Babinsa Desa Bendungan Monitoring Pendistribusian BPNT

BOGOR.radarinformasi.com– Babinsa Desa Bendungan, Serka Isna, melakukan monitoring proses pendistribusian Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kepada 366 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Bendungan pada hari ini, 22 Agustus 2024, dengan tujuan memastikan agar penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Kamis (22/8)

Dalam keterangannya, Serka Isna menegaskan pentingnya pengawasan dalam proses distribusi BPNT untuk memastikan bahwa bantuan tersebut diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.

“Sebagai Babinsa, tugas saya adalah memastikan bahwa setiap bantuan dari pemerintah diterima dengan baik oleh warga yang berhak, serta menjaga ketertiban selama proses distribusi,” ujar Serka Isna.

Pembagian BPNT ini merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. Proses distribusi berlangsung dengan tertib dan warga penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan, termasuk kehadiran Serka Isna yang turut memastikan kelancaran kegiatan tersebut.

Pihak desa juga mengucapkan terima kasih atas peran aktif Babinsa dalam menjaga keamanan dan kelancaran selama proses penyaluran bantuan berlangsung.

Reporter : Dewi

Kadinsos Kota Bogor : Apapun Alasannya Mesin EDC tidak boleh dipinjamkan, Kasih Sangsi ke yang Meminjamkannya….!!!

Kadinsos Kota Bogor : Apapun Alasannya Mesin EDC tidak boleh dipinjamkan, Kasih Sangsi ke yang Meminjamkannya….!!!

BOGOR.radarinformasi.com – Carut-marutnya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berada di E-warong Mekar Mandiri mengundang perhatian banyak publik, pasalnya kerumunan yang terjadi menjadi sorotan warga sekitar, sebanyak 800 KPM yang disatukan akhirnya kerumunan tak bisa diuraikan, ditambah lagi pengiriman komoditi terjadi keterlambatan sehingga KPM harus berjejal dan mengantri dengan alasan takut tidak kebagian lagi seperti sehari sebelumnya, Senin (22/11/21).

Alek selaku TKSK Bogor Utara menjelaskan bahwa tidak benar adanya “Agen Bayangan”, hanya saat penyalurannya disiasati dengan dibagi dua tempat agar tidak terjadi kerumunan.

“Jadi dulu di dua warung itu agar tidak terjadi penumpukan karena masa PPKM Darurat, makanya diambil inisiatif di dua tempat,
karena memang dulu kan ada penambahan KPM, makanya KPM nya di pisah, untuk nama yang satu Agen dan satulagi E-warong agar memudahkan penyebutan karena tempat yang dipakai adalah calon agen yang sedang di proses pengajuan agennya”, jelas Alek.

Agen yang dimaksud dulu (lokasi belakang honda), kini sudah tidak difungsikan lagi, karena menurut keterangan memang belum terdaftar dan belum memiliki mesin EDC, sehingga waktu penyaluran yang terdahulu meminjam mesin EDC agen/E-warong lain.

Mendengar hal tersebut, Kadinsos Kota Bogor pun angkat bicara, dalam keterangannya via telpon Ia menjelaskan bahwa, “Penyaluran BPNT harus sesuai dengan Pedum, jangan sampai merugikan KPM, untuk jumlah KPM yang melampaui batas coba tanya pihak terkait dan mesin EDC yang sebelumnya pernah dipinjamkan itu ga boleh, coba lapor ke BNI biar yang meminjamkan juga kena sangsi, kita akan kroscek juga ke E-warongnya”.

Red

Akibat Beras di Tolak KPM, Dinsos Kota Bogor Ambil Beras dari Agen E-Warung untuk Uji Lab

Akibat Beras di Tolak KPM, Dinsos Kota Bogor Ambil Beras dari Agen E-Warung untuk Uji Lab

BOGOR.radar.informasi.com – Atas aduan dari KPM dan juga maraknya pemberitaan di Media Massa terkait buruknya kualitas beras yang disalurkan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Sumartini selaku Kepala Bidang Dinas Sosial melakukan monev terhadap beberapa Agen E-warung yang ada di wilayah Kota Bogor, dalam monev tersebut Sumartini juga mengambil contoh beras untuk dilakukan uji lab agar dapat diketahui secara pasti kualitas beras yang disalurkan, Rabu (02/06/21).

Contoh beras sendiri diambil dari Agen E-warung milik Indro dan E-warung Batu Tulis Sejahtera dengan Suplayer PT.Aam Prima Artha serta E-warung Anggrek dengan Suplier PT.Inti Prima Karkasindo. Menurut Sumartini secara kasat mata beras tersebut terlihat banyak patahan, terdapat gabah dan juga agak kekuningan.

