Targetkan 10 Ribu Ular, Strategi Indramayu Perangi Tikus Demi Panen Petani

INDRAMAYU.radarinformasi.com. Pemerintah Kabupaten Indramayu terus menggulirkan terobosan baru untuk melindungi hasil pertanian. Sabtu (23/8/2025), Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali melepas ratusan ular di area persawahan Kecamatan Sindang.

Program yang diberi nama “Ular Sahabat Petani” ini menjadi strategi ramah lingkungan dalam menekan populasi hama tikus yang selama ini merugikan petani. Jenis ular yang dilepaskan, yakni koros dan lanang sapi, diketahui tidak berbisa dan relatif aman bagi manusia.

Lucky Hakim menargetkan hingga 10 ribu ekor ular akan dilepas di sawah-sawah Indramayu. “Ular adalah predator alami tikus. Kehadirannya akan membantu petani menjaga hasil panen tanpa harus menggunakan racun tikus yang justru berbahaya bagi lingkungan,” ujarnya.

Selain menjaga ekosistem, langkah ini juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan di Indramayu. Lucky bahkan memberikan edukasi langsung kepada petani agar tidak takut pada ular yang dilepaskan. “Ular ini justru takut dengan manusia. Kalau bertemu, jangan dibunuh, cukup diusir saja, mereka pasti lari,” tegasnya.

Petani Sindang menyambut positif inisiatif tersebut, terlebih dengan penjelasan langsung dari bupati. Mereka berharap pelepasan ribuan ular bisa benar-benar menekan serangan tikus dan meningkatkan hasil panen di Indramayu.

(DiskomInfo Indramayu)

Andika.

Bupati Indramayu Sampaikan Nota Penjelasan Perubahan APBD 2025, Volume Naik Jadi Rp3,91 Triliun

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu secara resmi menyampaikan Nota Penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (20/8/2025). Dalam agenda tersebut, disampaikan bahwa struktur APBD 2025 mengalami peningkatan dari Rp3,75 triliun menjadi Rp3,91 triliun atau naik 4,19 persen.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang mewakili Bupati Lucky Hakim, menjelaskan perubahan tersebut mencakup pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah. Ia menerangkan, dokumen perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara menjadi acuan bagi seluruh perangkat daerah dalam menyusun perubahan rencana kerja serta anggaran, sekaligus sebagai landasan pengajuan perubahan APBD 2025.

Pada sisi pendapatan daerah, yang semula direncanakan sebesar Rp3,68 triliun naik menjadi Rp3,75 triliun atau bertambah 1,91 persen. Sementara itu, belanja daerah yang semula ditetapkan Rp3,75 triliun disesuaikan menjadi Rp3,91 triliun, meningkat 4,19 persen. Kenaikan tersebut meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, serta transfer ke pemerintah desa.

Adapun pada pos pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp70 miliar naik menjadi Rp156,65 miliar. Lompatan ini dihasilkan dari proyeksi SiLPA tahun 2024, yang setelah diaudit BPK RI menunjukkan peningkatan Rp86,65 miliar. Sementara itu, untuk pos pengeluaran pembiayaan tetap tidak dianggarkan (nol rupiah).

“Dengan demikian, total volume perubahan APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2025 bertambah dari Rp3,75 triliun menjadi Rp3,91 triliun atau naik 4,19 persen,” pungkas Syaefudin.

Reporter : Andika

Bupati Indramayu Semarakkan Kirab Budaya Jabar, Dapat Sambutan Meriah Sepanjang Rute

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana semarak menyelimuti Kirab Budaya Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Barat, Selasa (19/8/2025), saat rombongan bergerak dari Gedung Merdeka menuju Gedung Sate. Tampil mencuri perhatian, Bupati Indramayu Lucky Hakim menunggang kuda dengan penuh semangat menempuh rute sejauh 3,5 kilometer di jantung Kota Bandung.

Sejak iring-iringan dilepas, masyarakat yang berjajar di sepanjang jalan tampak antusias. Teriakan semangat, lambaian tangan, hingga ponsel yang diarahkan untuk mengabadikan momen, menjadi warna tersendiri. Antusiasme tersebut mencerminkan hangatnya sambutan warga terhadap partisipasi kabupaten/kota dalam memeriahkan hari lahir Jawa Barat.

Menurut Lucky Hakim, keikutsertaan Indramayu memiliki makna mendalam.
“Kirab Budaya ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud kekompakan kita dalam menjaga warisan budaya. Kehadiran Indramayu adalah simbol semangat kebersamaan,” tuturnya.

