SDN Pasir Angin 02 laksanakan PTM dimasa PPKM Level 4
SDN Pasir Angin 02 laksanakan PTM dimasa PPKM Level 4
BOGOR.radarinformasi.com- Untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat, Bupati Bogor, Hj.Ade Yasin mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, MUI, Tokoh Agama, Pimpinan dan Ketua Ormas, PMI, Muspika, Pengurus PHRI, Apindo, Dewan Pendidikan, dan pengurus organisasi profesi lainnya untuk berperan aktif dalam penegakan PPKM Darurat, Sabtu (09/08/21).
Ketentuan PPKM Darurat yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Bogor Nomor : 443/355/Kpts/Per-UU/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif melalui PPKM Darurat di Kabupaten Bogor, yang dimulai sejak 03-20 Juli 2021 kedepan, selaras dengan Instruksi Presiden tentang PPKM Darurat khusus Jawa dan Bali.
Maka seluruh daerah di Jawa dan Bali wajib melaksanakan instruksi itu tanpa ada perdebatan, sebab melihat kondisi saat masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan di Jawa dan Bali. Hal tersebut berlaku pula untuk jenjang pendidikan, baik untuk anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi pada enam provinsi, yaitu provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali wajib melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dan mengajar dari rumah sesuai ketentuan PPKM Darurat yang berlaku.
Namun sangat disayangkan, PPKM Darurat tersebut diabaikan oleh SDN Pasir Angin 02, terlihat Siswa-siswi mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan menggunakan baju bebas.
Saat dikonfirmasi Hakiudin, S.Pd selaku Kepala Sekolah mengatakan bahwa PTM dilakukan atas persetujuan Wali Murid dan tetap menjalankan prokes yang berlaku.
“PTM baru berjalan beberapa hari koq dan itu juga atas permintaan Wali Murid, disini kita tetap menjalankan prokes, kita anjurkan untuk memakai masker, mencuci tangan dan juga menggunakan handsanitizer”, ujar Kepala Sekolah.
Akan tetapi prokes yang diterapkan pada kenyataannya tidak dapat berjalan sesuai harapan, karena di depan ruang kelas tampak kerumunan dari ibu-ibu yang mengantar jemput anaknya.
Red


