuhi maka tahun berikutnya harus mengundurkan diri,” tegas Lucky Hakim. 

Wakil Ketua DPRD Indramayu, Sirojudin mengatakan, dengan hadirnya direksi baru PT. BWI ini harus mampu mendongkrak bisnis BWI menjadi perusahaan daerah yang berkontribusi nyata bagi pembangunan Indramayu. Pengembangan bisnis baru juga harus dilakukan karena banyak potensi yang bisa dilakukan dengan menggandeng pihak lain. 

Sedangkan Dirut PT. BWI Rohani Hendra Permana mengatakan, target yang diberikan oleh Bupati Indramayu untuk memberikan keuntungan minimal 30 persen dari modal berjalan merupakan tantangan yang harus dikerjakan secara kolektif. 

Salah satu bisnis yang akan dikembangkan sebagai bisnis baru adalah usaha perikanan sebagai potensi sumber daya alam yang melimpah di Kabupaten Indramayu. Pihaknya juga akan melakukan kolaborasi bersama BUMN untuk memperkuat bisnis PT. BWI.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Jam Malam Diberlakukan Bagi Pelajar di Jawa Barat, Ini Respon Wali Murid Atas Instruksi Dedi Mulyadi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mengeluarkan instruksi berupa Surat Edaran Nomor 51/PA.03/DISDIK tentang Penerapan Jam Malam Bagi Peserta Didik. Selasa (27/5)

Surat edaran tersebut dikeluarkan pada tanggal 23 Mei 2025, dengan tujuan untuk Mewujudkan Generasi Panca Waluya Jawa Barat Istimewa.

Dalam surat itu tertulis penerapan pembatasan kegiatan peserta didik di luar rumah pada malam hari, yakni mulai pukul 21.00 WIB sampai 04.00 WIB.

Aturan jam malam tersebut berlaku untuk pelajar dari tingkat dasar hingga menengah serta satuan pendidikan khusus.

Namun, penerapan jam malam itu mendapat pengecualian bagi peserta didik yang mengikuti kegatan yang diselenggarakan oleh sekolah atau lembaga pendidikan resmi.

Selain itu, peserta didik yang mengikuti kegiataan keagamaan dan sosial di lingkungan tempat tinggal atas sepengetahuan orang tua/wali.

Tak hanya itu, pengecualian juga berlaku bagi peserta didik yang sedang berada di luar rumah bersama orang tua/wali, dalam kondisi keadaan darurat atau bencana lain serta kondisi lainnya sepengetahuan orang tua/wali.

Dedi pun memerintahkan bupati/wali kota mengoordinasikan mengenai hal tersebut dengan kecamatan/kelurahan/desa/satuan pendidikan dasar/masyarakat.

Ia juga meminta agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengoordinasikan satuan pendidikan menengah/satuan pendidikan khusus.

Tak hanya itu, Dedi juga menginstruksikan agar bupati/wali kota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dalam rangka pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penerapan jam malam tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Caridin, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya merespon kebijakan itu dan akan segera menindaklanjutinya.

“Kami sangat merespon edaran gubernur dan akan kami tindaklanjuti dengan edaran bupati terkait hal yang sama,” kata Caridin.

Salah satu wali murid SDN 3 Lemahmekar Indramayu, Ririn Diani, mengaku kebijakan Dedi Mulyadi tersebut sangat baik bagi para peserta didik untuk bisa menerapkan disiplin waktu.

“Langkah yang diambil oleh Dedi Mulyadi terkait jam malam bagi para peserta didik sangatlah baik, itu bisa mencegah peserta didik dari hal yang negatif yang bisa merusak generasi muda,” ujarnya.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal