Kasus Narkoba Masih Marak di Indramayu, Begini Pesan Kalapas

INDRAMAYU.radarinformasi.com  – Tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang masih marak di Indramayu. Hal ini terbukti dari 1/3 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Indramayu adalah para pelaku penyalahgunaan narkotika.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, Beni Hidayat yang turut hadir dalam pemusnahan BB di lapangan Kejari Indramayu, pada Kamis, 20 Juli 2023.

“Sepertiga dari seluruh penghuni lapas, berarti sekitar 230 orang, berasal dari tindak pidana penyalahgunaan narkotika,” ungkap Beni.

Menurut Beni, pencegahan tindak pidana narkotika bisa dilakukan secara komprehensif. Tidak hanya Lapas dan Kejaksaan saja, namun seluruh komponen yang ada di Indramayu harus bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Ajie Prasetya yang mengungkapkan bahwa perkara penyalahgunaan narkotika menjadi yang paling marak terjadi di Kabupaten Indramayu.

“Ini menjadi perhatian utama, terutama di sektor pendidikan supaya dinas pendidikan lebih memperhatikan tunas bangsa tidak terjerat penyalahgunaan narkotika,” kata Ajie.

Diketahui, sebanyak 78,26 gram sabu, 2.331,82 gram ganja, psikotropika berupa alprazolam sebanyak 76 butir, merlopam 10 butir. Kemudian ada pula obat-obatan terlarang seperti dextrometorphan 1.241 butir, hexymer 3.647 butir, tramadol 3.925 butir, dan trihexyphenidyl sebanyak 24 butir telah dimusnahkan.

Reporter  :  Slamet H
Redaktur  : Dewi

Pembinaan Berhasil, Lapas Indramayu Panen Pakcoy Hidroponik

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, melakukan panen sayuran Pakcoy hasil budidaya metode hidroponik bersama warga binaan, Senin (19/06).

Budidaya sayuran metode hidroponik ini merupakan program pembinaan bagi Warga Binaan, hasil kerjasama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Kilang Pertamina International Refinery Unit (RU) VI Balongan.

Kepala Lapas Indramayu, Beni Hidayat mengatakan kualitas hasil budidaya hidroponik yang berhasil dipanen saat ini menunjukan keberhasilan jajarannya dalam program pembinaan kepada warga binaan.

“Hasil budidaya sayuran dengan metode hidroponik yang kita laksanakan di Lapas ini memuaskan. Sayur-sayurnya, pakcoynya segar dan pertumbuhannya lebih baik. Ini menandakan warga binaan menyerap ilmu yang diberikan dengan baik,” jelas Beni.

Ia menambahkan kedepan akan menambah jenis sayuran lainnya untuk kembali dikembangkan dengan metode hidroponik untuk mendukung kemandirian pangan.

Untuk saat ini, sudah ada rekanan yang bersedia menampung hasil budidaya sayuran hidroponik dari Lapas Indramayu ini, karena hasil sayurannya dinilai lebih segar dan sehat.

“Hasil sayuran hidroponik dari Lapas Indramayu ini bagus-bagus dan segar. Kualitasnya lebih baik dari tempat lain yang biasa drop hasilnya ke kami,” kata Ade, rekanan penampung hasil budidaya Pakcoy hidroponik Lapas Indramayu.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi

Ketua MUI Indramayu Berikan Pembinaan Kepribadian Kepada Warga Binaan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu konsisten berikan pembinaan Keagamaan bagi warga binaan. Terkini, Lapas Indramayu mengadakan pengajian bagi warga binaan yang diadakan di Masjid Al -Taqwa lapas Indramayu, Rabu (17/5/2023).

Pengajian rutin setiap hari Rabu ini diikuti oleh penghuni lapas yang beragama Islam dengan jumlah 347 warga binaan. Pengajian yang dimulai pada pukul 08.30 sampai 09.30 tersebut berlangsung dengan hidmat.

Pelaksanaan kegiatan Keagamaan dan Kerohanian ini berdasar pada Undang-undang nomor 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor. M.02-PK.04.10 tahun 1990 Tentang Pola Pembinaan Narapidana/Tahanan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Indramayu, Beni Hidayat mengatakan pengajian yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

“Pelaksanaan pengajian ini sebagai wadah agar warga binaan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah. Harapannya mereka mendapatkan hidayah agar kedepan mereka menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” terang Beni.

Dalam kesempatan ini, kegiatan diisi dengan ceramah yang disampaikan oleh Ketua MUI Indramayu, KH. Muhammad Satori.

Dalam ceramah yang disampaikan, KH. Muhammad Satori mengajak kepada seluruh warga binaan untuk menjadikan perintah Allah SWT sebagai pedoman dalam melaksanakan perikehidupan.

“Tugas kita sebagai manusia adalah untuk mengabdi kepada Allah SWT. Maka jadikan perintah Allah sebagai pedoman berkehidupan sehari-hari. Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Tetap patuh dan taati peraturan di Lapas, menjadi warga binaan yang baik,” ujarnya.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi

Kalapas Indramayu Ikuti Kick Off Pemasyarakatan Belajar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Indramayu ikuti Kick Off Pemasyarakatan Belajar yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM, Kementerian Hukum dan HAM, Selasa (21/3/2023).

Dalam kegiatan ini, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Indramayu, Beni Hidayat beserta pejabat struktural terkait mengikuti secara virtual melalui aplikasi zoom. Kegiatan yang berousat di Auditorium BPSDM ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-59.

Pemasyarakatan Belajar merupakan program pengembangan SDM ASN Kemenkumham menggunakan metode pembelajaran mandiri melalui aplikasi Massive Open Online Course (MOOC).

Kalapas mendukung program pemasyarakatan belajar yang digagas oleh BPSDM Hukum dan HAM ini. Dengan harapan petugas pemasyarakatan khususnya di Unit Pelaksana Teknis dapat menjadi petugas yang semakin profesional dalam menjalankan tugas sehari-harinya.

“Program pemasyatakatan belajar ini bagus. Mendorong petugas pemasyarakatan untuk lebih meningkatkan kapabilitasnya sehingga tercapainya petugas pemasyarakatan yang profesional,” ungkap Beni.

Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Fungsional dan HAM, M. Hilal menuturkan bahwa tujuan pembelajaran dengan MOOC ini agar pelaksanaannya lebih efisien dengan kemudahan-kemudahan lainnya karena tidak terbatas oleh waktu dan tidak mengganggu pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sejalan dengan Hilal, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono menyampaikan sebagaimana dalam pidato Presiden Jokowi pada Juli 2019 menyatakan bahwa pembangunan SDM merupakan prioritas utama dalam menyongsong Indonesia Generasi Emas Tahun 2045 sehingga dapat bersaing dalam era globalisasi di tingkat internasional.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi