Oknum Operator Sekolah SMPN 01 Caringin, Meminta Uang Jasa dalam Pencairan PIP
Oknum Operator Sekolah SMPN 01 Caringin, Meminta Uang Jasa dalam Pencairan PIP
BOGOR.radarinformasi.com– Untuk membantu meringankan beban Siswa, terutama bagi Siswa miskin, pemerintah telah menggelontorkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), program dengan pemberian bantuan tunai tersebut diprioritaskan bagi siswa yang berasal dari keluaraga miskin dan program PIP ini merupakan penyempurnaan dari program Bantuan Siswa Miskin(BSM), Rabu (16/03/22).
Namun dengan adanya program PIP ini ada segelintir Oknum yang mencari celah untuk memanfaatkan demi kepentingan pribadi, seperti halnya yang terjadi di SMPN 01 Caringin, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, dimana Oknum Operator Sekolah memotong uang PIP Siswa dengan dalih uang jasa karena telah membantu dalam proses pencairannya.
PIP yang dipotong tersebut adalah milik Siswa yang saat ini telah lulus dari bangku SMP dan telah duduk di bamgku SMA.
“Waktu itu saya dapat info dari pihak sekolah agar datang ke sekolah dan mengambil uang PIP, akan tetapi pihak Operator meminta uang untuk pengganti jasa, ya udah akhirnya saya kasih Rp.100.000,00 karena dia minta”, ujar salahsatu orangtua yang enggan disebutkan namanya.
Masih menurutnya, “Saya juga ga ngerti dalam buku tabungan yang saya terima, di Bulan Februari ada saldo sebesar Rp.2.475.000,00 dan ada penarikan pertanggal 13/02/22 sebesar Rp.1.300.000,00 tapi anehnya saya tidak menerima uang tersebut, lalu ada lagi penarikan di pertanggal 04/03/22 sebesar Rp.1.175.000 dan hanya uang yang di Bulan Maret tersebut yang saya terima”.
Saat tim radarinformasi.com mencoba mengklarifikasi ke pihak sekolah, Eko Satriawan TI, S.Pd selaku Kepala Sekolah menjelaskan bahwa, “Saya sudah tegaskan dalam PIP ini jangan sampai ada yang melakukan pemotongan, baik oleh guru ataupun Operator Sekolah, saya tidak tau kalau ada Operator yang meminta uang jasa kepada Siswa dan untuk uang yang diambil di bulan Februari dan tidak diterima Siswa nanti Operator yang akan jelaskan”.
Sementara itu, Samsudin selaku Operator Sekolah mengatakan bahwa, “Tidak ada pemotongan dengan uang PIP tersebut, mengenai uang sebesar Rp.1.300.000,00 di Bulan Februari yang tidak diterima Siswa, saya sudah konfirmasi ke pihak Bank dan saya suruh datang kesana tapi saya belum sempat, intinya pihak sekolah juga tidak mengambil uang tersebut, kan bisa dilihat dari kode penarikannya, di bulan dua kode CCM dan di bulan tiga DCM”.
“Terkait pengambilan di tanggal 04/02/22 dikolektif oleh pihak sekolah dan baru di bagikan seminggu kemudian karena antri dan untuk menghindari kerumunan’, pungkas Samsudin.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada kejelasan dengan uang yang keluar di Bulan Februari tersebut.
Red

