Kapolres Bogor Hadiri Pesta Rakyat Meriahkan HUT TNI ke-79 di Kecamatan Cijeruk

BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pesta Rakyat digelar di Rest Area Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Sabtu (5/10/2024). Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah, unsur TNI-Polri, dan masyarakat setempat. Minggu (6/10)

Kegiatan yang dimulai pada pukul 17.00 WIB ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Bogor Dr. Ir. Bachril Bakri, M.App.Sc., Komandan Kodim 0621/Kab. Bogor Letkol Inf. Anton Prasetyo, S.E., M.I.P., Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., serta beberapa pejabat lain, di antaranya Wakapolres Bogor, Kasdim 0621/Kab. Bogor, Kapolsek Cijeruk, Danramil Cigombong, Camat Cijeruk, dan Kepala Desa Palasari.

Acara diawali dengan kegiatan gebyar makanan gratis yang disambut antusias oleh masyarakat. Setelah pembukaan dan pembacaan doa, Letkol Inf. Anton Prasetyo memberikan sambutan, disusul oleh sambutan Pj. Bupati Bogor yang menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga persatuan.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa. Masyarakat yang hadir kemudian dihibur dengan pertunjukan musik dan pembagian door prize yang semakin memeriahkan suasana.

Pesta rakyat ini berlangsung hingga pukul 22.45 WIB dan berjalan aman serta kondusif. Masyarakat mengaku senang dapat turut merayakan HUT TNI secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara aparat dan warga, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga persatuan bangsa.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Camat Cijeruk Akan Minta Pekerjaan Dibongkar Jika Terbukti Menggunakan Pasir Merah

BOGOR.radarinformasi.com – Terkait pembangunan drainase Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, Bangun Septa Siswa selaku Camat Cijeruk memberikan tanggapan ketika ditemui oleh awak media radarinformasi di kantornya, jumat (22/09/2023).

Camat Cijeruk juga mengatakan bahwa batu bekas yang digunakan memang bukan untuk drainase melainkan untuk membangun kembali tembok warga yang dibongkar karena tanahnya dihibahkan untuk pelebaran jalan dan terkait pasir merah yang digunakan untuk pembangunan drainase jika terbukti maka pihaknya akan memberikan teguran kepada pihak desa untuk bertanggungjawab bahkan jika perlu dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai dengan spek.

“Tadi saya sudah monitoring ke lapangan terkait batu bekas yang dipasang lagi,  bukan masuk ke dalam pekerjaan samisade tetapi itu untuk memperbaiki tembok warga yang di bongkar karena tanahnya di hibahkan untuk pelebaran jalan, kalau terkait pasir merah saya tidak melihat tapi kalau memang terbukti menggunakan material yang kualitasnya kurang baik nanti saya akan berikan teguran kepada pihak desa bagaimana baiknya apakah harus dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai dengan spek yang seharusnya”, ujarnya.

“Kalau soal sanksi yang akan dikenakan kepada pihak desa itu nanti urusan Inspektorat, saya selaku camat hanya monitoring dan memberikan teguran saja ketika dalam pengerjaan ada yang dianggap tidak sesuai dengan spek”, pungkasnya.

Sesuai dengan pengakuan Endang Kumis selaku LPM bahwa pekerjaan tersebut memang menggunakan pasir merah yang kualitasnya masih diragukan untuk pembangunan pemerintah, ketika ditemui di lokasi pekerjaan pada Selasa (19/09/23).

“Iyah saya tau kualitas pasir tersebut memang kurang bagus jika digunakan untuk proyek pembangunan pemerintah, saya ambil pasir itu karena ada permintaan warga sini untuk ngirim material jadi saya terima dan saya gunakan dengan perbandingan 2:3”,ujarnya

Reporter   :   Dahlia
Redaktur   :   Dewi

Samisade Desa Cipelang diduga Gunakan Material Abal-Abal

BOGOR.radarinformasi.com – Samisade merupakan istilah dari program pemerintah Kabupaten Bogor berupa bantuan keuangan infrastruktur desa yang di proyeksikan untuk mendorong peningkatan ekonomi desa, Rabu(20/09/2023).

Namun sangat disayangkan diduga ada oknum yang ingin mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Seperti halnya yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan betonisasi dan drainase di Kampung Cihideng RT.03 RW.01 dan RT.02 RW.02, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Pembangunan dengan anggaran Rp.316.000.000,00 dan volume P. 183 x 2,5 x 0,15 tersebut menggunakan material yang kurang baik dalam kualitas.

Ketika radarinformasi.com menyambangi lokasi pengerjaan, tampak pasir yang di gunakan berwarna merah pekat seperti tanah bahkan tidak hanya itu, batu yang di gunakan di ambil dari batu pembangunan sebelumnya yang dibongkar kemudian dipasang kembali untuk pembangunan drainase baru yang tengah dikerjakan.

Endang Kumis (LPM desa) yang ada di lokasi saat itu membenarkan adanya penggunaan material tersebut dalam pembangunan yang tengah dilaksanakan.

“Benar pekerjaan ini menggunakan pasir merah dan batu bekas bongkaran drainase sebelumnya, karena material tersebut termasuk layak digunakan untuk pembangunan rumah-rumah disini. Saya tau material tersebut memang tidak boleh digunakan untuk pembangunan pemerintahan tapi kan yang penting masih layak digunakan dari pada mubazir, pasir juga kita beli dari warga sekitar bukan dari orang lain”, ucapnya

Iwan selaku TPK ketika ditemui pada waktu dan tempat yang berbeda membenarkan adanya hal tersebut dilokasi

“Kita hanya memanfaatkan apa yang ada di lokasi dari pada dibuang toh masih bisa dan layak digunakan kalo gak di pake lagi juga mau dikemanakan saya juga sudah bicara sama kepala desa dan staff kecamatan dan diperbolehkan, ujar Iwan.

Sementara Kiki Sukiwan Selaku Kepala Desa Cipelang tidak bisa ditemui saat awak media menyambangi kantor desa serta tidak merespon saat dihubungi melalui pesan seluler.

Reporter : Dahlia
Redaktur : Dewi