Rangkaian Kirab makin meriah dengan iringan musik tradisional, atraksi seni daerah, hingga kostum etnik nan mencolok dari para peserta. Derap langkah kuda Bupati berpadu harmonis dengan tari-tarian khas yang ditampilkan sepanjang perjalanan, mencerminkan kekayaan budaya Nusantara, khususnya Jawa Barat.

Kirab Budaya merupakan bagian agenda utama HUT Jawa Barat, tak hanya sebagai parade seni — tapi juga ajang silaturahmi budaya dan memperkuat kebhinnekaan. Sesampainya di pelataran Gedung Sate, tepuk tangan meriah kembali mengiringi langkah Bupati menutup perjalanan budaya tersebut.

“Semoga semangat gotong royong dan persatuan ini terus kita jaga. Budaya adalah kekuatan Jawa Barat,” pungkasnya.

Kontingen Indramayu sendiri turut menyuguhkan beragam seni tradisi seperti tari Topeng, berokan, dan gadis Ngarot, yang sukses memperkaya gelaran budaya tahunan ini.

Reporter : Andika

PDI Perjuangan Indramayu Tegaskan Sikap Soal Pengosongan Kantor: “Kami Tidak Akan Mundur”

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Indramayu menanggapi secara tegas surat edaran dari Sekretaris Daerah (Sekda) yang meminta pengosongan Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan di Jalan Pahlawan No. 33, Indramayu. Surat tersebut dinilai tidak memiliki kekuatan hukum yang cukup untuk menggeser posisi partai yang secara resmi masih memiliki hak pinjam pakai hingga tahun 2027. Senin (14/07/2025)

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Indramayu, Edi Fauzi, dalam wawancara dengan awak media menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan surat balasan atas surat Sekda tersebut. Surat balasan yang sudah ditandatangani itu memuat penegasan terkait status hukum dan politik sekretariat DPC PDI Perjuangan, serta menyangkut persiapan penertiban aset-aset daerah yang digunakan oleh partai politik maupun non-partai politik.

“Surat Sekda itu akan kami jawab secara resmi. Kami memiliki dasar hukum berupa SK Bupati yang menyatakan hak pinjam pakai sampai 20 Juli 2027. Maka, tidak sepatutnya surat Sekda mengalahkan keputusan Bupati,” ujar Edi Fauzi.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu, H. Surojudin, S.P., M.Si, menegaskan bahwa partainya tidak menolak pendataan aset oleh pemerintah daerah, namun menuntut keadilan dalam pelaksanaannya. Ia menyoroti bahwa dari tiga partai politik yang menggunakan aset pemerintah, hanya dua yang diminta mengosongkan, yakni PDI Perjuangan dan PPP, sementara Partai Golkar tidak disebut.

“Lanjut Edi Fauzi kalau perlakuan ini tidak adil, maka kami akan mempertanyakannya. Kami tidak akan diam ketika partai kami ditekan, diintimidasi, atau didiskriminasi. PDI Perjuangan tidak akan mundur seinci pun,” tegas Edi Fauzi

Ia juga mengonfirmasi adanya kunjungan dari pihak Polda dan Polres ke kantor DPC sebelum acara konferensi pers berlangsung. Kunjungan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kondusifitas daerah. Namun, Edi Fauzi menegaskan bahwa PDI Perjuangan tetap mendukung suasana aman dan nyaman di Indramayu.

Terkait legalitas penggunaan kantor, PDI Perjuangan menyampaikan bahwa pihaknya masih berpegang pada SK Bupati tentang pinjam pakai tanah dan bangunan milik pemerintah daerah yang berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 20 Juli 2022 hingga 20 Juli 2027.

“Kami tegaskan, ini bukan surat edaran, tapi SK Bupati. Masa iya, SK Bupati bisa dikalahkan oleh surat Sekda? Ini akan kami jelaskan kepada mereka yang belum tahu,” tambahnya.

