Bupati Lucky Hakim Tinjau Sejumlah Wilayah Terdampak Banjir, Pemkab Indramayu Percepat Penanganan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat penanganan banjir agar kondisi segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak banjir di beberapa kecamatan yang dipimpin Bupati Indramayu Lucky Hakim. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat, tepat, dan menyeluruh,” Rabu (28/1/2026).

Adapun lokasi yang ditinjau meliputi Perumahan BDI 2, Perumahan Cidhayu, Margamekar, Spot Center, serta Desa Pekandangan Blok Sutajaya di Kecamatan Indramayu. Peninjauan juga dilakukan di Desa Arahan Lor, Kecamatan Arahan, serta Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi.

Bupati Lucky Hakim menjelaskan, peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan pemerintah daerah secara komprehensif.

“Hari ini kita melihat langsung lokasi banjir dan menilai apa yang bisa dilakukan Pemda secara garis besar dan menyeluruh. 

Jika sudah terjadi genangan, dilakukan penyedotan menggunakan pompa air serta normalisasi saluran. Namun di lapangan masih ditemukan titik-titik banjir baru akibat meningkatnya debit air dan pembangunan saluran oleh BBWS yang belum selesai, sehingga aliran air belum berjalan optimal,” jelasnya.

Selain itu, beberapa kawasan permukiman baru diketahui belum memiliki sistem drainase yang memadai. Kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh. BPBD Kabupaten Indramayu juga disiagakan untuk menyiapkan dapur umum dan kebutuhan dasar warga apabila diperlukan pengungsian.

Salah seorang warga perumahan, Sofi Riyanti, menyebutkan banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang tidak diimbangi dengan kapasitas saluran air. 

Ketinggian air mencapai 40 hingga 50 sentimeter, sehingga sebagian warga terpaksa mengungsi ke masjid kompleks maupun ke rumah keluarga di luar perumahan.

Di wilayah Margamekar, banjir dilaporkan telah berlangsung selama beberapa minggu dengan sisa genangan sekitar 10 sentimeter. 

Penanganan sementara dilakukan melalui pompanisasi serta rencana normalisasi bersama BBWS, BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Perkim. 

Sementara di Desa Pekandangan Blok Sutajaya, banjir disebabkan saluran air yang kurang dalam, mengakibatkan satu blok permukiman terendam hingga setinggi lutut orang dewasa.

Banjir di Kecamatan Cantigi juga berdampak pada sektor perikanan, khususnya tambak warga, yang menyebabkan udang dan ikan lepas akibat saluran air yang tidak berfungsi optimal. 

Di Desa Arahan Lor, warga meminta agar gorong-gorong yang tersumbat dapat segera diaktifkan kembali guna melancarkan aliran air.

Sementara itu, warga Desa Lamarantarung Blok Waledan, Castinah, menyampaikan bahwa banjir merendam wilayah RT 24 hingga RT 27 sejak Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Air masuk ke rumah warga dan memaksa sebagian warga untuk mengungsi.

Bupati Lucky Hakim mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya listrik saat banjir. Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Indramayu untuk melakukan pengurasan dan normalisasi saluran air guna memperlancar aliran.

Dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah daerah akan melakukan normalisasi sungai dari hulu hingga hilir, serta pembenahan tempat penampungan air guna mencegah luapan akibat sampah dan sedimentasi. Seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pembahasan bersama pihak terkait.

“Kita tangani sebisa mungkin, secepat mungkin, dan semaksimal mungkin. Aliran air yang terhambat akan kita atasi,” tegasnya.

Menutup kegiatan peninjauan, Bupati Lucky Hakim menyampaikan keprihatinan kepada seluruh warga terdampak banjir. 

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat terdampak.

Sumber: Diskominfo Indramayu

Andika

Kapolres Indramayu Tinjau Lokasi Banjir, Salurkan Bansos dari Kapolda Jabar

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., meninjau langsung lokasi banjir sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir di Gang Bakti, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Selasa (27/1/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang terdampak musibah banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Indramayu didampingi Pejabat Utama (PJU) dan perwira Polres Indramayu, Kapolsek Indramayu AKP Indri Hapsari, S.H., serta sejumlah personel Polres Indramayu.

Kapolres Indramayu melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menyampaikan, bantuan sosial yang disalurkan berupa 40 kantong beras yang merupakan bantuan dari Kapolda Jawa Barat dan diperuntukkan bagi warga terdampak banjir.

“Penyaluran bantuan sosial ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat warga sedang mengalami musibah,” ujar AKP Tarno.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memberikan dukungan moril agar masyarakat tetap kuat dan tabah menghadapi kondisi yang ada.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolres Indramayu juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan jiwa, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat apabila terjadi kondisi darurat.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melapor kepada petugas apabila membutuhkan bantuan atau kondisi air kembali meningkat,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno juga mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” pungkasnya.

(Sumber: Humas Polres Indramayu / Andika)

Gebyar Pelayanan Publik Bersama KKN Unpad, Sinergi Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Warga Sukagumiwang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Gebyar Pelayanan Publik sebagai upaya mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi pemerintah dan akademisi dalam menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, cepat, dan tanpa biaya, Senin (26/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat disuguhi beragam layanan terpadu, salah satunya pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Dukcapil. 

Warga dapat mengurus berbagai dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), hingga Akta Kelahiran. Layanan ini dinilai sangat membantu masyarakat yang selama ini terkendala jarak dan waktu untuk mengurus dokumen ke pusat pelayanan.

Selain administrasi kependudukan, panitia juga membuka layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Melalui kepemilikan NIB, pelaku usaha diharapkan semakin mudah mengembangkan usaha secara legal, mengakses permodalan, serta memperluas jaringan pemasaran.

Gebyar Pelayanan Publik ini juga memberikan layanan pengurusan sertifikat halal dan Izin Rumah Tangga Pangan (IRTP), yang menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha makanan dan minuman. 

Sertifikasi tersebut bertujuan menjamin keamanan produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Di sektor kesehatan, masyarakat mendapat kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. 

Layanan ini disambut antusias warga karena memudahkan deteksi dini kondisi kesehatan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara rutin.

Seluruh layanan yang disediakan dalam kegiatan ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya secara maksimal tanpa beban administrasi.

Tak hanya fokus pada pelayanan langsung, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penguatan kapasitas Petugas Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Kecamatan Sukagumiwang yang dilaksanakan di Sekretariat PKK Kecamatan. 

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Daya Sosial, Cucu Awenda, dengan tujuan meningkatkan peran Puskesos dalam memberikan layanan sosial yang responsif dan tepat sasaran.

Selain itu, Gebyar Pelayanan Publik turut menghadirkan kegiatan literasi perbankan yang melibatkan BRI, Bank BJB, dan BSI Cabang Jatibarang Indramayu. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Ki Sapu Angin Kecamatan Sukagumiwang ini diikuti oleh Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Sukagumiwang beserta anggota. 

Peserta memperoleh pemahaman seputar layanan perbankan, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan produk keuangan secara aman dan bijak.

Tidak hanya literasi, masyarakat juga dapat langsung mengakses layanan perbankan seperti pembukaan rekening ATM serta aktivasi layanan digital, termasuk BJB Digi. 

Langkah ini diharapkan mampu mendorong inklusi keuangan serta pemanfaatan layanan keuangan digital di tengah masyarakat.
Camat Sukagumiwang, Moh. 

Mulya Setiawan, S.STP., turut meninjau langsung jalannya kegiatan dan berdialog dengan warga. 

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang dekat dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Gebyar Pelayanan Publik ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan serupa terus dikembangkan agar pelayanan publik semakin efektif, inklusif, dan berdampak pada kesejahteraan warga,” ujarnya.

Melalui kolaborasi pemerintah kecamatan, instansi terkait, perbankan, serta mahasiswa KKN Unpad, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh pelayanan terpadu yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.

Sumber: Humas Sukagumiwang

Andika

Bupati Lucky Hakim Tinjau Sejumlah Wilayah Terdampak Banjir di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Luapan sungai, pasang air laut, curah hujan tinggi, serta sistem drainase yang belum optimal menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu tergenang banjir. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan kolaborasi lintas pihak.

Hal itu disampaikan Bupati Indramayu Lucky Hakim saat meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir. Kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap dampak banjir yang dirasakan masyarakat pada Minggu, (25/1/2026).

Beberapa titik yang dikunjungi antara lain Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan, Desa Rambatan Kulon, Bendungan Karet di Kecamatan Lohbener, serta Desa Bugel Kecamatan Patrol.

