Pembangunan Jalan Usaha Tani di Cantigi Kulon Dukung Produktivitas Petani dan Petambak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Cantigi Kulon, Kecamatan Cantigi, terus meningkatkan infrastruktur pendukung sektor pertanian dan perikanan melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Blok Pulo Mas.

Pembangunan yang didanai dari Dana Desa Reguler Tahap I Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp93 juta. Jalan yang dibangun memiliki panjang 400 meter, lebar 1,74 meter, dan tebal 0,15 meter. Pekerjaan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cantigi Kulon dengan target penyelesaian selama 14 hari kerja.

Keberadaan jalan usaha tani ini mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya para petani dan petambak yang selama ini menggunakan akses tersebut untuk menunjang aktivitas usaha mereka. Warga menilai pembangunan jalan akan mempermudah mobilitas, memperlancar distribusi hasil produksi, serta meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian dan perikanan.

Kuwu Desa Cantigi Kulon, Chaerotunninsa, S.Pd.I., mengatakan pembangunan JUT merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam memperkuat sarana dan prasarana yang mendukung sektor ekonomi masyarakat.

“Melalui pembangunan ini kami berharap akses menuju area pertanian dan tambak menjadi lebih baik sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cantigi Kulon, Chafifur Ruhan Al Islami, ST., menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang telah dibahas dan disepakati melalui musyawarah desa.

Menurutnya, keberadaan jalan usaha tani diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam memperlancar akses transportasi dan distribusi hasil pertanian maupun perikanan.

Pemerintah Desa Cantigi Kulon berharap pembangunan infrastruktur ini dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi warga setempat.

Reporter : Andika

Pemdes Kuta Salurkan BanKeu 2025 untuk Pembangunan Infrastruktur

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor mulai merealisasikan Bantuan Keuangan (BanKeu) tahap 1 Tahun Anggaran 2025. Sejumlah program pembangunan infrastruktur dilaksanakan di empat RW, mencakup pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan betonisasi jalan desa.

Berdasarkan papan kegiatan yang terpasang di lokasi, anggaran pembangunan bersumber dari APBD Kabupaten Bogor dengan nilai 120.000.000 rupiah termasuk pajak. Pelaksanaan pekerjaan dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Kuta yang diketuai Budi, bersama masyarakat setempat. Salah satunya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 01, Kp. Goleah.

Adapun rincian kegiatan pembangunan meliputi:

RW 1 (RT 01 Kp. Goleah): Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT)

RW 2: Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT)

RW 3: Betonisasi jalan desa

RW 4: Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT)

Ketua TPK Desa Kuta, Budi, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami berupaya melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan ini agar manfaatnya bisa langsung dirasakan. Selain itu, pengerjaan juga mengikuti spesifikasi teknis yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Budi juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemdes Kuta serta Pemerintah Kabupaten Bogor atas dukungan penuh terhadap pembangunan di desanya.

“Atas nama TPK dan masyarakat Desa Kuta, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Kuta dan khususnya Pemkab Bogor yang telah memberikan bantuan keuangan ini. Dukungan ini sangat berarti untuk memperkuat infrastruktur desa dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya.

Selain itu, Budi juga menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa berkomitmen menyalurkan bantuan keuangan secara tepat sasaran. “Pembangunan ini bukan hanya fisik, tapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Pengerjaan pembangunan dijadwalkan selesai dalam waktu yang telah ditentukan sesuai kalender kerja. Dengan adanya program BanKeu 2025, Pemdes Kuta berharap hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah desa.

Reporter : Bule

Pabrik Sepatu Krangkeng Siap Serap 18 Ribu Pekerja, Lucky Hakim:  Harus Rekrut Tenaga Kerja Lokal