PDI Perjuangan juga menyatakan bahwa sikap kritis mereka terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu merupakan bagian dari tugas dan fungsi legislasi serta pengawasan sebagai anggota DPRD. Mereka menekankan bahwa perbedaan sikap politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

“Kami tidak sedang mencari konflik, tapi kalau kami diserang, maka kami tidak akan tinggal diam,” tutup Edi Fauzi.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

‎Bukan Bertani Biasa, Bupati Lucky Hakim Ingin Anak Muda Indramayu Jadi Bos Agribisnis

‎INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) resmi membuka Pelatihan Petani Muda Indramayu Tahun 2025, sebuah langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan daerah sekaligus menjawab tantangan regenerasi petani pada Jumat (11/7/2025). 
‎
‎Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim didampingi oleh Kepala DKPP Indramayu, Sugeng Heriyanto, yang menekankan pembangunan sektor pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dan pentingnya pembangunan pertanian berbasis generasi muda. 
‎
‎”Berdasarkan data kami, mayoritas petani saat ini berusia di atas 50 tahun. Ketika mereka dihadapkan pada tantangan era digital dan media sosial, banyak yang kesulitan beradaptasi. Karena itu, kami mendorong pemuda-pemudi Indramayu untuk terjun ke dunia pertanian dan diberikan pelatihan khusus agar siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
‎
‎Sugeng juga menyampaikan, pelatihan ini diikuti oleh 1.300 peserta, dengan tahap awal melibatkan 500 peserta pertama dalam 10 angkatan. Peserta akan menerima pelatihan praktis dari berbagai komoditas seperti hidroponik, budidaya padi, sayuran, melon, mangga, anggur, hingga peternakan ayam dan domba. 
‎
‎Kepala DKPP juga mengajak seluruh peserta untuk berkoordinasi dengan UPTD dan BPP dalam pemanfaatan lahan. Bahkan, dia telah menetapkan kebijakan melarang BPP menyewakan balai, agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan langsung oleh para petani muda. 
‎
‎”Kami melihat antusiasme yang tinggi dari petani muda, dan berharap mereka bisa langsung mengimplementasikan hasil pelatihan secara mandiri. Silakan gunakan balai untuk budidaya hortikultura maupun tanaman pangan. Kami dukung penuh,” tambahnya.
‎
‎Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Lucky menyebut, pelatihan ini sebagai langkah luar biasa dalam menghadapi realita di lapangan.


‎”Berdasarkan temuan kami, rata-rata usia petani saat ini sudah menginjak 55–60 tahun. Ironisnya, anak-anak petani enggan meneruskan usaha tani karena khawatir dengan ketidakpastian penghasilan dan risiko gagal panen,” ujarnya.
‎
‎Bupati Lucky menegaskan, tantangan utama pertanian saat ini adalah mindset. Pertanian Indramayu  memang surplus, tetapi jika anak muda terus menjauh karena pertimbangan ekonomi, maka suatu saat Indramayu bisa kehilangan kekuatan sektor pertaniannya. Indramayu butuh petani muda yang mampu mengubah cara pandang, bukan sekadar bertani, tetapi menjadi pengusaha agribisnis. 
‎
‎Menurutnya, potensi keuntungan dalam dunia agribisnis sangat besar bila dikelola dengan tepat. Dengan bibit unggul, pemasaran yang terarah, dan pengemasan yang menarik, produk bisa dijual dengan harga tinggi meski waktu dan proses tanam sama. Inilah yang perlu ditanamkan kepada generasi muda. 
‎
‎Bupati juga mengajak petani muda untuk memanfaatkan teknologi, digitalisasi, bahkan kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang aktivitas agribisnis. Menutup sambutannya, Lucky berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan penuh semangat. 
‎
‎”Kalian semua adalah calon pengusaha agribisnis sukses. Asah kemampuan, bangun konsep yang matang, maka investor dan modal akan datang sendiri. Jangan hanya mampu bertahan, tetapi jadilah pelaku usaha agribisnis yang dapat membuka lapangan kerja, menjaga lahan pertanian Indramayu dari alih fungsi lahan industri, serta mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” pungkasnya. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Kakek Nenek di Indramayu Gugat Menantu dan Cucu, Sengketa Rumah Keluarga Bergulir di Pengadilan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Perseteruan dalam lingkup keluarga di Indramayu kini memasuki babak baru. Sepasang lansia, Kadi dan Narti, melalui kuasa hukumnya Saprudin, SH., MTJ, resmi menggugat menantu dan cucu mereka ke Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (9/7/2025), terkait kepemilikan rumah yang berdiri di atas tanah milik pribadi mereka.

Objek yang disengketakan berupa bangunan rumah seluas 162 meter persegi, yang dibangun mendiang anak mereka pada tahun 2008. Meski konstruksi rumah dibiayai oleh sang anak, tanah yang menjadi fondasinya adalah milik sah Kadi dan Narti.