Di Desa Pabean Ilir, Bupati Lucky Hakim mendengarkan langsung keluhan warga. Keni, warga RT 15, menyampaikan bahwa air mulai masuk ke permukiman sejak Sabtu malam dan menggenangi wilayah RT 15 dan RT 16.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lucky Hakim yang didampingi Camat Pasekan Taryadi mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena dapat memperparah genangan. 

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan segera mendatangkan pompa penyedot air untuk mempercepat surutnya banjir, mengingat wilayah tersebut tidak memiliki saluran pembuangan air alami.

“Kita upayakan secepat mungkin pompa air didatangkan. Jika memungkinkan, besok sudah bisa dilakukan penyedotan. 

Ke depan, Pemkab Indramayu akan melakukan perbaikan drainase, pembuatan saluran air, serta penambahan pompa berkapasitas lebih besar agar genangan tidak berlarut-larut,” ujar Lucky Hakim.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Bendungan Karet Kecamatan Lohbener. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lucky Hakim didampingi BPBD Indramayu, Camat Lohbener Warno, perwakilan BBWS Cimanuk Cisanggarung, serta Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Utami Herman. 

Bupati meninjau sejumlah pintu air yang kondisinya dinilai rawan jebol.

Menurut Lucky Hakim, secara geografis Kabupaten Indramayu berada di wilayah hilir dan dekat dengan laut, sehingga rentan terhadap banjir. 

Selain dipengaruhi banjir rob akibat pasang air laut, debit air kiriman dari wilayah hulu juga turut meningkatkan risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu lama.

“Saat ini pemerintah daerah bersama kecamatan dan desa bergotong royong melakukan penanganan darurat dengan menambal tanggul yang jebol. 

Untuk perbaikan permanen, sudah dikontrakkan dan direncanakan mulai dikerjakan pada Februari hingga Maret dengan pemasangan pancang sepanjang kurang lebih 13 kilometer,” jelasnya.

Di Desa Rambatan Kulon, Dewi, warga RT 27 Blok Pulo, menyampaikan bahwa banjir terjadi sejak Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB akibat sungai meluap, tanggul jebol, serta rembesan air yang masuk ke permukiman warga.

Sementara itu, saat meninjau Desa Bugel Kecamatan Patrol, Bupati Lucky Hakim yang didampingi Camat Patrol Bagus Asep Trisnadi menyampaikan empati kepada warga terdampak banjir. 

Ia menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Pemerintah akan terus berupaya memperbaiki tanggul dan saluran air. 

Namun kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta tidak menutup saluran dan gorong-gorong. Ini harus menjadi upaya bersama agar banjir tidak terus berulang,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lucky Hakim juga menyapa warga dan menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada sejumlah warga terdampak sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

BBWS Cimancis Salurkan Bantuan Mesin Diesel untuk Antisipasi Banjir di Desa Kenanga

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) menyalurkan bantuan berupa mesin diesel kepada warga Blok Dukuh, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jum’at (23/1/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya mendukung pengelolaan air di lingkungan warga sekaligus mengantisipasi potensi banjir akibat tingginya curah hujan. Penyaluran bantuan dilakukan melalui perwakilan BBWS Cimancis bekerja sama dengan PT Wika–BNL, JO, dan diserahkan langsung kepada masyarakat setempat.

Perwakilan BBWS melalui PT Wika–BNL, JO menyampaikan bahwa bantuan mesin diesel ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pencegahan banjir. Pihaknya berharap mesin diesel tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

Warga Blok Dukuh menyambut baik bantuan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian BBWS Cimancis. Mereka berharap keberadaan mesin diesel ini dapat membantu mempercepat penanganan genangan air saat musim hujan serta meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Babinsa Desa Kenanga, anggota Koramil 1602/Sindang sekaligus tokoh masyarakat, Serma H. Mustofik, S.H., turut mengapresiasi bantuan yang diberikan. Ia menyampaikan terima kasih kepada BBWS atas perhatian terhadap kondisi lingkungan warga.

“Kami atas nama pemerintah desa dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada BBWS yang telah memberikan bantuan mesin diesel untuk membantu mengantisipasi terjadinya banjir di lingkungan warga,” ujar Serma H. Mustofik.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan baik. 

Saya berharap warga dapat menjaga bantuan dari BBWS ini agar tidak rusak dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. 

(Simber: Tosim / Andika).