“Kita belum bisa memastikan kualitas dari beras tersebut, namun secara kasat mata terlihat banyak patahan, berwarna kekuningan dan terdapat gabah, kalau premium itu kan ga ada gabahnya, yang jadi masalah itu kan banyaknya beras di produksi oleh PT apa dan disalurkan oleh PT yang berbeda pula, jadi kadang – kadang hal tersebut dijadikan peluang untuk mengecoh isi karung”, ujar Sumartini.

Masih menurutnya”, Kita juga udah sering menegur para Agen agar lebih berhati – hati dalam menyeleksi Suplier, apalagi dengan kejadian ini kita akan memberikan teguran juga kepada agen E-warung, intinya saya belum bisa memastikan kualitas dari beras yang saya ambil contohnya ini, kita akan uji lab dulu, kita juga ga mau fitnah salahsatu Suplier”.

Dengan adanya beras yang diambil untuk contoh, radar.informasi.com mencoba mengorek keterangan dari salahsatu Agen, dalam percakapan via seluler, Indro mengatakan, “lya saya teledor dan ini pembelajaran buat saya, ke depannya saya akan lebih selektif, saya minta maaf dan benar bu Kabid sudah datang kesini, mohon maaf ya saya lagi sakit akibat kejadian ini”.

Tak hanya sebatas itu, pihak Awak Mediapun mencoba mengklarifikasi terhadap PT. Inti Prima Karkasindo dan juga PT. Aam Prima Artha, dalam pesan Whatshaap Syarif perwakilan dari PT. Aam mengatakan no coment, sedangakan Deni yang mengaku perwakilan dari PT.Inti mengatakan, “Ya boleh diambil sample tapi bukti kongkritnya mana jangan di plastik seperti itu, bisa saja ambil dari warung atau toko beras biasa, seharusnya ketika diambil sample disertakan juga kemasannya”.

“Dari E-warung dan agen tidak ada yang komplain akan hal beras, biasanya beda sedikitpun mereka komplain, Iya yang saya minta samplenya bukan diplastik atau dari kantong keresek, tapi diperlihatkan bukti kemasannya juga, setidaknya ada bukti bahwa itu beras kita, kan bisa jadi beras itu ambil dari mana aja, bisa dari pasar, kalau memang bener ngambil dari KPM berarti mengurangi dong hak KPM”, pungkasnya.

Reporter : DP

Selain dikolektifkan, diduga Ada Pungutan Rp.20.000.00 saat Penyaluran BPNT di E-Warung Budi

Selain dikolektifkan, diduga Ada Pungutan Rp.20.000.00 saat Penyaluran BPNT di E-Warung Budi

BOGOR.radar.informadi.com – Program Bantuan Sosial Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi perbincangan hangat untuk saat ini, terutama setelah wabah pandemi Covid-19 mulai merebak dan menjadi momok yang menakutkan di kalangan Masyarakat dunia termasuk juga di Indonesia, tentu saja hal tersebut menjadi penyebab turunnya roda perekonomian, karena semua gerak – gerik dibatasi untuk mencegah penularan yang signifikan, maka untuk membantu Masyarakat lemah Pemerintah Pusat menurunkan berbagai bantuan untuk meringankan beban yang ada di Masyarakat, salahsatunya program BPNT, Jum’at (28/05/21).

Program BPNT ini merupakan program bantuan dalam bentuk uang tunai yang dapat di tukarkan dengan sembako dan digesekkan di agen E-warung, pihak Bank pun sudah menunjuk E-warung atas rekom Kades/Lurah dengan kriteria yang telah ditetapkan. Namun sangat disayangkan, adanya program BPNT ini malah banyak dimanfaatkan oleh segelintir Oknum yang berusaha memperkaya diri sendiri ataupun memanfaatkan moment ini sebagai ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan sebanyak – banyaknya.

Seperti halnya yang terjadi di Kelurahan Semplak, Bogor Barat – Kota Bogor, dimana untuk mendapatkan KPM berbagai cara dilakukan oleh pihak agen E-warung, persaingan bisnis mulai tercium tidak sehat, berbagai upaya penggiringan KPM dilakukan dengan berbagai cara, bahkan dengan terang – terangan ada sebagian Oknum Kader yang secara sengaja mengkolektifkan KKS untuk digesekkan di E-warung dan dikenakan biaya sebesar Rp.20.000.00, hal tersebut tentu saja menyalahi aturan yang berlaku.

