Sekdes Cisalada Tak Terima Dikritik, Tolak Konfirmasi Terkait Proyek yang Diduga Bermasalah

Bogor – Pemerintah Desa (Pemdes) Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, merealisasikan dana bantuan keuangan (bankeu) APBD Kabupaten Bogor dengan proyek rabat beton jalan desa dan fasilitas pendukungnya senilai Rp400 juta. Proyek tersebut berlokasi di Kampung Cukanggaleuh RW 08 dan Kampung Cikupa, dengan pengerjaan berlangsung pada Rabu (23/10/2024).
Saat awak media mendatangi lokasi proyek, ditemukan papan informasi proyek tergeletak di bawah, hanya ditahan dengan potongan bambu agar tidak hilang. Selain itu, tembok penahan tanah (TPT) di lokasi diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera di papan informasi. Tertulis bahwa tinggi TPT seharusnya 2 meter, namun setelah diukur, ternyata hanya 170 cm.

Di lokasi, awak media juga menemukan besi berukuran lebih kecil dari standar umum yang biasa digunakan untuk TPT, serta terlihat batu-batu bekas bongkaran yang tidak jelas asal-usulnya.
Ketika dikonfirmasi terkait temuan tersebut, Kepala Desa Cisalada, M. Dahtul Kahfi, menjelaskan bahwa kekurangan tinggi TPT akan segera diperbaiki. “Terkait ketinggian yang kurang 30 cm, Pak Deri sudah mengecek lokasi dan mengetahui hal ini. Awalnya, volume tersebut ingin kami alihkan untuk pelebaran jalan beton dari 2,5 meter menjadi 3 meter. Namun, Pak Deri meminta tinggi TPT tetap 2 meter, jadi nanti akan kami tambahkan ketinggian setelah perataan dan pengerasan tanah,” jelasnya, Senin (21/10/2024).
Ia juga menyampaikan bahwa penambahan besi pada TPT merupakan inisiatif bersama warga, meski tidak tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Besi itu hanya inisiatif kami agar TPT lebih kuat. Sementara, batu bekas itu bukan untuk digunakan, melainkan hanya dari galian tanah. Kami sudah menyiapkan batu dari material resmi,” tambahnya.
Namun, pernyataan berbeda disampaikan oleh Moch. Busrol Karim, Sekretaris Desa Cisalada. Ia terkesan enggan memberikan ruang awak media untuk konfirmasi lebih lanjut. “Kalau mau tayangkan berita, tayangkan saja. Tidak usah tanya-tanya lagi seolah mencari kesalahan. Sudah, Pak Kades juga tidak perlu menjawab apa-apa lagi,” ucap Busrol kepada wartawan.
Setelah awak media berpamitan dari kantor desa, Kepala Desa Cisalada kemudian mengirim pesan WhatsApp yang meminta awak media untuk berkoordinasi dengan Bimbim, yang disebut sebagai Ketua LPM Desa. “Komunikasikan saja dengan Bimbim. Sudah saya sampaikan ke Bimbim,” tulisnya dalam pesan tersebut.
Red