Satbinmas Polres Indramayu Gelar “Razia Rambut” di SDN 1 dan 2 Paoman, Libatkan Kapster Profesional

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Indramayu, Polda Jabar, menggelar kegiatan pemangkasan rambut bagi murid SDN 1 dan SDN 2 Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk menertibkan penampilan anak-anak sekaligus sebagai pendekatan humanistik Polri kepada masyarakat,” Sabtu (24/1/2026).

Petugas Satbinmas terlihat berkeliling kelas untuk menargetkan murid laki-laki dengan rambut gondrong atau tidak rapi. Murid-murid yang terjaring kemudian dikumpulkan di ruang khusus, di mana telah menanti seorang kapster profesional.

Kapster berbaju merah dengan apron plastik dan masker tampak cekatan memangkas rambut murid menggunakan gunting dan clipper. Meski awalnya seperti “razia”, raut wajah anak-anak justru terlihat senang, karena model cukuran yang diberikan sesuai keinginan mereka namun tetap rapi.

“Alhamdulillah, murid-murid senang setelah rambutnya dicukur, karena kami juga menyediakan kapster profesional, sehingga hasilnya bagus,” ujar KBO Satbinmas Polres Indramayu, Iptu Tasim, saat ditemui di SDN 1 Paoman.

Iptu Tasim menjelaskan, program cukur rambut gratis ini rutin dilaksanakan Satbinmas sebagai bagian dari pembinaan karakter anak sejak dini. “Ibaratnya seperti jemput bola, kami mendatangi kelas-kelas dan mengajak mereka untuk memangkas rambut agar lebih rapi. 

Beberapa murid juga meminta model tertentu, dan itu diperbolehkan, asalkan tetap mengutamakan kerapian,” jelasnya.

Menurut Tasim, kegiatan ini bukan sekadar pemangkasan rambut, tetapi juga sarana pendidikan karakter, membiasakan anak-anak menjaga penampilan, disiplin, dan percaya diri sejak usia dini. 

Reporter : Andika

Peredaran Obat Golongan G Kian Terbuka di Ngamprah, Ratusan Butir Berhasil Diungkap

BANDUNGBARAT.radarinformasi.com — Dugaan peredaran obat keras terbatas (golongan G) di wilayah Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, kian menjadi sorotan. Aktivitas ilegal tersebut dinilai berlangsung semakin terbuka dan meresahkan masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peredaran obat golongan G tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Fadhal. Ia disebut merupakan bagian dari jaringan yang dikendalikan Frans, yang juga dikenal dengan nama Arul.

Pengungkapan peredaran obat keras ini terjadi di TKP Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah. Dari lokasi tersebut, berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa 175 butir obat keras diduga jenis Dextro, 156 butir obat keras diduga jenis Double Y, 61 butir obat keras diduga jenis Heximer, serta 93 butir obat keras diduga jenis Tramadol. Selain itu, turut diamankan uang tunai sebesar Rp1.025.000 yang diduga berasal dari hasil penjualan obat-obatan tersebut.

Warga sekitar mengaku resah dengan maraknya peredaran obat keras tanpa izin resmi. Menurut warga, obat golongan G kerap disalahgunakan dan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, khususnya di kalangan remaja dan generasi muda.

Saat ini, pelaku penjualan obat terlarang tersebut telah diamankan dan dibawa ke Polres Cimahi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini dilakukan guna mendalami peredaran obat golongan G tersebut serta menelusuri jaringan yang lebih luas.

Atas perbuatannya, pelaku diduga melanggar Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengatur larangan peredaran sediaan farmasi tanpa izin resmi.

Red

Jaringan Obat Golongan G Menggurita di Batujajar, Ratusan Butir Obat Keras Diamankan

BANDUNGBARAT.radarinformasi.com – Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, diduga menjadi salah satu titik aktif peredaran obat keras terbatas (golongan G). Aktivitas ilegal tersebut disinyalir telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peredaran obat golongan G di wilayah Batujajar diduga dijalankan oleh seorang penjual bernama Edo. Sementara itu, sosok yang disebut sebagai pemilik atau pengendali jaringan diketahui bernama Nazar, yang dikenal dengan julukan Pampam.

Dalam penggerebekan di TKP Batujajar, diamankan sejumlah barang bukti berupa ratusan butir obat keras berbagai jenis, yakni 102 butir obat keras diduga jenis Double Y, 207 butir obat keras diduga jenis Heximer, 46 butir obat keras diduga jenis Dextro, 129 butir obat keras diduga jenis Dextro lainnya, serta 11 butir obat keras diduga jenis Trihex. Selain itu, polisi juga menyita dua unit telepon genggam merek Oppo dan Realme, serta uang tunai sebesar Rp950.000 yang diduga hasil transaksi penjualan obat ilegal tersebut.

Warga setempat mengaku khawatir dengan maraknya peredaran obat keras ilegal di wilayahnya. Mereka menilai, penyalahgunaan obat golongan G sangat berpotensi merusak kesehatan dan masa depan generasi muda, terutama kalangan remaja.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak kepolisian bertindak tegas dengan mengamankan penjual yang diduga terlibat. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Cimahi guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana berat bagi setiap pihak yang terlibat dalam peredaran obat keras ilegal.

Red

Cililin Darurat Obat Golongan G, Peredaran Diduga Terorganisir dan Menyasar Remaja

BANDUNGBARAT.radarinformasi.com — Peredaran obat keras terbatas (golongan G) diduga kian mengkhawatirkan di wilayah Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Aktivitas ilegal ini disinyalir bukan dilakukan secara sporadis, melainkan merupakan bagian dari jaringan yang terstruktur dan terorganisir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penjualan obat golongan G tanpa izin resmi diduga dijalankan oleh seorang pria bernama Hatjam. Dalam operasionalnya, ia disebut berada di bawah kendali Rijal yang berperan sebagai koordinator lapangan. Sementara itu, seorang pria bernama Andre diduga sebagai pengendali utama jaringan peredaran obat ilegal tersebut di wilayah Cililin.

Keresahan masyarakat kian meningkat. Warga menilai peredaran obat keras ini sudah berada pada tahap darurat karena mudah diakses dan diduga kuat menyasar kalangan remaja, termasuk anak usia sekolah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi merusak masa depan generasi muda apabila tidak segera ditangani secara serius.

Dari tangan terduga pelaku Hatjam, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 394 butir obat keras diduga jenis Tramadol, 300 butir obat diduga jenis Heximer, serta 50 butir obat diduga jenis Trihex. Selain itu, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp410.000 yang diduga hasil penjualan, serta 1 unit telepon genggam merek Realme yang diduga digunakan untuk transaksi.

Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polres Cimahi guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan pengembangan jaringan di atasnya.


Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, karena mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin dan di luar jalur distribusi resmi.

Kasus ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk membongkar jaringan peredaran obat golongan G yang diduga masih aktif di wilayah Kecamatan Cililin dan sekitarnya.

Red

Obat Keras Menyasar Remaja, Penjual di Sindang Kerta Digeruduk

BANDUNGBARAT.radarinformasi.com — Dugaan peredaran obat keras terbatas (golongan G) yang menyasar kalangan remaja terungkap di wilayah Kecamatan Sindang Kerta, Kabupaten Bandung Barat. Aktivitas ilegal tersebut dinilai meresahkan warga karena dilakukan secara terbuka dan diduga melibatkan jaringan terorganisir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penjualan obat golongan G di wilayah tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Wildan. Dalam praktiknya, Wildan disebut berada di bawah kendali Gatot yang berperan sebagai koordinator lapangan (korlap).

Peredaran obat keras tanpa izin ini disinyalir menyasar berbagai kalangan, khususnya remaja dan anak usia sekolah. Warga sekitar pun mengaku resah karena khawatir dampak negatif dari penyalahgunaan obat-obatan tersebut terhadap generasi muda.

“Yang beli kebanyakan anak-anak muda, bahkan ada yang masih sekolah. Itu yang bikin kami khawatir,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Dari tangan Wildan, terdapat sejumlah barang bukti berupa 46 butir obat keras diduga jenis Double Y, 99 butir obat keras diduga jenis Trihex, dan 183 butir obat keras diduga jenis Tramadol. Selain itu, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp714.000 yang diduga hasil transaksi penjualan, serta 1 unit telepon genggam merek Samsung yang disinyalir digunakan untuk sarana komunikasi dan transaksi.

Penjual yang diduga terlibat saat ini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Cimahi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pengembangan terhadap dugaan adanya jaringan peredaran obat golongan G yang lebih luas.

Secara hukum, peredaran obat keras tanpa izin edar dan tanpa resep dokter merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda maksimal Rp5 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Red