‎
‎INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim melakukan peninjauan langsung ke PT. Sun Bright Lestari (SBL), sebuah pabrik sepatu yang tengah dalam tahap penyelesaian pembangunan di Kecamatan Krangkeng. Kamis (15/5)
‎
‎Kunjungan ini turut didampingi oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Kepala Dinas PUPR, serta Camat Krangkeng pada Kamis (15/5/2024). 
‎
‎Perwakilan PT. SBL, Andi Liu menyambut hangat kehadiran rombongan Pemkab Indramayu. Dalam paparannya, pihak perusahaan menyatakan, pembangunan pabrik telah mendekati tahap akhir (finishing).
‎
‎“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Bupati Lucky Hakim dan jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu. Harapan kami, keberadaan PT. SBL akan turut memajukan perekonomian daerah serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya di Indramayu,” ujarnya. 
‎
‎Menanggapi hal tersebut, Bupati Lucky Hakim menyampaikan optimisme dan dukungannya terhadap keberadaan pabrik ini sebagai solusi terhadap persoalan pengangguran di Indramayu. Ia menyebut, keberadaan PT. SBL akan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
‎
‎“Kami lihat progres pembangunan pabrik ini cukup pesat. Tentunya akan ada tantangan, seperti kebutuhan air dan tenaga kerja. Namun, dengan komunikasi yang baik, semua bisa teratasi. Kami tegaskan masyarakat lokal akan menjadi prioritas dalam proses rekrutmen,” ungkapnya.
‎
‎Bupati Lucky juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur, terutama jalur keluar-masuk pabrik, agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas saat jam pulang kerja. Ia menegaskan pentingnya pengaturan alur keberangkatan dan kepulangan karyawan, serta mendorong pengelolaan tenaga kerja yang profesional dan transparan.
‎
‎“Kami tidak ingin ada praktik penyuapan dalam proses rekrutmen. Meski banyak penduduk di Indramayu, belum tentu semua memiliki keterampilan yang sesuai. Maka pelatihan dan kolaborasi dengan Disnaker menjadi sangat penting,” tambahnya.
‎
Diketahui ‎PT. SBL berdiri di atas lahan seluas 27 hektar dengan kebutuhan tenaga kerja hingga 18.000 orang. Rekrutmen tahap awal akan dimulai pada bulan Juni 2025. Pabrik ini juga telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti mesin produksi, klinik kesehatan, alat pemadam kebakaran dengan kapasitas 10.000 kubik air.


‎Sekda Indramayu, Aep Surahman, juga menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan keterlibatan masyarakat lokal sebagai tenant di area kantin maupun ruko yang direncanakan, juga pemilahan sampah sebelum dibuang ke TPA.
‎
‎Sementara itu, Camat Krangkeng, Suminta menyampaikan komitmennya dalam mendukung penuh operasional pabrik dengan memberdayakan masyarakat lokal serta menjaga kondusifitas wilayah bersama Polsek dan Koramil Krangkeng.
‎
‎“Kami siap bekerja keras bersama seluruh pihak agar masyarakat kami bisa terakomodasi dalam rekrutmen. Kami akan terus menjaga komunikasi dan koordinasi agar proses berjalan lancar,” pungkasnya.
‎
‎Dengan semangat kolaboratif dari semua pihak, diharapkan kehadiran PT. Sun Bright Lestari menjadi tonggak baru dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Indramayu. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Miris Anggaran Renovasi Kantor Desa Bojong Galing Sebesar Rp. 71.700.000,00 diduga hanya di Alokasikan Sebesar Rp.50.000.000,00

BOGOR.radarinformasi.com- Lemahnya pengawasan dari pihak-pihak terkait, adalah penyebab suburnya korupsi di setiap desa, berbagai carapun sering dilakukan oleh Oknum Kepala Desa dalam melakukan modus korupsi, diantaranya dengan pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai alias fiktif, mark up anggaran, penggelembungan anggaran, termasuk berkolaborasi dengan pihak ketiga, membuat rancangan biaya di atas harga pasar, meminjam dana desa untuk kepentingan pribadi dan masih banyak lagi cara yang dilakukan, Jum’at (14/03/23).

Begitu pula yang terjadi di Desa Bojong Galing, Kecamatan Bojong Genteng, Kabupaten Sukabumi, dimana selain pembangunan renovasi yang belum selesai karena ada tunggakan pembayaran kepada pihak ketiga, juga beredar kabar bahwa Kades Mark up anggaran tersebut.

Anggaran Banprov sebesar Rp.71.700.000,00 yang dianggarkan oleh pihak Pemdes untuk renovasi kantor desa hanya direalisasikan dan diberikan kepada pihak ketiga sebesar Rp.50.000.000,00, padahal sangat jelas bahwa realisasi Banprov harus secara swakelola bukan di pihak ketiga kan.

Surya selaku pihak ketiga mengatakan selain pembayaran yang Ia terima masih kurang, Ia juga menerima uang tidak sesuai dengan RAB.

“Pengerjaan kantor desa tidak saya selesaikan karena pembayaran buat saya juga masih menunggak”, ujarnya.

Sementara itu E.Sulaeman selaku Kepala Desa via seluler mengatakan bahwa, “Saya akan membayar kekurangannya apabila pekerjaan sudah selesai, yaitu sebesar 3 juta rupiah untuk huruf stainles di ruang pelayanan”.

Apa yang dilontarkan Kades tidak sesuai dengan pernyataan Sekdes, Ia mengatakan bahwa, “Ga mungkin pihak Pemdes punya utang ke pihak ketiga”.

Reporter : Dahlia Oktaviani
Redaktur : Dewi