“Tanah itu hak kami. Rumahnya memang dibangun almarhum anak kami, tapi setelah ia meninggal, rumah itu ditempati menantu dan cucu-cucu kami,” ujar Saprudin saat memberikan keterangan.

Ketegangan bermula saat muncul rencana Rastiah, menantu Kadi-Narti, yang hendak menikah lagi namun tetap ingin menghuni rumah tersebut. Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran pihak Kadi dan Narti.

“Cucu tetap cucu. Tapi kalau menantu bisa jadi mantan,” tegas Saprudin mengutip sikap hukum kliennya.

Proses mediasi sempat dijajaki, bahkan surat pernyataan untuk mengosongkan rumah telah ditandatangani oleh Heryatno, kakak salah satu cucu tergugat, dengan batas waktu hingga 20 April 2025. Sayangnya, kesepakatan itu urung direalisasikan, karena pihak tergugat meminta pengosongan rumah menunggu hasil keputusan pengadilan.

Tak hanya menawarkan jalur damai, Kadi dan Narti juga sempat memberikan kompensasi sebesar Rp 100 juta sebagai bentuk itikad baik agar rumah bisa dikosongkan. Namun, permintaan dari pihak tergugat justru melonjak hingga Rp 350 juta.

“Padahal hasil penilaian, rumah itu hanya bernilai Rp 108 juta,” beber Saprudin.

Meski menghadapi kenyataan pahit, pihak penggugat menegaskan bahwa langkah hukum ini bukan karena ingin memutus hubungan darah dengan cucu, melainkan untuk mempertahankan hak atas tanah pribadi yang telah lama ditempati tanpa kejelasan status hukum.

“Kalau kami tega, sudah sejak lama rumah itu kami jual,” ujar Saprudin.

Ia pun berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang adil dan tidak berpihak.

“Semoga proses ini berjalan lancar dan keadilan benar-benar ditegakkan bagi Kadi dan Narti,” tutupnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Dukung Asta Cita Presiden RI, Polres Indramayu Kolaborasi Tanam Jagung di Petak 18A RPH Cijambe

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Langkah konkret menuju swasembada pangan terus digelorakan oleh berbagai pihak di seluruh penjuru Indonesia. Salah satunya kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal III di Lahan Perhutanan Sosial yang dilaksanakan di Petak 18A RPH Cijambe BKPH Sanca, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (9/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang terpusat di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang menjadi bagian Polri dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor ketahanan pangan nasional.

Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dan pemangku kepentingan lintas sektor.

Turut hadir Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0616 Indramayu Letkol Inf Yanuar Setiaga, S.I.P., Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu Arief Indra Kusuma, S.H., M.H., dan sejumlah pejabat lainnya seperti Bupati Indramayu yang diwakili oleh Kepala DPMPTSP Dadang Oce Iskandar serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si.

Hadir pula Komisaris Independent PT Uniteda Arkato RM Harcani Prabu Negoro, Direktur PT Uniteda Arkato H. M.Y Kasmir, BE., Adm Perum Perhutani Indramayu Cecep Suryaman, Pimpinan Cabang Perum Bulog Sri Wahyuni, serta unsur Forkopimda lainnya. Dari unsur TNI-Polri, tampak Kapolsek Gantar IPTU Karnala, S.H., Danramil 1615/Haurgeulis Kapten Kav Sugiyanto, para Kapolsek Zona Barat, dan PJU Polres Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Ini adalah salah satu wujud kolaborasi nyata antara masyarakat, pemerintah, hingga TNI-Polri dalam mendukung swasembada pangan. Selain mengoptimalkan lahan perhutanan sosial, kegiatan ini juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat desa,” kata AKP Tarno.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya mendukung arahan Presiden dan kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga sebagai bentuk keterlibatan aktif Polri dalam membantu masyarakat petani.

“Program ini menjadi bagian dari implementasi arahan pimpinan Polri. Harapannya, hasil panen jagung nanti akan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi petani dan memperkuat ketersediaan bahan pangan,” imbuhnya.