Seperti halnya yang dituturkan oleh salahsatu Ketua RW, “Waktu itu saya nanya ke sodara yang dapat BPNT, kenapa paket sembakonya ga diambil, sodara saya jawab bahwa KKS nya udah diambil oleh Kader (R) dan diminta biaya Rp.20.000.00 untuk digesekkan di E-warung milik Budi”.

“Ada sebagian KPM yang kartunya dikolektifkan dan dikenakan biaya untuk di gesek di E-warung Budi”, tegas RW tersebut.

Akan tetapi Budi selaku pemilik E-warung menyangkal keras hal tersebut, dengan tegas dia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyuruh orangnya atau Kader untuk mengkolektifkan kartu.

Sementara itu, TKSK Bogor Barat, Eneng via telpon menjelaskan bahwa, “Atas aduan dari Warga terkait pengkolektifan kartu saya sudah melakukan sidak bersama Kasi Kemas Kecamatan, nanti setelah selesai penyaluran kita akan panggil pemilik agen E-warung, kita juga selalu mensosialisasikan agar kartu jangan dikolektifkan”.

Deni selaku Lurah Kelurahan Semplak saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Ia akan memamggil semua pihak yang terlibat, apabila terbukti melakukan kesalahan akan menindak tegas dan melakukan pembekuan ke agenannya.

Red

TKSK Bogor Timur Bungkam dengan Permasalahan BPNT di Wilayahnya

TKSK Bogor Timur Bungkam dengan Permasalahan BPNT di Wilayahnya

BOGOR.radar.informasi.com – Dengan munculnya pemberitaan Online yang berjudul “Diduga kurangnya Pantaun dari TKSK, Agen E-warung Diman Permainkan Harga Komoditi dalam BPNT”, Dede Sugandi selaku Lurah Sindangrasa Kota Bogor angkat bicara, dengan tegas Ia membantah terkait kebenaran berita tersebut, Jum’at (28/05/21).

Dalam percakapan melalui seluler Dede mengatakan agar pihak Awak Media langsung datang ke Agen E-warung Diman, Ia juga menjelaskan bahwa masih dalam hal kewajaran saat Agen E-warung mengambil keuntungan tanpa harus berpatok kepada Agen lain dalam penentuan harga, yang berhak komplain dalam masalah harga adalah KPM sendiri.

“Versi kami sampai saat ini para penerima manfaat BPNT mengambil ke Agen E-warung maupun Agen Diman tidak ada yang komplain, kami menyimpulkan bahwa para penerima itu sudah sangat mengerti dengan komoditas kualitas barang maupun dengan harga maaing – masing komodistas”, jelas Dede.

Masih menurutnya, “Kami belum konfirmasi ke Agen Diman, kalau ada permainan apalagi menaikan harga apalagi diluar kewajaran maupun ketentuan saya tidak akan diamkan, namun andai dalam batas kewajaran sesuai pagu dan kewajaran bisnis itu haknya agen karena sudah barang tentu agen pastinya cari untung layaknya usaha dan bisnis pada umumnya, kami chek dan konfirmasi kepada Agen Diman”.

Saat disinggung terkait adanya perbedaan harga dengan Agen lain dan yang ada di pasaran, Dede Sugandi juga menegaskan bahwa transparan para pihak penerima dibaca dipahami dan barang tentu mengerti dengan daftar harga maupun komoditas tersebut terpampang jelas, apakah ada ketentuan komoditas barang maupun harga harus sama rata standar ketentuanya, kami belum baca itu”.

Sementara itu Agus selaku TKSK Bogor Timur saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban apapun sampai berita ini ditayangkan.

Red

Diduga kurangnya Pantaun dari TKSK, Agen E-warung Diman Permainkan Harga Komoditi dalam BPNT

Diduga kurangnya Pantaun dari TKSK, Agen E-warung Diman Permainkan Harga Komoditi dalam BPNT

BOGOR.radar.informasi.com – Carut marut dalam penyaluran program bantuan dari Pemerintah banyak terjadi, mulai dari pengurangan jumlah komoditi, harga di Agen E-warung lebih mahal dibandingkan harga pasaran, komoditi yang dipaketkan hingga kualitas dari komoditi yang banyak diselewengkan oleh para Oknum Agen E-warung maupun Suplier, sangat disayangkan pula permasalahan – permasalahan tersebut hingga saat ini masih banyak ditemukan, himbauan dari Pemerintah ataupun Kemensos agar sesuai dengan Pedum masih banyak diabaikan, Kamis (27/05/21).

