Masyarakat Cipayung Girang Sumringah, BLT-DD 3 Bulan telah diterima

Masyarakat Cipayung Girang Sumringah, BLT-DD 3 Bulan telah diterima

BOGOR.radarinformasi.com – Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT – DD), kepada warganya, bantuan yang digelontorkan kepada Masyarakat tersebut di harapkan bisa bermanfaat untuk warga penerima, terlebih lagi untuk masyarakat yang terkena dampak dari pandemi Covid-19, terutama yang terdampak dalam bidang perekonomian, mengingat tidak sedikit warga yang kehilangan pekerjaan bahkan banyak pula yang usahanya gulung tikar, Selasa (08/11/22).

Ada 130 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) dari BLT – DD tersebut, data penerima bantuan tentunya diperoleh dari hasil peninjauan RT / RW setempat yang langsung turun dari pintu ke pintu agar bantuan tersebut tepat pada sasaran yaitu keluarga yang memang kurang mampu. Bantuan yang diberikan Rp.300.000,00 per bulan, kali ini diberikan langsung untuk 3 bulan, yaitu Oktober, November dan Desember hingga total yang di berikan menjadi Rp.900.000,00 per KPM.

” Saya harap dengan bantuan BLT – DD yang kami salurkan kepada warga, mampu untuk sedikit membantu warga yang kekurangan secara financial. Dan saya harap keluarga penerima manfaat bisa menggunakan bantuan tersebut dengan bijak sesuai dengan kebutuhan hidup mereka”, ujar Srie Budi Sayekti selaku Kepala Desa Cipayung Girang.

Reporter : Yonk/Herlina
Redaktur : Dewi

Warga Rt.04/04 ungkapkan Kekecewaan dengan Pasang Spanduk Penolakan Proyek Cimory

Warga Rt.04/04 ungkapkan Kekecewaan dengan Pasang Spanduk Penolakan Proyek Cimory

BOGOR.radar.informasi.com – Untuk mengembangkan usahanya dalam bidang produk olahan susu, Cisarua Mountain Dairy atau yang lebih dikenal Cimory Riverside, tengah melaksanakan pembangunan, akan tetapi sangat disayangkan proyek yang tengah dijalankan banyak menuai protes Warga Desa Cipayung Girang, Rt.04/04 Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jum’at (02/04/21).

Pasalnya Cimory yang merupakan bagian destinasi dari wisata Puncak ini, saat melakukan pembangunan diduga merugikan para pengendara, baik roda dua ataupun roda empat, bahkan trotoar sebagai fasilitas umum tampak retak – retak akibat sering keluar masuknya truk besar ke dalam area proyek, belum lagi air lumpur mengalir sepanjang jalan akibat dari penyemprotan ban truk yang hendak keluar area proyek.

Lebih miris lagi, Warga Rt.04/04 sejak 15 Maret lalu menempelkan karton besar dengan bertuliskan aksi penolakan karena menurut Warga pihak Cimory tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada Masyarakat sekitar. Hj.Sri Budi Subekti selaku Kepala Desa Cipayung Girang saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihak Pemdes telah melakukan mediasi dengan pihak Cimory.

“Kita sudah dua kali melakukan mediasi, tapi sangat disayangkan dari pihak Cimory hanya HRD yang mewakilkan sehingga tidak bisa memberi keputusan, saat ini kita tengah menunggu hasil, saya minta kepada Masyarakat untuk bersabar”, jawabnya singkat.

Sementara itu Nando selaku HRD dari Cimory Riverside saat dikonfirmasi melalui seluler tidak memberikan jawaban apapun hingga berita ini ditayangkan.

Red