Pengelolaan Arsip Desa Cangkingan Tuai Apresiasi, Jadi Contoh Tata Kelola Modern di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, meraih apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu atas keberhasilannya menata arsip desa secara tertib, inovatif, dan berkelanjutan. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Festival Literasi 2025, Kamis (23/10/2025).

Kinerja Desa Cangkingan dinilai unggul karena mampu mengelola arsip tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga digital. Sistem digitalisasi arsip yang telah diterapkan sejak 2022 menjadi terobosan penting dalam memperkuat tata kelola administrasi pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, terutama dalam hal pengelolaan aset tanah desa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Sudalim Gymnastiar, menyebut langkah yang dilakukan Desa Cangkingan bisa menjadi contoh bagi desa lain. Ia menilai, penataan arsip yang rapi dan terdokumentasi baik akan sangat membantu dalam pelayanan publik serta mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data.

Sementara itu, Kuwu Desa Cangkingan, Didi Wahyudi, mengaku bangga atas apresiasi yang diterima.

“Penataan arsip merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang tertib dan modern. Melalui arsip digital, seluruh data dan dokumen penting, terutama yang menyangkut aset desa, bisa disimpan aman dan mudah diakses kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.

Didi menambahkan, digitalisasi arsip juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik di desanya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa desa pun bisa maju lewat pengelolaan administrasi yang profesional dan berbasis teknologi. Semoga inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi desa lainnya,” tambahnya.

Langkah progresif Desa Cangkingan sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), khususnya dalam bidang tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien.

Selain Desa Cangkingan, apresiasi serupa juga diberikan kepada Desa Sidodadi dan Desa Haurgeulis atas upaya mereka dalam pengelolaan arsip yang baik.

(Andika/Diskom).

Hari Kunjung Perpustakaan, Indramayu Dorong Minat Baca dan Literasi Digital

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Setiap tanggal 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan, momen yang dimanfaatkan untuk meneguhkan budaya membaca sekaligus memperkuat literasi masyarakat. Tahun ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu mengisi peringatan dengan berbagai agenda menarik pada Senin (15/9/2025).

Hari Kunjung Perpustakaan sendiri ditetapkan sejak 1995, setelah adanya surat dari Kepala Perpustakaan Nasional RI kepada Presiden Soeharto pada 11 Agustus tahun yang sama. Sejak itu, peringatan ini menjadi simbol penting peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pilar penggerak literasi bangsa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Sudalim Gymnastiar, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diarahkan untuk mengakrabkan masyarakat dengan perpustakaan, khususnya kalangan pelajar.

“Melalui momentum ini, kami ingin mengundang masyarakat lebih dekat dengan perpustakaan. Dengan membaca, wawasan, karakter, dan keterampilan bisa berkembang, sehingga kualitas SDM Indramayu meningkat,” ucapnya.

Rangkaian acara yang digelar meliputi bazar buku penerbit, pemutaran film edukasi anak, interaksi langsung bersama duta baca, hingga dongeng keliling anak literat (Dongkal) yang diikuti puluhan siswa tingkat SD dan SMP.

“Harapan kami, anak-anak dan remaja Indramayu semakin gemar membaca, sebab membaca adalah kunci ilmu. Jika konsisten dilakukan, Indramayu yang lebih maju akan terwujud,” tambah Sudalim.

Senada, Duta Baca Kabupaten Indramayu 2024, Krisyadi Dwi Sukma, menekankan perlunya mengintegrasikan literasi dengan teknologi digital.

“Salah satu upaya mendorong digitalisasi di Indramayu adalah dengan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan perpustakaan. Kini perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga wadah masyarakat terlibat dalam gerakan literasi digital,” jelasnya.

Menurut Krisyadi, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan buku dalam format elektronik, melainkan juga sarana inklusi sosial. “Kami ingin generasi muda melihat perpustakaan sebagai pintu ilmu pengetahuan sekaligus ruang penguatan literasi digital,” ujarnya menegaskan.

Melalui peringatan Hari Kunjung Perpustakaan, Pemkab Indramayu berharap masyarakat semakin terdorong untuk gemar membaca, sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan literasi digital yang inklusif bagi semua.

(Diskom/Andika).