Hal tersebut terjadi pula di Agen E-warung Diman milik Undang, Kelurahan Sindangrasa Kota Bogor, dalam penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan selama dua hari dan untuk dua bulan tersebut banyak terjadi kejanggalan, pasalnya Agen E-warung Diman tidak menggunakan jasa suplier dalam pemenuhan komoditi, akan tetapi memanfaatkan kearifan lokal sesuai dengan Pedum BPNT, namun kearifan lokal yang dipaparkan oleh Undang tidak sesuai, beras sendiri Ia ambil dari Cianjur sedangkan komoditi lainnya diambil dari Pasar TU Kota Bogor.

Kearifan lokal seperti apa yang dimaksud…??? Hal tersebut tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan di Masyarakat. Saat tim radar.informasi menyambangi Agen E-warung tersebut, Undang selaku pemilik menjelaskan bahwa, “Saya sudah biasa berbisnis dan berdagang, jadi untuk masalah harga saya sudah kroscek ke lapangan, wajar kan namanya orang dagang mencari keuntungan, saya sengaja tidak menggunakan jasa Suplier karena sesuai aturan dengan memanfaatkan kearifan lokal, saya modal kepercayaan saja dengan rekan – rekan bisnis di luar sana”.

Saat disinggung terkait adanya beberapa KKS yang dikolektif dengan tegas Ia mengelak, “Ini bukan di kolektif akan tetapi Warga hanya menitipkan kepada pak RW, kalau masalah memberi upah ya wajar kan itung – itung ongkos ojeg”.

“Saya juga sudah memberikan sosialisasi kepada KPM agar tidak mengkolektifkan kartu, kalau kaya begini sih, cuma nitip bukan kolektif”, sanggahnya tanpa rasa bersalah.

Miris memang, apa yang telah dituangkan dalam Pedum besar dugaan tak dihiraukan, banyak permainan dan terdapat indikasi meraup keuntungan besar dengan adanya program dari Pemerintah dimasa pandemi Covid-19 ini, banyaknya Oknum yang bermain seharusnya menjadi perhatian khusus baik untuk TKSK sebagai tenaga Pengawas juga Pemerintah setempat.

Anehnya lagi di Kelurahan tersebut jumlah KPM mencapai kurang lebih 700 KPM, akan tetapi hanya terdapat dua Agen E-warung, secangakan dalam peraturan satu Agen E-warung harusnya maksimal 250 KPM.

Reporter : Dewi Pelangi

Januar Arifin : Beras Dua Kate telah Lulus Verifikasi dan Terlampir Ijin Edarnya

Januar Arifin : Beras Dua Kate telah Lulus Verifikasi dan Terlampir Ijin Edarnya

BOGOR.radar.informasi.com – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Pemerintah Pusat untuk bulan April sudah mulai digelontorkan ke masing – masing agen E-Warung penyalur BPNT di setiap desa, ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai dapat mengambil bantuan tersebut, Kamis (15/04/21).

Begitu pula dengan KPM yang berada di wilayah Jl.KH.Ahmad Sya Yani Kp.
Sumurwangi RT.01 RW. 05 Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, dengan tetap menjalankan protokoler kesehatan mereka dengan tertib antri untuk mengambil sembako di E-Warung milik Bambang, paket sembako yang terdiri dari beras premium, telur, daging sapi, tahu, sayuran dan buah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat dimasa pandemi saat ini.

Disini agen juga dituntut untuk lebih selektif dalam memilih supliyer sehingga KPM tidak dikecewakan, Bambang adalah salahsatu agen yang selektif, Ia berharap KPM puas dengan sembako yang Ia distribusikan, karena sebanyak 580 KPM telah mempercayakan E-Warung kepadanya.

“Untuk penyaluran BPNT kali ini kita jadwalkan agar tidak terjadi kerumunan, dari beras juga sudah beras premium dan sudah tetera ijin edarnya, kita benar – benar berusaha menjaga kualitas ya, untuk bulan April ini kita distribusikan enam (6) komoditi yang meliputi beras, daging sapi, buah, telur, tahu dan sayuran”, ujar Bambang.

Sementara itu, Januar Arifin selaku Direktur PT.Bova Nova Niaga, mengatakan bahwa, ” Semaksimal mungkin terus dan terus kita meningkatkan kualitas demi kepuasan KPM, sekecil apapun komplain atau keluhan dijadikan pembelajaran agar mutu terus dapat ditingkatkan, karena dengan adanya program BPNT ini bertujuan untuk membantu KPM yang benar benar mengalami penurunan ekonomi di masa pandemi bukan dijdikan sebagai ajang untuk meraup keuntungan pribdi”.

“Kita selalu berusaha menjaga kualitas untuk kepuasan KPM, bahkan untuk beras dengan merk dua kate ini sudah lulus verifikasi dan sudah ada ijin edarnya”, pungkasnya.

Reporter : Dewi Pelangi