Aksi Heroik Bang Jay Selamatkan Bocah yang Nyaris Tenggelam di Waduk Dayung Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Aksi cepat seorang warga berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah yang nyaris tenggelam di kawasan wisata Waduk Bojongsari atau yang dikenal sebagai Waduk Dayung, Kecamatan Indramayu, Jum’at (3/7/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang beraktivitas di sekitar bibir waduk. Dalam hitungan detik, bocah itu dilaporkan nyaris tenggelam hingga memicu kepanikan pengunjung dan warga yang berada di lokasi.

Di tengah situasi darurat, seorang pengendara motor yang melintas, Bang Jay, segera memberikan pertolongan. Pria yang dikenal sebagai pemilik gerai telepon seluler di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, itu tanpa ragu langsung menuju lokasi dan melakukan upaya penyelamatan.

Berkat kesigapan dan keberaniannya, Bang Jay berhasil mengevakuasi korban ke daratan dengan selamat.

Usai dievakuasi, korban kemudian dibawa ke rumah Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojongsari untuk mendapatkan penanganan awal serta memastikan kondisi kesehatannya. Berkat respons cepat tersebut, bocah itu berhasil diselamatkan dan dilaporkan dalam kondisi baik tanpa mengalami luka serius.

Orang tua korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas aksi heroik Bang Jay yang telah menyelamatkan nyawa anak mereka.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu memberikan pengawasan ketat terhadap anak-anak saat berada di kawasan perairan maupun lokasi wisata.

Kewaspadaan dan kepedulian bersama dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan serupa. Sementara itu, aksi cepat dan keberanian Bang Jay mendapat apresiasi dari warga karena dinilai menjadi contoh nyata kepedulian terhadap sesama.

Terima kasih, Bang Jay, atas aksi heroik dan kepedulian yang telah menyelamatkan nyawa seorang anak.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pengelola Pantai Bali 2 Sampaikan Kronologi Insiden Bocah Tenggelam di Balongan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pengelola Objek Wisata Pantai Balongan Indah (Bali) 2, Akso, menyampaikan klarifikasi terkait peristiwa meninggalnya seorang bocah akibat tenggelam di kawasan wisata Pantai Bali 2, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/6/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Menurut Akso, saat insiden terjadi kondisi pantai sedang cukup ramai oleh pengunjung. Ia memperkirakan terdapat sekitar dua hingga lima bus wisata yang datang ke lokasi pada hari tersebut.

Dari hasil keterangan yang dihimpun, korban diketahui datang bersama tiga temannya. Informasi itu diperoleh langsung dari anak-anak yang bersama korban dan masih berstatus pelajar sekolah dasar.

“Informasi ini saya dapatkan setelah meminta keterangan langsung dari teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi,” ujar Akso.

Ia menjelaskan, dari empat anak yang datang bersama, tiga di antaranya diketahui beberapa kali keluar masuk area pantai melalui jalur samping atau jalan alternatif. Sementara seorang lainnya ikut mendampingi korban menuju rumah sakit setelah kejadian.

Akso mengaku sempat mempertanyakan aktivitas ketiga anak tersebut. Meski demikian, pihak pengelola tetap merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap insiden yang terjadi di kawasan wisata Pantai Bali 2.

Berdasarkan informasi dari keluarga dan rekan korban, bocah tersebut diketahui berasal dari wilayah Pekandangan dan Rawadalem. Korban juga disebut sedang menjalankan ibadah puasa saat peristiwa terjadi.

“Menurut keterangan yang kami terima, korban tidak memiliki kemampuan berenang dan biasanya tidak bermain terlalu jauh ke tengah laut,” katanya.

Sebelum korban ditemukan, salah seorang temannya bernama Pata disebut sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun karena kondisi korban yang cukup berat, upaya penyelamatan tersebut belum membuahkan hasil.

Akso menuturkan, berdasarkan keterangan saksi, sempat terdengar permintaan tolong dari seseorang yang berada di sekitar lokasi. Namun teman-teman korban saat itu mengira situasi tersebut hanya candaan sehingga respons pertolongan tidak segera dilakukan.

Setelah diketahui korban benar-benar hilang, warga, pedagang, serta tim pencarian langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi. Sejumlah warga bahkan turun ke laut untuk membantu proses pencarian.

Korban akhirnya ditemukan di area bebatuan pantai. Akso mengaku ikut terlibat dalam proses evakuasi dan mengalami luka pada bagian kaki akibat kondisi medan yang dipenuhi batu karang.

Setelah berhasil dievakuasi, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan sebelum dibawa ke RSUD Indramayu. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

“Saya dan semua pihak yang ada saat itu sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu proses penyelamatan,” ujarnya.

Akso juga menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan dan tidak menyalahkan maupun menuntut pengelola atas peristiwa tersebut. Selain memberikan bantuan kerohiman, pihak pengelola juga mendampingi keluarga korban selama beberapa hari pascakejadian sebagai bentuk kepedulian.

Ia menegaskan, pengelola akan tetap memberikan perhatian dan bantuan kepada setiap pengunjung yang mengalami musibah di kawasan wisata Pantai Bali 2.

“Kami turut berduka atas kejadian ini dan akan terus berupaya memberikan pendampingan serta bantuan kepada keluarga yang terdampak,” pungkasnya.

Reporter : Andika

Polsek Kedokanbunder Bantu Pencarian Bocah Tenggelam Hingga Proses Evakuasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Seorang anak laki-laki berusia tiga tahun bernama Muhamad Balya bin Anwar dilaporkan tenggelam di Sungai Blok Zaenal, Desa Kedokanbunder, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Selasa (22/7/2025) sore. 

Upaya pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri, warga, hingga Basarnas, dan jenazah korban akhirnya ditemukan keesokan harinya dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang melalui Kapolsek Kedokanbunder IPDA Eryana membenarkan adanya insiden tersebut. 

“Korban ditemukan pada Rabu pagi (23/7) sekitar pukul 07.00 WIB di saluran irigasi Blok Klampean, Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi awal korban tenggelam,” ungkapnya.

Dari keterangan saksi Ningsih (40), peristiwa itu bermula ketika anaknya, Maulana Malik Ibrahim, yang juga berusia tiga tahun, tiba-tiba mengatakan bahwa Balya tercebur ke sungai. 

Panik, Ningsih segera meminta bantuan tetangga bernama Yayah dan bergegas menuju lokasi untuk mencari korban.

Pencarian sempat dihentikan pukul 17.00 WIB karena kondisi gelap dan sesuai SOP Basarnas. Namun, upaya pencarian dilanjutkan keesokan paginya.

Korban akhirnya ditemukan oleh seorang petani bernama Casiman (75), yang sedang melintas di saluran irigasi Blok Klampean. 

Ia melihat tubuh kecil tergeletak tertelungkup di aliran air, lalu segera memberi tahu warga dan keluarga.

Kapolsek Kedokanbunder IPDA Eryana menambahkan, pihak kepolisian turut hadir di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan memastikan prosedur penanganan berjalan sesuai aturan. 

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga, semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kapolsek mengimbau kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang bermain di sekitar sungai atau saluran air.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan aktif melaporkan potensi gangguan keamanan maupun kondisi darurat lainnya kepada pihak kepolisian.

“Silakan manfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU lewat WhatsApp di nomor 081999700110 atau call center 110. Kami siap membantu,” tegas AKP Tarno.

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal