
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Teriakan “Pembohong” menggema di Gedung DPRD dan Pendopo Kabupaten Indramayu pada Senin (23/6/2025), saat puluhan warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, menggelar unjuk rasa. Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan atas janji-janji kampanye yang dinilai tidak ditepati oleh pemerintah daerah. Selasa (24/6)
Warga menyuarakan kekecewaan mereka kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim, serta anggota DPRD yang dianggap abai terhadap persoalan banjir rob yang semakin parah.
Berbagai spanduk bernada kritik dibentangkan, seperti bertuliskan “Lucky Pembohong”, “DPRD Cuma Turu”, dan lainnya.
“Dulu katanya habis dilantik mau datang langsung, mau kasih solusi. Tapi buktinya nol besar. Katanya digaji rakyat untuk melayani rakyat, tapi mana buktinya? Saya punya rekamannya,” ujar Pebri (33), salah satu warga yang ikut dalam aksi.
Menurut Pebri, demonstrasi ini merupakan bentuk puncak kekecewaan warga yang merasa diabaikan. Ia menyebut saat masa kampanye, para calon pemimpin datang berkali-kali ke desa mereka, namun setelah menjabat, tak lagi terlihat kepeduliannya.
“Kalau pas kampanye datang terus, sekarang malah lupa sama kami,” keluhnya.
Sebagai seorang ibu, Pebri mengaku khawatir dengan masa depan anak dan cucunya jika pemerintah terus membiarkan kondisi banjir rob yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.
“Air rob datang siang malam, masuk ke rumah. Kami sampai susah tidur. Bagaimana nasib anak cucu nanti?,” tambahnya.
Aksi demonstrasi warga ini akhirnya ditemui oleh Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin. Ia mengakui bahwa keresahan warga Eretan Wetan merupakan hal yang nyata dan harus segera ditangani.

“Kondisi banjir rob ini memang makin mengkhawatirkan. Sayangnya, APBD kita saat ini belum mencukupi, tapi kami akan coba usulkan penanganannya ke pemerintah pusat,” kata Syaefudin.
Saat ditanya soal janji kampanye, Syaefudin menegaskan bahwa persoalan banjir rob sudah menjadi masalah lama yang tak hanya menjadi tanggung jawab pejabat saat ini.
“Ini bukan soal Pak Lucky atau saya pribadi. Ini tanggung jawab pemerintah daerah secara keseluruhan. Walau kami baru menjabat, kami tetap tidak bisa lepas tangan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan berupaya untuk menepati aspirasi warga dan mendorong percepatan solusi atas bencana yang sudah lama membayangi wilayah pesisir tersebut.
Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