Selain aksi tanam, kegiatan ini juga ditandai dengan pemberian bantuan benih jagung, pupuk, dan benih tanaman lain sebagai bentuk dukungan terhadap pertanian berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi semua pihak, langkah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi desa-desa lain untuk mengelola lahan produktif secara optimal, menuju ketahanan pangan lokal yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Disdukcapil Indramayu Jemput Bola, Pelayanan Adminduk Keliling Diserbu Warga

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Inovasi pelayanan administrasi kependudukan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui program Kolaborasi Pelayanan Keliling Masyarakat Indramayu atau disingkat Kop-Eling Masayu. Program yang digelar rutin setiap hari Rabu ini terbukti mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Seperti pada Rabu (09/07/2025), halaman Kantor Kecamatan Cikedung dipadati warga sejak pagi. Mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, ratusan pemohon dari berbagai desa antre untuk mengurus dokumen kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu, Ir. Akhmad Budiharto, MM, mengatakan bahwa setiap pelaksanaan Kop-Eling Masayu selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. “Layanan adminduk seperti perekaman dan pencetakan KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), hingga Akta Kelahiran dan Akta Kematian bisa langsung jadi di tempat,” jelasnya.

Kegiatan ini, menurut Budiharto, merupakan bentuk kolaborasi lintas dinas. Tak hanya Disdukcapil, layanan juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), serta Samsat, menjadikan pelayanan terpadu hanya dalam satu lokasi.

Camat Cikedung, Encep Ria Setiadi, S.E., M.Si., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah Disdukcapil. Ia menilai program jemput bola ini efektif mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat, khususnya di wilayah kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan.

“Meski fasilitas adminduk sudah tersedia di kantor kecamatan, pendekatan layanan seperti ini harus terus digalakkan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan hak administratifnya,” tandas Encep.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Anak Asal Palembang yang Tersesat di Indramayu Berhasil Dipulangkan ke Pangkuan Keluarga

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Seorang remaja berusia 15 tahun bernama Zidan, warga Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarganya setelah sempat dilaporkan hilang dan ditemukan di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Minggu (6/7)

Remaja tersebut pertama kali terlihat oleh warga di Kecamatan Krangkeng dalam kondisi linglung dan berjalan seorang diri tanpa arah tujuan. Kepedulian masyarakat membuat laporan segera diteruskan kepada pihak kepolisian.

Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kapolsek Krangkeng AKP Nandang Supriatna menjelaskan, setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi dan mengevakuasi Zidan demi menjamin keamanannya.

“Anak tersebut langsung kami amankan dan data identitasnya kami telusuri untuk mencari keberadaan keluarganya,” ujar AKP Nandang saat dikonfirmasi, Minggu (6/7/2025).

Zidan diketahui berasal dari Perumahan Bukit Sentosa Residen 8, Talang Kelapa, Palembang. Ia datang ke Indramayu untuk tinggal bersama pamannya dalam rangka melanjutkan sekolah. Namun karena merasa tidak nyaman, ia memilih kabur dan akhirnya tersesat.

Setelah proses identifikasi dan administrasi rampung, petugas berhasil menghubungi keluarga di Palembang. Zidan kemudian dipulangkan dalam kondisi sehat dan selamat.

“Kami sangat mengapresiasi warga yang sigap melapor. Ini bentuk kolaborasi yang luar biasa antara masyarakat dan aparat kepolisian,” tambahnya.

Lebih lanjut, AKP Nandang menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, melainkan juga mencakup pelayanan kemanusiaan.

Sementara itu, Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengajak masyarakat untuk selalu proaktif melaporkan kejadian mencurigakan atau situasi darurat.

“Silakan manfaatkan layanan ‘Lapor Pak Kapolres – SIAP MAS INDRAMAYU’ melalui WhatsApp di 081999700110 atau hubungi call center 110,” imbaunya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Babinsa Koramil 1605 Sukagumiwang Dampingi Petani Olah Lahan di Cadangpinggan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Babinsa Koramil 1605 Sukagumiwang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan. Babinsa turun langsung ke area persawahan milik Juhedi, salah satu petani di Desa Cadangpinggan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, untuk melakukan monitoring sekaligus pendampingan kegiatan olah lahan menjelang musim tanam gaduh, Minggu (06/07/25).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa melakukan pengecekan langsung ke lahan sawah yang tengah dipersiapkan untuk proses tanam. Kehadirannya tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendengar aspirasi para petani.

“Kami mendorong petani untuk segera mempercepat proses tanam musim gaduh, agar hasil pertanian bisa optimal sesuai jadwal musim tanam,” ujarnya.

Selain memberikan arahan teknis, Babinsa juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mempererat hubungan dengan warga tani setempat. Ia menegaskan pentingnya komunikasi yang terbuka antara petani dan pihak aparat jika terjadi kendala di lapangan.

“Hingga saat ini situasi masih aman dan kondusif. Namun, bila ada hal-hal menonjol atau permasalahan di lapangan, harap segera diinformasikan agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui keterlibatan aktif Babinsa di sektor pertanian.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal