Camat Cijeruk Akan Minta Pekerjaan Dibongkar Jika Terbukti Menggunakan Pasir Merah

BOGOR.radarinformasi.com – Terkait pembangunan drainase Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, Bangun Septa Siswa selaku Camat Cijeruk memberikan tanggapan ketika ditemui oleh awak media radarinformasi di kantornya, jumat (22/09/2023).

Camat Cijeruk juga mengatakan bahwa batu bekas yang digunakan memang bukan untuk drainase melainkan untuk membangun kembali tembok warga yang dibongkar karena tanahnya dihibahkan untuk pelebaran jalan dan terkait pasir merah yang digunakan untuk pembangunan drainase jika terbukti maka pihaknya akan memberikan teguran kepada pihak desa untuk bertanggungjawab bahkan jika perlu dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai dengan spek.

“Tadi saya sudah monitoring ke lapangan terkait batu bekas yang dipasang lagi,  bukan masuk ke dalam pekerjaan samisade tetapi itu untuk memperbaiki tembok warga yang di bongkar karena tanahnya di hibahkan untuk pelebaran jalan, kalau terkait pasir merah saya tidak melihat tapi kalau memang terbukti menggunakan material yang kualitasnya kurang baik nanti saya akan berikan teguran kepada pihak desa bagaimana baiknya apakah harus dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai dengan spek yang seharusnya”, ujarnya.

“Kalau soal sanksi yang akan dikenakan kepada pihak desa itu nanti urusan Inspektorat, saya selaku camat hanya monitoring dan memberikan teguran saja ketika dalam pengerjaan ada yang dianggap tidak sesuai dengan spek”, pungkasnya.

Sesuai dengan pengakuan Endang Kumis selaku LPM bahwa pekerjaan tersebut memang menggunakan pasir merah yang kualitasnya masih diragukan untuk pembangunan pemerintah, ketika ditemui di lokasi pekerjaan pada Selasa (19/09/23).

“Iyah saya tau kualitas pasir tersebut memang kurang bagus jika digunakan untuk proyek pembangunan pemerintah, saya ambil pasir itu karena ada permintaan warga sini untuk ngirim material jadi saya terima dan saya gunakan dengan perbandingan 2:3”,ujarnya

Reporter   :   Dahlia
Redaktur   :   Dewi

Proyek P3-TGAI Desa Cipelang Bak Siluman, Tanpa Papan Informasi

Proyek P3-TGAI Desa Cipelang Bak Siluman, Tanpa Papan Informasi

BOGOR.radar.informasi.com – Dalam rangka meningkatkan taraf hidup Masyarakat, terutama Petani, Pemerintah melalui program P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) telah menggelontorkan dana untuk pembangunan saluran air yang menuju ke persawahan dengan tujuan untuk memudahkan Petani dalam bercocok tanam sehingga dapat menghasilkan panen yang maksimal dan berkualitas, Rabu (14/04/21).

Sesuai dengan tekhnis, proyek ini dikerjakan secara Padat Karya Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dengan cara Swakelola, dengan maksud untuk menyerap tenaga kerja sekitar sebagai penerima manfaat, apalagi dimasa pandemi Covid-19 banyak sekali Warga yang membutuhkan penghasilan tambahan. Namun sangat disayangkan, proyek yang berlokasi di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor – Jawa Barat dan menggunakan anggaran Pemerintah tersebut berkesan tidak transfaran.

Di lokasi pembangunan tidak tertera papan informasi, sehingga Masyarakat tidak bisa melakukan kontrol sosial, karena tidak mengetahui besarnya anggaran dan peruntukannya. Padahal sesuai dengan Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, setiap pembangunan yang menggunakan APBD/APBN wajib memasang papan proyek.

Sementara itu, Odang sebagai Ketua P3A saat dikonfirmasi melalui seluler mengatakn bahwa Ia hanya Pengawas Lapangan.
“Saya hanya Pengawas Lapangan saya tidak tahu terkait papan proyek, untuk lebih jelasnya silahkan temui pak Maman Tompel”, ujarnya singkat.

Begitu pula Maman Tompel, saat ditemui dikediamannya mengatakan bahwa, “Saya bukan siapa – siapa dan tidak sebagai apa – apa, saya hanya punya Link ke pusat dan penyambung lidah saja, terkait papan proyek itu urusan yang diatas”, katanya singkat.

Red